X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0108/14/daerah/terg23.htm
>Selasa, 14 Agustus 2001
Serangan Malaria di Pasaman, Sumatera Barat
Tergolong Kejadian Luar Biasa
* 47 Tewas dan 783 Orang Diduga Tertular
Padang, Kompas
Penyakit malaria di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, sudah masuk
kategori kejadian luar biasa (KLB). Sejak Maret 2001 sampai tanggal 15
Agustus lalu, tercatat 47 penderita meninggal dunia, sedang 783
lainnya diduga masih tertular penyakit yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk anopheles ini.
Asisten Bidang Kesejahteraan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat
Drs Yulrizal Baharin MSi, Senin (13/8), kepada Kompas mengatakan,
penyakit menyerang empat desa di Kabupaten Pasaman dan telah merenggut
47 korban jiwa. "Tim terpadu penanggulangan korban malaria yang
dipimpin dr Aminul Azwar, telah melakukan pengobatan massal kepada
sekitar 4.904 orang warga masyarakat," katanya.
Empat desa tempat terjadinya KLB malaria adalah Desa Simpang Koto,
Desa Kampung Masjid Baru, Desa Muarotabing dan Desa Taming Batahan.
Semuanya di Kecamatan Ranah Batahan, sekitar 300 km utara Padang.
Yulrizal Baharin mengatakan, Gubernur Sumbar Zainal Bakar sudah
memerintahkan segera mencek langsung 783 jiwa penduduk yang diduga
masih tertular penyakit malaria ini, di empat desa tadi. Bahkan untuk
pengobatan massal juga dilakukan di dua desa lainnya, masing-masing
Desa Selayang dan Desa Muaro Mais.
Sampai sekarang, pihak Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial telah
mengambil sampel darah terhadap 254 orang penderita. Hasil
penyelidikan di laboratorium di Padang, baru bisa diketahui dalam
waktu dekat.
Terus diteliti
Asisten Bidang Kesejahteraan ini menjelaskan, untuk mencari tahu
penyebab berjangkitnya KLB malaria ini, terus dilakukan penelitian.
Dari hasil penelitian awal, ditemukan tiga jenis nyamuk yang diduga
kuat sebagai penular malaria, yaitu nyamuk anopheles khoci (vektor
malaria), nyamuk culex (nyamuk rumah), dan nyamuk mansonia (nyamuk
kebun).
"Yang terakhir, nyamuk mansonia tercatat sebagai nyamuk yang dominan
dan ditemukan di kulit-kulit tempurung kakao (coklat) yang sudah
diambil isinya. Kulit coklat seperti tempurung kelapa itu mengering
dan menampung air kotor, sehingga memungkinkan nyamuk kebun berkembang
biak," papar Yulrizal.
Karena itu, masalah kebersihan mutlak mendapat perhatian utama oleh
masyarakat dan pemerintah setempat, terutama di daerah-daerah endemis
malaria. KLB malaria ini, juga memupus status Sumatera Barat sebagai
daerah bebas penyakit malaria beberapa tahun lalu.
Yulrizal mengharapkan agar ada perbaikan kinerja aparat terkait dan
sistem pelaporan kesehatan masyarakat. "Kalau dari awal diperoleh
laporan, setidaknya kasus penyakit malaria ini sebelum berkembang
menjadi KLB bisa ditangani atau angkanya ditekan," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman Benny Utama, kepada pers di
Lubuksikaping mengatakan, pemerintah Kabupaten Pasaman telah
mengalokasikan dana sebesar Rp 3,5 milyar pada anggaran tak tersangka,
yang dapat dicairkan pada saat dibutuhkan.
"Untuk mengantisipasi kasus KLB malaria ini telah didirikan dua posko
dengan menambah tenaga dokter sebanyak dua orang. Masyarakat yang
mengalami demam-demam dengan gejala menggigil, mual, dan muntah, harus
segera berobat ke Puskesmas terdekat dan memelihara kebersihan
lingkungan, serta membasmi sarang nyamuk," katanya. (nal)
--- The site now carries 10 lists! REGIONS is quite popular. It carries news from provinces outside Jakarta. You may post to REGIONS just as you post to the other lists. Send ascii postings without attachments to the site moderator at apakabar@radix.net. Visit REGIONS today! HOMEPAGE: Lists, Databases, & Links Center - <http://www.indopubs.com> ---