----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sat May 22 16:41:32 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id QAA09715
for <apakabar@saltmail.radix.net>; Sat, 22 May 1999 16:41:32 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id QAA05621
for <apakabar@saltmine.radix.net>; Sat, 22 May 1999 16:41:32 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id OAA12989; Sat, 22 May 1999 14:41:22 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Sat, 22 May 1999 14:41:22 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id OAA12973; Sat, 22 May 1999 14:41:16 -0600 (MDT)
Date: Sat, 22 May 1999 14:41:16 -0600 (MDT)
Message-Id: <199905222041.OAA12973@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] Kronologu Aksi Kemah KPRP (Yogya) Hari IV
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
Date: Sat, 22 May 1999 18:39:57 +0800
To: (Recipient list suppressed)
From: pembebasan@iname.com (Redaksi PEMBEBASAN)
Subject: Kronologi Aksi Kemah KPRP (Yogya) kari IV
Kronologi Hari Keempat (20 Mei 1999)
00.30 : Kawan kawan terus berjaga jaga, nampak wartawan dari Kedaulatan
Rakyat dan ada kawan dari Forum LSM Yogyakarta. AB 7086 FE, AB 8348 BE,
dua mobil yang mencurigakan ini kurang lebih 15 menit yang lalu melintas.
00.55 : Kawan-kawan UGM yang bersolidaritas untuk menjaga keamanan
berdatangan, antara lain dari Fakultas Kehutanan, Sastra, Filsafat, Pers
B-21. Juga ada beberapa orang dari LKBH-UII, dan LBH Yogyakarta. Motor FZR
(AB-3189) yang mencurigakan, melintas m elewati Bunderan.
01.25 : Beberapa orang dari PKB datang mendirikan spanduk PKB di tiang
lampu tengah bunderan. Nampak ketua, sekjen, dan beberapa anggota KPRP
berbincang-bincang dengan anggota PKB tsb, antara lain tentang pemilu dan
calon presiden.
02.35 : Kawan-kawan dari LBH Yogya datang dan mengabarkan bahwa 3 sepeda
motor dan satu 1 sepeda federal yang hilang ketika aksi SPI dibubarkan,
ada di Polresta. Jika kawan kawan SPI ingin mengambil kendaraan itu, LBH
siap mendampingi.
03.05 : Kawan kawan masih berjaga-jaga, sebagian bernyanyi sambil bermain
gitar.
04.55 : Sebagian kawan masih tidur. Sebagian lagi tetap berjaga-jaga dan
ada beberapa kawan yang pulang. Datang seorang kawan dari PUDI (Roy) yang
turut bersolidaritas. Dia mengatakan bahwa dalam penyerangan kedua
terhadap aksi SPI tadi malam, seorang ang gota PUDI yang berada di lokasi
juga luka-luka akibat dipukuli.
05.30 : Sebuah mobil berhenti dekat tenda utama, dan memberi sumbangan
uang untuk dana aksi.
06.00 : Sebagian kawan mulai bangun dan melakukan persiapan-persiapan
kecil untuk aksi jam 09.00 nanti. Koran Jawa Pos memberitakan bahwa
Koordinator Satgas PPP mengakui merekalah yang melakukan penyerangan dan
pembubaran pertama Aksi Perkemahan SPI denga n alasan aksi itu mengganggu
ketertiban dan mengotori lingkungan Malioboro, mengganggu Mbok-Mbok
pedagang sayur yang lewat, dan tenda digunakan untuk kegiatan mesum.
09.00: Aksi massa dimulai dengan orasi dari kawan-kawan KPRP dan beberapa
lagu dari kawan-kawan SPI.
09.55: Sebuah mobil Opel Blazer berisi beberapa orang militer melintas
mendekat ke arah kumpulan massa aksi. Beberapa kawan dari Koalisi Gerakan
Perempuan anti-Kekerasan datang untuk bersama-sama melakukan aksi.
10.05 : Orasi oleh kawan-kawan perempuan Aceh, Papua Barat, dan Timor
leste tentang kekerasan terhadap perempuan yang selama ini selalu terjadi.
Komandan lapangan (kolap) aksi, Puthut Eko Aryanto, melanjutkan bahwa
salah satu penyebab utama dari tindak ke kerasan terhadap perempuan adalah
adanya dwifungsi ABRI yang dengan semena-mena merampas hak-hak sipil.
Bukti yang paling biadab danmenyedihkan adalah kasus DOM di Aceh.
10.07 : Saras, anggota KPRP, melakukan orasi bahwa ABRI (TNI) dengan
legitimasi dwifungsinya, selama ini selalu menteror dan menindas hak-hak
perempuan.
10.10 : Sebuah mobil patroli polisi melintasi Bunderan UGM.
10.13 : Orasi dari ibu-ibu yang merupakan korban, maupun saksi hidup
tindak kekerasan oleh militer terhadap perempuan.
10.17 : Korlap kembali orasi, menjelaskan mengapa KPRP tidak percaya
Pemilu Habibie.
10.20 : Sekjend KPRP, Abhisam, melakukan orasi menegaskan bahwa Soeharto,
yang telah menyengsarakan rakyat selama lebih dari 30 tahun, harus diadili
sekarang juga. Tanpa itu, demokrasi dan keadilan di Indonesia tidak akan
pernah terwujud. Aksi dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu perlawanan,
yang dipimpin oleh Kawan Jupri.
10.35 : Orasi oleh kawan-kawan SPI. Beberapa intel berpakaian preman duduk
mengawasi jalannya aksi di sudut-sudut Bunderan UGM.
10.45 : Jumlah massa bertambah menjadi 200 orang, dengan massa solid
sekitar 50 orang.
12.30 : Aksi diakhiri dengan pembacaan statement dan menyanyikan lagu
"Hymne Darah Juang". Rakyat di sekitar Bunderan UGM terlihat sangat
antusias melihat jalannya aksi. Menurut rencana, hari ini ada banyak
sekali kelompok baik gerakan mahasiswa, komite-k omite aksi, maupun LSM
yang menggelar acara untuk memperingati Kebangkitan Perlawanan Rakyat
terhadap kediktatoran Orde Baru (bertepatan dengan momentum 20 Mei, Hari
Kebangkitan Nasional) dan setahun turunnya Soeharto dari kursi
kepresidenan. Namun satu p ertanyaan: Sudahkah Diktator yang berhasil
digulingkan itu, diadili? Kawan-kawan yang kelelahan setelah aksi,
beristirahat di tenda.
12.37 : Nampak aksi rally dari kawan-kawan DEMA-UGM yang baru kembali dari
aksi di depan Kantor DPD Golkar, kemudian aksi mereka akhiri di Boulevard
UGM.
12.47 : Lewat serombongan kendaraan bermotor konvoi kampanye PKB.
15.00 : Kronolog 1 harus pulang ke rumah, karena mendapat berita bahwa
Ibu-nya sudah 2 hari sakit.
15.55 : Ada telpon ke Posko KPRP dari Sekretaris DPD Partai MKGR (DIY),
Agus Sutiarno, yang mengadukan bahwa terjadi kecurangan dalam kartu suara
untuk tanda gambar. Berdasarkan Keputusan KPU tentang tanda gambar itu,
seharusnya berbentuk 6 ke kanan, 8 ke bawah (6 kolom, 8 baris). Tetapi
ternyata sekarang diubah menjadi 8 ke kanan, 6 ke bawah (8 kolom, 6
baris), sehingga Parpol yang tanda gambarnya seharusnya berada di tengah,
berubah menjadi ke pinggir. Dan, parpol-parpol pro status quo menjadi
berada di tengah.
17.40 : Seorang kawan dari KB-UI datang berkunjung membawa info bahwa
tanggal 21 Mei 99 Forkot dan FKSMJ aksi di Jakarta untuk menduduki DPR /
MPR menuntut adili Soeharto baru Pemilu.
17.50 : Seorang kawan SPI datang menanyakan tentang kedatangan rekannya
yang dari Semarang .
17.52 : Kawan kawan KM-UGM mempersiapkan acara refleksi satu tahun
lengsernya Soeharto yang diisi lagu-lagu perlawanan, pemutaran film
"Peristiwa Mei 98", dll.
18.27 : Di tenda utama, kawan Fendri orasi tentang Pemerintahan Transisi
Koalisi Oposisi Sipil Demokratik dan Dewan Rakyat sebagai syarat demokrasi
sepenuh penuhnya. Beberapa kawan diluar tenda menghidupkan obor dan
membenahi spanduk.
18.54 : Sapri dan beberapa kawan dari ACICIS tengah mempersiapkan acara
diskusi tentang Timor Leste, Papua Barat dan Aceh.Salah satu anak jalanan
orasi tentang kondisi bangsa Indonesia sekarang yang memprihatinkan.
19.09 : Acara diskusi dimulai. Peserta berkumpul 1 20 orang.
19.30 : Peserta diskusi bertambah menjadi 1 30 orang. Kronolog 2
berbincang dengan salah seorang mahasiswa ACICIS, Peter, tentang situasi
politik di Australia dan Indonesia. Peter mengatakan dia bingung melihat
situasi politik di Indonesia sengan munculn ya banyak partai, jadi partai
mana yang betul-betul punya program jelas dan didukung rakyat.
19.45 : Diskusi mesih berlangsung.Di sebelah utara tenda, acara refleksi
satu tahun lengsernya Soeharto yang diselenggarakan oleh KM-UGM dimulai.
20.00 : Di wisma Kagama berlangsung Pesta Pernikahan dan suasana tampak
sangat ramai dengan banyaknya orang yang datang dan mobil yang diparkir di
depan Wisma Kagama.
20.20 : Seorang kawan melihat orang yang mencurigakan ada di angkringan,
dia mengendarai mobil berplat F.
21.00 : Diskusi seleai.
21.10 : Diskusi kecil dengan kawan SPI tentang rencana aksi 21 Mei dan
rencana hari berikutnya.
21.15 : Diskusi kecil dengan kawan IMPETU tentang perkembangan situasi
terakhir di Timor Leste.
22.05 : Suasana santai, beberapa kawan berbincang dalam kumpulan
kecil.Beberpa kawan SPI bermain gitar.Datang dua orang kawan dari PRD.
22.45 : Ada solidaritas pemasangan tenda dan bendera dari PRD.
23.05 : Keamanan rapat koordinasi.
23.15 : Rapat korrdinasi selesai.
23.35 : Kawan-kawan dari UAJY datang.
Kronologi Hari Kelima ( 21 Mei 1999)
01.39 : Kawan kawan dari Lembaga Pekerja Kesenian Rakyat Taring Padi
datang dengan membawa tiga buah boneka dan beberapa spanduk untuk
persiapan aksi.
01.55 : Kawan dari Senat Mahasiswa UGM datang (2 orang).
02.11 : Di setiap sudut perkemahan ada lingkaran-lingkaran diskusi kecil,
termasuk di pinggir Boulevard.
02.20 : Kawan-kawan dari PUDI datang 1 15 orang. Sampai saat ini tidak ada
kegiatan yang penting, hanya kawan-kawan keamanan yang masih berjaga-jaga.
Beberapa kawan lain mulai kelelahan dan tidur. (Kronolog 3 harus
meninggalkan lokasi, karena ada beberapa tugas yang harus dikerjakan).
08.55 : Seorang kawan membacakan puisi mencoba menarik perhatian
orang-orang yang lewat di sekitar Bunderan. Beberapa kawan yang lain
sedang mempersiapkan aksi. Terlihat 3 buah patung simbol Soeharto, Habibie
dan Wiranto (juga yang dimaksudkan sebagai sim bol feodalisme, kapitalisme
dan militerisme), yang kepalanya diganti kepala babi, dan dikurung dalam
kerangkeng babi, yang dibawa oleh kawan-kawan Taring Padi. Juga ada sebuah
jaket doreng bertuliskan TNI.
09.05 : Seorang kawan SPI (Pugo) datang ke tenda mengabarkan ada berita di
Jawa Pos hari ini yang tidak benar, menyebutkan bahwa aktivis di tenda
Bunderan UGM mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan satgas PPP terhadap
Aksi Kemah SPI. KPRP tidak pernah m engeluarkan pernyataan seperti itu.
Yang benar: KPRP menduga bahwa yang membubarkan Aksi Kemah SPI adalah
militer berpakaian preman beserta beberapa orang sipil yang diprovokasi
militer.
09.22 : Beberapa kawan PRD mulai datang dan berkumpul di sebelah selatan
tenda utama.
09.40 : Seorang kawan dari SPPR-UAJY membacakan kronologi berita internet
tentang aksi 20 Mei di Jakarta yang direpressi oleh militer. Empat kawan
Taring Padi yang akan menggelar happening art sudah datang.
09.45 : Pembacaan kronologi masih berlanjut. Kawan-kawan Taring Padi
mempersiapkan happening art. Koordinator aksi, Sabinus, mulai mengumpulkan
massa. Jumlah massa solid sekitar 30 orang.
09.50 : Komandan lapangan (kolap), Abhi, membuka aksi dengan menjelaskan
soal pemilu yang sudah curang, karena UU Pemilu-nya tidak demokratis. Dan
bahwa rakyat harus bergerak kembali untuk melawan status quo. Kolap juga
mengatakan bahwa satu-satunya jalan
untuk mengatasi krisis Indonesia sekarang adalah dibubarkannya
pemerintahan Habibie, dan diganti dengan pemerintahan transisi pro-rakyat.
09.55 : Saras orasi, mengatakan bahwa hari ini bukan hanya KPRP yang
melakukan aksi, melainkan banyak kelompok baik di Jakarta maupun di
daerah-daerah. Dua kawan KPRP mengecat tubuh 2 kawan lainnya dengan cat
kuning dan lambang pohon beringin, yang dituli si Golongan Korup.
09.57 : Kawan-kawan Taring Padi maju membawa 2 lukisan besar di atas kain
yang menggambarkan bersatunya kekuatan rakyat tertindas. Kawan-kawan PRD
maju sambil membawa benderanya. Jumlah massa solid sekitar 50 orang. Kawan
Polo orasi tentang penindasan dan
perampasan terhadap hak-hak sipil oleh Orba selama 32 tahun.
10.05 : Dua kawan KPRP yang tubuhnya dilukis maju ke depan. Jumlah massa
bertambah menjadi sekitar 60 orang. Orasi dari seorang kawan bahwa selama
1 tahun ini belum ada perubahan berarti dalam kehidupan sosial, ekonomi
dan politik di Indonesia. Dan pemilu
hanyalah usaha status quo untuk melanggengkan kekuasaan. Ketua KPW-PRD
DIY, Haris Rusly Moti, datang dan bergabung dengan barisan aksi.
10.08 : Massa dipimpin oleh kolap menyanyikan lagu "Revolusi Sampai Mati"
karya Forkot. Dilanjutkan dengan lagu "Pemilu Menipu Kita" (plesetan lagu
"Mars Pemilu"). Nampak seorang fotografer (kemungkinan wartawan) memotret
tenda dan spanduk utama: "Aksi Ke mah Memperingati Hari Kebangkitan Rakyat
Menentang Tirani".
10.11 : Datang sekitar 15 orang kawan KARAG (Kesatuan Aksi Rakyat Gunung
Kidul) yang langsung bergabung sambil meneriakkan yel-yel "Rakyat Bersatu
Tak Bisa Dikalahkan, Rakyat Bersatu Cabut Dwifungsi ABRI!". Jumlah massa
bertambah menjadi sekitar 80 orang.
10.15 : Massa mulai banyak berdatangan. Jumlahnya menjadi sekitar 100
orang. Fendry dari PRD orasi bahwa rakyat dan mahasiswa progresif tidak
akan berhenti untuk terus menuntut agar Soeharto dan kroni-kroninya
diadili, dan perintang-perintang demokrasi di hancurkan. Fendry juga
mengatakan bahwa PRD tetap konsisten di garis massa, dan akan bersatu
dengan rakyat untuk menuntaskan Revolusi Demokratik, membentuk
pemerintahan transisi pro-rakyat. Kembali diteriakkan yel-yel "Revolusi
atau Mati".
10.22 : Nampak seorang yang berbadan kekar, berambut cepak dan berjaket
hitam (mencurigakan) berdiri dekat box telepon umum, mengawasi jalannya
aksi. Kawan-kawan Taring Padi orasi dan membakar jaket doreng bertuliskan
TNI.
10.25 : Orasi oleh seorang yang mengaku dari KB-UI, dilanjutkan dengan
menyanyikan lagu "Gugur Bunga" untuk mengenang rakyat dan pejuang-pejuang
demokrasi yang gugur dalam aksi-aksi bulan Mei 1998 serta pasca turunnya
Soeharto. Kolap memimpin barisan maju
2 langkah.
10.28 : Orasi oleh kawan Danang dari KPK-PRD Gunung Kidul.
10.45 : Beberapa kawan membagikan selebaran kepada orang-orang yang lewat.
Beberapa kawan mulai datang meliput. Jumlah massa bertambah lagi menjadi
sekitar 250 orang.
10.50 : Kolap menyerukan kepada massa untuk berdiri. Ketua KPRP membacakan
pernyataan sikap:
Salam Demokrasi, Salam Pembebasan,
Hari ini, satu tahun yang lalu, adalah puncak perlawanan rakyat
terhadap kediktatoran Orde Baru dibawah kepemimpinan Jendral Soeharto.
Hari ini, satu tahun yang lalu, Sang Penindas berhasil dipaksa turun dari
kursi kepresidenan. Namun, sejak hari itu pula, sudah satu tahun rakyat
ditipu oleh status quo, karena Soeharto secara sepihak mengalihkan
kekuasaan kepada pembantunya yang setia, Habibie.
Karena itu, tidaklah mengherankan bahwa sistem ekonomi-politik
Orde Baru ternyata tidak mengalami perubahan mendasar. ABRI hanya diganti
namanya menjadi TNI, namun esensinya tetap sama, karena masih merampas
hak-hak sipil dengan legitimasi doktrin
dwifungsi ABRI. Bahkan peristiwa pembantaian rakyat Aceh tanggal 3 Mei
yang lalu semakin menunjukkan watak militer yang cenderung memaksakan
kehendak dan anti-demokrasi. Selain itu, kepolisian hanya dipisahkan dari
TNI, namun tetap berada dalam struktur komando Departemen Hankam dibawah
kepemimpinan Panglima TNI Jendral Wiranto.
Perubahan-perubahan yang dilakukan nampak setengah hati dan tidak
serius. Paket 5 UU Politik yang tidak demokratis hanya diganti dengan
produk peraturan dan perundangan yang tidak jauh berbeda. UU tentang
pemilihan umum (pemilu) masih bersifat dis kriminatif, dan menguntungkan
status quo. Militer masih mendapatkan jatah 38 kursi gratis di DPR tanpa
perlu susah-payah ikut pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih sangat
kuat diintervensi oleh pemerintah. Bahkan, walaupun UU Subversif sudah
dicabut, peraturan perundangan yang menggantikannya tetap digunakan untuk
mengontrol dan membungkam suara kritis rakyat.
Di bidang ekonomi, jangankan mengatasi krisis yang berkepanjangan,
Habibie justru semakin membuka negeri dan bangsa ini untuk dihisap oleh
kapitalisme internasional. IMF tidak pernah memberi bantuan secara
cuma-cuma. Kepentingan kapitalisme intern asional tidak lain adalah bahan
baku murah dan buruh yang diupah rendah, serta pasar yang terbuka luas
bagi mereka untuk terus mengeruk keuntungan. Sementara itu, nasib buruh
tetap saja tidak dipedulikan, sehingga para pengusaha dengan
sewenang-wenang bi sa mem-PHK buruh setiap saat. Jumlah pengangguran pun
melonjak drastis. Maka cita-cita mulia untuk membangun ekonomi yang
mengutamakan kesejahteraan rakyat, semakin jauh dari harapan.
Oleh karena itu, dengan ini Komite Perjuangan Rakyat untuk
Perubahan (KPRP) menyatakan sikap:
1. Menuntut segera diadilinya Soeharto dan kroni-kroninya atas dosa
politik, kejahatan kemanusiaan, dan kasus KKN, yang selama lebih dari 30
tahun telah menindas dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
2. Menuntut agar harta kekayaan hasil KKN Soeharto serta kroni-kroninya
segera disita, dan dikembalikan kepada rakyat.
3. Menuntut segera dicabutnya semua produk peraturan yang tidak
demokratis seperti UU Politik, termasuk di dalamnya UU tentang Pemilihan
Umum (pemilu).
4. Menuntut segera dicabutnya dwifungsi ABRI. ABRI (TNI) harus segera
kembali ke barak, dan cukup hanya mengurusi bidang pertahanan.
5. Menuntut segera dibubarkannya pemerintahan Habibie yang tidak sah dan
tidak dipercaya rakyat.
6. Menuntut segera dibentuknya Pemerintahan Transisi yang berpihak pada
kepentingan rakyat dan bisa dikontrol oleh rakyat. Pemerintahan Transisi
ini adalah Koalisi Oposisi Sipil Demokratik, dengan kriteria: dibentuk
dan/atau dipilih oleh rakyat mulai
struktur terbawah sampai ke tingkat nasional (bottom up); harus mewakili
aspirasi semua sektor, teritori, dan golongan yang ada di masyarakat
(representatif), kecuali militer (harus dari sipil); bersih dari dosa
politik dan tidak cacat sejarah, khususnya
tidak merupakan bagian dan/atau sekutu dari rejim Orde Baru; demokratis
dan tidak sektarian.
7. Menuntut segera dibebaskannya semua tapol/napol tanpa syarat dan tanpa
kecuali.
8. Jika tuntutan-tuntutan tersebut di atas telah tercapai, baru bangsa
ini layak menyelenggarakan Pemilu. Dan dengan itu pula, kita bisa berharap
akan terlaksananya sebuah pemilu yang demokratis, jujur dan adil.
Rakyat mulai kelaparan. Pertikaian antar sipil telah terjadi. Korban
rakyat tak berdosa mulai berjatuhan. Maka kita tidak boleh diam. Rakyat
harus kembali bergerak untuk menuntaskan perubahan, sebelum terlambat,
sebelum bangsa ini jatuh ke jurang kehancur an.
Yogyakarta, 19 Mei 1999
Tuntaskan Revolusi Demokratik !
"Satu Bumi Merah, Jangan Patah, Sampai Sang Tiran Menyerah"
10.58 : Komando dialihkan kepada Fendry. Disampaikan bahwa nanti aksi akan
dihentikan sementara untuk memberi kesempatan kawan-kawan sholat Jumat.
Kemudian akan dilanjutkan kembali dengan long march menuju Kantor DPRD
Yogyakarta.
11.00 : Massa duduk. Orasi dari kawan FPMR (Forum Pergerakan
Mahasiswa-Rakyat).
11.02 : Orasi dari kawan SPI. Disampaikan bahwa pemerintahan Habibie tidak
ada bedanya dengan rejim Orba dibawah Soeharto, khususnya tentang
cara-cara kekerasan yang dilakukan oleh militer. Kemudian diumumkan
tentang Aksi Kemah Perkampungan Kaum Miskin K ota yang digelar SPI di
kawasan Malioboro, yang mendapatkan 2 kali repressi oleh militer.
11.12 : Diumumkan bahwa selesai Sholat Jum'at juga akan ada aksi yang
digelar kawan-kawan Senat dan BEM-UGM.
11.14 : Abdullah dari Senat Mahasiswa UGM orasi, yang menekankan
pentingnya persatuan dari gerakan mahasiswa dan seluruh elemen rakyat
untuk menuntaskan perubahan. Kemudian orasi dia tutup dengan meneriakkan
"Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat, Hidup Revolusi" .
11.16 : Seorang Bapak yang bersimpati terhadap aksi KPRP orasi, yang
dilanjutkan dengan menyanyikan "Indonesia Tanah Air Siapa".
11.20 : Fendry kembali memimpin aksi, dilanjutkan sebuah lagu dari SPI
tentang kekejaman militer, dan wataknya yang selalu arogan dan mau menang
sendiri. Nampak seorang mahasiswi yang selama ini dicurigai kawan-kawan
KPRP datang dan menyaksikan jalannya a ksi dari pinggir.
11.24 : Orasi oleh kawan GELAR (Gerakan Pelajar Revolusioner). Enam orang
dari PUDI (Partai Uni Demokrasi) datang berkendaraan 3 sepeda motor, dan
meneriakkan yel-yel "Cabut dwifungsi ABRI" sambil mengibar-ngibarkan
benderanya. Ada informasi bahwa di wila yah selatan Yogyakarta,
kawan-kawan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) juga sedang menggelar aksi.
11.26 : Menyanyikan lagu 'Hymne Darah Juang" yang dipersembahkan untuk
rakyat dan mahasiswa yang telah gugur atau hilang dalam perjuangan mulia
menegakkan demokrasi. Massa aksi bernyanyi dengan haru. Fendry kemudian
membubarkan aksi, dengan catatan akan d ilanjutkan kembali selesai sholat
Jum'at dengan barisan massa yang solid. (Kronolog 2 pulang ke posko
untuk koordinasi dengan kronolog 3)
12.50 : Aksi kembali dimulai dengan orasi dan yel-yel.
13.05 : Kolap memimpin massa untuk long march ke DPRD. Barisan melintasi
Jl. Cik Ditiro menuju perempatan Gramedia.
13.15 : Barisan melewati jalan ke arah Barat dari Gramedia. Jumlah massa
sekitar 200 orang. Pada saat yang sama, di Bunderan juga digelar aksi oleh
SM dan BEM-UGM yang diikuti sekitar 60 massa.
13.20 : Memasuki Jembatan Gondolayu sambil menyanyikan "Pemilu Menipu
Kita", diikuti yel-yel "Cabut dwifungsi ABRI". Juga ada orasi dari seorang
kawan Taring Padi tentang monopoli ekonomi yang selama ini dilakukan oleh
segelintir orang (Soeharto, Habibie beserta seluruh kerabat bisnisnya).
13.25 : Yel-yel "Yang Mau Revolusi, Ayo Gabung".
13.28 : Barisan sampai di Tugu Yogyakarta. Nampak sekitar 4 orang polantas
dan kamra sedang mengatur lalulintas.
13.32 : Barisan sampai di Jl. Mangkubumi. Rakyat di sekitar menyambut
dengan antusias. Kemudian barisan melintasi Kantor Harian "Kedaulatan
Rakyat" (KR). Beberapa karyawan KR keluar menyaksikan jalannya aksi.
13.37 : Barisan massa berhenti di depan BCA. Wakolap menyerukan untuk
mensolidkan barisan.
13.41 : Massa berhenti, karena di depan lintasan kereta api, sirine
berbunyi menandakan kereta akan lewat. Kolap memimpin massa menyanyikan
lagu "Sumber Bencana Ada di Markas ABRI" (plesetan lagu "Dimana Anak
Kambing Saya").
13.43 : Massa bergerak melewati lintasan kereta api. Ada sedikit kepanikan
karena sirine kembali berbunyi. Namun tidak terjadi apa-apa. Barisan massa
bergerak memasuki Jl. Malioboro. Kembali nampak 4 orang polisi dan kamra
sedang mengatur lalulintas. Kemu dian barisan berhenti di depan Hotel
Natour Garuda. Kolap menyerukan kepada massa untuk duduk.
13.47 : Orasi oleh sekjen KPRP, Abhisam, bahwa gerakan mahasiswa jangan
sampai terpisah dari rakyat dalam perjuangan bersama mewujudkan demokrasi.
13.49 : Barisan kembali berdiri, dan bergerak dipimpin oleh Fendry.
13.52 : Barisan berhenti di depan DPRD. Tiga orang polisi nampak sedang
mengatur lalulintas. Barisan kemudian bergerak memasuki wilayah Kantor
DPRD sambil meneriakkan yel-yel "Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan,
Rakyat Bersatu Cabut dwifungsi ABRI". 13.57 : Orasi oleh seorang kawan
Taring Padi. Perlengkapan happening art mulai disiapkan.
14.00 : Happening art dimulai, yaitu pembakaran 3 patung orang berkepala
babi (Soeharto, Habibie, Wiranto), yang juga dimaksudkan sebagai
pembakaran simbol 3 musuh rakyat: feodalisme, kapitalisme dan militerisme.
Pembakaran diiringi yel-yel "Cabut dwifung si ABRI" dan "Revolusi atau
Mati".
14.05 : Lagu oleh kawan SPI. Sementara itu, simbol-simbol yang tadi
dibakar, mulai tumbang. Nampak beberapa tulisan poster, antara lain:
"Setahun Tlah Berlalu, Adili Soeharto Sekarang Juga","Adili seluruh
Kejahatan Soeharto", lukisan "Solidaritas Sosialis me", lukisan "Podho =
Podho" (Sama = Sama).
14.10 : Orasi dan pembacaan puisi oleh kawan Saras. Yang dibacakan adalah
puisi karya Wiji Thukul, "Peringatan".nyerukan kepada massa untuk duduk.
13.47 : Orasi oleh sekjen KPRP, Abhisam, bahwa gerakan mahasiswa jangan
sampai terpisah dari rakyat dalam perjuangan bersama mewujudkan demokrasi.
13.49 : Barisan kembali berdiri, dan bergerak dipimpin oleh Fendry.
13.52 : Barisan berhenti di depan DPRD. Tiga orang polisi nampak sedang
mengatur lalulintas. Barisan kemudian bergerak memasuki wilayah Kantor
DPRD sambil meneriakkan yel-yel "Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan,
Rakyat Bersatu Cabut dwifungsi ABRI".
13.57 : Orasi oleh seorang kawan Taring Padi. Perlengkapan happening art
mulai disiapkan.
Rakyat mulai kelaparan. Pertikaian antar sipil telah terjadi. Korban
rakyat tak berdosa mulai berjatuhan. Maka kita tidak boleh diam. Rakyat
harus kembali bergerak untuk menuntaskan perubahan, sebelum terlambat,
sebelum bangsa ini jatuh ke jurang kehancur an.
Yogyakarta, 19 Mei 1999
Tuntaskan Revolusi Demokratik !
"Satu Bumi Merah, Jangan Patah, Sampai Sang Tiran Menyerah"
JANGAN MENGAKU KIRI, KALAU BELUM LANGGANAN "PEMBEBASAN"!
------------------------------------------------------------
PEMBEBASAN
SUARA SOSIAL DEMOKRASI-KERAKYATAN
Diterbitkan oleh:
Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik
(KPP-PRD)
Alamat:
Jl. Jendral Basuki Rachmat, No. 7B,
Jakarta Timur
Telp./Fax; (021) 856 1542 atau 9113801, HP: 0818 880718
E-mail: d.redaksi@mailcity.com atau pembebasan@iname.com
Web-page:
http://www.pegasus.com.au/~prdint1
http://www.xs4all.nl/~prdeuro
Mailing List PEMBEBASAN:
Subscribe/langganan:
kirimkan e-mail kosong ke
pembebasan-list-subscribe@egroups.com
Data PEMBEBASAN di Web-site:
http://www.eGroups.com/list/pembebasan-list
----- End of forwarded message from Redaksi PEMBEBASAN -----
----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----