[INDONESIA-L] RAINBOW - Re: Yahudi

From: apakabar@Radix.Net
Date: Fri Jul 09 1999 - 12:48:00 EDT


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Jul 9 15:26:15 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id PAA02768
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Fri, 9 Jul 1999 15:26:14 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id PAA03117
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Fri, 9 Jul 1999 15:26:16 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA06645; Fri, 9 Jul 1999 13:26:09 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Fri, 9 Jul 1999 13:26:08 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA06624; Fri, 9 Jul 1999 13:26:03 -0600 (MDT)
Date: Fri, 9 Jul 1999 13:26:03 -0600 (MDT)
Message-Id: <199907091926.NAA06624@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] RAINBOW - Re: Yahudi & Cina
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

To: APAKABAR@saltmine.radix.net
Date: Thu, 08 Jul 1999 04:07:10 0000
From: "RAINBOW RAINBOW RAINBOW" <rainbow_rainbow@eudoramail.com>
Subject: RE:YAHUDI & CINA

TO: OGAH RUGI dan pihak-pihak yang berpikir orang cina itu kaya, bertakwa,
berbudaya, dan pintar muterin uang.

Saya ingin mengomentari tulisan anda sbb:

Tulisan Ogah Rugi:

"Yahudi dan Cina lebih bertaqwa, sebab masyarakat Yahudi dan Cina sangat
hemat, mereka sangat bank mainded, Ada yang bilang kalau masih miskin maka
seorang cina tidak akan memboroskan mereka punya pendapatan seperti
misalnya membeli rumah, yang merupakan investasi mati, tetapi memilih
untuk memutar uangnya............ ................ Tetapi yang perlu
diingat seharusnya adalah masih banyak masyarakat yang miskin sedemikian
rupa sehingga untuk makan 2x sehari saja... mereka bekerja mati-matian...
kalau punya anak gadis.. yang sudah lulus SMP maka mereka tentu saja jadi
pelacur... ABG,A BG ya... itu paling banyak.. dimana-mana..coba lihat
tentu tidak ada ABG cina... yang melacur hanya untuk sekedar membeli
bedak... itu terjadi pada generasi muda anak Indonesia saja... itu
kenyataan, saya amati waktu saya masih tinggal di Palembang, kemudian di
Ambon apalagi di Bogor.. dan jakarta ini... wah... ABG pelacur itu ber
gudang-gudang...."

Komentar Rainbow:

Mungkin anda belum tahu betul mengenai kehidupan masyarakat di negara cina
beberapa puluh tahun yang lalu. Kakek saya yang terlahir di mainland china
(RRC) pernah cerita bahwa masyarakat cina walaupun mempunyai budaya yang
sangat tua, namun karena kondi si kemiskinan mereka jual anak
perempuannya.hal tersebut juga tidak terlepas dari budaya mendewakan anak
laki-laki yang mereka percaya membawa hokie dan mewarisi nama marga
keluarga. Anak perempuan dibilang sebagai kerugian, karena hanya keluar
ongkos pe lihara sampai dewasa untuk kemudian diambil suaminya (keluar
dari keluarga)...(ogah rugi ni yee). Anak perempuan tersebut, biasa
dijual ke majikan sebagai budak (halusnya pembantu RT yang tidak pernah
dibayar), gendakan, atau dijual ke induk semang (brok er) yang akhirnya
jadi pelacur, penyanyi (kledek gaya RRC) atau kalau beruntung jadi pemain
opera (gaya cina). Dengan adanya pembatasan jumlah anak dari pemerintah
RRC belakangan ini, banyak bayi perempuan yang dibantai ol! eh
orang-tuanya atau dibuang di jalanan sampai mati dimakan binatang. Hal
tersebut sempat membuat heboh dunia barat yang disebut-sebut sebagai
perbuatan biadab orang china. Belakangan juga diberitakan bahwa mereka
menculik anak orang untuk diperdagangkan atau dibuntungi supaya kalau
disuruh ngemis banyak yang kasihan.

Jadi dalam hal ini anda terjebak dalam generalisasi yang tidak berdasar.
Masyarakat keturunan bangsa lain yang berdomisili di negera lain tentunya
jumlahnya juga tidak banyak. Pada awalnya, generasi pertama pendatang itu
mungkin masih membawa sikap-sikap tertentu, entah itu positip atau
negatip, namun selanjutnya pada generasi ketiga dan seterusnya, mau nggak
mau kebiasaan dan pola hidup mereka melebur dengan lingkungan keluarga,
tetangga dan tersentuh dengan "kebudayaan baru" hasil perkawinan budaya
bar at yang biasanya yang jeleknya ditambah dengan kebudayaan timur yang
jeleknya juga. Lihat pola hidup dan tingkah laku keturunan Yahudi dan Cina
di Amerika, apakah anda bisa bedakan dengan bule-bulenya ? Masyarakat
Indonesia keturunan Cina jumlahnya juga tidak terlalu banyak. Namun bila
anda mengklaim bahwa tidak ada ABG Cina yang melacur, pernyataan itu
terlalu naif. Apa anda kira nggak ada cina miskin di bumi nusantara ini?
Di Kalimantan banyak cina ya ng jadi tukang becak, Di Tangerang, cina
benteng itu hitam karena bekerja di sawah sebagai petani (Hitachi). Di
kantor saya yang jadi tukang kuenya juga cina miskin. Coba tengok di
pecinan di Jakarta. Kemiskinan bukan excuse buat melacur kalau orang itu
bertakwa. Namun banyak Amoy-amoy yang berasal dari Kalimantan yang melacur
demi kehidupan yang wah (Hedonisme)....Belum lagi yang diekspor ke Jepang,
Taiwan, Singapore. Wah buanyak rek..... Apakah itu Indonesia asli atau
keturunan apapun, kalau dasarnya t idak bertakwa ya sami mawon. Keturunan
cina yang baik itu banyak, yang bejat moralnya kayak bob hasan yang
menghamba kepada uang juga ada. Demikian juga dengan keturunan pribumi
(wah pake kata keturunan juga ya....biar sama ..! . abis nggak ketahuan
nenek moyang nya dari Hunan atau bukan sih......). Ingat pelacuran adalah
bisnis yang paling tua di dunia ini, dan itu juga ada di Israel atau di
China RRC atau dimanapun juga termasuk negara yang agamis medok.

Saya jadi ragu anda ini sedang memprovokasi supaya kaum keturunan cina
disamakan dengan kaum yahudi yang jelas-jelas.........beda
 .....chuuuk.....

Semoga komentar ini menambah kasanah pengetahuan anda.

Rainbow yang bukan Rambo.

----- End of forwarded message from RAINBOW RAINBOW RAINBOW -----

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----