From: "Joshua Latupatti" <joshualatu@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: ANALISA SITUASI AMBON & SIKAP LASKAR PERUSUH!!
Date: Mon, 11 Sep 2000 12:13:47 GMT
ANALISA SITUASI AMBON & SIKAP LASKAR PERUSUH!!
---------------------------------------------------------------------
Salam Sejahtera!
Saudara-saudara sebangsa,
Situasi Ambon/Maluku saat ini relatif lebih baik dibandingkan
dengan beberapa minggu yang lalu. Yang paling menggembi-
rakan adalah pernyataan dari kedua belah pihak yang bertikai,
warga Muslim dan Kristen Ambon/Maluku bahwa (a). ‘mereka
sudah jemu bertempur, dan (b). mereka bersedia mengakhiri se-
gala bentuk pertikaian dan menuju perdamaian. Hal yang sa-
ngat positif ini malah sudah disebarkan secara nasional, lewat
pertemuan dengan Presiden GUS DUR, seperti yang dikatakan
Menko Polsoskan, S.B. YUDOYONO berikut ini!!!
“Penjelasan kesepakatan umat Muslim dan Nasrani itu diberikan
Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono seusai melepas
Presiden Abdurahman Wahid ke AS melalui Bandara Halim Per-
danakusuma Jakarta, Senin (4/9). Susilo mengatakan, kedua be-
lah pihak yang bertemu dengan Presiden, Sabtu (2/4) mengingin-
kan solusi yang menjanjikan perdamaian dan kedamaian, dan
mengakhiri permusuhan.”
Kemajuan pesat ke arah perdamaian dan kerukunan hidup bersau-
dara, “Pela dan Gandong” di Ambon/Maluku ini, sayangnya, ma –
sih dibayang-bayangi oleh sikap “bebal”, “tidak tahu malu”, dan
sikap “brutal” dari “LASKAR PERUSUH” berkedok Islam, yang
dengan “bermuka babi”, berusaha mencari-cari alasan “ular belu-
dak” mereka untuk tetap bercokol di Ambon/Maluku!!!
Mengapa???
1. USTADZ IBLIS MENYUKAI PERMUSUHAN PERMANEN!!!
Perdamaian dan kerukunan hidup di Ambon/Maluku adalah
“racun” bagi si USTADZ IBLIS, ‘jaffar umar thalib”. Setan ini
tidak akan “mendapatkan apa-apa”, di dalam kedamain tersebut!!
Cengkeraman IBLIS-nya untuk menjadikan umat Islam Ambon/
Maluku sebagai “fundamentalis ekstrim”, dan niat rencana setan-
nya untuk “mengintimidasi” umat Kristen Ambon/Maluku, akan
hancur total di dalam terang perdamaian. Oleh karena itu, si SE-
TAN berusaha mengobarkan “isu-isu RMS”, karena “tipuan ular-
nya” berupa alasan “berdakwah” dan “bakti sosial” untuk menge-
labui orang banyak, sudah tidak mempan lagi!!! Oleh sebab itu,
‘ke tujuh penipu” yang bertandang ke SALEH LATUCONSINA
atas nama “humas laskar biadab” ini, tidak mampu “membedaki
wajah biadab mereka dengan berlagak suci, maka si USTADZ SE-
TAN lalu “memperlihatklan ujud aslinya” melalui “orasi IBLIS-
nya di AL FATAH, Ambon!!! Dengan demikian, dapatlah dipas-
tikan bahwa tindakan-tindakan “biadab”, seperti “penganiayaan
dan percobaan pembunuhan” atas MOCHTAR BALAKUM (ang-
gota DPRD Maluku, Muslim), “penyembelihan” atas beberapa o-
rang kuli asal BUTON (Muslim), “penggantungan” atas LA BIRU
dan LA BUANG (Buton, Muslim), dan terakhir ini, “penyembelih-
an “atas petugas Pelabuhan Ambon asal Batu Merah (Muslim), a-
dalah “teror” bagi warga Muslim di Ambon/Maluku, agar tidak
“berhubungan” dengan warga Kristen di Ambon/Maluku, walau
dengan alasan apapun!!! Kebiadaban laskar perusuh ini adalah
juga “BUKTI NYATA” adanya “keinginan” warga Muslim Am-
bon/Maluku untuk kembali “menjalin hubungan” dengan warga
Kristen setempat!!!!! Karena “kebusukannya” mulai tercium ju-
ga oleh warga Muslim Ambon/Maluku, maka untuk menutupi
“wajah IBLIS”-nya dan kelompoknya, si USTADZ haram jadah
ini melakukan orasi munafiknya sbb:
“According to local newspaper 'Siwalima', the leader of the Jihad
Communication Forum Ahlus Sunnah Wal' Jamaah, Ustad Jaffar
Umar Tahlib, explained to the muslim community in the Ambon
Al-Fatah Mosque on September 3 on the topic: 'Urgent zest of the
muslims to fulfill their strive'. His Tabligh Akbar was broadcast
on Radio Gema Suara Muslim 99, 7FM. He said that the islam
community will keep on warfare until all slander towards the
muslims by the christians will be stopped. He said: 'Keep on figh-
ting the christians until all of their potential to pester the muslim
community will be obliterated.' He further said that any negotia-
tions of peace is impossible. 'The war will only be over as soon as
the muslims control the town of Ambon& I am sure we can end t
he conflict by means of war. There is no other way to pave the
way for a bright future for our children and grandchildren.' He
said that it is not the muslims who are the rioters and agitators,
on the contrary they are the victims of christian RMS insurgents.
So he expected the muslims would behave as genuine muslims,
meanwhile fervently praying to Allah. He compared the actual
conducive situation in Ambon to a 'break' like it is done in a foot-
ball match, because he could not see any sincere disposition on t
he side of the christians to foster peace. On the contrary the chris-
tians just want to dominate the Moluccas, their ultimate goal
being ' with help of the UN ' the separation of the Moluccas from
Indonesia. He called Gus Dur, the Indonesian president, a traitor,
saying: 'With God's help ('Insya Allah') Gus Dur will be sentenced
by the people, because he never defends the rights of the muslims.”
Hanya orang bodoh atau sama bebal dan biadabnya sengan si US
TADZ IBLIS, yang mau percaya bahwa “kebiadabannya” memang
direstui ALLAH, dan hewan ini layak mewakili ALLAH di dalam
sepak terjang dan tutur katanya!!!
“Laskar perusuh harus tetap di Ambon/Maluku”!!!!!
2. LASKAR PERUSUH MENCARI LAHAN GARAPAN
Walaupun “ke tujuh penipu” dari humas laskar perusuh ini, me-
ngakui bahwa sebagian dari mereka adalah “sarjana”, saya bisa pas-
tikan bahwa jenis yang ini adalah “sarjana pengagur tak bermutu”,
yang dileilingi juga oleh ribuan “penganggur kelaparan” dan “pe-
malas beriman”!!!!! Setelah sekian bulan “MENIKMATI” berkah
setan berupa “suguhan layanan, makanan dan seks gratis” maka pa-
ra gelandangan kelaparan ini amat “kuatir untuk melepaskan Am-
bon/Maluku”. Setelah berbulan-bulan “MENGHITUNG” jumlah
“jarahan dan rampokan”, yang secara “munafik tetapi dungu” coba
ditutupi dengan mengembalikan “milik Telkom”, maka keserakah-
an laskar perusuh yang maha kuat ini akan menebalkan wajah iblis
mereka untuk tetap “menggerogoti” Ambon/Maluku!!!!!
Begitu besar “nafsu serakah” dan begitu “hebat rasa lapar” manu-
sia-manusia bermental binatang ini, sehingga “bukan saja orang hi-
dup yang dijarah”, tetapi “kuburan” (orang mati)-pun tidak lepas
dari “kerakusan” mereka!!!!! Lihat bagaimana hewan-hewan biadab
ini beraksi di “pekuburan” Poka/Rumah Tiga dan Kebun Cengkeh!!!
“Siwalima' newspaper reports that in the destroyed Poka-Rumahtiga
area, which is now dominated by muslims, many graves in the general
graveyard are being robbed from any valuable objects. The same is hap-
pening at the general graveyard of Kebun Cengkeh, at the outskirts of
Ambon (close to Batumerah/Galunggung).
“Inikah Muslim sejati utusan Allah???” TIDAK!!! “jaffar umar tha-
lib dan gerombolannya tidak lebih dari “KOTORAN ANJING”!!!!!
Karena begitu banyak “LAHAN JARAHAN” dari orang hidup mau-
pun orang mati, masih saja “gerombolan hewan rakus” ini dipasok
ke Ambon/Maluku, dengan terang-terangan menunujukkan sikap
“brutal” dan “tidak bermalu” mereka di dalam menentang Pengua-
sa Darurat Sipil, Militer/Polisi setempat, dan bahkan “Kewenangan
Pemerintah RI” , lewat spanduk-spanduk kotor mereka!!!!!
“Sementara itu dari pantauan kontak person Eskol di Ambon diketa-
hui bahwa di pagar Lapangan Merdeka yang letaknya berdamping-
an dengan pagar Kantor Gubernur yang berhadapan dengan jalan
Pattimura (Depan GPM Maranatha) terpasang 3 buah spanduk.
2 diantaranya bertuliskan:
1) "Laskar Jihad tetap dipasok" melalui pelabuhan NAMLEA, BAN-
DA, MASOHI, TULEHU, HITU, dan KOTAJAWA.”
“Laskar perusuh harus tetap di Ambon/Maluku”!!!!!
3. ‘’MILITER’’ MENCARI TEMPAT MENCENGKERAM
Adanya “dukungan” “militer” melalui beberapa “jenderal gi-
la kekuasaan” dan “jenderal gila harta”, bersama “serdadu-serda-
du murtad” mereka terhadap “laskar perusuh biadab” ini, sudah
bukan rahasia lagi!!!!! Nama-nama yang muncul sebagai “jende-
ral biang kerok kerusuhan Ambon/Maluku”, seperti WIRANTO,
DJAJA SUPARMAN, SUAIDI MARASABESSY, dan SUDI SILA-
LAHI, tidak pernah secara resmi “dibantah” oleh yang bersangkut-
an, atau lewat institusi, selain “AMCAMAN si RAJA PREMAN”,
DJAJA SUPARMAN terhadap Th.A. TOMAGOLA yang menying-
kap kebusukan mereka!!!!! Istilah “MILITER” saya beri tanda ku-
tip, karena istilah terebut mewakili “hanya segelintir penghianat
Sapta Marga” yang bermoral rendah!!!!!
Sepak-terjang “munafik” dari Pangdam XVI Pattimura, Brigjen I
MADE YASA, yang membawa korban Poka/Rumah Tiga, Waai,
Kompleks Polisi/Brimob Tantui dan Perigi Lima, serta Universi-
tas Pattimura, dan pernyataan-pernyatan “bodoh”nya seperti:
“Pangdam XVI Pattimura, Brigjen I Made Yasa sendiri telah meng-
akui kesulitan TNI mengatasi aksi-aksi perusuh karena mereka me-
miliki persenjataan yang jauh lebih canggih dari yang dimiliki oleh
militer.”
menunjukkan bahwa I MADE YASA juga adalah salah seorang da-
ri “jenderal biang kerok kerusuhan Ambon/Maluku”, yang ditem-
patkan sebagai “kaki-tangan”, sekaligus “umpan” militer untuk me-
mancing kenekadan warga Kristen, sekaligus membodohi mereka
dengan alasan “kenetralan” I MADE YASA yang “non-Islam” dan
“non-Kristen” (Hindu)!!!!!
Oleh sebab itu, si USTADZ IBLIS , jaffar umar thalib, tetap dibiarkan
bebas berkeliaran sampai ke Ambon, dan tidak pernah ditahan, wa –
lau secara terang-terangan melawan Pemerintah dengan “liur ular”-
nya seperti di bawah ini!!!!!
“Perangilah umat Kristen sampai segala potensi mereka untuk meng-
ganggu umat Muslim hancur lebur. Kalau kaum Muslim mengua-sai
Kota Ambon maka berhentilah peperangan,” kata Jaffar, da-lam orasi
politiknya hari Minggu (3/9) di Masjid Raya Al-Fatah, Ambon.”
Oleh sebab itu, maka “para penghasut berbintang” seperti si babi
RUSTAM KASTOR, tidak pernah bisa disentuh hukum untuk semua
“bualan” dan “hasutan” yang disebarkannya ke seluruh pelosok nega-
ra ini!!!!!
“Laskar perusuh harus tetap di Ambon/Maluku”!!!!!
4. OBSESI POLITISI-POLITISI BUSUK
Adanya beberapa “politisi busuk” yang terobsesi untuk mencapai
kedudukan dan tingkat kekuasan tertentu di dalam negara ini, memi-
liki kaitan erat dengan konflik Ambon/Maluku yang berkepanjang-
an!!! Jika “laskar perusuh” dapat dienyahkan dari Ambon/Maluku,
maka yang pertama adalah bahwa “restu drakula” dari AMIEN RA-
IS menjadi “mubazir”!!! Artinya bahwa para politisi impotena pe-
nunggang agama seperti SUMARGONOI, HAMSAH HAZ, EGGY
SUJANA dengan “gerombolan beriman” mereka masing-masing, ha-
rus mencari “lahan baru” untuk diaduk-aduk bagi kepentingan pe-
nyusupan dan penyebaran “ideologi laknat” mereka yang berbasis
pada “fundamentalisme ekstrim Islam” dan “teror” berwajah “dak-
wah” dan “pembersih lingkungan”!!!!! Di dalam “kejernihan” si-
tuasi kehidupan antar warga di Ambon/Maluku, maka si “drakula
politik” AMIEN RAIS, dan kelompok-kelompok munafik seperti
KISDI, FPI, dan HMI-Makassar, akan kehilangan “air keruh” untuk
“memancing” legitimasi dan kredibilitas Pemerintahan GUS DUR &
MEGAWATI!!!!! Oleh sebab itu, bajingan-bajingan ini tidak berani
buka mulut untuk “menyambut” suasana yang membaik di Ambon/
Maluku!!! Ambon/Maluku harus “TETAP RUSUH” bagi mereka,
supaya kelicikan dan kemunafikan mereka tetap terpelihara subur!!!!
“Laskar perusuh harus tetap di Ambon/Maluku”!!!!!
5. KETAKUTAN LASKAR PERUSUH dan “TOKOH SIPIL/MILITER”
Jika warga Muslim dan Kristen Ambon/Maluku, bisa didudukkan
bersama untuk berbicara dari hati-ke-hati, maka akan “banyak sekali”
SIMPUL-SIMPUL KUSUT yang terurai!!!!! Akan ada lebih banyak na-
ma TOKOH SIPIL dan “MILITER” yang muncul sebagai biang kerok,
dan “KEBIADABAN LASKAR PERUSUH” terhadap sesama umat Is-
lam di Ambon/Maluku yang selalu “ditutup-tutupi” akan mencuat ke
atas bersama “daftar lengkap” barang-barang jarahan yang disodorkan
oleh kedua belah pihak!!! Berbagai nama PRIBADI dan KELOMPOK
yang terlibat sebagai “perencana”, “penghasut” dan “pelaksana” ke-
rusuhan Ambon/Maluku akan “masuk daftar hitam” dunia Interna-
sional, dengan keterangan tentang ahlak dan tindak mereka yang ke-
jam, buas, tetapi munafik dan pengecut!!!!! Hal ini sangat kuat terin-
dikasi dengan “gencarnya” aksi penolakan terhadap pihak luar, walau
itu PBB sekalipun, baik melalui pernyataan-pernyataan, maupun lewat
berbagai demonstrasi murahan. Begitu murahnya penolakan itu, se-
hingga “kehormatan bangsa yang mereka injak-injak sendiri”, dijadikan
alasan utama. Lebih busuk lagi adalah usaha “menyamakan” badan
Internasional dengan Kristen”, dan “Kristen dengan RMS” !!!!!
Padahal kita semua tahu, dan kambing-kambing itu juga tahu, bahwa
“Presidium Aceh” juga menghendaki “intervensi internasional” untuk
menghentikan “pembunuhan dan pemerkosaan hak kemanusiaan” di
Aceh. Kita sedang berhadapan dengan “kemunafikan dan kelicikan”
yang tiada tandingannya!!!
Hal ini dapat dipahami dengan mudah, bahwa “pertemuan” apalagi
“perdamaian” antar umat Islam dan Kristen Ambon/Maluku HARUS
DICEGAH DENGAN CARA APAPUN, sebab “amat berbahaya” bagi
“kelangsungan kebiadaban” para “jenderal dan prajurid murtad” dan
“hewan-hewan perusuh piaraan mereka”, beserta “politisi-politisi bu-
suk”, terutama “sang drakula-nya”!!!!!
“Laskar perusuh harus tetap di Ambon/Maluku”!!!!!
PENUTUP:
Saya tidak membuat kesimpulan ataupun rekomendasi apapun terha-
dap analisa situasi dan kondisi Ambon/Maluku, serta sikap bebal dan
tak tahu malu dari laskar perusuh biadab tersebut, tetapi bagi pencin-
ta damai dan pemerhati Ambon/Maluku yang menginginkan tercapai
nya kedamaian hidup bersaudara Pela dan Gandong di sini, saya pi-
kir kutipan ulasan di bawah ini berharga untuk direnungkan!!!!
“Proses dialog antar sesama orang Maluku untuk menghentikan keke-
rasan hanya dapat berlangsung secara effektif jika Laskar Jihad segera
dikeluarkan dari seluruh wilayah Kepulauan Maluku. Sangatlah jelas
bahwa peningkatan eskalasi yang memungkinkan meletusnya kerusu-
han babak baru, Mei 2000, terjadi setelah Laskar Jihad memasuki wila-
yah Kepulauan Maluku/Maluku Utara. Diberlakukannya situasi Daru-
rat Sipil, 28 Juni 2000 pkl. 00.00 ternyata tidak sanggup menurunkan es-
kalasi kerusuhan. Sedikitnya 6 penyerangan terbuka telah terjadi dalam
masa darurat sipil dan Pimpinan Laskar Jihad menyatakan secara resmi
melalui berbagai media bahwa -- setidaknya -- dua di antara penyerang-
an itu adalah aksi Laskar Jihad yang masih akan terus beraksi menye-
rang ke pusat-pusat pemukiman umat Kristen di pulau Ambon (wila-
yah Passo, Kudamati dan Benteng). Kita mencatat bahwa Pemerintah
Pusat telah melarang masuknya Laskar Jihad ke wilayah Maluku. Pe-
nguasa Darurat Sipil di Maluku juga telah meminta Laskar Jihad untuk
meninggalkan wilayah Maluku. Pangdam XVI Pattimura, Brigjen I Made
Yasa sendiri telah mengakui kesulitan TNI mengatasi aksi-aksi perusuh
karena mereka memiliki persenjataan yang jauh lebih canggih dari yang
dimiliki oleh militer. Fakta lapangan menunjukan -- dan diakui oleh pi-
hak laskar Jihad -- bahwa terdapat sejumlah korban Laskar Jihad (tewas
dan luka) akibat konflik di wilayah-wilayah pemukiman Kristen yang
mengalami penyerangan. Semua itu menggambarkan bahwa posisi dan
peran Laskar Jihad dalam kerusuhan Maluku adalah kontributor keru-
suhan, faktor ancaman dan fenomena pelanggaran hukum nasional se-
cara terang-terangan dengan mengatas-namakan Agama. Persoalan
penting bagi masyarakat Maluku adalah bagaimana mungkin perun-
dingan antar saudara sekandung, sekampung dan selatar-belakang
budaya dilakukan dengan baik sementara masih ada pihak ketiga
yang terus memanas-manasi keadaan dan mengeluarkan ancaman-
ancaman kekerasan dengan mengatas-namakan agama. Yang paling
aktual adalah bukti bahwa penyerangan Laskar Jihad dilakukan de-
ngan dukungan miter. Bukankah ini bukti nyata peran militer dalam
melangengkan kerusuhan dengan menggunakan atribut agama ?
Selain itu Laskar Jihad bukanlah peace keeping force, juga bukan re-
presentasi sikap umat Islam Indonesia termasuk yang berada di Ma-
luku. Sehingga mengeluarkan Laskar Jihad tidak sama sekali identik
dengan pengusiran umat Islam atau sikap bermusuhan terhadap umat
Islam yang selama ini sengaja dikesankan oleh pihak-pihak tertentu.
Keluarnya Laskar Jihad akan mendorong sesama warga Maluku (Is-
lam dan Kristen) duduk berupaya bersama dengan tenang untuk
membicarakan cara-cara penghentian kekerasan berdasarkan rasa
saling percaya"
Salam Sejahtera!
JL.
----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----
*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************