Date: Tue, 22 May 2001 12:37:22 -0400
Subject: Ja'far: special att to Pemerhati Bangsa and Larasati Badrun
To: apakabar@radix.net
From: "Usman Suharjo" <Usman_Suharjo@umit.maine.edu>
From: Pemerhati Bangsa
From: "apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sat May 19 2001 - 12:14:46 MDT
http://www.indopubs.com/archives/0405.html
Omong2 soal hukum mati rajam, saya membaca dalam Gatra terbitan terbaru yg
mengulas sepak terjang Laskar Jahad di Ambon, baru saya tahu si panglima
iblis Ja'far Umar Tahi ternyata beristri DELAPAN dgn DELAPAN anak. Buset
dah, bisa sakau gua.(bukan sakau karena nyabu, tapi sakau karena berita
ini). BAgaimana sih orang beristri DELAPAN bisa-bisanya tega menghukum
mati
orang yg berzina yg isterinya cuma SATU? ........[a].
===>Usman Maine:
Maaf baru bisa muncul lagi. Musim ujian baru selesai.
Menanggapi apa yang ditulis Sdr. Pemerhati Bangsa di atas,
saya hanya punya 3 [tiga] kalimat pendek:
[1] "Apakah Anda pura-pura tak bisa memahami kalimat
sederhana yang ditulis Gatra ini?"
http://www.gatra.com/index2.php3?id=2001050407280441&rubrik=Nasional&tanggal=2001-05-05&mid=2
Cita-cita Ja'far sendiri tak muluk-muluk. Bila Maluku sudah damai,
katanya,
maka ayah delapan anak -lima putra dan tiga putri- dari empat istri (satu
sudah diceraikan) ini akan kembali mengasuh pondok pesantren.
"Kembali pada aktivitas semula, bekerja kembali, dan mengkaji
kitab lagi," katanya.
[2] "Atau, Anda memang orang yang tak jujur?"
[3] "Atau, ada artikel lain dari Gatra yang tak bisa diakses online?"
Jika jawaban nomor [3] adalah "No", I believe you know what to do.
Saran untuk Sdri. Larasati, jangan malas ngecek informasi
yang dijadikan rujukan orang. I am sad, very-very sad, knowing
that you just swollowed what Pemerhati Bangsa wrote without
bothering to check the source. Had you checked Gatra, you
might have written different story. I am sad because you gave
advice for other to do some research.
Enclosed is an article from Satunet. Hope it will broaden our
understanding about what is going on in Ambon.
http://satunet.com/artikel/isi/01/05/16/51851.html
Wassalam,
usman maine
----- End of forwarded message from Usman Suharjo -----