Pesan Terakhir Jafar Siddiq: Hidup Adalah Pendakian
waspada selasa 12 sept 2000
LHOKSEUMAWE (Waspada): Jamaluddin Hamzah,SE, 29 adik kandung Ketua
Internasio-nal Forum for Aceh (IFA), almarhum (alm) Jafar Siddiq Hamzah,SH,
36, mengungkapkan pesan akhir dari abangnya, hidup adalah pendakian dan
perlu kesabaran dalam menapakinya.
Kalimat tadi dipesankan alm Jafar Siddiq Hamzah Kamis [27/7] pagi pada
perjumpaan terakhir dengan adiknya Jamaluddin di Banda Aceh. "Nada suaranya
ketika itu lembut, sesuai sikapnya yang penyantun dan lemah lembut terhadap
keluarga," kata Jamaluddin Hamzah yang dihubungi Waspada, Jumat [8/9] di
rumah duka, Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Dua, 12 km arah barat pusat
Kotif Lhokseumawe.
Dengan raut wajah merah, sembari menekan gejolak batin, Jamaluddin Hamzah
mengatakan, sampai saat sekarang masih terngiang-ngiang pesan akhir dari
abangnya itu. Usai perjumpaan tersebut, adiknya berangkat bekerja ke tempat
tugasnya di salah satu kantor lembaga sosial di Banda Aceh, sedang alm Jafar
Siddiq Hamzah, ketua IFA yang berpusat di New York itu berangkat pulang dan
singgah di Desa Blang Pulo, Lhokseumawe, dalam rangka menziarahi kuburan
kedua orang tuanya sebelum berangkat ke Medan.
Firasat Keluarga
"Bang Jasar mungkin setelah diculik tidak langsung dibunuh," lanjut adiknya
Jamaluddin Hamzah. Dugaan ini, kata Jamaluddin Hamzah, ia bermimpi Jafar
Siddiq Hamzah pulang ke rumah di Desa Blang Pulo, menemui keluarga dalam
keadaan riang gembira setelah 15 hari tersebar berita ia diculik, Sabtu
[5/8] di Medan.
Terbangun dari mimpinya, adik aktivis pejuang HAM yang agresif membela
orang-orang tertindas itu mengisahkan kepada keluarganya. Dan sejak itu,
seluruh keluarganya berfirasat, bahwa anak lelaki kedua dari sembilan
bersaudara, putera pasangan alm Tgk Nyak Hamzah Yusuf dengan almarhumah Hj
Cut Habibah Rasyid tersebut telah tiada.
Sebaik mendapat kabar tentang lima mayat yang dievakuasi ke RSPM dari Desa
Nagalingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo, Sabtu [2/9], suami dari
Jackline Aquino dosen Universitas Melbourne, Australia yang belum
dianugerahi anak itu, pihak keluarganya ingat akan firasat tadi dan merasa
yakin salah satu dari mayat itu adalah Jafar Siddiq.
Jenazah alm Jafar Siddiq Hamzah tiba di desa tempat lahir dan dibesarkannya
(Blang Pulo/depan proyek Ngl Arun Lhokseumawe, pk.01:00 Jumat [8/9] dinihari
dan siap dikebumikan pk.02:00.
Mayat Jafar Siddiq Hamzah agak terlambat sampai, karena menurut sumber
keluarga tersebut akibat ketatnya birokrasi di Rumah Sakit Pirngadi Medan
(RSPM). Isak tangis menyertai penyambutan jenazah putera kelahiran Desa
Blang Pulo Lhokseumawe 10 November 1965 tersebut, baik keluarga, sahabat
masa kecil, handai tolan dan masyarakat sekitar yang sabar menanti.
Ia dikuburkan berdampingan dengan kubur ayahnya alm Tgk H Nyak Hamzah Yusuf,
50 meter dari Jln Negara Medan - Banda Aceh (12 km) arah barat Kotif
Lhokseumawe. Suasana pelayat terus membanjiri, mulai Kamis [7/9] malam,
silih berganti ratusan warga dari beberapa desa sekitar datang bertahlilan
di bawah tenda yang dibentangkan dikompleks rumah orang tua korban kekerasan
ini.
Jamaluddin Hamzah mengatakan, kendati mayat saudaranya itu sudah
dikebumikan, atas nama keluarga alm Jafar Siddiq Hamzah mengharapkan
Kapoldasu sebagai penanggung jawab keamanan di Sumatera Utara (Sumut), dapat
menuntaskan pengusutannya dan terus diumumkan kepada khalayak tanpa ada
rekayasa.
Kepada masyarakat di manapun berada, keluarga korban ini juga mengharapkan,
agar dalam waktu yang tidak begitu lama hendaknya dapat melahirkan Jafar
Siddiq-Jafar Siddiq lain yang eksis dalam memperjuangkan penegakan HAM,
pinta keluarga yang sedang belasungkawa tersebut.(b12/b10)
----- End of forwarded message from koalisi-ham -----
*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************