[INDONESIA-NEWS] BALIPOST - Masyarakat Jangan Terjebak 'Dokumen W'

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Sep 17 2000 - 18:17:03 EDT


X-URL: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/9/18/n2.htm

                  Masyarakat jangan Terjebak ''Dokumen W''
   
   Jakarta (Bali Post) -
   Beredarnya ''Dokumen W'' yang memuat target-target kerusuhan dan
   pengeboman di beberapa wilayah Tanah Air, tidak perlu dikhawatirkan
   dan sampai meresahkan masyarakat. Sebab, dokumen itu tidak bisa
   dipertanggungjawabkan kebenarannya, lantaran tak jelas dari mana
   sumber dan siapa yang bertanggung jawab. Tidak terbongkarnya
   kasus-kasus peredaran dokumen yang sangat tidak bisa dipercaya seperti
   itu akibat lemahnya jaringan dan kualitas dari intelijen Indonesia.
   
   Wakil Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Etika Politik dan
   Pemerintahan Hamid Awaluddin, Ph.D. dan anggota DPR dari Fraksi PDI-P
   Ni Gusti Ayu Eka Sukmadewi sepakat mengatakan hal itu ketika dihubungi
   Bali Post di Jakarta, Minggu (17/9) kemarin. ''Saya amat tidak yakin
   dengan kebenaran dokumen itu. Kemungkinan besar itu hanyalah umpan
   yang diberikan agar memancing isu dan meresahkan masyarakat. Tujuannya
   jelas, agar kepentingan politiknya bisa tercapai,'' kata Hamid.
   
   Sukmadewi mengatakan, kelemahan intelijen yang menyebabkan kasus demi
   kasus terus terjadi dan tak pernah tuntas. Selain itu, katanya, Gus
   Dur harus menghemat komentar yang tak perlu. Sebab, katanya, ''Gus Dur
   itu sekarang kapasitasnya sebagai presiden dan tiap ucapannya sangat
   berimplikasi politik. Kalau beliau tidak mengerem ucapannya, kita bisa
   susah keluar dari krisis.''
   
   Lebih lanjut kata Hamid, banyaknya isu yang telah beredar selama ini
   tak satu pun ada yang benar. Paling tidak, katanya, ''Tidak ada
   institusi maupun lembaga yang mengakui atau secara nyata terbukti
   bahwa mereka yang mengeluarkan dokumen itu.''
   
   Pakar hukum ini juga menilai, tidak terbongkarnya kasus-kasus
   peredaran dokumen yang sangat tidak bisa dipercaya itu disebabkan
   lemahnya jaringan dan kualitas dari intelijen Indonesia. Lebih dari
   itu, ia juga mengungkapkan, lemahnya intelijen kita bisa diukur
   dari kasus-kasus kekerasan yang nyata-nyata terjadi dan semuanya tak
   terungkap.
   
   Hamid menyarankan, agar kasus-kasus serupa tak muncul lagi, intelijen
   harus diperkuat dan untuk menghindari konflik yang terus
   berkepanjangan elite politik harus menahan mengeluarkan statemen dan
   komentar yang tidak perlu. ''Ini bisa dimulai dari Gus Dur, beliau
   harus bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan komentar yang tidak
   produktif. Sebab, itu bisa menimbulkan kontra produktif,'' ujarnya.
   
   Sementara itu, seorang sumber di TNI-AD mengatakan, sebetulnya
   selebaran-selebaran ''Dokumen W'' yang beredar belakangan ini dibuat
   oleh kelompok yang tidak suka dengan W. Kelompok itu memang sangat
   kental mengkristal di TNI-AD. Tetapi jenderal bintang dua yang
   enggan disebut jati dirinya ini tidak mau mengatakan, kalau
   friksi-friksi di TNI-AD telah begitu kuatnya, karena kelompok yang
   selama ini membuat TNI terkotak-kotak adalah kelompok A tersebut.
   Untuk itulah, salah satu asisten Kasad ini meminta masyarakat tidak
   terjebak dengan isi-isi ''Dokumen W'' tersebut. (kmb2/032)

*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************