----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Oct 19 17:14:42 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id RAA23282
for <apakabar@saltmail.radix.net>; Tue, 19 Oct 1999 17:14:41 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id RAA02217
for <apakabar@saltmine.radix.net>; Tue, 19 Oct 1999 17:14:39 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id PAA26388; Tue, 19 Oct 1999 15:10:59 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Tue, 19 Oct 1999 15:08:32 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id PAA26049; Tue, 19 Oct 1999 15:08:17 -0600 (MDT)
Date: Tue, 19 Oct 1999 15:08:17 -0600 (MDT)
Message-Id: <199910192108.PAA26049@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] ZULFAN - Politik Dinasti (2g,h)
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
Date: Wed, 20 Oct 1999 01:14:08 +0700
From: zUlFaN K <zulfan@iname.com>
To: _ Apakabar <apakabar@radix.net>
Subject: 2.gh) POLITIK DINASTI ADALAH POLITIK BALAS DENDAM DAN PENJAJAHAN SUMUR
HIDUP
POLITIK DINASTI ADALAH
POLITIK BALAS DENDAM DAN PENJAJAHAN SEUMUR HIDUP
Bagian ( 2gh )
2.g. DINASTY
PENGUASA DAN PENGUSAHA
Menganalisa historical kepemimpinan sang PENGUASA & PENGUSAHA pada kedua
jaman rezim tersebut diatas, apalagi secara mencolok diakhir rezim
Soeharto di tahun 1998 lalu, telah meletus Kerusuhan Rasial Anti Cina
Tragedi MEI 1998
Lalu timbul sebuh pertanyaan, SUDAH PUTUSKAH DINASTY kedua sang Penguasa &
Pengusaha tersebut diatas ???
Jawabannya : Simple dan Mudah sekali, BELUM !!!
Mari kita buktikan :
1. Walaupun selama kepemimpinan orde baru, telah bermunculan para
Konglomerat
Baru antara lain : Bob Hasan, The Ning King, Prayogo Pangestu, Eka Cipta
Widjaya, Anak Anak Soeharto, Probo Sutedjo, Sudwikatmono, Peter Gontha, dan
lain lain, sesuai dengan jamannya ternyata Taipan Lim Sioe Liong yang telah
berganti nama Sudono Salim masih tetap MERAJAI percaturan business di
Indonesia dan berhak menyandang PENGUSAHA seumur hidup.
2. Tahun 1990an, Indonesia kebanjiran US$ dengan berdatangannya modal asing
yang mana pada saat itu pula telah bermunculan Bank Bank yang jumlahnya
sangat TIDAK MASUK AKAL mencapai ratusan.
3. Lalu sejalan dengan bermunculannya bank bank sejak 1990an, tiba tiba saja
banyak bermunculan perusahaan perusahaan baru yang dimiliki oleh para Ali
Ali Baba dan Baba Baba Ali lengkap dengan dukungan para Mantan Jendral yang
berjabatan Pres-Kom atau Pres-Dir yang notabene berfungsi sebagai Algojo
Elit dengan gaji Rp.50juta /bulan plus inventaris Mercy Baby Benz dan Rumah
Mewah di Jakarta Selatan sekelas Beverly Hill.
4. Terbukti satu contoh saudagar yang terhormat Peter Gontha kedapatan
memiliki anak perusahaan yang dewan direksinya adalah para Office Boy dan
Satpamnya akan tetapi memiliki Utang Macet Ratusan Milyar Rupiah....... huh
benar benar edan !!
5. Kesemua dugaan diatas adalah hanya bumbu bumbu penyedap saja daripada
dinamika per DINASTY an sang Penguasa & Pengusaha yang di aktori oleh
Soekarno - Soeharto dan Lim Sioe Liong alias Sudono Salim.
6. Tahun 1990 an, bersamaan dengan lahirnya ratusan bank bank, telah lahir
pula Kloningnya Om Liem yakni Om Mooti atau kepanjangannya Lee Mo Tie alias
Mukhtar Riady yang merupakan Tangan Kanan Om Liem di BCA dengan membuka
Bank Lippo.
7. Semua orang menyadari kalau saja Soeharto jatuh, pasti Om Liem juga akan
jatuh, dan dugaan tersebut benar benar terjadi dimana sejak 1998 lalu,
hampir seluruh group BCA jatuh ketangan pemerintah, namun benarkah hal itu
???
8. Dalam kurun waktu yang sangat singkat di tahun 1995, Mukhtar Riady beserta
anak anaknya telah memiliki wadah Lippo Group yang memiliki asset dengan
taksiran Trilyunan Rupiah. Wow Sim sa la bim ternyata Kloning om Liem telah
begitu cepatnya menguasai ekonomi Indonesia.
9. Disisi lain, untuk mengantisipasi tekanan politik dari kejatuhan Soeharto,
dengan cerdiknya Lippo Group melalui Kloningnya yg baru Laksamana Sukardi
sejak 1996 an telah masuk ke Kandang Kerbau PDI dan menjadi figure
Bendahara yang handal dalam tubuh PDI-P.
10. Disisi lain sang anak bernama saudagar James Riady masuk ke pemeritahan
dengan jabatan Duta Besar Keliling Keliling Dunia...... memainkan
perananannya dalam rangka mengukuhkan The Dinasty Connection
Pada Bulan ini, hari ini Minggu tanggal 18 Oktober 99, adalah merupakan
momentum yang sangat TEPAT sekali bagi sang DYNASTY (Lihat uraian diatas)
untuk menyatakan SIKAP nya melalui pernyataan sang Cloning cabe rawit baru
gede kemarin (supaya ngga ada resiko dong, kan anak anak !! kata si Eko
Parto Group)
Laksamana Sukardi : Bingung, Presiden Kok Tak Benar !!
Kesan saya : Betapa Sombongnya anak Ingusan yang Satu ini, seandainya
Habibie terpilih menjadi Presiden, maka orang satu ini cloningnya Mukhtar
Ryadi wajib ditangkap sebagai tahanan Politik.
Itulah sekedar ulasan dari saya mengenai apa yang dimaksud dengan Politik
Dinasty yang bisa juga disebut The Dinasty Connection, yang tidak lebih
merupakan Politik Balas Dendam atau bolehkah saya simpulkan Penjajahan
Seumur Hidup ? Sehingga sangat tepat kalau rezim pemerintahan mendatang
seandainya Mega menjadi Presiden di sebut Orde DINASTI sang Penguasa dan
Pengusaha.
Lalu pertanyaannya : Siapa mereka mereka itu ?? Mohon pendapat !! Lalu
Pertanyaannya : Maukah umat Islam dipimpin oleh Mega yang jelas jelas
dikendalikan oleh para Pengusaha Pengusaha Status Quo ??
Mungkin dari sutuasi ini umat Islam bukanlah sekedar berkebaratan dan
menolak Mega hanya sekedar pribadinya semata, namun jauh lebih penting
adalah Lingkungannya dan orang orang kuat yang berada dibalik ketiak Mega
yang justru telah menjadi benalu selama ini dijaman Orba dan orla,
merekalah yang saya katakan sebagai Pengusaha Pengusaha yang berniat
melanggengkan Dinasty di Indonesia
Begitu Banyak deretan pernyataan tokoh tokoh fungsionaris PDI-P atau
partisan partisan Anti Habibie yang tindakannya banyak membingungkan
rakyat, padahal ngakunya tokoh tokoh Elit terhormat antara lain :
1. Laksamana Sukardi : Bingung,Presiden Kok Tak Benar Minggu 17 Okt 1999
-detikcom
2. Sabam siraiat : Jika Megawati Gagal Jadi Presiden; Jacob: Massa PDI-P akan
Revolusi Republika 18 Oktober 1999
http://www.republika.co.id/9910/18/27907.htm
3. Sabam Bantah Tuduhan Mahasiswa: Saya Nggak Dorong Cuma gelus
http://www.detik.com/berita/199910/19991018-1749.htm
4. Untuk Hindari Jadi Negara Maling Hasibuan:Jangan Pilih Habibie
http://www.detik.com/berita/199910/19991018-1842.htm
Tak ayal lagi memanasnya situasi politik Pernyataan yang sangat Provokative dari
kalangan fungsionaris PDI-P diatas telah menimbulkan reaksi keras dan membuat
GERAM berbagai kalangan dan tokoh dan Ulama yang diantaranya :
1. Salim Said Soal : Pengerahan Massa - Mengarah ke Pemaksaan Kehendak
http://www.detik.com/berita/199910/19991018-0939.htm
2. Siswono : Bila Mega Tak Terpilih - Saya Tak Kuatir Rusuh
http://www.detik.com/berita/199910/19991018-1551.htm
3. Gus Dur : Orang Orang Disekitar Mega Tak Bertanggung Jawab, Jacob Tobing
itu dari YKPK alias Yayasan Korban Pil Koplo
http://www.berpolitik.com/articles/99/10/18/1957214.shtml
2.h Katakan No !! Untuk Megawati
Menyikapi hal hal tersebut diatas, kita bersama sudah mengetahui secara persis
bahwa memanasnya situasi Politik saat ini adalah sangat Erat sekali kaitannya
dengan perebutan Kekuasaan sebagai akibat kosongnya Kepemimpinan saat ini yang
disebabkan oleh Kehancuran yang maha dahsyat yang ditinggalkan oleh rezim Orde
Lama dan Orde Baru.
Program Reformasi Nasional yang telah disepakati bersama telah diobok obok oleh
oknum oknum yang tak bertanggung jawab, fitnah memfitnah terjadi disana sini,
kemiskinan rakyat menjadi alat politik untuk menyerang lawan politik, para
Pengusaha vampire KKN yang tidak tahu diri (sesuai statement Wiranto) dengan
kekuatan uang Korupsi mereka turut bermain money politic sebagaimana tuduhan Gus
Dur terhadap money politics fungsionaris PDI-P untuk memaksakan kehendak
menjadikan jago mereka menjadi Presiden, dan bahkan lebih jauh dari itu mereka
para fungsionaris PDI-P bersama sama kelompok minoritas mahasiswa Forkot cs
secara terang terangan mengerahkan massa dalam jumlah yang besar seraya
mengancam : Mega atau Revolusi yang tentunya kalau disikapi Tindakan Mereka
adalah positive melawan Hukum.
Sekaranglah saatnya kita warga yang cinta akan Demokrasi & Tanah Air untuk
memberikan dukungan moril kepada Bapak kita baik di Pemerintahan, MPR, TNI/POLRI
untuk segera mencegah perilaku dan tindakan anarkis dan provokative serta
ancaman ancaman Anarkis melalui pengerahan massa.
Untuk itu barangkali istilah ASAL BUKAN HABIBIE seharusnya kita rubah menjadi
ASAL BUKAN MEGA untuk mencegah dan memblokir para Oknum disekitar Mega yang
telah memperalatnya untuk merebut kekuasan kekuasaan mereka kembali dalam bentuk
ke Status Quo-an, dan hal itu memungkinan terjadi seandainya Mega terpilih
menjadi Presiden RI.
Jadinya ancaman Mega atau Revolusi bisa saja kita tandingi dengan Asal Bukan
Mega !, atau ?? serahkan lah keputusannya kepada hasil SU MPR, adil bukan ??
berikanlah Habibie hak yang sama untuk Pencapresannya dan jangan ada lagi
tudingan yang Subjectiv yang hanya untuk menjegal seseorang saja apalagi
sebenarnya Status Quo dan Orde Baru apalagi Orde Lama sebenarnya sudah Almarhum
sekarang ini tergilas gerakan Reformasi.
Nah Presiden mendatang sepanjang dipilih secara jujur dan hati nurani oleh wakil
wakil di MPR, nah dialah yang akan menjadi presiden Orde Reformasi, nah itulah
yang diharapkan oleh rakyat atau kebanyakan umat Islam sekarang ini agar segara
Indonesia bangun dari keterpurukannya dan bukan saling cakar cakaran berebut
kekuasaan Dinasti.
Demikian sekedar ulasan saya mengenai bahayanya ancaman Politik Dinasti, mohon
maaf bilamana ada kata kata yang kurang kurang berkenan yang tak lain maksud
saya adalah dikarenakan keprihatinan saya terhadap kemiskinan Rakyat Indonesia
sementara Politik Dinasti atau Politik Balas Dendam meraja lela menghantui kita
sekarang ini.
Naudzubillahi min dzalik
18 Oktober 1999
Wassalam.
zUlFaN K
Anti Status Quo dan Anti Dinasti
--------------------------------------------------------------------------------
Laksamana Sukardi: Bingung,Presiden Kok Tak Benar
Reporter: Hestiana Dharmastuti
Minggu 17 Okt 1999 -detikcom
--------------------------------------------------------------------------------
Jika Megawati Gagal Jadi Presiden; Jacob: Massa PDI-P akan Revolusi
Republika 18 Oktober 1999
http://www.republika.co.id/9910/18/27907.htm
--------------------------------------------------------------------------------
Ribuan Umat Islam longmarch minta Aparat Tindak Tegas tindakan Anarkis
Republika 18 Oktober 1999
http://www.republika.co.id/9910/18/27898.htm
--------------------------------------------------------------------------------
Gus Dur : Orang Orang Disekitar Mega Tak Bertanggung Jawab,
Jacob Tobing itu dari YKPK alias Yayasan Korban Pil Koplo
http://www.berpolitik.com/articles/99/10/18/1957214.shtml
--------------------------------------------------------------------------------
Sabam Bantah Tuduhan Mahasiswa: Saya Nggak Dorong Cuma Ngelus
http://www.detik.com/berita/199910/19991018-1749.htm
----- End of forwarded message from zUlFaN K -----
----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----