X-URL: http://www.analisadaily.com/utama2.htm
Rabu, 6 September 2000
Idi Rayeuk Rusuh, Puluhan Rumah dan Toko Terbakar
Langsa, ( Analisa)
Kerusuhan melanda Kuala Idi, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Selasa (5/9)
siang. Akibatnya, lima rumah warga , sembilan gudang es, dua gudang
ikan, dua galon minyak, 4 kios rokok, 20 sepeda, 25 sepeda motor, dan
tujuh speedboat nelayan hangus terbakar. Sedang 12 warung kecil
lainnya dan dua mobil es sempat ditolong oleh satu unit mobil pemadam
kebakaran.
Kerusuhan terjadi, setelah salah seorang anggota TNI, Kopka Halomoan
Sitepu (32) anggota Koramil Idi Rayeuk dibacok berkali-kali di Tempat
Pendaratan Ikan (TPI) Kuala Idi, yang berjarak sekitar 400 km dari
Banda Aceh.
Akibatnya, sejumlah aparat TNI datang ke lokasi kejadian dan
mengobrak-abrik lokasi, dan bahkan terjadi pembakaran beberapa
bangunan.
Kapolsek Idi Reyeuk, Inspektur Dua Basri SH saat dikonfirmasi media
massa Selasa (5/9) sore membenarkan kejadian itu. Tapi, dia mengaku
tidak tahu siapa yang melakukan pembakaran.
Ya, benar ada pembacokan. Soal pembakaran itu sendiri saya tidak tahu
siapa yang membakarnya. Ketika, anggota saya datang ke TKP, kawasan
itu sudah hangus terbakar, jelasnya.
Menurut Kapolsek, saat itu Sitepu dan beberapa anak buahnya sedang
melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. Tapi saat Sitepu
sendirian, dia diserang sekitar lima orang tak dikenal.
Sayangnya, anak buahnya jauh dari lokasi kejadian, sehingga tidak bisa
melihat apa yang terjadi. Mereka baru tahu peristiwa pembacokan itu.
setelah korban jatuh, jelas dia lagi. Selain membacok korban yang
sedang menjalankan tugas, kelompok tak dikenal itu juga berhasil
melarikan sepucuk senjata api jenis M-16.
Keterangan yang dihimpun Analisa dari berbagai sumber menyebutkan saat
itu sekitar pukul 10.00 WIB Kopda Halomoan yang sedang bertugas berada
di tempat pengumpulan ikan (TPI) Kuala Idi.
Tiba-tiba sekitar lima orang bersenjata tajam membacok korban bagian
tubuh, kepala dan kaki menyebabkan korban tersungkur dan tidak mampu
memberi perlawanan. Setelah membacok korban secara sadis, kelompok
tersebut merampas senjata api milik korban dan membawa lari.
Pasukan TNI/Polri yang mengetahui peristiwa yang menimpa anggotanya
langsung melakukan pengejaran dan pelacakan di sekitar lokasi
kejadian, namun pelakunya berhasil melarikan diri.
Korban Kopda Halomoan yang menderita luka-luka terpaksa dirawat di RSU
Langsa. Namun karena korban mengalami luka serius akhirnya di bawa ke
Medan untuk pengobatan secara intensif. Sekarang korban sudah kita
evakuasi ke RS Putri Hijau Medan, kata Kapolsek Idi Reyeuk.
Komandan Kodim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Deny K Irawan ketika
dikonfirmasi Analisa, Selasa (5/9) membenarkan terjadinya aksi
pembacokan terhadap anggotanya oleh orang tak dikenal.
Dandim mengutuk keras tindakan tersebut dan menyatakan perbuatan ini
sungguh kejam sekaligus menodai Jeda Kemanusiaan yang sudah
diperpanjang. Menurut sebuah sumber, ada dua orang nelayan , M. Said
dan Mansur, yang sampai saat ini masih dirawat di puskesmas Idi Rayeuk
akibat dihajar aparat TNI saat aksi pembakaran terjadi di lokasi.
Untuk diketahui, pembacokan aparat TNI di kawasan Idi Rayeuk ini
merupakan yang kedua kalinya. Kejadian serupa beberapa bulan yang
lalu, bahkan telah menewaskan seorang aparat TNI satuan Rajawali.
Di Idi Rayeuk sendiri yang berjarak sekitar 60 km dari lokasi,
gelombang pengungsian masih terus mengalir. Tercatat masih ada 9000
jiwa pengungsi bertahan di camp pengungsian Idi Rayeuk. Mereka
bertahan di camp dengan alasan takut pulang ke rumahnya akibat kurang
kondusifnya situasi. (dtc/soe/gas)