----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----
From owner-indonesia-l@indopubs.com Thu Nov 18 12:51:05 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id MAA07979
for <apakabar@saltmail.radix.net>; Thu, 18 Nov 1999 12:51:05 -0500 (EST)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id MAA26354
for <apakabar@saltmine.radix.net>; Thu, 18 Nov 1999 12:51:05 -0500 (EST)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id KAA19658; Thu, 18 Nov 1999 10:50:51 -0700 (MST)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Thu, 18 Nov 1999 10:50:44 -0700
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id KAA18851; Thu, 18 Nov 1999 10:49:40 -0700 (MST)
Date: Thu, 18 Nov 1999 10:49:40 -0700 (MST)
Message-Id: <199911181749.KAA18851@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] TI - Pius: Prabowo Diperintah Menculik
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
X-URL: http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=16111999-68h-4
Pius : Prabowo Diperintah Menculik
Bekas komandan pasukan khusus, Kopassus Letjen Purnawirawan Prabowo
mengaku diperintah atasannya untuk menculik para aktivis pertengahan
tahun 1997. Pengakuan terakhir Prabowo ini diungkapkannya kepada salah
seorang korban penculikan, Pius Lustrilanang. Prabowo bertemu Pius
beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur. Menurut Pius penculikan itu bukan
datang dari kesalahan analisa Prabowo atas perintah atasannya, namun
Prabowo memang diperintahkan menculik. Atasan Prabowo pada saat itu
adalah Jendral Wiranto, sebagai panglima TNI.
Pius :
Dia bilang bahwa dia hanya seorang prjurit. Prajurit itu tidak akan
berani menolak perintah. Yah Anda bisa bayangkan, bagaimana situasi
antara orang yang pernah di culik dan orang yang diculik. Tapi
kelihatan jelas bahwa dia tidak enak menjadi tempat membuang
sampah.
Pius mengatakan Prabowo tidak memberikan penjelasan lebih jauh soal
perintah atasannya itu.
Sementara itu, Komisi untuk orang hilang dan korban kekerasan, kontras
sebagai kuasa hukum korban penculikan telah mengajukan surat kepada
presiden Abdurrahman Wahid untuk membuka kembali kasus ini. Menuruut
Ketua divisi hukum Kontras, Ori Rahman sampai saat ini baru sangsi
administrasi yang dikenakan kepada para terdakwa.
Ori Rahman :
Kalau benar Prabowo mengatakan dia diperintahkan untuk menculik.
Tentunya, kita juga pada saat kejadian penculikan sudah menduga
bahwa ini bukan hanya Prabowo. Ini terlihat dengan dia berani
mengatakan bahwa ia akan bertanggung jawab dan ialah yang menculik.
Ia juga mengakui salah menganalisis perintah BKO. Tapi pejabat
tertinggi TNI ketika itu Wiranto tidak mau mengungkapkan itu.
Kontras berharap pemerintah Gus Dur mampu menjatuhkan sangsi hukum
yang lebih tegas kepada para pelaku penculikan. Dan yang lebih penting
lagi, nasib 13 orang korban penculikan yang sampai sekarang masih
hilang, dapat lebih jelas.
Ade Wahyudi 68H Jakarta
----- End of forwarded message from John A MacDougall -----
----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----