[INDONESIA-NEWS] SM - Lee: Anak-anak Soeharto Harus Mundur dari Bisnis

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Sep 10 2000 - 18:45:43 EDT


X-URL: http://www.suaramerdeka.com/harian/0009/11/nas5.htm

     Senin, 11 September 2000 Berita Utama
   
Lee: Anak-anak Soeharto Harus Mundur dari Bisnis

   [INLINE]
   Lee Kuan Yew - SM/rtr
   
   SINGAPURA - Mantan perdana menteri Singapura Lee Kuan Yew yang kini
   Menteri Senior Singapura mengatakan, kendati mantan presiden Soeharto
   sekarang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi, Lee tidak menganggap
   dia sebagai penjahat. Lee mengungkapkan perasaannya itu dalam memoar
   volume kedua, yang nukilannya dimuat harian Sunday Times.
   
   Dalam memoarnya itu, Lee mengatakan, Soeharto bukanlah seorang
   penjahat. ''Saya tidak bakal menganggap dia sebagai penjahat,'' kata
   dia.
   
   Sebaliknya, Lee mengatakan, Soeharto merasa anak-anaknya memang pantas
   mendapat perlakuan istimewa seperti dinikmati pangeran-pangeran dan
   putri-putri para sultan.
   
   Berkaitan dengan krisis ekonomi yang masih menimpa Indonesia, Lee
   memperingatkan, anak-anak Soeharto yang menjadi pengusaha hanya
   memusatkan diri pada kekayaaan mereka sendiri. Dia menyarankan agar
   mereka mundur dari pasar dan tidak perlu lagi terkait dalam proyek apa
   pun. ''Menghakimi Soeharto atas dasar tindakan anak-anaknya tidak akan
   berdampak apa pun pada mereka,'' ujarnya.
   
   Lee dalam memoar terbarunya ini juga memaparkan pandangannya tentang
   hubungan Singapura-Malaysia yang sering tegang. Kedua negara itu belum
   memperoleh cara yang jelas untuk memperbaiki hubungan bilateral,
   sementara kedua negara itu masih saja saling bertukar pandangan
   tentang bagaimana menangani urusan dalam negeri mereka masing-masing.
   
   ''Hubungan Singapura-Malaysia akan terus mengalami pasang surut,''
   tulis dia dalam memoarnya.
   
   Pandangan Lee
   
   Memoar itu memaparkan pandangan Lee dalam rentang waktu 1965-2000 dan
   laporan menyangkut hubungan Singapura dan Lee dengan berbagai pemimpin
   dunia selama periode itu. Lee menjabat perdana menteri Singapura
   selama 31 tahun sampai 1990. Dia kini menjabat menteri senior.
   
   Isi memoar itu sebagian besar menceritakan hubungan tak menyenangkan
   antara Malaysia dan Singapura sejak kedua negara itu berpisah pada
   1965. ''Akar masalah dalam hubungan Singapura-Malaysia adalah pada
   pendekatan kami yang sangat bertolak belakang dalam menghadapi
   masyarakat multirasial kami,'' kata tokoh pendiri negara Singapura
   ini.
   
   Singapura memiliki populasi sekitar empat juta, tiga perempatnya
   adalah ras Cina. Penduduk Malaysia sekitar 22 juta jiwa yang sebagian
   besar adalah suku Melayu, dan populasi suku Cina 35 persen.
   
   Lee mengatakan dalam pidatonya tersebut, Singapura adalah masy rakat
   sipil yang setara yang menjamin kesempatan sama bagi setiap warga
   negaranya.
   
   Dia mengatakan, para politikus di dalam partai Organisasi Nasional
   Malaysia Bersatu ingin agar Singapura patuh dan akomodatif serta tidak
   hanya mempertahankan hak-hak legalnya sendiri.
   
   Para menteri Malaysia yang berasal dari etnik Cina dan India
   mengatakan kepada para menteri Singapura, seperti ditulis Lee,
   ''Apabila kita taktis dan mempercayai ucapan para pemimpin Malaysia,
   maka para pemimpin itu dapat sangat responsif.''
   
   ''Hal itu memperlihatkan perbedaan antara tanggung jawab kami terhadap
   rakyat di negara kami masing-masing. Rakyat Singapura mengharapkan
   pemerintahan mereka mewakili kepentingan mereka dalam hal kemitraan
   sejajar dan negara independen,' kata Lee.
   
   Lee terakhir kali berkunjung ke Malaysia pada Agustus lalu dalam
   rangka misi menjalin persahabatan. Namun, lawatan itu dibayangi
   pernyataan kritisnya yang secara terbuka mengomentari kasus Anwar
   Ibrahim.
   
   Dia mengatakan, pemecatan eks wakil PM Anwar Ibrahim merupakan bencana
   tak kepalang tanggung.
   
   Isu-isu paling mengemuka antara kedua negara itu antara lain suplai
   air jangka panjang dari Malaysia untuk Singapura dan penarikan dana
   Malaysia dari Bank Sentral Singapura, Fund Provident Central.
   (rtr-gn-52t)

*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************