X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/17/utama/ingg11.htm
Senin, 17 April 2000
Inggris Ikut Jatuhkan Soekarno
London, Minggu
Media massa Inggris secara sistematis telah dimanipulir oleh pihak
intelijen, sebagai bagian dari persekongkolan untuk mendongkel
Presiden Soekarno. Stasiun radio BBC, harian Observer dan kantor
berita Reuters telah dimanfaatkan oleh para agen rahasia yang bekerja
untuk Deplu Inggris.
Hari Sabtu (15/4) malam, Denis Healey yang di era 1960-an itu menjadi
Menteri Perburuhan Inggris, mengakui, perang intelijen yang
dilancarkan terhadap Indonesia telah ke luar batas. Pada suatu ketika
Pemerintah Inggris memproduksi dokumen-dokumen palsu yang mengabarkan
ada serdadu-serdadu Inggris yang tewas di Indonesia.
Akibat informasi salah itu, Healey bahkan sampai-sampai ikut menahan
jangan sampai angkatan perang melancarkan aksi militer di Indonesia.
"Saya tidak akan membiarkan angkatan udara menjatuhkan bom, meskipun
mereka sudah bernafsu melakukannya," kata Healey.
Sebuah dokumen Deplu Inggris mengungkapkan bagaimana penipuan itu
dilakukan secara meluas dari London, dan bagaimana pers dunia ternyata
dimanipulir oleh intelijen Inggris.
Sebuah surat bersifat "rahasia dan pribadi" pernah dikirimkan dari
ahli propaganda Norman Reddaway kepada Dubes Inggris di Jakarta, Sir
Andrew Gilchrist. Isi surat merupakan rencana membohongi pers,
seolah-olah perlu mendongkel Soekarno karena dia akan menjadikan
Indonesia sebagai negara komunis.
"Sebuah berita palsu beredar ke seluruh dunia. Informasi dari
Gilchrist langsung diberitakan kembali ke Indonesia melalui stasiun
radio BBC," kata Reddaway. Termasuk dalam berita palsu ini adalah
bagaimana diberitakan ke seluruh dunia bahwa komunis di Indonesia
berencana akan membunuh habis penduduk Jakarta.
"Saya penasaran apakah ini pertama kalinya seorang duta besar
bertindak semaunya dan begitu cepat, untuk bangsanya sendiri," kata
Reddaway, yang waktu itu bekerja sebagai ahli untuk Departemen Riset
Informasi (IRD), Deplu Inggris.
Berita palsu
Menurut sejumlah dokumen kabinet, sejumlah institusi Inggris-termasuk
dinas rahasia MI6-memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok di
Indonesia untuk mendongkel Bung Karno. Salah satu dokumen berisi
permintaan dari pemerintah kepada Kepala MI6, Dick White, untuk
menyiapkan rencana operasi-operasi rahasia di Indonesia bulan Januari
1964.
Menurut David Easter, sejarawan dari London Scholl of Economics yang
meneliti soal ini, salah satu dokumen menyebut operasi rahasia itu
mencakup juga bentuan senjata untuk kelompok separatis di Aceh dan
Sulawesi. (The Independent/bas)
--- RETURN TO Mailing List Center - <http://www.indopubs.com> ---