Date: Sun, 10 Sep 2000 22:47:47 -0700 (PDT)
From: Gus Durian <gusdurian@yahoo.com>
Subject: Gus Dur Nasionalis
To: Apakabar@saltmine.radix.net
Sesungguhnya Gus Dur tidak takut jatuh atau
dijatuhkan, demikian juga para pendukungnya, mereka
sama sekali tidak takut Gus Dur jatuh/dijatuhkan, yang
mereka takutkan adalah jatuhnya Gus Dur ditengah jalan
akan menjadi preseden. Siapapun penggantinya (Mbak
Mega, Mas Amin atau Bung Akbar) juga memiliki
kelemahan-kelemahan disamping kelebihan. Tidakkah
kelemahan ini bisa dimanfaatkan oleh lawan politiknya
untuk menjatuhkannya seperti yang pernah dilakukan
lawan politik Gus Dur terhadap Gus Dur. Sekali kita
membuat preseden maka sejarah ketatanegaraan kita akan
mencatat bahwa Presiden dapat dengan mudah dijatuhkan
ditengah jalan. Ingat, preseden dalam dunia politik
setara dengan Yurisprudensi di dunia hukum.
Seandainya Mbak Mega yang naik menggantikan, maka
lawan politiknya akan memanfaatkan masalah gender,
agama, kemampuan intelektual dll dan Mbak Mega jatuh.
Seandainya Bung Akbar yang menggantikan, orang akan
memanfaatkan masalah Golkar, mantan Orba dll, Bung
Akbar pun jatuh. Demikian juga bila Mas Amin yang
naik, orang akan mempermasalahkan kedekatannya dengan
kelompok radikal, isu federalisme, politikus karbitan
dan banyak lagi, Mas Amin pun jatuh, lalu kapan kita
mau memilki pemerintahan yang stabil, kapan
masalah-masalah bangsa bisa diselesaikan bila politik
saling menjatuhkan menjadi panglima. Jadi sekali lagi
para pendukung Gus Dur tidak takut Gus Dur jatuh,
tetapi mereka takut pemerintahan di negara ini atau
bangsa yang kita cintai ini jatuh bangun jatuh bangun
dan jatuh bangun terus.
Mungkin benar beberapa pihak tidak bermaksud
menjatuhkan tetapi hanya sebatas menyampaikan
aspirasi, memenuhi rasa ingin tahu, mengkritik,
menyelidiki dan sebagainya yang sangat dijamin di alam
demokrasi dan kebebasan pers yang sedang kita
kembangkan sekarang, tetapi cobalah diimbangi dengan
sekedar mempertimbangkan kemungkinan dampak yang
mungkin timbul ? atau kita hanya berkata :”kami hanya
menyampaikan, soal dampak itu risiko anda” atau “ini
hak kami, soal akibat itu tanggungjawab anda”.
Kalaulah demikian sangat kita sayangkan, karena demi
menumbuhkembangkan demokrasi kita tidak perlu
mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan berbangsa
dan bernegara, pemerintah mau jatuh bangun tidak soal
yang penting demokratis.
Sesungguhnya nilai-nilai demokrasi juga memiliki
aturan-aturan, memiliki rambu-rambu bahkan yang
namanya kebebasanpun memiliki rambu-rambu, mantan
Presiden Suharto yang dicap otoriter sekalipun paham
bahwa di dalam kebebasan, ada tanggungjawab yang harus
dipikul sehingga beliau mengatakan bebas boleh tapi
yang bertanggungjawab. Bertanggungjawab bukan sekedar
dapat mempertanggungjawabkan kebenaran atau
ketidakbenaran, itu tanggungjawab pribadi namanya,
tetapi tanggungjawab kolektif juga harus
dipertimbangkan.
Ingatlah, dulu para pendukung Gus Dur sebenarnya
menolak Gus Dur menjadi Presiden, tetapi keadaan
bangsa saat itu sedang kritis, kelompok Islam sedang
berhadap-hadapan dengan kelompok nasionalis, dan saat
itu kita semua sepakat memilih tokoh yang memiliki
tingkat resistensi yang paling minim, dan pilihan itu
mengarah ke Gus Dur. Jadi pilihan ke Gus Dur bukan
dengan alasan beliau adalah tokoh yang dapat
memecahkan semua masalah besar yang sedang dihadapi
bangsa, tetapi dengan alasan agar masalah yang
dihadapi bangsa tidak bertambah itu saja, bahkan para
pendukungnya menutup mata bahwa Gus Dur sebenarnya
memiliki kemampuan untuk menyelesaikan beberapa
masalah bangsa, seperti yang juga diakui oleh beberapa
kalangan.
Kesimpulannya : Pertama, kalau bukan mereka yang
membela siapa lagi kedua, percayalah kalau tidak
dibela Gus Dur akan jatuh dan itu sama artinya para
pedukungnya membantu suadara-saudara menciptakan
preseden yang buruk di negeri ini.
Salam, Christianto Liem
----- End of forwarded message from Gus Durian -----
*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************