[INDONESIA-NEWS] Berita SERAMBI 22 Sept 2000

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Sep 24 2000 - 18:42:42 EDT


X-URL: http://www.indomedia.com/serambi/image/200922.htm

                          [INLINE] Serambi Unlimit
   
   [INLINE] 02.00 Wib Jum'at, 22 September 2000
   
   
   [INLINE] GAM Gempur Pos BKO, 6 TNI Luka Posko gabungan TNI/Polri
   BKO Aceh Utara di pusat Kota Lhokseumawe, Kamis (21/9) subuh, digempur
   GAM dengan empat luncuran GLM dari arah pantai. Enam anggota TNI
   dilaporkan luka-luka dan seorang di antaranya kritis.
   
   [INLINE] Bom Rakitan Ciderai Brimob Ledakan bom rakitan yang
   dipasang di jalan raya Banda Aceh-Medan, kawasan Lampakuk, Aceh Besar,
   mencederai seorang anggota polisi, Baharada Suharto (Brimob Resimen-I
   Jakarta), sekitar pukul 13.30 WIB, Kamis.
   
   [INLINE] Polisi Lolos dari Sergapan Seorang anggota Polsek Sawang,
   Aceh Utara, yang diperbantukan di Polsek Muara Batu, lolos dari
   sergapan empat anggota kelompok sipil bersenjata ketika menjemput
   istrinya di SD Manee Tunong, Kruengmane, Kamis (21/9).
   
   [INLINE] Seorang Guru SMU Hilang
   
   [INLINE] Setelah Hilang 27 Jam, Tiga Wanita Muda Kembali
   
   [INLINE] Mahasiswa Sedekah Doa untuk Safwan
   
   [INLINE] Korban Insiden Teumpen Dikubur di Stabat
   
   [INLINE] Bila Presiden Terlibat, Pemerintah Jatuh
   
   [INLINE] Mahasiswa Kecam Kerja Aparat
   
   
   
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   GAM Gempur Pos BKO, 6 TNI Luka
   
   LHOKSEUMAWE - Posko gabungan TNI/Polri BKO Aceh Utara di pusat Kota
   Lhokseumawe, Kamis (21/9) subuh, digempur GAM dengan empat luncuran
   GLM dari arah pantai. Enam anggota TNI dilaporkan luka-luka dan
   seorang di antaranya kritis.
   Peristiwa itu menjadi klimaks dari suasana mencekam yang menghantui
   Kota Lhokseumawe sejak pukul 21.45 WIB, Rabu (20/9) malam. Terhitung
   saat itu hingga pukul 22.00 WIB seantero kota gas tersebut dihujani
   rentetan tembakan dan ledakan dahsyat.
   Dari sejumlah kawasan tempat terdengarnya letusan, ledakan di bekas
   pelabuhan yang dijadikan posko gabungan TNI/Polri, merupakan yang
   terparah. Sementara ledakan yang tidak kalah mengejutkan warga,
   terdeteksi di Desa Uteun Bayi, 1 Km barat Kota Lhokseumawe.
   Granat tangan yang meledak di Jl Hijrah desa dimaksud jatuh di depan
   rumah Tgk A Wahab Mahmudy S.Ag, pegawai Dinas Informasi dan Komunikasi
   Aceh Utara, yang kebetulan berdekatan dengan dua unit rumah anggota
   Polri.
   Penggempuran base camp aparat BKO yang ditempati Brimob Resimen-I, Sat
   Marinir, Linud 100/PS, Yonif 312/KH, terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.
   Saat penyerangan itu, Lhokseumawe bagaikan diguncang bom. Empat suara
   ledakan dahsyat membuat warga kota panik.
   Banyak warga mengaku terbangun dari tidurnya karena dentuman dahsyat
   tersebut. Dalam keadaan panik mereka mencari tempat-tempat aman di
   rumahnya untuk kemudian tiarap. Jerit tangis anak-anak yang
   dibangunkan mendadak oleh ibunya sempat terdengar dari beberapa rumah
   dekat lokasi kejadian.
   Dandim Aceh Utara Letkol Inf Suyatno yang didampingi Kapenrem
   011/Lilawangsa, Kapten Inf Abrori Abbas, kepada Serambi mengatakan,
   posko gabungan aparat BKO itu GAM dengan empat tembakan GLM dari jarak
   100 meter.
   Menurut Dandim, tembakan GLM dilakukan dari arah selatan dan tenggara
   posko. "Tembakan pertama disasarkan ke Pos Tinjau Yonif 312/KH di
   pinggir laut. Tembakan itu diperkirakan sebagai pancingan agar anggota
   yang sedang melaksanakan jaga dalam pos keluar ke halaman di pinggir
   laut," jelasnya.
   Satu menit kemudian, tambahnya, tembakan kedua jatuh 20 meter dari
   titik ledak pertama yang berdekatan dengan posko Yonif 312/KH. Pada
   waktu yang hampir bersamaan, tembakan granat GLM ketiga jatuh dua
   meter di depan barak pos Yonif Linud-100/PS. "Dan pada saat terjadi
   ledakan, sejumlah anggota Linud sedang keluar dari baraknya sehingga
   enam orang terkena pecahan granat. Lima dari anggota Linud dan satu
   dari Yonif 312/KH," jelasnya.
   Mereka yang terluka tersebut masing-masing Sertu Andri (Yonif 312/KH),
   Serda Ruhyan, Pratu Susastra, Pratu Heri Gunawan, Prada Arnen, dan
   Kopda M Dakmi yang sampai saat ini masih kritis. Kelima nama terakhir
   adalah anggota Linud-100/PS.
   Wakil Panglima GAM Wilayah Pase, Abu Sofyan Daud, kepada Serambi
   kemarin pagi menyatakan bertanggung jawab atas penggempuran markas
   aparat BKO di Kota Lhokseumawe. "Tindakan itu kami lakukan sebagai
   peringatan kepada Linud-100/PS yang sampai saat ini masih menduduki
   perkampungan penduduk di SP-I, SP-II, dan lokasi PTP Satya Agung, di
   kawasan Krueng Pase," katanya.
   Akibat pendudukan aparat, menurutnya, sebanyak 4.945 jiwa penduduk
   tujuh desa di Kecamatan Blang Mangat terpaksa mengungsi ke kampus
   Politeknik Lhokseumawe. "Makanya, ketika TNI hendak ke SP-II dan III
   sehari sebelumnya mereka kita hadang dan terjadi kontak senjata,"
   ungkap Sofyan.
   Sementara itu, Kapolres Aceh Utara Superintendent Drs Abadan Bangko,
   juga mengakui bahwa pada malam itu, mess Satpol Air Aceh Utara di
   samping Mapolsek Banda Sakti, juga menjadi sasaran penggranatan.
   Namun, GLM yang ditembakkan dari arah barat mess jatuh di atas badan
   Jalan T Hamzah Bendahara (jalan ke kantor bupati-red). (tim)
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   Bom Rakitan Ciderai Brimob
   
   BANDA ACEH-Ledakan bom rakitan yang dipasang di jalan raya Banda
   Aceh-Medan, kawasan Lampakuk, Aceh Besar, mencederai seorang anggota
   polisi, Baharada Suharto (Brimob Resimen-I Jakarta), sekitar pukul
   13.30 WIB, Kamis.
   Kapolres Aceh Besar Superintendent Sayed Hoesainy kepada wartawan di
   Banda Aceh, menjelaskan, bom rakitan yang dipasang oleh Gerombolan
   Bersenjata Pengacau Keamanan (GBPK) itu meledak saat dua unit mobil
   aparat kepolisian melintasi jalan tersebut.
   "Dua unit mobil yang ditumpangi dua regu aparat kepolisian dari Jantho
   menuju Mapolres Aceh Besar di Banda Aceh itu, tiba-tiba dikejutkan
   ledakan bom yang memang sudah dipasang di jalan raya, mengakibatkan
   mobil terperosok ke dalam parit," katanya.
   Bharada Suharto mengalami luka di bagian rahang dan pinggang saat
   melompat dari truk yang telah terperosok ke dalam jurang dan korban
   kini dalam perawatan di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh, kata Sayed.
   Menurut Kapolres, sepanjang jalan Banda Aceh-Medan, sekitar 30 Km
   menuju perbatasan Kabupaten Pidie, telah dipasang sejumlah "ranjau"
   rakitan yang dipasang kelompok sipil bersenjata. Bom rakitan itu
   bertujuan untuk mencederai aparat keamanan.
   Hingga saat ini aparat keamanan telah mengamankan sebanyak empat bom
   rakitan yang dipasang di jalan raya, ucapnya. "Kami telah mendapat
   informasi tentang adanya upaya mencelakakan mobil aparat keamanan
   dengan memasang bom rakitan. Kita telah menurunkan tim untuk
   menyelidiki dan membersihkan bom yang telah dipasang di pinggir jalan
   raya itu," katanya.
   Hingga berita ini diturunkan, sekitar pukul 14.00 WIB, aparat keamanan
   yang dibantu prajurit TNI terus melakukan pembersihan untuk mencari
   bom rakitan dan pelakunya di kawasan tersebut, kata Sayed.
   Sebelumnya, aksi peledakan bangunan pemerintah dan instansi militer di
   Banda Aceh dan Aceh Utara dengan menggunakan bahan peledak rakitan dan
   granat, dalam sepekan terakhir terus meningkat, katanya.
   Bela diri
   Keumanda Operasi GAM Aceh Rayeuk, Ayah Muni melalui saluran telepon
   memberitahu Serambi kemarin bahwa peledakan bom yang mencederai
   sejumlah aparat dengan terpaksa dilakukan, karena mereka ingin
   menyerang Markas GAM.
   "Pihak kami ikut bersedih terhadap cederanya beberapa aparat keamanan,
   tetapi kami terpaksa melakukan itu sebagai usaha membela diri," sebut
   Ayah Muni. "Kami telah berkali-kali mengingatkan mereka agar tidak
   masuk dan mengganggu penduduk desa."
   Menurut Ayah Muni, meski pun kondisi daerah agak terganggu, tapi ia
   meminta warga masyarakat agar tidak terpengaruh. Sebab, pihak GAM
   tidak akan mengganggu masyarakat yang bergerak mencari rezeki baik
   siang ataupun malam. *
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   Polisi Lolos dari Sergapan
   
   KRUENGMANE - Seorang anggota Polsek Sawang, Aceh Utara, yang
   diperbantukan di Polsek Muara Batu, lolos dari sergapan empat anggota
   kelompok sipil bersenjata ketika menjemput istrinya di SD Manee
   Tunong, Kruengmane, Kamis (21/9).
   Buntut dari penyergapan itu, sempat terjadi baku tembak dengan
   sejumlah aparat keamanan yang kemudian datang ke lokasi. Namun, tidak
   ada korban dari kedua pihak. Para pelaku penyergapan yang sudah
   dikenali korban, dilaporkan, berhasil melarikan diri dengan sepeda
   motor GL 100 BL 704 AR milik anggota Polsek dimaksud.
   Kapolres Aceh Utara Superintendent Drs Abadan Bangko SH yang
   didampingi Perwira Penghubung Penerangan Senior Inspektur Abdi
   Darmawan SH, mengakui anggota Polsek Sawang, Bharutu M Jafar disergap
   empat sipil bersenjata ketika menjemput istrinya di Desa Manee Tunong,
   pukul 12.50 WIB, kemarin. "Pada saat itu, para pelaku menggunakan
   pisau. Mereka sudah dikenal oleh Bharutu Jafar," kata Kapolres.
   Namun, M Jafar bisa meloloskan diri dengan melompat pagar sekolah.
   Kemudian ia melaporkan pada Polsek setempat hingga beberapa saat
   kemudian, sejumlah aparat terjun ke lokasi.
   Menurut Kapolres, kedatangan aparat disambut kelompok sipil bersenjata
   dengan tembakan. Akibatnya, terjadi kontak tembak selama lebih kurang
   lima menit. Begitupun, pelaku yang diduga hendak menculik M Jafar
   berhasil melarikan diri dengan sepeda motor korban.
   Situasi keamanan di Aceh Utara, dalam dua hari terakhir kian memanas.
   Selain penyerangan terhadap markas aparat keamanan, juga terjadi
   serangan terhadap tempat-tempat sipil. Sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis
   kemarin, sumber militer menyebutkan Point A Exxon Mobil, kembali
   di-GLM. Sejauh ini belum ada laporan adanya korban dan kerusakan yang
   terjadi. Sementara di Kandang Kecamatan Muara Dua, warga mengatakan
   terdengar rentetan tembakan pukul 17.30 WIB. Tidak ada penjelasan
   resmi dari pihak kepolisian tentang peristiwa tersebut.(juf/mad/ham)
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   Ekses Truk TNI Terjungkal
   Seorang Guru SMU Hilang
   
   LHOKSEUMAWE - Seorang guru SMU Negeri Syamtalira Aron, Aceh Utara,
   Muhammad Kamil S.pd (33), sampai Kamis (21/9) belum jelas nasipnya
   setelah hilang Minggu (17/9) ketika sebuah truk TNI terjungkal di
   kawasan Landing Lhoksukon.
   Keluarga korban menduga Muhammad Kamil ditangkap aparat keamanan.
   Namun berbagai pos aparat keamanan yang dihubungi, dilaporkan mereka
   mengaku tidak menahan korban.
   Keluarga korban juga sudah mengadukan kasus penangkapan itu ke Komite
   Bersama Modalitas Keamanan (KBMK) RI Senior Superintendent Ridwan
   Karim di Banda Aceh. Selain itu, dalam surat aduan tertanggal 20 sept
   2000, ikut disampaikan kepada Komandan Korem 011/Lilawangsa, Bupati
   Aceh Utara, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD dan Kanin P & K Aceh Utara.
   Dalam surat aduan yang ditandatangani isteri korban, Ny Aminah,
   dijelaskan bahwa suaminya Muhammad Kamil, penduduk Matang Bayu
   Kecamatan Baktia, ditangkap aparat keamanan ketika terjadi kecelakaan
   truk aparat di Landing.
   Menurut informasi yang diterima Ainah, korban Muhammad telah dibawa
   bersama aparat keamanan, padahal ia tidak ada sangkut paut dengan
   kelompok GAM.
   Menurut Ny Aminah, suaminya pukul 10.00 WIB, berangkat dari rumah
   hendak ke rumah kakaknya di Blang Jruen. Sampai ke Simpang Landing ia
   turun. Secara kebetulan, ketika truk aparat keamanan melintas, bannya
   pecah yang mengakibat beberapa aparat luka-luka.
   Ekses dari pecahnya ban truk aparat, tulis Ny Aminah, suaminya
   ditangkap dan dibawa bersama anggota aparat keamanan dan sampai
   sekarang belum diketahui nasipnya. Ny Aminah sebagai seorang isteri
   meminta bantuan dari KBMK, Danrem dan instansi terkait lainnya agar
   dapat memberikan informasi keberadaan ayah anaknya.
   Kepada Serambi, Kamis (21/9), Ny Aminah mengatakan sangat gelisah
   sejak suaminya ditangkap aparat keamanan dan bahkan anak-anaknya terus
   menangis menanyakan ayah. "Kami hanya ingin melihat dan mengetahui di
   mana ia berada," ujar Ny Aminah dengan linangan air mata.
   Ia berharap serta memohon kerendahan hati aparat melepaskan suaminya
   yang berprofesi sebagai pendidik.
   Sementara sumber lain yang direkam Serambi di lokasi kejadian
   mengatakan, selain Muhammad, sedikitnya 30-an orang penduduk Desa Alue
   Drin, Lhoksukon Barat Aceh Utara, pada hari itu menjadi korban
   penganiaan aparat. Bahkan, lima di antara warga ditangkap dan belum
   juga dikembalikan. Keluarga mereka, Senin (18/9), mengadukan ke Pos
   Bantuan Hukum Aceh Utara.
   Kelima korban yang ditangkap aparat keamanan dalam kecelakaan truk
   aparat itu, kata sumber di Landing, masing-masing Sulaiman Abdullah
   (30), Abdul Razak (25), Tarmizi (36), Syarifuddin (59) dan Usman
   Abdullah (28). (tim)
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   Setelah Hilang 27 Jam, Tiga Wanita Muda Kembali
   * Dua Pemuda Ditahan
   
   SIGLI - Setelah menghilang selama 27 jam, tiga wanita muda akhirnya
   kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan rambut digunduli. Mereka
   diculik ketika baru saja pulang bertamu di Mapolsek Ulim Kabupaten
   Pidie. Sementara, dua pemuda kini ditahan Mapolres dalam kasus
   penemuan bom dan curanmor.
   Tiga wanita yang hilang masing-masing Lastri (20), warga Kota Sigli,
   Darmawati (25) warga Blang Mangki Simpangtiga, dan Nursiah (21) warga
   Kecamatan Tiro Truseb. "Mereka sempat tidak berada di rumah semalaman.
   Akhirnya, mereka kembali ke rumah, Selasa (19/9) sekitar pukul 19.30
   petang," kata Kapolres Superintendent Endang Emiqail Bagus kepada
   Serambi Kamis (21/9).
   Sehari sebelumnya, jelas Bagus, tiga wanita itu bertamu ke Mapolsek
   Ulim. Siangnya, mereka hendak kembali ke Sigli dengan menumpang Bus
   Anugerah dari kota Ulim. Dalam perjalanan diduga wanita itu diambil
   oleh sekelompok orang dalam bus yang mereka tumpangi. "Saat itulah
   ketiga wanita itu hilang," kata Bagus.
   Ketika mereka kembali ke rumahnya masing-masing, kata Bagus, rambutnya
   sudah digunduli dan kondisi mereka masih trauma. "Saya sangat
   menyesalkan sikap seperti itu. Aceh merupakan daerah yang sedang
   menegakkan Syariat Islam, apalagi wanita muda itu digunduli dan
   diperlakukan secara tak wajar," ungkap Bagus.
   Dari tiga wanita yang sudah kembali, dua diantaranya sudah diketahui
   secara jelas tentang kondisi mereka. Sedangkan Nursiah (21) warga
   Tiro, hingga kemarin belum diketahui secara rinci tentang kondisinya.
   Diharapkan, kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam kondisi situasi
   yang tidak kondusif.
   Sementara itu dua pemuda masing-masing Abdul Muthaleb (25) dan Samsul
   Bahri (42) terpaksa ditahan untuk pemeriksaan dalam kasus bom dan
   curian sepeda motor. "Kita bukan menahan mereka, karena belum tentu
   bersalah. Tapi, dipinjam sementara untuk diminta keterangan menyangkut
   dengan kasus penemuan bom," tambah Kapolres Bagus.
   Pada Rabu (20/9) jajaran Mapolres menemukan satu bom yang sudah
   ditanam di jalan raya Banda Aceh-Medan, persisnya di kawasan
   Pesanggrahan Seulawah (perbatasan Aceh Besar-Kabupaten Pidie). Bom
   yang sudah siap diledakkan berhasil dijinak oleh aparat sekitar pukul
   08.00 pagi dan berhasil dijadikan sebagai barang bukti.
   Sekitar pukul 10.45 Wib, aparat juga menemukan satu bom yang sudah
   ditanam di jalan kawasan Teubeng Kecamatan Pidie. Bom itu hanya untuk
   menjebak aparat yang akan melintasi kawasan tersebut. "Kedua pemuda
   yang ditahan akan segera dilepas, kalau ia tidak terlibat kasus bom,"
   kata Bagus.(tun)
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   Mahasiswa Sedekah Doa untuk Safwan
   
   SIGLI - Ratusan mahasiswa Perguruan Tinggi Al-Hilal Sigli Kabupaten
   Pidie, secara massa menyedekahkan doa kepada almarhum Prof Safwan
   Idris MA, yang meninggal karena ditembak di rumahnya beberapa hari
   lalu. Doa bersama digelar di halaman Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli,
   Kamis (21/9).
   Kegiatan itu, dalam rangka mengenang dan mengingatkan kembali kepada
   seorang tokoh Aceh yang dibunuh secara sadis oleh musuh Allah.
   "Kegiatan itu dalam rangka menyedekahkan doa kepada almarhum Tgk
   Safwan," kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Al-Hilal, Zamzami SY.
   Acara doa bersama, kata Zamzami, diikuti sekitar 200 mahaiswa dari
   perguruan tinggi swasta tersebut. Selain itu, sejumlah dosen yang
   mengajar di perguruan tinggi tersebut, juga bersama mahasiswa
   melaksanakan doa untuk rektor IAIN Ar-Raniry tersebut. Para mamahiswa
   dengan khusyu' dan ikhlas membaca tahlil dan samadiah.
   Mulanya, tambah Zamzami, doa bersama itu akan digelar di dalam masjid.
   Karena, adanya ratusan calon jamaah haji yang sedang mendengar
   ceramah, maka kegiatan doa bersama terpaksa digelar di halaman masjid.
   "Doa bersama di halaman masjid ternyata lebih khusyu'," tambah
   Zamzami.
   Di alam terbuka para mahasiswa dan dosen membaca doa untuk Safwan
   Idris. Sekitar satu jam lebih mereka berada di halaman masjid
   kebanggaan masyarakat Pidie. "Kegiatan ini hanya berlangsung secara
   spontan dan hanya sebagai rasa solidaritas terhadap peristiwa yang
   menimpa seorang tokoh," kata Zamzami.(tun)
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   Korban Insiden Teumpen Dikubur di Stabat
   
   LANGSA - Dua penduduk sipil yang ditangkap pasca kontak senjata antara
   TNI/Polri dengan Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) di Desa Teumpen
   Kecamatan Peureulak, Selasa (19/9) lalu, akhirnya tewas dan dikubur
   dalam lubang tua di Stabat Lama Tanjung Beringin.
   Hal itu dikemukakan Ketua FP HAM Aceh Timur, M Jusuf Puteh, mengutip
   keterangan Ansarullah Hamid yang ikut dikuburkan dalam lubang yang
   sama, tapi berhasil menyelamatkan diri.
   Ekses dari peristiwa Teumpen itu menyebabkan kakek berusia 70 tahun,
   Umar Thaib, penduduk desa Beringin Peureuak Barat, tertembak dan kini
   masih dirawat di RSU Langsa.
   Selepas kontak senjata, aparat menangkap empat warga sipil lainnya
   masing-masing A Rani Rasyid (32), M Gade (35), dan Zulkifli (13),
   penduduk Paya Gajah. Sedangkan satu orang lagi, Ansarullah Hamid (33)
   berasal dari Desa Beringin.
   Berdasarkan pengaduan keluarganya ke FP HAM, keempat warga sipil itu
   ditahan aparat dan dibawa ke Idi Rayeuk. Namun informasi terkahir
   diperoleh FP HAM dari Ansarullah Hami, dua rekannya masing-masing A
   Rani Rasyid dan M Gade telah meninggal dunia. Kedua korban dikubur
   dalam lubang tua di Stabat Lama Tanjung Beringin Dusun Sukajadi.
   Sementara Zulkifli yang berusia 13 tahun itu belum diketahui nasibnya.
   Ansarullah Hamid mengatakan ia bersama kedua rekannya, almarhum A Rani
   Rasyid dan M Gade itu dikubur bareng di lubang tua itu. "Namum
   Ansarullah berhasil selamat dan kini masih dirawat di sebuah rumah
   sakit," kata Jusuf Puteh.
   Mengenai ekses insiden Teumpen itu telah dilaporkan FP HAM kepada
   Kapolres dan Dandim 0104 Aceh Timur secara tertulis yang ditindihkan
   kepada Bupati Aceh Timur dan Ketua FP HAM Aceh di Banda Aceh.
   FP HAM meminta kepada Kapolres dan Dandim agar memberikan perlindungan
   dan keselamatan kepada Ansarullah Hamid dan mencari mayat kedua
   rekannya di Stabat Lama untuk dikebumikan secara layak. "Begitu juga
   mengenani nasib Zulkifli, hendaknya kedua penanggungjawab keamaman itu
   patut mencari informasi keberadaan anak tak berdosa itu," ujar Nek
   Suh, panggilan akrab Jusuf Puteh. M Jusuf Puteh juga menyatakan
   keprihatiannya, konflik yang dibarengi kontak senjata antara aparat
   keamanan dengan AGAM telah menimbulkan banyak korban. Terutama rakyat
   tak berdosa. Jika konflik di antara kedua pihak ini terus berlanjut,
   diperkirakan tidak ada lagi jaminan hidup rakyat Aceh di negerinya
   sendiri.
   Pada kesempatan ini, ia mengharapkan pada kedua pihak, baik TNI/Polri
   maupun AGAM, bila terjadi kontak senjata hendaknya rakyat jangan
   dikorbankan. "Rakyat itu tidak tahu apa-apa jangan terus dijadikan
   korban," pintanya.(tim)
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   DPR-RI akan Panggil Pimpinan Aswaja
   Bila Presiden Terlibat, Pemerintah Jatuh
   
   JAKARTA-Ketua Pansus Hak Angket DPR terhadap kasus Bulogate dan
   Bruneigate, Bachtiar Chamsyah mengatakan, kalau Presiden Abdurrahman
   Wahid terlibat dalam kasus tersebut, maka pemerintah akan jatuh.
   "Kalau presiden mengetahui tetapi tidak mencegahnya berarti pidana.
   Itulah konsekuensinya Pansus Hak Angket DPR terhadap presiden sesuai
   UU Hak Angket," kata Bachtiar menjawab wartawan di Jakarta, Kamis
   (21/9).
   Menurut Bachtiar, persiapan pansus yang akan digelar pada masa sidang
   DPR mendatang, tidak merasa mendapat beban berat sekalipun angket DPR
   terkait dengan Presiden dalam kasus dana Yanatera Bulog Rp 35 milyar,
   dan dana bantuan Sultan Brunei 2 juta dolar AS.
   Ketua Komisi V DPR itu mengatakan, langkah awal Pansus adalah akan
   memanggil pihak Bank Indonesia guna dimintai keterangan mengenai
   aliran dana Bulogate dan Bruneigate.
   Sedangkan pejabat-pejabat yang sudah pasti akan dipanggil pansus
   diantaranya Gubernur Aceh, pimpinan Yayasan Aswaja Aceh dan sejumlah
   LSM di Aceh, yang katanya menerima bantuan tersebut.
   "Pokoknya siapa yang menerima bantuan itu kita panggil," kata
   Bachtiar.
   Perlunya Pansus DPR memanggil gubernur Aceh karena keluarnya dana
   Yanatera Bulog dan bantuan Sultan Brunei, tidak terlepas dari alasan
   mengatasnamakan untuk kepentingan rakyat Aceh.
   "Selain itu pansus juga akan memanggil mantan Kapolri Roesdihardjo dan
   Kapolri, serta penggantinya, guna menanyakan tindak lanjut aparat
   mencari Suwondo yang sampai sekarang belum tertangkap," ujarnya.
   Persiapan pansus hak angket, kata Bachtiar, juga akan mengundang pakar
   hukum tata negara guna dimintai pendapatnya tentang sikap dewan untuk
   memanggil Sapuan, yang kini sudah menjadi terdakwa, guna menyampaikan
   penjelasannya soal Bulogate.
   "Maksud mengundang para pakar hukum itu, agar pansus dapat membedakan
   batas-batas wewenang pansus meminta penjelasan kepada Sapuan,"
   ujarnya.
   Selain itu, para pakar itu juga akan diminta pendapatnya tentang
   batas-batas wewenang presiden yang bisa mengatakan menerima bantuan
   dari negara luar atas nama pribadi presiden. (son)
   
   To Indek:
   
                                  [INLINE]
                                      
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   Mahasiswa Kecam Kerja Aparat
   
   Banda Aceh - Mahasiswa dan aktivis NGO yang ada di Kota Banda Aceh
   mengecam cara kerja aparat yang menculik dua aktivis SIRA, yakni
   Muhammad Saleh dan Muzakkir. Sebab aparat hanya mengenakan baju sipil
   serta tidak sesuai prosudur. Pernyataan sikap bersama itu
   ditandatangani 14 kelompok mahasiswa dari berbagai organisasi dan LSM.
   Di antaranya, Otto Syamsuddin Ishak (Cordova), Martunis Yahya
   (Yadesa), De Ronnie (La-Kaspia) dan lainnya. Isi pernyataan sikap
   bersama itu antara lain mengecam keras cara premanisme yang dilakukan
   aparat kepolisian dalam menagkap warga sipil. Para aktivis kemanusiaan
   itu menilai penangkapan tersebut adalah upaya sistematis aparat negara
   untuk mempersempit ruang gerak masyarakat sipil di Aceh.(*)

----- End of forwarded message from John A MacDougall -----