[INDONESIA-NEWS] KMP - Bapedalda: Pecemaran Kali Surabaya Disengaja

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Sep 17 2000 - 17:29:57 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0009/18/iptek/bape10.htm

>Senin, 18 September 2000
   Bapedalda: Pecemaran Kali Surabaya Disengaja
   Surabaya, Kompas
   
   Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Jawa Timur
   menduga ada pihak yang sengaja mencemari air Kali Surabaya dengan
   membuang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Meski demikian,
   sampai sejauh ini instansi tersebut belum memperoleh nama zat racun
   penyebab mungut (mabuknya) ikan di kali tersebut beberapa waktu lalu.
   
   Demikian Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Bapedalda Jatim,
   Antoro HS di Surabaya, Sabtu (16/9). Adanya unsur kesengajaan itu
   menguat setelah Bapedalda memperoleh hasil uji mutu air baku PDAM yang
   dilakukan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Surabaya 5-7
   September lalu.
   
   Limbah B3 itu, kata Antoro, dibuang oleh pihak ketiga yang tidak
   bertanggung jawab di alur Kali Marmoyo dekat Pabrik Gula (PG)
   Gempolkerep Mojokerto. Lokasi tepatnya sebelum pabrik kertas Adiprima
   Suraprinta Gresik.
   
   Sangat kuat
   
   Keterlibatan pihak ketiga ini sangat kuat, karena dari titik-titik
   pengambilan sampel air, biological oxygen demand (BOD) dan disollved
   oxygen (DO)-nya. Sebab, setelah arus Kali Marmoyo bertemu dengan arus
   Kali Surabaya (anak Sungai Brantas), kadar BOD-nya naik drastis.
   
   Padahal, tambah Antoro, air Kali Brantas yang masuk ke Kali Surabaya
   debitnya lebih besar dibandingkan dari Kali Marmoyo. Seharusnya ia
   mampu menetralisir racun yang berasal dari Kali Marmoyo, akan tetapi
   hal itu ternyata tidak terjadi. "Kesimpulannya, proses pencemaran air
   dengan cara meracuni dilakukan secara sistematis. Akibatnya banyak
   ikan mati di sepanjang Kali Mas hingga Ngagel," katanya.
   
   Menanggapi dugaan tersebut, Mirna Y selaku Koordinator Kelompok
   Pemerhati Lingkungan Ecological Observation and Wetland Conservation
   (Ecoton) mengatakan, mabuknya ribuan ikan di Kali Surabaya awal
   September lalu merupakan kejadian terbesar sepanjang tahun 2000.
   Distribusinya pun terpanjang, mulai dari Perning Mojokerto hingga Kali
   Mas Surabaya. "Mabuknya ikan diindikasikan karena kegiatan industri di
   sepanjang bantaran Kali Mas," kata Mirna.
   
   Ecoton justru menyayangkan upaya pemerintah yang kurang serius dalam
   menangani kasus pencemaran. Padahal Bapedalda Jatim telah mendapat
   hibah dari Australia senilai Rp 45 milyar untuk menangani masalah
   lingkungan. "Hibah itu tidak berarti apa-apa karena Bapedalda sama
   sekali tidak ada action-nya," tegas Mirna. (eta)

*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************