----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----
From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Jul 23 09:41:35 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id JAA17179
for <apakabar@saltmail.radix.net>; Fri, 23 Jul 1999 09:41:34 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id JAA23804
for <apakabar@saltmine.radix.net>; Fri, 23 Jul 1999 09:41:30 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id HAA15535; Fri, 23 Jul 1999 07:41:25 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Fri, 23 Jul 1999 07:41:24 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id HAA15507; Fri, 23 Jul 1999 07:41:13 -0600 (MDT)
Date: Fri, 23 Jul 1999 07:41:13 -0600 (MDT)
Message-Id: <199907231341.HAA15507@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] ZULFAN - Membongkar Praktek Kristenisasi Jilid Dua
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
---------- Forwarded message ----------
Date: Thu, 22 Jul 1999 13:15:11 +0700
From: zUlFaN K <zulfan@iname.com>
To: _ Milis Apakabar <apakabar@radix.net>
Subject: MEMBONGKAR PRAKTEK KRISTENISASI JILID DUA ( 1 )
Membongkar Pemurtadan BerkEDOK ISLAM
Praktek Kristenisasi JILID DUA
----------------------------------------------------------------------
Para misionaris makin berani melancarkan aksi.
Ada proyek Yeriko 2000 yang difokuskan untuk Kristenisasi Jawa Barat.
Padang geger. Seorang gadis manis berjilbab, Khairiyah Enniswati
(Wawah), diculik, dibaptis, dan diperkosa. Kasus Wawah yang akan
memasuki persidangan ke sepuluh itu menyayat hati umat Islam. Lia,
gadis berjilbab yang dikenal Wawah di atas angkutan kota, ternyata
musang berbulu ayam. Suatu ketika, ia mengaku beragama Kristen
Protestan dan mengajak Wawah untuk mengikuti jejaknya. Wawah diajak
berkeliling kota, hingga akhirnya dibawa ke gereja. Di sana dia
dibaptis oleh pendeta Willy. Selanjutnya, Wawah dititipkan ke salah
seorang jamaat bernama Salmon. (Lihat boks: Pemurtadan di Ranah
Minang)
Salmon, yang memperkosa Wawah, dan istrinya kini ditahan
sebagai tersangka. Sementara Lia, tokoh penjerumus Wawah dalam kasus
ini, raib entah kemana. Pendeta Willy pun lenyap bagai ditelan bumi.
Pihak gereja menyatakan, di sana tidak ada pendeta bernama Willy.
Namun menurut saksi, Yanuardi Koto, Willy sudah berada di Amerika.
Belakangan, beredar isu bahwa pendeta Willy adalah adik tiri Buya
Hamka, ulama terkenal asal Sumatera Barat. (Lihat: Siapakah Pendeta
Willy?)
Di tengah heboh pemurtadan di Padang, terjadi pula peristiwa
serupa di Jakarta. Kali ini menimpa Darma, istri Ridwan. Pria asal
Ujungpandang yang belum satu tahun berkeluarga ini mengajak istrinya
tinggal di Jakarta. Maret lalu, keduanya menunaikan sholat Idul Adha
di Masjid Istiqlal. Usai sholat, sambil menunggu suami, Darma
melihat-lihat pedagang kaki lima di halaman masjid. Ketika itulah ia
dicolek oleh seorang perempuan paruh baya. =93Kamu ada masalah, ya?=94
kata perempuan itu. Aneh, Darma yang saat itu sedang hamil enam bulan
tiba-tiba seperti mengenal perempuan itu. Dan bagai kerbau dicocok
hidungnya, ia mau saja ketika perempuan itu mengajaknya pergi.
Sementara Ridwan, sang suami, menunggu hingga masjid hampir
sepi. Akhirnya Ridwan pulang dengan penuh rasa khawatir. Menjelang
sore hari, alhamdulillah, istrinya ternyata kembali ke rumah. Ia lalu
bercerita tentang pertemuannya dengan Bu De yang kemudian pergi
bersamanya ke Gereja K yang terletak di Jakarta Timur. Mendengar
cerita istrinya, Ridwan sudah curiga. Tapi ia masih mencoba berbaik
sangka. Ia berpikir, mungkin saat itu istrinya merasa kasihan dan
berani mengantar perempuan bernama Bu De itu.
Namun, ternyata masalahnya tidak selesai sampai di situ.
Sepekan berikutnya, Darma pergi lagi tanpa pamit. Ridwan kembali
kelimpungan. Ia mencari istrinya ke mana-mana. Lewat empat hari,
tiba-tiba istrinya muncul. Ridwan merasakan ketidakwajaran dalam sikap
istrinya. Apalagi ia melihat istrinya tampak mengalami tekanan batin
yang amat hebat. Ridwan sangat terkejut ketika istrinya mengatakan
sedang berobat dengan cara Kristen. Lebih terperanjat lagi ketika
Darma kemudian menyatakan keinginannya untuk masuk Kristen. Ridwan
curiga istrinya kena guna-guna.
Menyadari istrinya sedang mengalami krisis aqidah, Ridwan
lebih hati-hati mengawasi istrinya. Sayangnya, Ridwan memang tidak
mungkin terus menerus mendampingi istrinya. Ia cukup menggembok pagar,
tanpa mengunci pintu rumah, sebelum pergi. Ketika itulah, Darma
pergi lagi tanpa sepengetahuan Ridwan. Kali ini lebih lama, enam hari.
Ridwan hampir putus asa menghadapi kasus yang menimpa istrinya.
Berpedoman pada informasi pertama yang ia terima, Ridwan beberapa hari
memantau Gereja K. Hari Selasa, menjelang jam satu siang, Ridwan
melihat istrinya keluar dari gereja tersebut.
Ridwan diam-diam mengikuti istrinya. Ketika Darma ingin
menyeberang, seorang satpam berlari keluar dari gereja. Ia menarik
tangan perempuan itu dan mengajaknya masuk ke gereja kembali. Ridwan,
yang saat itu sudah naik emosinya, segera datang menghampiri. Ia
sempat mendengar satpam itu berkata pada istrinya, =93Dik, dik,
dipanggil lagi sama Bapak.=94 Ridwan segera menarik tangan istrinya.
Melihat suaminya tiba-tiba muncul, Darma langsung berkata pada satpam
itu, =93Ini suami saya, Pak!=94 Satpam itu pun tidak bisa berbuat apa-apa
lagi.
Ridwan segera membawa istrinya pulang. Sampai di rumah,
istrinya tetap menjelaskan bahwa ia melakukan pengobatan dengan cara
Kristen. Ia juga bercerita, metode pengobatan itu dilakukan melalui
cerita-cerita tentang kasih sayang, pergi ke tempat-tempat tertentu
yang menyenangkan, ke tempat orang-orang miskin untuk memberi
sumbangan dan sebagainya. Sayangnya, seperti terhipnotis, Darma tidak
tahu persis tempat apa saja yang ia datangi.
Menurut Darma, kelompok pengobatannya terdiri dari sekitar dua puluh
orang. Umumnya mereka memiliki masalah dan kebanyakan wanita. Masih
menurut Darma, bila digabung, seluruh kelompok itu bisa mencapai
seratusan orang. Dalam acara pengobatan itu, Darma dan kelompok
pengobatannya sering dipindah-pindah dari satu gereja ke gereja
lainnya.
Setelah kejadian ini, Ridwan lebih berhati-hati menjaga
istrinya. Untuk menyembuhkan istrinya, Ridwan berinisiatif membawa
istrinya ke =93orang pintar=94 di Tanjung Priok. Mereka ke sana naik bis.
Sampai di terminal Senen, waktu Dzuhur tiba. Ridwan memutuskan untuk
sholat dulu. Mereka berdua masuk ke musholla. Tapi usai shalat, Darma
kembali menghilang. Ridwan segera melapor ke kantor polisi resort
Jakarta Pusat soal istrinya yang hilang. (Surat bukti pelaporan meski
sudah agak lusuh ditunjukkan pada SABILI).
Peristiwa yang menimpa Ridwan mencapai klimaksnya. Sejak berpisah di
terminal Senen, Ridwan tidak bertemu lagi dengan istrinya selama tujuh
minggu. Ia sempat melaporkan kasus ini ke sejumlah ormas Islam.
Sayangnya, laporan Ridwan kurang mendapat respons.
Sampai akhirnya, setelah tujuh minggu, sang istri kembali
dalam kondisi sangat lemah. Saat ditanya, Darma mengaku selama tujuh
minggu berada di Surabaya untuk berobat. Namun berdasarkan sejumlah
nota yang ada di tasnya, Ridwan berkesimpulan bahwa istrinya hanya dua
hari di Surabaya.
Ridwan memang mengakui bila ia tidak memiliki bukti kongkret
agar kasus ini dapat ditindak lanjuti secara hukum. Namun, kepada
SABILI, ia berjanji. Kelak jika istrinya yang saat ini dibawa ke Ujung
Pandang, sudah normal, ia berniat akan membongkar kasus ini. =93Ini
masalahnya bukan urusan istri saya pribadi, tapi urusan umat,=94 ujar
Ridwan. Bila benar informasi adanya ratusan orang yang ikut dalam
proses cuci otak itu, kasus ini jelas merupakan indikasi yang sangat
berbahaya.
Kasus Wawah dan istri Ridwan, bila benar, kian memperpanjang
daftar aksi Kristenisasi di Indonesia. Kecenderungan belakangan, kasus
Kristenisasi malah lebih berani. Insan Mokoginta, mantan pendeta yang
kini aktif mengkonter gerakan Kristenisasi berkedok Islam, beberapa
waktu lalu nyaris tertembus peluru.
=93Sebelum kejadian penembakan tersebut, kita mengadakan
tabligh akbar tentang Kristenisasi di Bekasi yang diselenggarakan
Majelis Ta=92lim al-Furqon, yang dipimpin Pak Sulaiman,=94 tutur Insan.
Saat itu, ia menjadi salah satu dari empat pembicara dari Tim FAKTA
(Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan). Dalam acara itu, Insan
mengupas proyek Kristenisasi berwajah Islam.
Beberapa hari kemudian, usai berobat ke dokter, Insan pulang
melalui tol. Sebelum pintu tol Taman Mini, tiba-tiba ia mendengar
suara benturan keras. Kaca depan BMW-nya retak. =93Saya lihat dari depan
maupun samping tidak ada satu pun mobil. Kalau ada mobil, analisa saya
mungkin ada batu yang terjepit ban mobil, kemudian mental kena kaca
mobil saya,=94 ujar Insan. Pentalan batu pun, menurut Insan, biasanya
tidak sampai membuat kaca mobil retak. Apalagi, kaca mobilnya adalah
kaca tripleks (dua lapis). =93Saya menduga, kaca mobil saya kena
tembakan pistol dari arah samping,=94 ujarnya.
Insan penasaran dengan peristiwa itu. Sampai di rumah, ia
mengambil senapan angin jenis DSA. =93Saya taruh kaca lima mili dengan
jarak lima meter, dalam posisi tegak lurus. Kemudian saya tembak.
Ternyata tidak pecah. Bila tembakan tadi bisa meretakkan kaca mobil
saya, berarti bukan senapan angin biasa, tapi senjata beneran. Padahal
senapan angin DSA sudah cukup keras,=94 urai Insan.
Musibah yang menimpa kristolog Insan Mokoginta juga dialami
Ibu Hindun Mubarak, pembicara kedua dalam majelis ta=92lim yang sama.
Ibu Hindun yang menjabat ketua Yayasan Muhtadin itu digebuki oleh
orang tak dikenal pada malam hari. Ketika Bu Hindun membuka pintu
rumah, tiba-tiba seseorang memukulinya. Pelakunya kemudian langsung
lari. Sayang, Bu Hindun tidak sempat mengenali orang itu. Sebelum
kejadian ini, baik Insan Mokoginta maupun Ibu Hindun mengaku sering
menerima teror, antara lain berbentuk surat kaleng.
Menurut Insan Mokoginta, merebaknya cara-cara kasar,
pemaksaan, serta pengelabuan dalam Kristenisasi bisa jadi karena misi
Kristen mengalami kesulitan memurtadkan umat Islam secara logika.
=93Mereka berpendapat bahwa orang Islam sulit diinjili. Maka dengan
menggunakan ayat-ayat al-Qur`an yang dipotong-potong, mereka berusaha
meyakinkan kebenaran agama mereka,=94 tutur Insan.
Cara-cara lain yang sangat halus juga ditempuh untuk
mempengaruhi kejiwaan umat Islam. =93Mereka memberi sumbangan, sembako,
makanan gratis, istilahnya makanan dari Tuhan. Mereka Juga sering
memberi makanan pada pemulung atau pengemis. Mereka kumpul, lalu
dikasih makan. Nah, saat itulah mereka diinjili,=94 urai Insan.
Sayangnya, karena menganggap ini peristiwa klasik, bisa
dikatakan hanya segelintir tokoh Islam yang mau peduli. Sementara
sebagian lagi merasa khawatir kasus-kasus seperti ini kan mengganggu
kerukunan antarumat beragama. Padahal, sudah banyak korban jatuh. Satu
contoh, ketika SABILI menulis ihwal Kristenisasi Berwajah Islam, tidak
satupun surat atau tanggapan yang muncul dari tokoh-tokoh Islam.
Kebanyakan tanggapan justru datang dari kalangan muslim biasa yang
tergugah kepeduliannya untuk menindak lanjuti masalah ini lebih jauh.
Kurangnya kepedulian ini juga pernah dikeluhkan seorang Kristolog pada
SABILI.
Kristenisasi memang bukan fenomena baru. Bahkan misi Kristen
sudah beraksi sejak bangsa Portugis dan Belanda menginjakkan kakinya
di bumi Nusantara. Dan mungkin, akan berlangsung terus. Sebab
utamanya, agama Kristen memang agama missi. Upaya Kristenisasi saat
ini bahkan berlangsung dengan cara lebih kreatif. Ambil contoh, acara
Ahad siang, lepas pukul 12.00, di layar ANteve. Sejumlah anak usia SD
dan SMP tampil sopan, mengenakan pakaian koko putih, peci hitam,
lengkap dengan sarung di pundak. Bagi yang tidak jeli, pasti menyangka
mereka adalah anak-anak muslim, asal TPA (Taman Pendidikan Al-Qur=92an),
atau para santri dari sebuah pondok pesantren. Tapi dugaan itu
meleset. Dilihat dari program acaranya, =93Gema Rohani,=94 mereka jelas
bukan Islam. Mereka memang anak-anak umat Kristiani yang tampil mirip
dengan umumnya masyarakat muslim. Dan memang, mereka membacakan Injil
dan menyenandungkan ajaran Kristen.
Umat Islam jelas tidak diajarkan untuk membenci umat lain.
Apalagi Islam adalah agama rahmat bagi semesta alam. Tapi kita pun
harus waspada. Karena pendekatan budaya dalam acara =93Gema Rohani=94 itu,
bagi umat Islam yang awam, apalagi anak-anak, akan menumbuhan kesan
adanya persamaan antara agama Islam dengan Kristen.
Untuk saat ini, misi Kristen yang sangat berbahaya, menurut
Insan Mokoginta, adalah Yayasan Doulos. Yayasan ini merupakan pusat
Kristenisasi terbesar di Indonesia, yang nantinya berpusat di
Cipayung, Jakarta Timur. =93Tempatnya luas sekali, kurang lebih lima
hektaran dan saya sudah pernah ke sana,=94 aku Insan. Masih menurut
Insan, proyek Doulos ini adalah untuk melakukan Kristenisasi besar
besaran khusus untuk orang Sunda. Jadi kurang lebih dalam waktu lima
puluh tahun orang Sunda sebagian besar sudah bisa mereka Kristenkan.
Pada tahun 2000 nanti, mereka merencanakan membuat pos-pos
penginjilan, kurang lebih 2000 pos di Jawa Barat. Itulah sebabnya
proyek itu disebut Yeriko 2000.
Kristenisasi, menurut Insan, juga dilakukan melalui proyek
hamilisasi. Pemuda-pemuda Kristen sengaja memacari gadis-gadis Muslim,
lalu menghamilinya. Mereka yang sudah dinodai ototmatis akan mengejar
sang pacar. Sampai kapan pun, upaya Kristenisasi tidak akan pernah
berhenti. Karena Kristenisasi adalah bagian dari misi mereka. Kita
(umat Islam), kata Insan, adalah domba-domba sesat yang harus mereka
Injili.
Yayasan Kristen Doulos, baru-baru ini nyaris memicu
kerusuhan massal di Lembang, Bandung. April 1999, yayasan yang
didirikan tanpa izin itu akhirnya disegel. Menurut Pak Ayi, salah satu
tokoh pemuda Desa Langensari, Lembang, Bandung, Sekolah Tinggi Teologi
Doulos (STTD) sudah berdiri sejak 1994. Mahasiswa mereka awalnya hanya
21 orang. Namun pada 1999, jumlahnya mencapai 283 orang. STTD ini
didirikan tanpa izin. Sejak awal mereka menggunakan Hotel Sukamanah
sebagai tempat gerakan.
Menurut Pak Ayi, setelah mengecek pada sembilan instansi terkait, di
antaranya Dinas Kesehatan, Depdikbud, PU, Depag, dan lain-lain, STTD
ini memang tidak punya izin. =93Kegiatan mereka itu menyebarkan agama.
Praktik-praktiknya memang tidak terlalu kelihatan. Misalnya dengan
membagi-bagi sembako, brosur, majalah, atau langsung dialog dengan
masyarakat, misalnya petani,=94 jelas Pak Ayi.
Masih menurut Ayi, mereka juga memanfaatkan karakter
masyarakat sunda yang kental dengan kebudayaan. Misalnya, komik-komik
sangkuriang (legenda Tangkuban Perahu), tetapi ceritanya mengandung
unsur kerohanian.
Menurut Drs Toto, tokoh Pemuda Lembang, fase dakwah pasca
pengusiran Doulos sangat berat. Seperti di sini, masyarakat yang
selama ini diurus oleh Doulos harus kita santuni. Namun Toto
menyayangkan masih minimnya perhatian saudara-saudara muslim terhadap
masalah tersebut.
Ada kisah menarik saat sejumlah mahasiswa Doulos buru-buru
meninggalkan kost mereka. Penduduk menemukan beberapa dokumen
Kristenisasi yang tertinggal. Diantaranya buku berjudul =93Garuda dari
Timur=94 yang berisi tahapan-tahapan Kristenisasi di Indonesia.
Melihat maraknya fenomena Kristenisasi, Kiai Didin
Hafidhuddin mengingatkan umat Islam harus menyadari betul peringatan
Al-Qur=91an, bahwa orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah akan
senang dengan kemajuan Islam. =93Itu suatu warning,=94 ujar Pak Didin.
Tentu kita meyakini, peringatan Al-Qur=91an jauh lebih meyakinkan
daripada kita utak atik pernyataan yang mengatakan bahwa Kristen di
Indonesia tidak mungkin akan melakukan proses upaya menjauhkan muslim
dari agamanya.=94
M. Lili NA
Laporan : Eman, Riva=92i, Asep R.
----------------------------------------------------------------------
----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----