[INDONESIA-L] PENGAMAT - Dirut Indo

From: apakabar@Radix.Net
Date: Mon Sep 20 1999 - 17:44:00 EDT


----- Forwarded message from indopubs@iname.com -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Mon Sep 20 20:38:08 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id UAA21531
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Mon, 20 Sep 1999 20:38:08 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id UAA28082
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Mon, 20 Sep 1999 20:38:07 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id SAA27071; Mon, 20 Sep 1999 18:35:43 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Mon, 20 Sep 1999 18:35:42 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id SAA27014; Mon, 20 Sep 1999 18:35:22 -0600 (MDT)
Date: Mon, 20 Sep 1999 18:35:22 -0600 (MDT)
Message-Id: <199909210035.SAA27014@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: indopubs@iname.com
Subject: [INDONESIA-L] PENGAMAT - Dirut Indosat Sedang Main Sinetron
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Sun, 19 Sep 1999 02:00:46 -0700 (PDT)
From:[Pengamat KKN] <pengamat_kkn@yahoo.com>
Subject: DIRUT INDOSAT SEDANG MAIN SINETRON
To: apakabar@saltmine.radix.net

DIRUT INDOSAT SEDANG MAIN SINETRON

Tampaknya dunia sinetron Indonesia akan kedatangan aktor baru yang
tidak kalah pengalaman dan keahliannya. Memangnya ada apa? Bayangkan
Dirut Indosat, TJAHJONO SOERJODIBROTO, sedang menunjukkan kemampuan
"acting" yang luar biasa di media massa. Beberapa hari lalu, semua
media massa telah memuat pemberitaan mundurnya Dirut Indosat - TJAHJONO
SOERJODIBROTO - dari jabatan yang telah dipegangnya bertahun-tahun.
Hampir semua media memberitakan bagaikan cerita kepahlawanan dan sikap
kstaria dan terpuji yang dilakukan Tjahjono untuk menebus kesalahannya.
Mirip tokoh Kumbokarno dalam pewayangan. Atau kisah seorang Soekarno
dan Soeharto yang berani lengser dari kursi kepresidenan karena jiwa
kenegarawanannya.

Nyatanya TJAHJONO sedang memainkan lakon ajian ilmu Sluman, Slumun dan
Slamet (3S). Dengan skenario yang dirancang bersama PARAPAK, dibuatkan
cerita yang menarik dari sebut Peristiwa KKN menjadi Kisah
Kepahlawanan.

Siapapun yang tidak mengenal TJAHJONO dan PARAPAK pastilah akan terharu
dengan cerita yang dikemas di berbagai media massa tersebut. Anehnya,
kisah lengsernya langsung segera dimuat oleh berbagai media cetak dan
elektronik secara serentak dan terpadu. Bahkan majalah elektronik
Detik.com pun tidak luput memuat Kisah TJAHJONO lengser keprabon madeg
ksatrio. Jadi memang TJAHJONO ini sangat berbakat main sinetron.
Padahal ketika kasus pengendapan deviden sebesar Rp 22,5 M terungkap
beberapa waktu lalu dan kemudian memicu demo kelompok mahasiswa, a.l.
Student of Corruption Watch, justru berbagai media massa hampir-hampir
tidak memuat, kecuali beberapa media elektronik. Tidaklah mengherankan,
karena para petinggi Indosat tersebut melakukan money politics thd
wartawan. Kabarnya dua wartawan, dari Harian Media Indonesia dan Bisnis
Indonesia, telah dibayar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah). _Saya ikut
menyaksikan, Pak._, demikian pengakuan _orang dalam_ Indosat.

Sekarang pun entah karena money politics atau apapun, tampaknya memang
bakat TJAHJONO untuk bermain sinetron sulit untuk ditahan apalagi
ditutup-tutupi.

Eh omong-omong tahukah anda cerita yang sesungguhnya?
Begini:
TJAHJONO, atawa HERMAN SIMANJUNTAK, PARAPAK, TANRI, dll sebenarnya
maling berbulu pejabat. Karena itulah mereka bersekongkol. Namun karena
desakan reformasi untuk menguak KKN di tubuh BUMN yang telah Go
International demikian deras maka mereka pun mencoba menyusun skenario
penyelamatan.

1. Membangun opini publik untuk menunjukkan keberhasilan dan
kedermawanan Indosat a.l. memberi beasiswa, bantuan modal usaha kecil,
ongkos naik haji, dll, vis a vis KKN besar-besaran yang dilakukan
secara sistematik oleh Parapak and his Gang (terutama ketika Orba).
Keuntungan perusahaan seringkali tidak dikembalikan sebagaimana
mestinya, Salah satu modusnya, dengan alasan Return on Investment,
mereka membangun berbagai anak perusahaan, dimana mereka menempatkan
orang-orangnya dengan gaji yang tinggi. Diharapkan sebagian gaji
tersebut sebagai "sumbangan partai" demi kelanggengan mafia. Celakanya
berbagai anak perusahaan itu lebih banyak ruginya. Modus lain, misalnya
dengan meng-sim salabim-kan dana koperasi karyawan, membuat daftar
karyawan fiktif, bermain valas, dan yang paling mutakhir diketahui:
menahan deviden.

2. Karena desakan reformasi yang demikian gencar, maka dicarilah
kambing hitam KKN yang terungkap, a.l. dengan menggusur HERMAN
SIMANJUNTAK, Dir. Keu Indosat. Padahal peristiwa KKN tersebut atas
sepengetahuan dan persetujuan TJAHJONO dan PARAPAK.

3. Melalui lobi-lobi tingkat tingkat maka upaya penyelamatan dilakukan
melalui TANRI. Semua orang tahu profil TANRI dalam kaitan dengan KKN di
BUMN. Karena uang preman Indosat memang selalu menggiurkan, jadilah
pengungkapan KKN berlarut-larut. Alasannya, penahanan deviden hanyalah
kesalahan prosedur biasa, dll. Bahkan untuk melengkapinya, dilakukan
audit oleh Arthur Andersen & Prasetio, sebuah auditing firm yang
reputasinya terbukti berhasil menutup-nutupi berbagai kasus KKN seperti
di bank Duta, Bapindo (yang kemudian meledak menjadi Kasus Eddy
Tanzil), termasuk Andi Ghalib.

4. Skenario ke-3 di atas nampaknya sulit dipertahankan mengingat baik
TANRI maupun berbagai BUMN sedang disoroti akibatnya kasus Bank Bali.
Maka dibangunlah skenario kepahlawanan TJAHJONO, yakni mengundurkan
diri dengan sikap ksatria (demikianlah media memberitakannya tanpa
melihat isi surat pengunduran tsb, karena berita ini hanya dirilis oleh
manajer humas Indosat, JB Basuki). Padahal, Surat Pengunduran Diri tsb
hanyalah akal-akalan semata untuk lepas dari tangung jawab. Lucunya,
surat tersebut mensyaratkan: "akan mundur jika disetujui oleh RUPS pada
yang akan diputuskan pada tgl 14 Oktober 1999 yang akan datang".
TJAHJONO berusaha membeli waktu dan dengan harapan "Saved by The Bell".
Harapan lain, bila terjadi perubahan pemerintahan, TJAHJONO masih bisa
dipakai sebagai Dirut atau bahkan lebih tinggi lagi, sambil menutupi
borok-boroknya di Indosat. Hebaaaaat_

5. Dengan mencantelkan kakinya di dua kekuatan besar (Habibie lewat
TANRI dan Megawati lewat Dimyati, Parapak) maka besar kemungkinan
TJAHJONO akan tetap dipertahankan atau bahkan dipromosikan. Beginilah
nasib KKN yang dikaitkan dengan kepentingan politik aliran. Kebanggaan
Indosat sebagai perusahaan publik yang telah masuk dunia kompetisi
internasional harus dikorbankan demi kepentingan sesaat. Menyedihkan
sekali nasib bangsa Indonesia_

Jadi, marilah kita sambut dan ucapkan selamat atas keberhasilan
TJAHJONO sebagai pemain sinetron nasional, bahkan mungkin kelas dunia.

Pengamat KKN

----- End of forwarded message from [Pengamat KKN] -----

----- End of forwarded message from indopubs@iname.com -----