X-URL: http://www.suarapembaruan.com/News/2001/10/08/Utama/ut01.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
_________________________________________________________________
Dijaga Ketat, Kedubes AS dan 14 Negara Sekutunya
Pembaruan/Ardiles Rante
DITUTUP KAWAT - Kawat berduri sepanjang 50 meter standar NATO dipasang
pihak kepolisian di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jl
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/10) pagi. Penjagaan ketat ini
berkaitan dengan penyerangan Amerika dan Inggris ke Afghanistan,
Minggu (7/10) malam.
Kantor PBB dan Sejumlah Kantor Kedutaan Ditutup
JAKARTA - Lima batal-yon polisi dari Mabes Polri dan dua batalyon dari
unsur TNI ditugaskan di Kedutaan Besar AS dan empat belas negara
sekutunya, Senin (8/10). Selain penjagaan ketat oleh pasukan itu,
kedutaan-kedutaan tersebut juga dipasangi kawat berduri.
Hal itu dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sofjan Jacoeb kepada
wartawan di Jakarta, Senin (8/10).
Menurut Sofjan, kondisi di sejumlah kedutaan tersebut akan terus
dipantau. Jika keadaan membahayakan, pihak kepolisian akan
mengevakuasi seluruh warga negara asing terutama warga AS dan
sekutunya.
Evakuasi ini selain memanfaatkan kantor kedutaan, juga akan melibatkan
beberapa tempat hunian yang dianggap aman untuk menampung sebelum
evakuasi pemulangan mereka ke negaranya. Misalnya, hotel Sheraton
Bandara yang terletak di dekat Bandara Soekarno- Hatta.
Warga negara asing akan dievakuasi dengan menggunakan kendaraan bus
yang dipersiapkan oleh masing-masing kedutaannya dengan pengawalan
kendaraan lapis baja.
Pengamanan
Meskipun demikian, Sofjan juga menekankan, pihaknya melakukan
pengamanan terhadap kemungkinan munculnya Tommy di Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan, yang diundang untuk menandatangani PK-nya.
Sementara itu, Kadispen Polda Metro Jaya Kombes Pol Anton Bachrul Alam
mengatakan, lima batalyon Polri dan dua batalyon TNI itu masing-masing
satu batalyon akan ditempatkan di Silang Monas, Jl Suropati, di depan
Gedung PBB, di depan PT IKA Kebayoran Baru Jakarta Selatan, seputar
Kuningan, di tempat-tempat penampungan, sementara satu batalyon dan
satu batalyon lainnya dimobilisasi untuk pengamanan beberapa kedutaan
lainnya.
Anton mengimbau, agar rasa simpati yang disampaikan oleh para
pengunjukrasa yang menentang kebijakan luar negeri AS tidak
dilampiaskan dengan cara-cara yang melanggar hukum.
"Polri akan mengambil tindakan tegas berupa penangkapan terhadap para
pengunjukrasa yang melakukan tindakan anarkis,'' kata Anton.
Sementara itu Kasat Sabhara Polda Metro Jaya AKBP Budi mengatakan,
satuannya menerjunkan enam kompi anti huru-hara dan dua kompi brimob
bersama pasukan intel untuk melakukan tindakan pengamanan yang
bersifat negosiatif di kedutaan AS, Inggris, Jepang dan PBB.
Ditambahkannya, pasukan itu hanya dipersenjatai dengan tongkat dan
tameng tanpa senjata api.
Libur
Beberapa warga asing staf berbagai perusahaan minyak multinasional di
Jakarta yang biasa datang pagi ke kantor, terpaksa pulang lagi ke
rumah masing-masing setelah memperoleh pemberitahuan resmi dari pihak
kedutaan besar masing-masing.
Pemberitahuan melalui telepon secara estafet (biasa disebut warden
system atau telephone-tree system) itu rupanya bekerja efektif.
Kedubes AS dan Inggris dinyatakan tutup Senin (8/10), sementara
Kedubes Australia tetap buka, dan kabarnya tetap menerima permintaan
visa bagi masyarakat.
Pemberitahuan yang disampaikan Kedubes AS kepada warganya di Indonesia
belum mencapai status darurat tertinggi. Pada status darurat
tertinggi, pihak kedubes akan mengeluarkan perintah meninggalkan
tempat atau evakuasi (ordered departure). Pada tahap ini, semua biaya
akan menjadi tanggungan pemerintah yang menginstruksikan evakuasi.
Kantor perwakilan Bank Dunia di Jakarta juga dinyatakan tutup hari
ini.
Kedubes Amerika Serikat, dalam seruan yang diterima Pembaruan, Senin,
memperingatkan warganya di seluruh Indonesia untuk tetap berada di
rumah masing-masing dan waspada menghadapi segala kemungkinan.
Sedangkan Jakarta International School (JIC) di Jl Daha No 1, terlihat
sepi. Tidak terlihat adanya aktivitas, kecuali tiga Satpam sekolah itu
tampak berjaga-jaga di pintu masuk dan belakang sekolah.
Seorang Satpam, Ferry Wakun, mengatakan kepada Pembaruan Senin (8/10),
sekolah itu memang seharusnya libur hari ini untuk memperingati
Columbus Day. "Sekolah ini hanya Sekolah Dasar, Mbak. Kebetulan
sekarang memang libur satu minggu,'' katanya.
Ketika disinggung mengenai penyerangan AS ter-hadap Afghanistan, dia
tersenyum dan mengatakan, "Mungkin hanya kebetulan penyerangan AS
bertepatan dengan liburan sekolah.''
Sementara itu, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziek dalam
pernyataan tertulisnya mengutuk keras serangan AS dan pihaknya
merencanakan akan mengepung Kedubes AS di Jakarta pada Senin sore.
Bagi yang mampu, pergi ke Afghanistan. Bila tidak, kepung Kedubes AS.
"Kalau perlu kita menginap,'' kata Habib Riziek.
Aman
Senin (8/10) hingga pukul 09.30 WIB, situasi di depan Kedubes AS, Jl
Merdeka Selatan tampak aman. Hanya satu orang demonstran berdiri di
depan kantor kedubes tersebut.
Pendemo itu mengutuk tindakan AS tadi malam menyerang Afghanistan.
Se-dangkan petugas keamanan baik dari Polda Metro Jaya maupun dari
Polsek Gambir disiagakan penuh di sekitar Kedubes AS, dipimpin oleh
Waka Polda Metro Jaya Brigjen Pol Makbul.
Sedangkan kondisi lalu lintas masih lancar-lancar saja. Kendaraan yang
datang dari arah Senen menuju ke depan Kedubes AS terpaksa dibelokkan
ke arah Monas. Jadi, jalan di depan Kedubes AS dikosongkan, tidak
boleh dilalui kendaraan umum.
Aksi demo di depan kedubes negara sahabat tidak dilarang, selama
pendemo mematuhi aturan yang sudah ditetapkan undang-undang. Petugas
keamanan bisa membubarkan aksi demo tersebut jika sudah membahayakan
keselamatan umum. Demikian dikatakan Wakil Kepala Badan Humas Polri,
Brigjen Pol Drs Edward Aritonang kepada Pembaruan Senin (8/10).
Menyayangkan
Ketua DPR Akbar Tandjung menyayangkan serangan AS dan Inggris terhadap
Afghanistan yang dikhawatirkan menimbulkan korban di kalangan orang
yang tidak berdosa.
"Pemerintah Indonesia diharapkan bisa memberikan perhatian terhadap
masalah ini dan bisa mengingatkan AS,'' kata Akbar ketika ditanya
wartawan Senin (8/10) pagi.
Menurut dia, pemerintah sekarang ini harus meminta kepada AS dan
Inggris, dalam melakukan serangan terhadap Afghanistan benar-benar
tahu persis dan tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan korban jiwa
tidak berdosa.
Diakui serangan AS dan Inggris dengan dukungan negara-negara besar itu
akan berdampak terhadap persoalan politik dalam negeri. "Saya kira itu
tidak bisa dihindari, tetapi diharapkan reaksi yang muncul tetap
proporsional jangan sampai timbul kerusakan dan orang asing menjadi
tidak aman,'' kata Akbar.
Begitu pun, kata Akbar, jika memang ada kelompok masyarakat yang ingin
menyatakan sikap dipersilakan karena memang negara ini adalah negara
demokrasi.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Marsekal Muda TNI Graito Usodo mengatakan, serangan atau tindakan
militer secara besar-besaran oleh AS dan Inggris terhadap
tempat-tempat strategis di Afghanistan, adalah untuk menghindari efek
samping.
Graito Usodo yang dihubungi Pembaruan di Jakarta, Senin pagi
mengatakan, serangan AS dan Inggris terhadap tempat-tempat strategis
itu, berdasarkan hasil rekaman satelit yang berhasil memata-matai
sasaran yang akan di gempur di Afghanistan.
Dikatakan, serangan terhadap tempat-tempat strategis seperti sejumlah
instalasi militer termasuk pangkalan udara militer Afghanistan,
kelihatannya sudah diprogramkan melalui satelit AS baik sasaran jarak
jauh maupun sasaran jarak dekat.
(AP/B-13/YR/Rtr/PR/M-6/JA/EL/U-2/Y-3/H-11)