[INDONESIA-NEWS] KMP - Tinggi, Angka Kematian Ibu di Enarotali

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Sep 17 2000 - 17:27:49 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0009/18/iptek/ting10.htm

>Senin, 18 September 2000
   Tinggi, Angka Kematian Ibu di Enarotali
   
   Paniai, Kompas
   
   Hambatan alam dan minimnya fasilitas alat-alat medik yang sangat
   dibutuhkan dokter untuk membantu proses persalinan bayi (partus)
   menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu di
   Enarotali. Enarotali merupakan sebuah kawasan permukiman sangat
   terpencil di pedalaman Kabupaten Paniai, sekitar 45 menit penerbangan
   dengan helikopter atau dua minggu perjalanan kaki nonstop dari Timika,
   Irian Jaya.
   
   Selain itu, tingginya kematian ibu karena proses persalinan ini juga
   akibat tidak adanya pengetahuan dasar tentang kesehatan. Bagaimana
   seharusnya tindakan medik dilakukan bila terjadi proses persalinan
   yang tidak wajar, pengetahuannya tidak dimiliki oleh para pelayan
   medik yang bertugas disana.
   
   Hal itu terungkap ketika Kepala Kantor Departemen (Kakandep) Kesehatan
   Daerah Tingkat (Dati) II Nabire dr Tjondro Indarto MPH melakukan
   ekspose permasalahan kesehatan kepada Menteri Kesehatan Dr Achmad
   Sujudi MPH, Jumat (15/9) lalu. Keberadaan Sujudi yang disertai Menteri
   Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Manuel Kaisiepo disitu
   dalam rangka melakukan kunjungan dinas ke Enarotali, Kabupaten Paniai,
   Irian Jaya.
   
   Tak berdaya
   
   Menurut dr Tjondro yang Kepala Dinas Kesehatan Dati II Nabire,
   pihaknya sebenarnya ingin selalu memberikan pelayanan medik untuk
   membantu proses persalinan bayi kepada ibu-ibu yang mau melahirkan.
   "Namun kami sering dibuat tak berdaya ketika di beberapa kasus
   persalinan bayi ada kejadian-kejadian sangat istimewa," katanya.
   
   Sebagai contoh, ada ibu yang mengalami pendarahan hebat dalam proses
   partus-nya. Kalau selama dua jam kasus ini tidak bisa tertangani, maka
   kematian ibu itu sudah di ambang pintu. "Kami sering tidak bisa
   berbuat apa-apa, karena alat-alat untuk melakukan operasi tidak ada,
   selain jarak maka alam yang tidak ramah juga menjadi kendalanya,"
   ungkap Tjondro.
   
   Kasus penyakit lain yang sering tidak bisa tertangani dokter secara
   optimal adalah penderita pembengkakan di bagian payudara (mamae) dan
   kaki gajah. "Miskin gizi dan kurang yodium menjadi penyebab utama
   terjadinya kasus-kasus itu, " tambahnya.
   
   Menurut dia, keterpencilan lokasi menjadi kendala bagi dokter untuk
   bisa melayani pasien disitu secara optimal. Kalau pun tenaga medik ada
   yang bersedia jalan kaki dengan menembus bukit dan hutan belantara
   disitu, belum tentu mereka bisa menjangkau pasien itu tepat waktu.
   
   Sebab, iklim di sekitar Enarotali ini sering tidak ramah. "Kabut dan
   hujan deras tiba-tiba sering terjadi di sini, hampir setiap hari, yang
   menyulitkan tenaga medik itu terhambat perjalanannya" tambah Tjondro.
   
   Enarotali adalah sebuah permukiman penduduk yang terletak di sebuah
   lembah di kaki tiga gunung. Selain itu, lokasi tersebut juga terletak
   tak jauh dari tiga danau besar yang mengepungnya.
   
   Ispa dan malaria
   
   Hal senada juga diungkapkan dr Lita yang bersama suaminya dr Barus
   bekerja di Enarotali selama beberapa tahun terakhir ini. Ia juga
   mengungkapkan, jumlah kasus penyakit infeksi saluran pernapasan atas
   (ispa) dan malaria begitu tinggi dan sering terjadi di Enarotali,
   karena mayoritas penduduk masih tinggal di rumah-rumah adat tanpa ada
   saluran ventilasinya.
   
   Menurut Lita, guna bisa bertahan hidup di Enarotali yang ketinggiannya
   sekitar 5.500 kaki, di waktu malam hari bisa mencapai suhu 12 derajat
   Celcius, penduduk lokal sering memanfaatkan kayu bakar untuk membuat
   perapian demi melawan dinginnya malam. "Namun, karena rumah itu tidak
   disertai saluran ventilasi, akibatnya mereka bisa dengan mudah terkena
   ispa," tuturnya.
   
   Menanggapi keluhan para dokter tersebut, Menkes Dr Achmad Sujudi MPH
   langsung memerintahkan jajarannya untuk segera menyediakan sejumlah
   peralatan medik dasar bagi Puskesmas Enarotali. "Saya pikir, untuk
   jangka waktu pendek ini kami akan segera mengirimkan genset, peralatan
   sinar rontgen, dan endoskopi," ungkapnya. (ryi)

*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************