[INDONESIA-L] ASTRA - Kecelakaan KA

From: apakabar@Radix.Net
Date: Sat Aug 07 1999 - 08:32:00 EDT


----- Forwarded message from indopubs@iname.com -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Aug 6 20:26:30 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id UAA04334
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Fri, 6 Aug 1999 20:26:29 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id UAA09989
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Fri, 6 Aug 1999 20:26:30 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id SAA25420; Fri, 6 Aug 1999 18:25:20 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Fri, 6 Aug 1999 18:25:20 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id SAA25396; Fri, 6 Aug 1999 18:25:12 -0600 (MDT)
Date: Fri, 6 Aug 1999 18:25:12 -0600 (MDT)
Message-Id: <199908070025.SAA25396@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: indopubs@iname.com
Subject: [INDONESIA-L] ASTRA - Kecelakaan KA di INDIA vs KM Tampomas
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Fri, 6 Aug 1999 02:41:44 -0700 (PDT)
From: astra jingga <astra_jingga@yahoo.com>
Subject: KECELAKAAN KERETA API DI INDIA VS K.M TAMPOMAS
To: apakabar@saltmine.radix.net

Kecelakaan kereta api di India yang terjadi pada tgl. 2 Agustus 1999
mengakibatkan sedikitnya 250 orang tewas, menteri perhubungan India,
Nitish Kumar yang merasa bertanggung jawab mengajukan pengunduran diri
dari jabatannya.

Sangat berlainan dengan para pejabat Indonesia dijaman Orba dan Orbaba,
yang selalu melepaskan diri dari tanggung jawabnya dan mengkambing
hitamkan pegawai rendahan.

Seperti dikejadian karamnya kapal Tampomas II pada tanggal 27 Januari
1981 diperairan dekat Makasar yang mengakibatkan sedikitnya 775 orang
meninggal dari 1154 penumpangnya.
Musibah tersebut diakibatkan karena keadaan kapal yang tidak layak laut
dan sangat kurangya jumlah sekoci penyelamat.

Waktu itu Fanny Habibie sebagai Sekretaris Dirjen Perhubungan Laut, yang
memimpin tim pembelian kapal penumpang bekas dari Jepang yang kemudian
dinamakan Tampomas II.
B.J. Habibie mempergunakan hubungan dekatnya dengan mantan Presiden
Suharto untuk melindungi adik kandungnya, Fanny Habibie dari pemeriksaan
skandal K.M. Tampomas II tsb.

Skandal ini ditutup-tutupi oleh pemerintah Suharto-Habibie, kendati
banyak tuntutan pengusutan dari sebagian anggota parlemen.
Dalam suatu acara dengar pendapat yang diadakan oleh DPR-RI tentang
kasus ini, Menteri Perhubungan menolak permintaan para wakil rakyat
untuk menunjukkan laporan Bank Dunia yang merinci pembelian kapal bekas
seharga 8.5 juta dollar AS itu. (Kurang lebih mirip dengan usaha Menko
Wasbang /PAN Hartato untuk menutup-nutupi kasus pemeriksaan rekening
Andi Ghalib ?)

Jaksa Agung menjanjikan kepada para wakil rakyat akan mengambil tindakan
hukum terhadap kecurangan2 yang terjadi, tetapi seperti biasanya hanya
awak kapal yang disalahkan......,sedangkan para pejabat tinggi tetap
tidak tersentuh.
Makelar kapal Tampomas II, G.Hendra, yang mengatur kontrak pembelian
antara Jepang dan pemerintah Indonesia itu juga dilepas dari tuntutan
Kejaksaan Agung.

Fanny Habibie sendiri, bahkan dipromosikan menjadi Dirjen Perhubungan
Laut dan membuat keputusan kontraversial yang menguntungkan sekelompok
orang tertentu, yaitu untuk membesi tuakan semua kapal Indonesia yang
berumur lebih dari 25 tahun dan hanya boleh dijual ke PT Krakatau Stell
dengan harga jauh dibawah harga pasar International.

Stelah "prestasi-nya" dibidang kelautan, Fanny Habibie diangkat menjadi
Dubes RI untuk United Kingdom dan Republik Irlandia.

(Lebih lanjut, lihat : Apa Kabar - KKN KB Habibie - GJA - 19 June 1998)
 
----- End of forwarded message from astra jingga -----

----- End of forwarded message from indopubs@iname.com -----