[INDONESIA-NEWS] KMP - Bank Terus 'Berdarah' Jika Restrukturisasi Lambat

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Tue Sep 26 2000 - 17:21:50 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0009/27/ekonomi/bank14.htm

>Rabu, 27 September 2000
   Bank Terus "Berdarah" Jika Restrukturisasi Lambat
   Jakarta, Kompas
   
   Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) tidak boleh terlambat
   melakukan rekapitalisasi dan restrukturisasi kredit terhadap
   perbankan. Itu penting agar perbankan tidak mengalami bleeding
   (kerugian yang terjadi secara terus-menerus). Jika lambat, hal itu tak
   bisa dihindari.
   
   Demikian diungkapkan pengamat perbankan I Nyoman Moena di Jakarta,
   Selasa (26/9). Dikatakan, peran perbankan penting karena dapat
   memberikan modal bagi sektor-sektor lain seperti industri dan
   pertanian.
   
   Restrukturisasi dan rekapita
   lisasi yang dimaksudkan Moena adalah penegasan soal status kreditor
   bagi perbankan, apakah akan disuntikkan modal kembali, dijual, atau
   lainnya. Rekapitalisasi adalah proses penyuntikan modal kembali ke
   perbankan.
   
   Meski Nyoman Moena mengimbau BPPN segera melakukan rekapitalisasi dan
   restrukturisasi perbankan, namun dia mengatakan pula saat ini
   perbankan sudah tidak mengalami bleeding. Itu karena perbankan sudah
   tidak mengalami negatif spread (pengeluaran untuk bunga simpanan lebih
   besar daripada pemasukan bunga pinjaman).
   
   Secara terpisah, pengamat ekonomi Sri Mulyani Indrawati mengatakan,
   stabilitas ekonomi makro akan dapat mendorong perbankan untuk
   mengucurkan kredit. Menurut dia, saat ini kegiatan industri hanya
   mengandalkan perbankan sebagai sumber pendanaan. Sementara pe
   ran pasar obligasi atau pasar modal sebagai sumber pendanaan di
   Indonesia, belum dapat dirasakan oleh pengusaha. Akibatnya, jika
   perbankan tidak dapat mengucurkan dana, maka dunia usaha tidak akan
   memperoleh modal.
   
   Oleh karena itu, Bank Indonesia harus segera mengembalikan fungsi
   perbankan sebagai penyalur kredit. Jika fungsi itu tidak dikembalikan,
   akan terjadi krisis ekonomi kedua.
   
   Tiga jenis
   
   Mengenai jenis kredit perbankan di bawah pengawasan BPPN, Deputi Ketua
   BPPN Urusan Perbankan Jerry Ng mengatakan ada tiga jenis kredit, yaitu
   kredit yang besarnya kurang dari Rp 5 milyar, Rp 5 milyar-Rp 50
   milyar, dan lebih dari Rp 50 milyar.
   
   Debitor yang menjadi nasabah BPPN dengan nilai kreditnya kurang dari
   Rp 5 milyar, katanya, akan diberi kemudahan berupa potongan (hair cut)
   sebesar 25 persen mulai Oktober 2000. Untuk debitor yang pinjamannya
   Rp 5 milyar-Rp 50 milyar, kata Jerry, penanganannya sudah dialihkan
   BPPN kepada beberapa bank, di antaranya Bank Danamon dan Bank Bukopin.
   Sementara 1.800 debitor yang nilai utangnya lebih dari Rp 50 milyar
   tetap ditangani oleh BPPN. (p28/fey/joe)
     
*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************