----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Nov 30 19:02:10 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id TAA05109
for <apakabar@saltmail.radix.net>; Tue, 30 Nov 1999 19:02:10 -0500 (EST)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id TAA19236
for <apakabar@saltmine.radix.net>; Tue, 30 Nov 1999 19:02:11 -0500 (EST)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id RAA03753; Tue, 30 Nov 1999 17:02:01 -0700 (MST)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Tue, 30 Nov 1999 17:02:01 -0700
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id RAA03723; Tue, 30 Nov 1999 17:01:51 -0700 (MST)
Date: Tue, 30 Nov 1999 17:01:51 -0700 (MST)
Message-Id: <199912010001.RAA03723@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] MEDIA - Kongres Rakyat Riau Terancam Batal
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
X-URL: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999120100235855
Rabu, 1 Des 1999
Kongres Rakyat Riau Terancam Batal
Media Indonesia - Nusantara (12/1/99)
PEKANBARU (Media): Meskipun sejumlah tokoh masyarakat Riau sudah
bertekad bulat menggelar Kongres Rakyat Riau II pada 4-7 Desember
mendatang, ternyata perhelatan akbar itu terancam batal.
Pasalnya, tidak semua tokoh masyarakat Riau yang menyetujui digelarnya
acara tersebut. Isu yang berkembang malah menyebutkan bahwa panitia
kongres sendiri terlihat kurang solid, sehingga satu dua tokoh
pencetusnya mengundurkan diri dari kepanitiaan kongres.
Suasana di Balai Adat Melayu sekretariat kongres di Jalan Diponegoro
Pekanbaru, Selasa (30/11) sejumlah panitia terlihat sibuk mengikuti
rapat penentuan apakah kongres tetap dilaksanakan sesuai jadwal atau
diundur atau sama sekali dibatalkan.
``Apakah bisa dilaksanakan sesuai jadwal, nanti kami beri tahu setelah
rapat,`` ujar H.M. Dun Usul, Ketua Panitia Kongres.
Sementara sejumlah tokoh yang terlibat kepanitiaan dan jajaran
penasihat mengancam mundur karena mahasiswa tidak diakomodasi dalam
kegiatan kongres. Karena mahasiswa adalah ahli waris masa depan yang
akan melanjutkan perjuangan dan perjalanan Riau menuju masa depan.
``Kalau memang mahasiswa tidak ada tempat dalam kongres ini, saya akan
mundur,`` ungkap Drs Al Azhar MA.
Bahkan Presiden Riau Berdaulat, Prof Tabrani Rab yang awalnya sangat
mendukung kongres ini menjadi pesimistis dan menyatakan mengundurkan
diri dari kepanitiaan. Ia menilai kongres yang seharusnya
mengakomodasi seluruh komponen masyarakat Riau ini cenderung seperti
kegiatan eksklusif dan tidak melibatkan semua unsur di bumi Melayu.
Tabrani juga menilai beragam kepentingan merupakan salah satu penyebab
kurang solidnya panitia, sehingga kongres kali ini terkesan telah
direkayasa. Begitu juga dalam menetapkan sejumlah opsi, sepertinya
telah diarahkan pada salah satu opsi saja.
Padahal, sebelumnya dalam kongres tetap dengan tiga opsi, yakni
federal, otonomi luas, dan merdeka. ``Kalau sudah diarahkan sedemikian
rupa, maka kongres ini tidak murni lagi,`` cetusnya.
Sedangkan budayawan Riau, Tennas Efendi melihat kongres yang digelar
untuk menyatukan visi dan misi semua unsur masyarakat Riau ini tidak
mendesak diperlukan. Karena era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid dan
Megawati telah membawa angin segar bagi Riau seperti akan
diberlakukannya UU No. 22 dan 25.
``Jadi kita harus bersabar dan tidak berprasangka buruk terhadap orang
lain. Mari kita berikan kepercayaan kepada pemerintah untuk bekerja
dan kalau terbukti Riau kembali dijajah seperti era terdahulu, maka
kita perlu bereaksi,`` tegasnya.
Tennas meyakinkan, jika seluruh tokoh masyarakat Riau komit ingin
menyejahterakan rakyat, kenapa harus disibukkan dengan kongres yang
isinya menetapkan opsi merdeka, federal, dan otonomi luas.
Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu, Wan Ghaleb malah berpendapat lain
dan menyebutkan kongres harus segera digelar karena telah berkembang
berbagai keinginan untuk menentukan masa depan Riau. Seperti keinginan
Riau Merdeka yang didengungkan Tabrani Rab, sistem federal yang
diinginkan mantan Mendagri Syarwad Hamid.
Keinginan-keinginan yang berbeda itu perlu dipersatukan dalam bentuk
kongres agar satu bahasa dalam menyikapi setiap permasalahan di Riau.
``Saya sangat setuju dengan dilaksanakannya kongres itu, namun semua
unsur masyarakat harus terlibat agar kongres lebih murni hasilnya,``
kata Ghaleb. (TH/N-2)
----- End of forwarded message from John A MacDougall -----
----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----