From: "Paimin Tolstoy" <mbah_tolstoy@hotmail.com>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: Pius dan Tim Mawar
Date: Mon, 13 Nov 2000 22:56:24 GMT
Tak kenal, maka tak sayang
Bukanlah anak 'bengal', kalau bukan Pius Lustrilanang
Mbah kebetulan baru saja ditelpon sama Ali Moertopo yang baru saja keluyuran
di khayangan, katanya baru nge-wedang-jahe sama Mitro. Tapi ada cerita
'konspirasi' lagi tentang Pius. Berhubung Mbah dulu jadi penasehat Ali,
makanya sampai sekarang Ali sering-sering nelpon Mbah.
Mbah tidak tahu persis siapa Pius yang beberapa hari belakangan ini mencuat
kepermukaan lagi. Namun dari beberapa sumber yang bisa dirujuk maka perlu
kiranya dipaparkan disini. Aktivis yang mengantongi dua kesarjanaan dari
Unpar dan Unpad ini katanya lebih dikenal sebagai 'oportunis' dikalangan
teman-temannya di Bandung. Waktu Pius menyelamatkan diri sehabis pengakuan
penculikan di Eropa, kabarnya dia bertemu dengan Amien Rais dan dijanjikan
satu 'posisi' empuk jika Amien memulai partainya. Tapi kayaknya Pius masih
dianggap 'new-player', maka posisi sekjen partai lebih layak diberikan
kepada yang ber'hak'. Akhirnya pada pemilu 98 lalu tiba-tiba Pius masuk
dalam caleg PDIP, bogor. Meski sepertinya dia tidak mendapatkan kursi empuk
di DPR.
Sebelum satgas dan pasukan pembela Megawati terbentuk, sudah banyak
dipergunjingkan dikalangan teman-teman aktivis; bahwa Pius akan membangun
'kendaraan politik' tersebut. Kenapa Pius yang dulu 'anti' dengan
militerisme malah sekarang membangun 'militerisme' baru ? Bukankah urusan
keamanan dan dukungan kepada Megawati sudah jadi tanggung jawab Bang Mangara
Siahaan (yang sudah teruji loyalitas dan ketangguhannya, bahkan jauh hari
sejak Mega di'haram'kan dan tak berkuasa sama sekali)? Pertanyaan lainnya,
dari mana Pius yang tidak pernah jadi Menwa (bahkan anti Menwa selama
kuliah) memiliki kapasitas menjadi 'panglima' ? Pertanyaan ini bisa terjawab
jika kita memulai sebuah teori konspirasi !
Dari beberapa sumber yang intens mengamati sepak terjang kalangan 'artis
politik' ini menyampaikan teori konspirasi Pius dan Tim Mawar yang pernah
menculiknya dulu. Siapa yang melatih satgas ini ? Tim Mawar ! Apa motivasi
tim mawar melatih satgas ini ? Tentu demi kepentingan politik sang 'patron'
demi 'come-back' pada gelangang perpolitikan di 2004, setelah itu diharapkan
Mega memberikan konsesi-konsesi politik baik terhadap Pius (yang cuma jadi
tangan perantara) kepada sang 'patron'. Siapakah sang Patron ? Silahkan anda
lanjutkan sendiri dengan Tim Mawar ! Siapa yang mempertemukan Pius dan sang
'patron' di KL ? Siapa yang lebih besar membiayai aktifitas Pius, PDI-P
(yang jelas tidak punya dana untuk itu) atau sang 'patron' ?
Mbah hanya menung-menung mendengar bisikan Ali!
melihat banyakya kutu-kutu politik
berkeliaran demi kekuasaan !
si'Mbah Paimin !
----- End of forwarded message from Paimin Tolstoy -----
--- RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com> ---