[INDONESIA-NEWS] KMP - Bintang Kejora Dilarang Berkibar untuk Selamanya

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Fri Oct 13 2000 - 17:41:17 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0010/14/daerah/bint19.htm

>Sabtu, 14 Oktober 2000
   Bintang Kejora Dilarang Berkibar untuk Selamanya
   - Di Jayawijaya
   Jayapura,Kompas
   
   Bendera bintang kejora yang berkibar di setiap kecamatan dan desa di
   Kabupaten Jayawijaya telah diturunkan sejak kesepakatan damai antara
   Pemda Jayawijaya, Kepolisian Resor (Polres), Presidium Dewan Papua
   (PDP), Panel Papua, dan Satuan Tugas (Satgas) Papua tiga hari lalu.
   Selanjutnya bintang kejora dilarang berkibar untuk selamanya di
   Jayawijaya.
   
   Kepala Polda Irja Brigjen (Pol) SY Wenas di Jayapura, Jumat (13/10),
   mengatakan, di sekitar 28 kecamatan di Jayawijaya tidak lagi ditemukan
   bendera bintang kejora. Ini atas hasil kesepakatan damai antara Bupati
   Jayawijaya, Kepala Polres, Komandan Kodim, PDP, Panel Papua, dan
   Satgas Papua beserta pendukung-pendukungnya.
   
   Kesepakatan yang ditandatangani, Rabu, antara lain menyebutkan, Panel
   Papua, PDP, dan Satgas Papua berkewajiban menurunkan semua bendera
   bintang kejora di seluruh daerah Jayawijaya dan berusaha meyakinkan
   para pendukungnya bahwa Jayawijaya adalah bagian dari negara kesatuan
   RI. Karena, dalam sosialisasi Kongres II Papua di Wamena ada pembicara
   yang keliru menyebutkan bahwa Jayawijaya telah merdeka.
   
   Sementara itu, Kepala Polres Jayawijaya Asisten Superintendent Daniel
   Suripaty mengatakan, jika masih ditemukan ada bendera bintang kejora
   yang berkibar di pedalaman Jayawijaya, polisi akan bertindak secara
   tegas. Sesuai kesepakatan, bendera itu diturunkan untuk selama-lamanya
   bukan hanya beberapa hari.
   
   Menurut Wenas, sebelum tanggal 1 Desember 2000 semua bendera bintang
   kejora di Irja akan diturunkan sampai tuntas. "Kita tidak menoleransi
   orang-orang yang melanggar hukum dan melanggar persatuan dan kesatuan
   bangsa. Di seluruh Irja hanya ada satu bendera, yakni bendera Merah
   Putih," kata Wenas.
   
   Bendera bintang kejora saat ini masih berkibar di semua kecamatan dan
   desa di Merauke, Serui, Paniai, dan di Kabupaten Mimika serta
   Jayapura. Padahal, izin semula di setiap kabupaten hanya ada satu
   bendera. Itu pun dikibarkan bersama-sama dengan bendera Merah Putih
   dan posisinya lebih rendah 30 cm.
   
   Timbulkan rasa takut
   
   Sementara itu, upaya Polres Jayapura menurunkan bendera bintang
   kejora, Kamis mendatang, sesuai kesepakatan PDP Jayapura, Panel Papua
   dan Satgas Papua di Jayapura telah menimbulkan rasa takut dalam
   masyarakat Jayapura terutama di kalangan pendatang.
   
   Masyarakat sangat mengharapkan agar kejadian di Wamena tidak terulang
   di Jayapura. Karena itu penurunan bendera bintang kejora di Jayapura
   harus dikoordinasikan secara terbuka, dan saling menerima.
   
   Ny Maria Goreti, seorang dokter di Jayapura mengatakan, kejadian di
   Wamena hendaknya mengingatkan PDP dan Satgas Papua serta aparat
   keamanan agar kejadian serupa tidak terulang di Jayapura. Pendatang di
   Jayapura umumnya adalah pegawai negeri sipil (PNS), dokter, guru,
   perawat, pedagang, pengusaha, dan tenaga-tenaga sosial lainnya.
   
   Sementara itu, Bupati Jayawijaya David Hubi mengatakan, perekonomian
   masyarakat di Jayawijaya mulai pulih, walau tidak seperti sebelum
   kerusuhan. Masyarakat dari desa-desa sekitar Wamena membawa
   sayur-mayur dan buah-buahan serta umbi-umbian berjualan di emperan
   toko dan pasar-pasar.
   
   Sebagian besar toko sudah dibuka, Kamis, tetapi dalam kewaspadaan
   tinggi. Dua bank yakni Bank Pembangunan Daerah dan Bank Rakyat
   Indonesia (BRI) telah melayani masyarakat sedangkan BankExim belum
   beroperasi.
   
   Maskapai penerbangan Trigana hari Kamis telah masuk Wamena membawa
   bahan kebutuhan pokok. Penerbangan Trigana akan terus berlangsung
   tetapi hanya membawa bahan makanan, tidak membawa penumpang.
   
   Sebagian besar pengungsi masih bertahan di Markas Kodim, Polres,
   masjid dan gereja karena takut. Mereka masih trauma atas kejadian
   pekan lalu yang menimpa sanak keluarganya. "Bahan makanan di Wamena
   masih mencukupi. Para pengungsi tidak kelaparan. Persediaan makanan di
   Wamena kota masih banyak. Tidak benar kalau disebutkan bahwa para
   pengungsi itu terancam kelaparan," katanya. (kor)
     
--- Lifetime _email_ subscription to all 5 (five) current 'apakabar' lists
are now available for a one-time donation of US$250 to support Indonesia
Publications' online projects. Email apakabar@radix.net to make all
arrangements. Payment should be via Visa or MasterCard. See
http://www.indopubs.com for info on these lists. ---