[INDONESIA-VIEWS] Maluku Report 89: Perkembangan Konflik di Saparua hingga Pukul 20.30 WIT

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sun Sep 24 2000 - 15:52:36 EDT


Date: Sun, 24 Sep 2000 07:37:42 -0700

Maluku Report 89

Provided By Masariku Network

Perkembangan Konflik di Saparua hingga Pukul 20.30 WIT

1. Aksi balas dendam terhadap desa Iha

Terbakarnya Gereja dan sebagian besar pemukiman warga Kristen desa Pia di
pulau Saparua telah mendorong kemarahan warga Kristen Saparua terhadap
Para perusuh. Akibatnya saat berita ini ditulis, masyarakat Kristen
Saparua sementara berbalik menggempur sala h satu pusat pergerakkan
perusuh yakni desa Iha. Ternyata dari desa Iha diinformasikan bahwa
Komanda regu Brimob yang bertugas jaga di sana, sementara ini dinyatakan
hilang. Ada dugaan bahwa yang bersangkutan kemungkinan besar disandera
oleh massa perusuh .

2. Perkembangan terakhir desa Pia dan nasib pwra pengungsi

Dari desa Pia diketahui bahwa saat desa Pia diserang oleh para perusuh
Muslim dari desa Kulur, ada delapan aparat Brimob yang mencoba bertahan
dan mempertahankan desa tersebut dari serangan perusuh. Terungkap oleh
pihak aparat Brimob itu bahwa senjata yan g digunakan oleh para perusuh
adalah senjata berat dan tidak sembanding dengan senjata type SS-1 yang
digunakan aparat brimob. Ketika pembakaran desa Pia telah mencapai gedung
gereja, massa perusuh kemudian melakukan langkah mundur meninggalkan desa.
Seba gian massa dijemput dengan speed boat sedangkan sebagian menggunakan
jalan darat.

Saat ini, pukul 20.00 WIT, sebagian besar pengungsi warga desa Pia telah
tiba di desa Saparua-Tiow dan sementara diatur relokasi pengungsiannya
oleh gereja di rumah-rumah warga setempat. Sejumlah toko dan KUD terpaksa
harus membuka kembali gudangnya untuk
 menyediakan tripleks (plywood) yang hendak digunakan sebagai alas tidur
dari para pengungsi.

Bagi para netters yang ingin mengcheck sanak-saudaranya yang berasal dari
desa Pia, bisa menghubungi Pdt. Jacky manuputty atau Pdt. Piet Manopo di
0931-21155 atau di 21008 yang kini berada di Saparua.

3. Posisi Aparat dan kondlik terselubung

Sementara itu dikabarkan bahwa sekitar 236 aparat keamanan gabungan (3
regu) dari kesatuan Brimob, Marinir dan TNI-AD sedang menuju ke pulau
Saparua dengan menggunakan satu buah kapal guna mendukung operasi
pengamanan sekaligus melakukan razia mortir dan senjata di pulau Saparua.
Rencananya pasukan tersebut hendak ditempatkan di desa Haria (desa
kristen) namun oleh kapolsek setempat, mereka akan dikirim ke desa Iha
(dea Muslim) yang sementara bergolak.

Hasl yang menarik dari lapangan, ialah ada seorang aparat Brimob yang
tidak ingin disebutkan identitasnya mengajukan sebuah usulan penangganan
eskalasi konflik saparua yakni agar 1 kompi Brimob yang didatangkan ke
Saparua agar dibagi dua dengan penempatan
 di dua pusat pengerahan massa perusuh yakni di desa Sirisori Salam dan
desa Iha. Usulan ini dicetuskan setelah pengamatan lapangannya menunjukkan
bahwa aparat TNI-AD sering tidak melakukan tindakan pelumpuhan terhadap
para perusuh bersenjata dan kerapkal i melakukan tembakan menghindar dari
arah serangan perusuh yang terus melakukan agresi.

Di lain pihak, ketidak-jelasan sikap para marinir juga menjadi sorotan
oknum aparat brimob tersebut yang di matanya, sering melakukan "manuver
halus". Artinya baik pihak TNI-AD maupun marinir tidak bisa diharapkan dan
diandalkan menjadi pasukan perdamaian
 yang konsisten dengan prosedur pengamanan kerusuhan. Pesan utama dibalik
usulan aparat Brimob ini tidak lain bahwa semua pasukan TNI-AD maupun
marinir yang hendak ditempatkan di Saparua harus dikontrol dan dipantau
sebab besar kemungkinan mereka bisa mem ainkan peran yang menyebabkan
kerusuhan di saparua semakin tereskalasi dan terpelihara.

Provided By Masariku Network 2000

Masariku@egroups.com

----- End of forwarded message from Peter -----

*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************