[INDONESIA-L] KISAH SERBA-SERBI ( 223 ) Makanan - Kesehatan dan Panjangumur,-

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Fri Feb 23 2001 - 15:25:27 EST


Bagian Satu

Date: Fri, 23 Feb 2001 14:16:00 -0800
Sobron Aidit :

                                     KISAH SERBA-SERBI ( 223 )
                                    ( Makanan - Kesehatan dan
                                      Panjangumur,- Bagian Satu,- )

Di kampung kami Belitung, di ibukotanya Tanjungpandan, ada seorang dokter,
namanya Dokter Pohan. Banyak pendapat orang-orang bahwa dokter ini
orangnya galak, suka marah-marah dan tidak ramah. Katanya banyak orang
yang datang berobat sering dibentaknya dan dimarahinya.

"Kalau sudah hampir mati, baru kamu datang kepada dokter ya! Kalau sudah
begini parah, teruk, baru datang berobat, he!", katanya dengan agak keras.

Aku juga banyak mendengar dan menanyakan sampai di mana kegalakan dan suka
marah-marahnya dokter itu. Ada katanya seseorang pegawai suatu kantor,
ketika datang berobat, dan lama diperiksa, lalu ditanyakan oleh dokter
Pohan.

"Nah, bagaimana rasanya kepala kamu?".

"Yah, betul pak dokter, agak sakit, pening dan pusing-pusing".

"Lalu rasanya perut kamu"?.

"Itu juga, kadang-kadang mulas ketika siang hari".

"Rasa seluruh badan kamu, bagaimana?"

"Betul dokter. Habis kerja rasanya seperti dipukuli. Seluruh badan terasa
sakit, dan tidak bertenaga".

Dokter Pohan mencatat semua keluhan si pasien. Dan si pasien menunggu,
kira-kira apa akan keputusan dokter. Sukurlah kalau dapat surat istirahat
dari pekerjaan, dan lagi pula surat itulah yang ditunggu-tunggu dan
diharapkan. Si pasien bagaikan tidak sabar lagi. Tetapi dokter Pohan
malah tenang-tenang saja. Sambil menarik nafas panjang, dokter Pohan
memberikan resep beberapa vitamin A dan B serta C. Si pasien agak heran
dan bertanya :

"Hanya obat vitamin ini saja, dokter?"

"Ya, obat kamu itu yang paling pokok yalah harus kerja keras, rajin kerja.
Itulah obatnya!", kata dokter. Dan si pasien merasa sangat tidak enak.
Sebab sepertri ketahuan saja maksud yang tidak baik dari si pasien. Si
pasien sebenarnya mengharapkan ada sur at izin buat istirahat. Tetapi yang
dia dapat dengan pesan harus kerja keras dan jangan malas!

Rupanya dokter-pun tahu setelah lebih dulu diamatinya keseluruhan badan si
pasien, dan diperiksanya, yang menyatakan tak ada sakit apapun. Begitu
banyaknya keluhan, karena mengharapkan turunnya surat izin libur-sakit.
Dan yang menyatakan dan meminta surat beginian sudah terlalu sering
ditemui dokter Pohan. Dan banyak lagi kudengar keluhan orang-orang akan
"ketidakramahan" "kegalakan" dokter ini. Tetapi dibalik kejadian yang
beragam itu, ada beberapa pikiran yang bersarang padaku. Apa yang
dikatakannya pad a pokoknya benar dan jujur. Tetapi mungkin cara
menyatakannya agak tidak halus. Mana ada orang Batak akan berhalus-halus
seperti orang Solo misalnya atau orang Cianjur, Tasik, Cimahi! Dan pada
tahun 1957 aku datang berobat kepada dokter Pohan. Pengobatan pertama yang
inilah baru ketahuan secara cermat bahwa aku mengidap darahtinggi, dan
itupun setelah dengan seksama diperiksa dokter Pohan.

Memang dokter Pohan bukanlah seorang dokter yang ramahtamah, tetapi
seorang dokter yang pandai, bertanggungjawab, dan teliti serta cukup
hati-hati.

"Apa nasehat pak dokter atas penyakit saya ini, dok?", kataku.

"Ya, itu benar apa yang kamu tanyakan. Kalau kamu mau sehat dan
panjangumur, jangan makan apa saja yang enak", katanya tiba-tiba.

"Bagimana itu maksudnya dok, dan apa saja, bagaimana menjalankannya?".

"Okey! Kamu suka sate kambing dan enak apa tidak menurut kamu?".

"Ya, enak sekali".

"Nah, jangan makan itu! Lalu enak tidak gulai ayam, rendang yang
berminyak?".

"Yah enak sekali!".

"Jangan makan itu! Dan enak tidak sayur kangkung yang direbus saja?".

"Tidak enak, dok!".

"Nah, makan itu! Enak mana antara ikan yang digoreng sama yang direbus
saja?"

"Yang digoreng, dong!"

"Nah, jangan makan yang digorengnya, makan yang direbus sajalah! Jadi
gampang ya. Semua yang enak tidak boleh kamu makan, semua yang tidak enak
dan kamu tidak suka, boleh makan. Kamu tanya dirimu, apakah makanan ini
enak dan kamu suka? Lalu pecahkan send iri soalnya. Kamu sangat suka es
krim dan kamu rasa enak sekali. Lalu kamu larang dirimu, disiplin, tidak
boleh makan es krim. Bukan main enaknya gulai kambing, sop-buntut, masakan
jeroan. Kalau kamu rasa bukan main enaknya, lalu kamu harus mendisiplin di
ri. Jangan makan yang enak-enak itu. Cari yang tidak enak, dan kamu tidak
suka. Misalnya sayuran yang direbus saja, ikan yang direbus dan dipanggang
saja, tanpa bumbu pepes segala, nah boleh makan", kata dokter Pohan.

Banyak lagi nasehatnya. Dan sangat kagetlah aku setelah dokter Pohan
mengatakan :

"Kalau kamu tidak disiplin makanan, tidak hati-hati, main hantam kromo
menurutti hawa nafsu rakus, maka kamu paling panjang umurnya hanya 30
tahun saja. Sudah itu tidak usahlah kamu bayangkan!", katanya lagi.
Kata-kata begini sangat sering dilontarkan ole h dokter Pohan. Tidak
ramah, tidak lemah lembut, tapi seakan membeling. Tetapi pula apa yang
dikatakannya itu, banyak sekali benarnya. Kadang-kadang dan bahkan
seringkali kita belum bisa menerima kebenaran kalau kebeneran dan
kejujuran itu dikatakan denga n keras dan apa adanya. Kita selalu ingin
yang berbalut gula, yang merayu, lemah-lembut. Tetapi seperti apa yang
dikatakan dokter Pohan, tidak banyak orang akan menyetujui cara dia
berkata-kata.

Pada akhirnya, aku dapat mengerti dan memahami nasehat dokter Pohan. Dan
pada akhirnya kami malah sudah sering berdialog dengan cukup baik dan
dekat. Ternyata sebenarnya dokter Pohan adalah dokter yang baik, yang
senang dan suka bekerja keras. Dia berhati jujur, dan terusterang, tidak
memutar-mutar berkeliling dulu, lalu barulah berhenti pada maksud
sebenarnya. Gaya Bataknya dokter Pohan, aku sangat memahaminya dan dapat
mengerti sesungguhnya. Karenanya malah kami berdua hampir saja bisa
bersahabat baik. Tetapi karena aku bertugas di Jakarta, sedangkan ke
Belitung hanya satu tahun satu kali, maka persahabatan kami tidak lama,
hanya sebatas liburan itu saja. Dan pada akhirnya aku sangat menyenangi
dokter Pohan. Padahal tadinya setelah aku mendengar banyak keluhan
orang-orang yang berobat kepadanya, hampir saja akupun akan berpihak
mutlak kepada orang-orang yang mengeluh itu. Begitulah, orang-orang
kampungku belum terbiasa menerima pendapat yang keras dan agak kasar
diucapkan, walaupun pendapat itu benar da n jujur. Rupanya pembungkus,
lapisan luar yang bergula masih juga diperlukan dan bisa menentukan.

Penyakit darahtinggi sangat akrab berkawan dengan penyakit diabetes. Dan
dua penyakit ini sangat mesra dengan penyakit jantung, dan pengikutnya
penyakit stroke, kelumpuhan, mati-badan-sebelah. Sifat-sifat manusia juga
sangat erat hubungannya dengan bebera pa penyakit itu. Seseorang yang
paling suka makan enak, tetapi tidak aktif bergerak, apalagi tidak suka
olahraga, maka runtunan penyakit di atas tadi akan selalu mengikutinya ke
manapun dia pergi.

Musuh orangtua yang paling harus diperhatikan yalah : malas bergerak,
malas berpikir, malas mengadakan aktivitas apapun. Duduk berjam-jam di
depan televisi, bergolek-golek di kursi empuk, sambil rebahan dan tiduran,
adalah teman akrabnya penyakit darahtin ggi - diabetes - dan kolesterol
tinggi. Dan kalau sudah kena penyakit itu, ada lagi rumpunan teman-teman
akrabnya yang akan mengikuti jejaknya erat-erat dan rapat-rapat. Yaitu
penyakit jantung - stroke dan yang pada akhirnya..............

Ada sebuah percobaan di Perancis, di Paris dan di Marseille, dua kota
besar di Perancis. Dikumpulkan sejumlah 30 orang olahragawan, yang
terbiasa setiap hari berolahraga. Selama satu minggu rombongan percobaan
itu, diberi makan yang sama isi dan kadarnya, nilainya dengan ketika
mereka aktif berolahraga. Tetapi selama satu minggu itu mereka tidak boleh
berolahraga. Hanya makan-makan dan berdiam begitu saja, nonton-nonton apa
saja, dengar musik enak-enak. Hasilnya sesudah satu minggu mereka
diperiksa jantun gnya, paruparunya, darahnya dan semua bagian yang biasa
aktif digunakan. Hasil pemeriksaan, lebih dari 85 persen dari sejumlah 30
orang itu mengidap lemah jantung, lemah paru-paru dan kolesterol naik
tinggi,-

------------------------------------------------------------23 Febr 2001-------------------------------------------------------

----- End of forwarded message from Simon Sobron -----