X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0009/18/iptek/ting10.htm
>Senin, 18 September 2000
Tinggi, Angka Kematian Ibu di Enarotali
Paniai, Kompas
Hambatan alam dan minimnya fasilitas alat-alat medik yang sangat
dibutuhkan dokter untuk membantu proses persalinan bayi (partus)
menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu di
Enarotali. Enarotali merupakan sebuah kawasan permukiman sangat
terpencil di pedalaman Kabupaten Paniai, sekitar 45 menit penerbangan
dengan helikopter atau dua minggu perjalanan kaki nonstop dari Timika,
Irian Jaya.
Selain itu, tingginya kematian ibu karena proses persalinan ini juga
akibat tidak adanya pengetahuan dasar tentang kesehatan. Bagaimana
seharusnya tindakan medik dilakukan bila terjadi proses persalinan
yang tidak wajar, pengetahuannya tidak dimiliki oleh para pelayan
medik yang bertugas disana.
Hal itu terungkap ketika Kepala Kantor Departemen (Kakandep) Kesehatan
Daerah Tingkat (Dati) II Nabire dr Tjondro Indarto MPH melakukan
ekspose permasalahan kesehatan kepada Menteri Kesehatan Dr Achmad
Sujudi MPH, Jumat (15/9) lalu. Keberadaan Sujudi yang disertai Menteri
Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Manuel Kaisiepo disitu
dalam rangka melakukan kunjungan dinas ke Enarotali, Kabupaten Paniai,
Irian Jaya.
Tak berdaya
Menurut dr Tjondro yang Kepala Dinas Kesehatan Dati II Nabire,
pihaknya sebenarnya ingin selalu memberikan pelayanan medik untuk
membantu proses persalinan bayi kepada ibu-ibu yang mau melahirkan.
"Namun kami sering dibuat tak berdaya ketika di beberapa kasus
persalinan bayi ada kejadian-kejadian sangat istimewa," katanya.
Sebagai contoh, ada ibu yang mengalami pendarahan hebat dalam proses
partus-nya. Kalau selama dua jam kasus ini tidak bisa tertangani, maka
kematian ibu itu sudah di ambang pintu. "Kami sering tidak bisa
berbuat apa-apa, karena alat-alat untuk melakukan operasi tidak ada,
selain jarak maka alam yang tidak ramah juga menjadi kendalanya,"
ungkap Tjondro.
Kasus penyakit lain yang sering tidak bisa tertangani dokter secara
optimal adalah penderita pembengkakan di bagian payudara (mamae) dan
kaki gajah. "Miskin gizi dan kurang yodium menjadi penyebab utama
terjadinya kasus-kasus itu, " tambahnya.
Menurut dia, keterpencilan lokasi menjadi kendala bagi dokter untuk
bisa melayani pasien disitu secara optimal. Kalau pun tenaga medik ada
yang bersedia jalan kaki dengan menembus bukit dan hutan belantara
disitu, belum tentu mereka bisa menjangkau pasien itu tepat waktu.
Sebab, iklim di sekitar Enarotali ini sering tidak ramah. "Kabut dan
hujan deras tiba-tiba sering terjadi di sini, hampir setiap hari, yang
menyulitkan tenaga medik itu terhambat perjalanannya" tambah Tjondro.
Enarotali adalah sebuah permukiman penduduk yang terletak di sebuah
lembah di kaki tiga gunung. Selain itu, lokasi tersebut juga terletak
tak jauh dari tiga danau besar yang mengepungnya.
Ispa dan malaria
Hal senada juga diungkapkan dr Lita yang bersama suaminya dr Barus
bekerja di Enarotali selama beberapa tahun terakhir ini. Ia juga
mengungkapkan, jumlah kasus penyakit infeksi saluran pernapasan atas
(ispa) dan malaria begitu tinggi dan sering terjadi di Enarotali,
karena mayoritas penduduk masih tinggal di rumah-rumah adat tanpa ada
saluran ventilasinya.
Menurut Lita, guna bisa bertahan hidup di Enarotali yang ketinggiannya
sekitar 5.500 kaki, di waktu malam hari bisa mencapai suhu 12 derajat
Celcius, penduduk lokal sering memanfaatkan kayu bakar untuk membuat
perapian demi melawan dinginnya malam. "Namun, karena rumah itu tidak
disertai saluran ventilasi, akibatnya mereka bisa dengan mudah terkena
ispa," tuturnya.
Menanggapi keluhan para dokter tersebut, Menkes Dr Achmad Sujudi MPH
langsung memerintahkan jajarannya untuk segera menyediakan sejumlah
peralatan medik dasar bagi Puskesmas Enarotali. "Saya pikir, untuk
jangka waktu pendek ini kami akan segera mengirimkan genset, peralatan
sinar rontgen, dan endoskopi," ungkapnya. (ryi)
*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************