From: "Joshua Latupatti" <joshualatu@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: DULU, UMAT ISLAM DAN KRISTEN MALUKU " RMS "
Date: Wed, 13 Sep 2000 11:20:54 GMT
DULU, UMAT ISLAM DAN KRISTEN MALUKU " RMS "
Salam Sejahtera!
Saudara-saudara sebangsa,
Judul tulisan ini saya angkat dari "subject" email pribadi berisi
pengakuan tentang "apa itu RMS", sejak awal berdirinya, hing-
ga sekarang ini!!! Pengakuan ini datangnya dari seorang tokoh
yang memiliki hubungan erat dengan RMS, atau paling tidak,
tahu benar tentang RMS. Tokoh ini "tidak" saya kenal dan tidak
mengenal saya, dan tulisannya ini akan saya ketik "seperti salin-
annya", yang dikirmkan kepada saya, Saya akan berikan bebe-
rapa komentar selingan dimana saya rasa perlu.
Mungkin kebanyakan saudara sudah bosan dengan uraian saya
yang sudah berulang-ulang kali tentang RMS, tetapi mohon di-
mengerti bahwa saya harus terus melakukannya, bagi Ambon/
Maluku. Saya tidak bisa berdiam diri, ketika ada orang atau se-
kelompok orang "munafik" yang terus-menerus mencoba meng-
gunakan nama RMS untuk menutupi "kebusukan" mereka seba-
gai "perencana" dan "pelaksana" konflik Ambon/Maluku!!!
Saya tidak percaya bahwa manusia-manusia seperti si ustadz ib-
lis, "jaffar umar thalib" dan si jenderal tipu "rustam kastor" itu
akan bisa melihat kenyataan ini, karena walaupun mereka bisa
membaca, "hati mereka buta" tentang kebenaran. Hal yang sa-
ma berlaku juga bagi si jenderal munafik, "suaidi marasabessy"!
PENGAKUAN:
From:
CC: <joshualatu@hotmail.com
Subject: DULU, UMAT ISLAM DAN KRISTEN MALUKU " RMS "
Date: Fri, 8 Sep 2000 23:07:00 -0700
Ambon, Agustus 2000.
Kerusuhan di Maluku yang terjadi 19 januari 1999 membuat umat
Islam dan Kristen Maluku saling menuduh "RMS" ( Republik Ma-
luku Selatan ). pihak umat Islam lebih banyak menuduh saudara -
saudaranya yang Kristen sebagai otak untuk mendirikan " RMS ".
Padahal saudara kita yang Islam ini lupa bahwa yang mendirikan
" RMS " tahun 1950, adalah juga saudara dari Islam , antara lain
Duba Latuconsina, Hi . Abdullah Soulissa dan Ohorella. Mereka
ini duduk dalam kabinet Mr. Soumokil.
JOSHUA:
Saudara-saudara mungkin masih mengingat tulisan-tulisan saya
tentang RMS dimana nama-nama seperti "Ibrahim Ohorella",
dan "Abdullah Soulissa" saya sebutkan!!! Sekarang ini saudara
memperoleh satu nama lagi, "Duba Latuconsina"!!! Ingat bah -
saya juga pernah mengatakan bahwa "pemimpin aktivis RMS"
di Ambon/Maluku, sekarang ini, berasal dari "desa Muslim", di
Pulau Haruku, "Pelauw", desa asal "Saleh Latuconsina" (Gub-
Maluku).
PENGAKUAN:
Bapak Duba Latuconsina mempunyai anak R.M.S. Latuconsina
(biasa dipanggil " Wan " ) adalaah mantan ketua I Golkar Malu-
ku, pernah menjadi ketua DPRD Maluku selama tiga periode
dan pernah menjadi anggota MPR RI beberapa tahun lalu. Bapak
Duba juga mempunyai hubungan keluarga dengan Gubernur DR.
Saleh Latuconsina yang sekarang menjadi pelaksana " Darurat
Sipil " Maluku.
JOSHUA:
Tidakkah hal ini menarik??? Anak dari "Duba Latuconsina" se-
bagai "anggota RMS", "diberi nama" sedemikian rupa, sehingga
inisialnya menjadi "R.M.S"!!! Tentunya saya tidak perlu menje-
laskan kepada saudara-saudara, "berapa besar kadar loyalitas se-
seorang" terhadap RMS, sehingga nama anaknya di"atur" untuk
"memikul loyalitas" bapaknya terhadap RMS!!!!!
PENGAKUAN:
Pembentukan Negara Republik Indonesia, dalam perkembangan-
nya dengan suku Maluku ditahun 1950, memang banyak kendala.
Sebagian umat Islam dan Kristen waktu itu menghendaki berdiri
" RMS " , sebagian umat Islam dan Kristen menghendaki berga-
bung dengan Republik Indonesia .
Karena tidak ada persamaan pendapat antara suku Maluku waktu
itu maka timbullah perang antara kelompok ( perang saudara ).
Kelompok Islam-Kristen yang ingin mendirikan " RMS " kalah
dan mereka hijrah ke negeri Belanda.sedangkan kelompok Islam-
Kristen yang menang tetap tinggal di Indonesia.
JOSHUA:
Saya sudah pernah menjelaskan kenyataan ini, ketika saya menga-
takan bahwa TNI (waktu itu) tidak akan pernah bisa "menunduk"
kan "gerilya RMS" di pedalaman Pulau Seram, dan tidak akan bi-
sa menangkap Dr. Soumokil, jika tidak "dibantu dari dalam" oleh
putra Ambon/Maluku sendiri!!! Orang Ambon/Maluku - Kristen
yang paling berjasa di dalam hal ini adalah "Thomas Nussy", teta-
pi sayang, saudara-saudara "seimannya" tetap dituduh sebagai ak-
tivis "separatis RMS", walaupun RMS itu juga bukan "gerakan se-
paratis", karena "kemerdekaan Indonesia", tidak meliputi Malu-
ku, sesuai "konvensi Linggarjati, Renville, Muh. Rum- van Ro-
yen, dan Meja Bundar!!! Proklamasi RMS, 25 Ampril 1950, a-
dalah "perwujudan hak warga Maluku", sesuai dengan peraturan
Internasional!!!
Satu hal penting yang perlu kita pelajari adalah bahwa taktik "pe-
cah-belah dan jajah" itu bukan milik kolonial saja, tetapi juga mi-
lik kita bangsa ini, pernah digunakan terhadap RMS, sekitar thn.
1950, dan sekarang terhadap Ambon/Maluku, untuk mencerai-be
raikan persaudaraan Pela/Gandong antara warga Salam dan Sara-
ni!!!!
PENGAKUAN:
Belakangan dalam perkembangannya, Umat Kristen di Maluku
sulit berkembang ke sektor - sektor pemerintahan. Mereka selalu
" dihujat " sebagai orang-orang jahat yang terlibat sendiri dalam
sejarah pembentukan " RMS ". Akibatnya, setiap saat pemilihan
Gubernur baru, orang Kristen yang mau muncul sebagai calon ku-
at selalu dikaitkan dengan " RMS ". Tuduhan sepihak dari sau-
dara-saudara Islam Maluku itu memang sangat " keji " Mereka su-
dah lupa atau mau mencuci diri bahwa " RMS " itu hanya ada pa-
da saudara mereka yang beragama Kristen.
JOSHUA:
Saya mau melihat hal "tuduhan" ini juga sebagai "penipuan" ma-
sal terhadap umat Islam seluruh Indonesia. Dengan tuduhan RMS,
maka lengkaplah nasib anak Ambon/Maluku-Kristen, sebagai "an-
jing Belanda" dan "kelompok separatis" di dalam ini negara!!!
Saya juga heran dengan adanya tuduhan "monopoli kekuasaan"
terhadap pejabat-pejabat Kristen di dalam jajaran Kantor Guber-
nur Maluku, padahal semenjak "Latumahina" ditendang oleh sau-
dara Kristennya sendiri di "Parkindo", saya tidak pernah lagi me-
lihat seorang anak Ambon/Maluku-Kristen yang duduk di sana!!!
Saya setuju bahwa "finah" dan "tipu" itu keji, tetapi bukan sesua-
tu yang mustahil untuk dimaafkan dan dilupakan. Kedua pihak
saudara Pela/Gandong harus punya keberanian dan keinginan un-
tuk saling memaafkan, sebagai umat Tuhan. Kekuatan yang ada
di dalam "memaafkan" itulah yang dapat mencegah terulangnya
aksi provokatif "pecah-belah dan jajah", atas kedua pihak bersau-
dara, sementara "balas dendam" tidak akan membawa damai-se-
jahtera, tetapi kesengsaraan dan lunturnya hakekat manusia ber-
Tuhan!!!
PENGAKUAN:
Kalau saudara - saudara Islam Indonesia tidak percaya silahkan
membaca buku sejarah pembentukan " RMS ". Saudara kita yang
mengungsi di tahun 1950 ke Belanda bukan hanya yang beragama
Kristen tetapi juga ada beragama Islam. Silahkan datang ke Belan-
da dan menceknya sendiri.
JOSHUA:
Satu hal yang juga mengherankan saya adalah, "tidak seorangpun"
dari penuduh yang bersedia "mengekspose" sejarah RMS yang ter-
simpan rapih di Belanda!!! Bukankah "buku tua" itu dapat menja-
di bukti bagi "keabsahan" tuduhan mereka??? Ataukah mereka
tahut "mengekspose" keberanan??? Begitupun juga, hampir se-
mua pemberitaan di media nasional, enggan menyebutkan "warga
Islam & Kristen Belanda asal Ambon/Maluku" di dalam laporan
berbagai demonstrasi yang terjadi di Belanda. Sengaja ataupun ti-
dak sengaja, kecenderungan ini memberikan andil juga di dalam
menanamkan opini umum bahwa RMS itu "identik" dengan Kris-
ten Ambon/Maluku!!!
PENGAKUAN:
Oleh sebab itu , umat Kristen sangat membantah keras tuduhan
" RMS " yang datang dari militer TNI/Polri dan umat Islam Indo-
nesia ( Laskar Jihad ) selama ke rusuhan di Maluku. Tuduhan itu
hanya untuk " memusnahkan " umat Kristen di Maluku.
(Diketik ulang dari sumber orang Maluku yang mengetahui pasti.)
JOSHUA:
Yang paling menyedihkan hati saya adalah adanya "ungkapan
mengambang" di dalam merepons terhadap pertayaan tentang
RMS dan konflik Ambon/Maluku, seperti "akan diselidiki", "jika
RMS terlibat ….", padahal para pejabat Sipil (hingga Saleh Latu-
consina), dan Militer "tahu" benar bahwa RMS tidak terlibat di
Ambon/Maluku, apalagi sebagai "dalang" kerusuhan. Mereka
tahu benar bahwa jika "RMS asli" yang turun medan, maka per-
tikaian yang terjadi bukanlah antar saudara Pela/Gandong, Salam-
Sarani di Ambon/Maluku.
Untuk ke sekian kalinya saya ulangi, "mengorek-ngorek RMS"
adalah suatu tindakan yang "bodoh"!!! Sejarah Dunia tidak men-
catat RMS sebagai "gerakan separatis", tetapi kita, Indonesia se-
bagai "agresor"!!! Hal ini adalah "luka" yang belum sembuh sa-
ma sekali!!! Mengorek RMS ibarat mencungkil luka lama dan
membuatnya berdarah!!! Masing-masing kita boleh punya penda-
pat sendiri terhadap komentar saya, tetapi apapun reaksinya, saya
sudah pernah (malah berulang kali) mengatakannya!!!
Salam Sejahtera!
JL.
----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----
--- Lifetime _email_ subscription to all 5 (five) current 'apakabar' lists
are now available for a one-time donation of US$250 to support Indonesia
Publications' online projects. Email apakabar@radix.net to make all
arrangements. Payment should be via Visa or MasterCard. See
http://www.indopubs.com for info on these lists. ---