[INDONESIA-L] FARIED - Pemerintah Dikatakan Melindungi Konglomerat Hitam!

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sat Sep 09 2000 - 10:32:34 EDT


From: "Faried Basalamah" <basalamah@hotmail.com>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: Re: Pemerintah Dikatakan Melindungi Konglomerat Hitam !
Date: Sat, 09 Sep 2000 15:49:46 JAVT

PEMERINTAH DIKATAKAN MELINDUNGI KONGLOMERAT HITAM

Banyak pihak mengatakan bahwa pemerintah melindungi Konglomerat Hitam dan
ketika orang menulis menginginkan kembalinya konglomerat ke Indonesia,
dikatakan sebagai kurang tepat. Kenapa konglomerat harus kembali berbisnis
di Indonesia ? Kenapa Kelompok Salim diperbolehkan membeli kembali asetnya
dan membangun kerajaan bisnisnya ? Terus terang saja, penulis sama sekali
tidak mempunyai kepentingan, tidak ada sangkut pautnya dengan konglomerat
dan tidak ada keuntungannya membela konglomerat. Penulis adalah seorang
terdidik ilmuwan dan penganalisa berbagai masalah tanpa PAMRIH, tanpa
meminta imbalan. Bahkan menulis merupakan wujud pemikiran agar negara bisa
diselamatkan dari kebobrokan perekonomian dan menginginkan agar rakyat mampu
mencukupi penghidupannya. Terutama menyangkut terciptanya lapangan kerja,
yang akan memacu meningkatkan daya beli dan mampu mengakomodir terbukanya
lapangan berusaha dan pengembangan bisnis : yang gurem, yang kecil, yang
menengah, yang besar dan yang konglomerat sehingga lengkaplah sistim bisnis
seperti layaknya negara-negara maju. Membunuh konglomerat tidak pernah
dilakukan oleh Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan maupun
negara maju yang lainnya. Itulah yang harus dicontohkan, bukannya membuat
teori sendiri macam Ekonomi Kerakyatan yang pada akhirnya cuma sarang
permainan politik dimana penggagasnya sangat bernafsu untuk menjadi PRESIDEN
dan bermimpi menjadi teoritikus kelas dunia, padahal cuma sontekan dari
Teori Karl Marx: semacam Komunisme yang disesuaikan atau Teori Sama Rata
Sama Rasa . Dan ada Redistribusi Aset macam Ketua Mao membagikan tanah-tanah
milik tuan tanah di Cina. Anti komunis tetapi memakai teori komunis,
kegilaan yang keblinger.

Dan terbukti dana Jaring Pengaman Sosial cuma ISU politik dan sarang
kelompok memperkaya diri. Bisnis adalah keahlian , kerja keras dan
perjuangan dan bisnis serta uang TIDAK mengenal suku, agama,etnis, terdidik
atau tidak terdidik : yang ada ialah mencari uang dengan HALAL dan kerja
keras dalam suatu sistim yang dikembangkan oleh pemerintah. Dimasa ORBA
bisnis sangat RANCU, penuh KKN, penuh rekayasa dan sistim yang tidak lengkap
: anak-anak presiden, anak-anak penjabat, konglomerat yang diperkuda dan
memperkuda, kadang-kadang dipakai alasan etnis, mungkin juga agama, mungkin
juga suku dan akhirnya hancurlah negara. Sayang sekali pemerintah ORBA sudah
tidak ada, tetapi orang-orangnya TETAP saja berkuasa mempermainkan sistim
ini. Masih mempertentangkan bisnis besar atau kecil atau gurem : apa bisnis
tetap harus kerdil ? Tetap harus tidak profesional ? Tetap bermoto : KECIL
ITU INDAH, bonsai barangkali. Memikirkan idee cuma kelas BONSAI tidak akan
memajukan negara, tidak akan membuat ambisi yang benar.

Ketika penulis menulis memprotes mantan Menko Ekuin tentang kebijakan Menko
tersebut dan mengatakan bahwa Menko Ekuin Kwik bukanlah seorang organisator
yang tepat untuk mengkoordinir departemen-departemen dibawahnya, beberapa
penulis memprotes , bahkan ada yang menulis e-mail yang menuduh penulis
sebagai orang yang rasialis anti Cina. Dikatakan pula bahwa penulis terlalu
membela Gus Dur sebagai presiden dan terlalu memusuhi Amien Rais. Pemikiran
serta jerih payah mengritik tentu saja menjadi bahan bagi penulis untuk
lebih berpikir positif, lebih mengarah kepada kearifan dan bukannya
kebencian. Seorang idealis dan pemikir macam Kwik harus tetap dihargai
karena ia memiliki NILAI lebih, analisanya yang berbentuk berbagai tulisan
dimedia masa dan berbentuk buku tercetak merupakan pemikiran yang bagus
sekali dan merupakan analisa yang beberapa SANGAT tepat. Sebagai Menko Ekuin
ia merupakan NOT the Right Man at the Right Time , bahkan ia bukan seorang
ORGANISATOR yang handal . Terkadang bahkan terlalu NAIF untuk berpolitik
karena pandangannya mengenai KEJUJURAN sangat KUAT, tak ada kompromi.
Sedangkan dinegara ini pada saat yang kacau, saat moral kurang disikapi
dengan baik, saat kecurigaan berkembang biak, penghianatan bersimaharajalela
dan MORAL politikus tidak berpihak kepada rakyat bukan waktu yang tepat
untuk bermanuver dengan LURUS. Kwik mengatakan konglomerat hitam, dan
politikus memanfaatkan dengan dalih macam-macam untuk menghalangi Gus Dur
mengundang konglomerat tersebut untuk kembali bekerja. Bagaimana pemerintah
mampu membangkitkan perekonomian dengan serba kekurangan modal, kekurangan
bisnis, kekurangan pebisnis handal ? Penunjukan Rizal Ramli sebagai
pengganti Menko Ekuin Kwik sudah sangat tepat, Rizal seorang yang pro-aktip
dan mampu berpikir dengan baik, cara penanganan krisi gabah dan beras di
Bulog membuktikan kemampuannya. Rizal menerima Priyadi sebagai menteri
Keuangan yang dibawahinya, jadi hendaknya umpatan atau cercaan berbau
politik terhadap Priyadi dihentikan saja, jangan membingungkan pemerintah
yang mau mengatasi kesulitan bangsa ini.

Justru lawan-lawan pemerintah memanfaatkan setiap celah untuk menhancurkan
pemerintah. Dalam setiap kehancuran perekonomian tumpangannya ialah
kejatuhan pemerintah, kalau masih saja belum berhasil digunakannya segala
kerusuhan macam JIHAD, pembunuhan dan baku bunuh antar golongan, antar etnik
, antar agama, bahkan kalau perlu seagama tetapi berbeda suku. Sebagai
contoh adalah baku bunuh antar suku Maluku berlainan agama, baku bunuh antar
suku seagama di Sambas dan terakhir bahkan seagama – sesuku ( Madura yang
Islam) tetapi antar partai, suatu kegilaan dan kebodohan. Siapa yang
diuntungkan ? Tidak ada dan ini cuma perebutan posisi BUPATI, dan terjadi di
Sampang – Madura.

Kita setuju bahwa Gus Dur mengundang pengusaha besar dan membangkitkan
pengusaha kecil menengah tetapi bagaimana bisa kalau selalu diganjal ?
Bagaimana mungkin Gus Dur membangun perekonomian kalau selalu dikeluarkan
ISU yang menyebalkan : termasuk oleh MPR dan DPR, oleh Gatra dan Panji yang
menyikapi seolah-olah MORAL bersih dengan ISU selingkuh yang mungkin benar,
mungkin juga tidak ada. Apakah berita PICISAN semacam ini lebih penting
ketimbang perbaikan ekonomi ? Kemudian ada berita DPR protes pembelian
pesawat terbang, padahal USULANNYA saja belum diajukan dan bahkan TIDAK ada.
Memang benar DPR cuma Taman Kanak-Kanak, cuma tempat manusia mencari NAFKAH
dan mencari DUIT, memalukan kalau mengaku sebagai Wakil Rakyat tetapi
membeli tempat untuk menjarah. Orang-oang yang berbicara keras di DPR cuma
melangkah kearah : DUIT atau MONEY POLITICS. Bagaimana mungkin kasus Bank
Bali tidak pernah dibereskan ? Bagaimana mungkin ORBA masih
bersimaharajalela ? Macam Fuad Bawazier yang dicurigai sebagai BIANG
kebobrokan, ngomong asal cuap, tidak tahu malu dan terkenal sebagai PEMERAS
konglomerat untuk memperkaya diri. Pengusaha besar tahu persis bagaimana
MILYARAN Rupiah HARUS diserahkan ke DIRJEN PAJAK Fuad yang HAUS duit.
Bagaimana mungkin orang macam begini masih mewakili rakyat ? Biang kerok
politikus bobrok harus menghentikan aksinya dan sebaiknya tidak menyabot
program kabinet Gus Dur. Penulis juga sama dengan orang lain, tidak semua
hal yang dilakukan Gus Dur kita setujui, tetapi Gus Dur kan juga manusia
biasa, tak lepas dari SUBYEKTIVITAS, tak lepas dari EMOSIONIL, tak lepas
dari LIKE or DISLIKE. Seperti penggeseran Laksamana Sukardi mungkin terlalu
subyektip atau mungkin juga selera atau dislike. Jadi tak perlu
diperpanjang, kelemahan Gus Dur kan harus dikoreksi saja : bukan
dipermainkan berkepanjangan dengan INTERPELASI atau semacamnya. Bulogate,
apa nggak diarahkan saja untuk menyelidiki hilangnya dana TRILYUNAN Rupiah ?
Bagaimana kabar dengan DANA reboisasi yang hilang juga trilyunan , bagaimana
pula dengan KEBOBROKAN Habibie ?

Sebaiknya ISU konglomerat hitam dihentikan dan setiap pengusaha yang
berusaha dengan jujur diperbolehkan dan peraturan-peraturan, hukum-hukum,
moral dan sebagainya diperbaiki. Penting juga SISTIM yang berlaku serta
pengembangan ekonomi jangan cuma selogan kosong. Harus ada penciptaan
lapangan kerja dan harus diakui bahwa pemerintahan Gus Dur cukup bagus
dengan terciptanya kembali lapangan kerja, peningkatan ekspor yang tinggi
dan terbukti dengan gampang terlihat dari banyaknya iklan-iklan rekruiting
tenaga kerja diberbagai perusahaan. Penjualan mobil yang meningkat,
penjualan barang konsumsi yang membaik. Bahkan penjual gado-gado diemperan
toko menyatakan bahwa dagangannya cukup laris, pedagang Bubur Ayam didepan
kantor Citibank Kebunjeruk sempat menikmati selalu habisnya dagangan bubur
ayamnya, biarpun harganya tetap saja Rp 3000,- perporsi. Bubur yang nikmat,
gado-gado yang menyegarkan : menunjukan bahwa perekonomian sudah bergulir.
Ekonomi tingkat bawah sudah bergerak, tinggal meningkatkan dengan masuknya
modal asing atau modal parkiran : menciptakan lapangan kerja .

September 09, 2000

----- End of forwarded message from Faried Basalamah -----

---
Email all postings in plain text (ascii) to apakabar@radix.net
INDONESIA-L - <http://www.indopubs.com/archives>
INDONESIA-NEWS - <http://www.indopubs.com/parchives>
INDONESIA-VIEWS - <http://www.indopubs.com/varchives>
INDONESIA-POLICY - <http://www.indopubs.com/tarchives>
INDONESIA-DOCS - <http://www.indopubs.com/darchives>
SEARCH CURRENT POSTINGS - <http://www.indopubs.com/search.html>
SEARCH YEAR 2000 POSTINGS - <http://basisdata.esosoft.net>
SEARCH 1990-1999 POSTINGS - <http://basisdata.esosoft.net/search-all.html>
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---