[INDONESIA-NEWS] ANALISA - Idi Rayeuk Rusuh

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Tue Sep 05 2000 - 20:27:27 EDT


X-URL: http://www.analisadaily.com/utama2.htm

   Rabu, 6 September 2000

   Idi Rayeuk Rusuh, Puluhan Rumah dan Toko Terbakar
   
   Langsa, ( Analisa)
   
   Kerusuhan melanda Kuala Idi, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Selasa (5/9)
   siang. Akibatnya, lima rumah warga , sembilan gudang es, dua gudang
   ikan, dua galon minyak, 4 kios rokok, 20 sepeda, 25 sepeda motor, dan
   tujuh speedboat nelayan hangus terbakar. Sedang 12 warung kecil
   lainnya dan dua mobil es sempat ditolong oleh satu unit mobil pemadam
   kebakaran.
   
   Kerusuhan terjadi, setelah salah seorang anggota TNI, Kopka Halomoan
   Sitepu (32) anggota Koramil Idi Rayeuk dibacok berkali-kali di Tempat
   Pendaratan Ikan (TPI) Kuala Idi, yang berjarak sekitar 400 km dari
   Banda Aceh.
   
   Akibatnya, sejumlah aparat TNI datang ke lokasi kejadian dan
   mengobrak-abrik lokasi, dan bahkan terjadi pembakaran beberapa
   bangunan.
   
   Kapolsek Idi Reyeuk, Inspektur Dua Basri SH saat dikonfirmasi media
   massa Selasa (5/9) sore membenarkan kejadian itu. Tapi, dia mengaku
   tidak tahu siapa yang melakukan pembakaran.
   
   Ya, benar ada pembacokan. Soal pembakaran itu sendiri saya tidak tahu
   siapa yang membakarnya. Ketika, anggota saya datang ke TKP, kawasan
   itu sudah hangus terbakar, jelasnya.
   
   Menurut Kapolsek, saat itu Sitepu dan beberapa anak buahnya sedang
   melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. Tapi saat Sitepu
   sendirian, dia diserang sekitar lima orang tak dikenal.
   
   Sayangnya, anak buahnya jauh dari lokasi kejadian, sehingga tidak bisa
   melihat apa yang terjadi. Mereka baru tahu peristiwa pembacokan itu.
   setelah korban jatuh, jelas dia lagi. Selain membacok korban yang
   sedang menjalankan tugas, kelompok tak dikenal itu juga berhasil
   melarikan sepucuk senjata api jenis M-16.
   
   Keterangan yang dihimpun Analisa dari berbagai sumber menyebutkan saat
   itu sekitar pukul 10.00 WIB Kopda Halomoan yang sedang bertugas berada
   di tempat pengumpulan ikan (TPI) Kuala Idi.
   
   Tiba-tiba sekitar lima orang bersenjata tajam membacok korban bagian
   tubuh, kepala dan kaki menyebabkan korban tersungkur dan tidak mampu
   memberi perlawanan. Setelah membacok korban secara sadis, kelompok
   tersebut merampas senjata api milik korban dan membawa lari.
   
   Pasukan TNI/Polri yang mengetahui peristiwa yang menimpa anggotanya
   langsung melakukan pengejaran dan pelacakan di sekitar lokasi
   kejadian, namun pelakunya berhasil melarikan diri.
   
   Korban Kopda Halomoan yang menderita luka-luka terpaksa dirawat di RSU
   Langsa. Namun karena korban mengalami luka serius akhirnya di bawa ke
   Medan untuk pengobatan secara intensif. Sekarang korban sudah kita
   evakuasi ke RS Putri Hijau Medan, kata Kapolsek Idi Reyeuk.
   
   Komandan Kodim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Deny K Irawan ketika
   dikonfirmasi Analisa, Selasa (5/9) membenarkan terjadinya aksi
   pembacokan terhadap anggotanya oleh orang tak dikenal.
   
   Dandim mengutuk keras tindakan tersebut dan menyatakan perbuatan ini
   sungguh kejam sekaligus menodai Jeda Kemanusiaan yang sudah
   diperpanjang. Menurut sebuah sumber, ada dua orang nelayan , M. Said
   dan Mansur, yang sampai saat ini masih dirawat di puskesmas Idi Rayeuk
   akibat dihajar aparat TNI saat aksi pembakaran terjadi di lokasi.
   
   Untuk diketahui, pembacokan aparat TNI di kawasan Idi Rayeuk ini
   merupakan yang kedua kalinya. Kejadian serupa beberapa bulan yang
   lalu, bahkan telah menewaskan seorang aparat TNI satuan Rajawali.
   
   Di Idi Rayeuk sendiri yang berjarak sekitar 60 km dari lokasi,
   gelombang pengungsian masih terus mengalir. Tercatat masih ada 9000
   jiwa pengungsi bertahan di camp pengungsian Idi Rayeuk. Mereka
   bertahan di camp dengan alasan takut pulang ke rumahnya akibat kurang
   kondusifnya situasi. (dtc/soe/gas)