----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----
From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Aug 25 12:47:12 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id MAA11206
for <apakabar@saltmail.radix.net>; Wed, 25 Aug 1999 12:47:11 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id MAA29236
for <apakabar@saltmine.radix.net>; Wed, 25 Aug 1999 12:47:12 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id KAA14955; Wed, 25 Aug 1999 10:44:25 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Wed, 25 Aug 1999 10:44:25 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id KAA14929; Wed, 25 Aug 1999 10:44:12 -0600 (MDT)
Date: Wed, 25 Aug 1999 10:44:12 -0600 (MDT)
Message-Id: <199908251644.KAA14929@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] PRD - KLARIFIKASI PRD ATAS KPU BERDARAH
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
Pernyataan Pers PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK
Klarifikasi dan Langkah PRD atas TRAGEDI KPU BERDARAH
No. 106/B/KPP-PRD/VII/1999
Dalam menghadapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekitar 2000 aktivis
PRD di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Polisi secara jelas dan
nyata telah melakukan tindakan yang sangat kejam dan brutal. Aksi yang
dilakukan secara damai itu, tiba-tib a berubah menjadi tragedi berdarah,
ketika pasukan Polisi secara beruntun memuntahkan peluru ke arah para
demonstran. Penembakan itu dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,
sehingga SECARA PASTI TINDAKAN ITU MERUPAKAN TINDAKAN YANG DISENGAJA OLEH
PIHAK KEPOLISIAN..
Sehubungan dengan peristiwa TRAGEDI KPU BERDARAH kemarin, PRD perlu
melakukan klarifikasi atas berbagai pernyataan dari aparat dan Rudini;
1. Pernyataan dari Kapolres Jakarta Pusat Letkol (Pol.) Imam Haryatna dan
Kapolda Metro Jaya, Mayjen (Pol) Noegroho Djajoesman (Rakyat Merdeka, 2
juli 1999) tentang ditemukannya tiang yang dililit kawat berduri, anak
panah besi dan pecahan botol yang b erisi air keras. (Kompas, 02 Juli
1999) Pernyataan ini sekali lagi harus ditempatkan sebagai upaya pihak
kepolisian membenarkan tindakan penembakan, pemukulan dan penganiyayaan
atas puluhan aktivis PRD. Kita sudah tahu bahwa pola-pola rekayasa
tersebut ad alah pola-pola ala Orde Baru. Dari laporan seluruh koordinator
kota sudah dapat dipastikan bahwa massa PRD hanya membawa spanduk, poster,
pernyataan sikap, dan bendera yang diikatkan dibambu. Sebagai sebuah
partai yang mempunyai profesionalisme dalam a ksi-aksi massa, kami sangat
ketat dan berdisiplin dalam menyeleksi perlengkapan-perlengkapan aksi.
Semua massa yang hadir adalah kader-kader PRD yan dipimpin oleh pimpinan
regu yang membawahi 5-10 orang. Semua pimpinan regu, sebelum rally dimulai
dari ka ntor LBH-Jakarta sudah mengecek dan menyortir seluruh
perlengkapan-perlengkapan aksi. Dan tidak ada perlengkapan yang dijadikan
barang bukti oleh aparat tersebut. 2. Pernyataan dari Kapolres Jakarta
Pusat Letkol (pol) Imam Haryatna. "Tak seorangpun petugas yang dikerahkan
menggunakan peluru tajam karena mereka hanya dibekali peluru karet. Juga
tidak ada perintah tembak." (Sinar Pagi, 2 Juli 1999). Pernyataan ini
betul-betul menunjukan betapa lemahnya koordinasi aparat kepolisian dan
pasukanya sendiri. Bagaimana mungkin pasukan menembak tanpa diberi
perintah oleh komandannya. Karena seperti kita ketahui, polisi dan tentara
adalah organisasi komando yang bergerak k arena keputusan dan instruksi
dari komandannya. Ataukan Kapolres ingin mengatakan "ada kekuatan yang
lebih berkuasa dari dirinya yang memberikan instruksi penembakan". Atau
ini bisa jadi memang watak dari para komandan polisi dan militer di
Indonesia yan g tidak pernah mau bertanggung jawab dan selalu menyalahkan
anak buahnya sendiri. Lalu pasukan darimana yang menembaki aktivis PRD
tersebut? Lalu siapa yang memberi instruksi penembakan? 3. Pernyataan
dari Ketua KPU Jendral (pur) Rudini dalam acara Berita Nasional TVRI yang
menjustifikasi pernyataan dari aparat kepolisian bahwa para aktivis PRD
membawa anak panah dan tombak.. Pernyataan yang tergesa-gesa dari pimpinan
sebuah lembaga pen ting ini betul-betul telah semakin menjatuhkan
kredibilitasnya ditengah jalan buntu KPU yang tidak pernah tuntas tentang
proses kecurangan pemilu. Yang sebenarnya harus diumumkan oleh Rudini
dalam kapasitasnya sebagai Ketua KPU adalah tuntutan dari PRD te ntang
penjelaan kecurangan pemilu dan tindakan yang akan dilakukan oleh KPU atas
banyaknya kecurangan yang dilakukan oleh Partai Golkar. 4. Berita dai
suratkabar Republika yang menyatakan. "Diperkirakan empat aktivis dan 26
polisi terluka dalam insiden itu." (Republika, 2 Juli 1999, hlm. 12)
Berita ini kami anggap tidak berdasarkan fakta-fakta yang terjadi
dilapangan yang disaksikan oleh puluhan wartawan dalam dan luar negeri.
Karena seolah-olah aparat polisi yang menjadi korban. Justru yang paling
banyak menjadi korban menurut fakta dilapangan adalah aktivis PRD ; 28
orang luka serius dan 2 orang dalam keadaan kritis akibat tembakan; 40
luka-luka ringan dan memar-memar terkena pukulan dan pentungan. Jadi total
ada 76 orang yang luka-luka dan dirawat di RS. Corulus, RSCM dan loby LBH
Jakarta (jadi bukan 4 aktivis). Kami mengharapkan suratkabar Republika
dapat lebih menjunjung tinggi ob yektivitas dalam pemberitaan.
Sehubungan dengan TRAGEDI KPU BERDARAH tersebut, PRD tidak akan mundur
untuk terus membersihkan negeri ini dari warisan struktur kekuasaan orde
baru yang selama 32 tahun menindas demokrasi dan HAM. Dalam waktu dekat
PRD akan melakukan hal-hal berikut;
1. Menyerukan kepada seluruh cabang-cabang PRD yang terdapat di 20
propinsi untuk melakukan aksi-aksi massa bersama seluruh komponen
sosial-politik yang memperjuangkan reformasi.
2. Menyerukan aksi-aksi internasional di Eropa, Australia dan Amerika
Serikat di kedutaaan dan konsulat Indonesia untuk memprotes penembakan
atas aktivis PRD. Menyerukan kepada seluruh organisasi HAM agar mengutuk
tindakan penembakan atas para aktivis PRD di KPU.
3. Akan membentuk tim kuasa hukum untuk membela para aktivis PRD yang
ditahan di Polda atau Polres Jakpus serta melakukan gugatan hukum kepada
Kapolres, Kapolda, Kapolri dan Menhankam atas penembakan dan pemukulan
yang dilakukan atas PRD.
4. Bersama Kontras akan melakukan investigasi atas tindakan kekerasan
tersebut dan mengumumkannya kepada publik dan instansi-instansi terkait.
5. Mengadukan penembakan dan pemukulan atas aktivis PRD kepada Komnas HAM
Demikianlah beberapa klarifikasi dan langkah-langkah paling dekat PRd
menyikapi penembakan dan pemukulan yang dilakukan oleh aparat dalam
TRAGEDI KPU BERDARAH kemarin.
RAKYAT BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN !
RAKYAT BERSATU CABUT DWI FUNGSI ABRI !
Jakarta, 02 Juli 1999
Faisol Riza
Ketua KPP-PRD
----- End of forwarded message from KPP-PRD -----
----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----