[INDONESIA-L] MeunaSAH-->NIKOYA FM: (r)

From: apakabar@Radix.Net
Date: Thu May 13 1999 - 12:07:00 EDT


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Thu May 13 15:05:51 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id PAA01057
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Thu, 13 May 1999 15:05:51 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id PAA00320
        for <apakabar@radix.net>; Thu, 13 May 1999 15:05:52 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA13344; Thu, 13 May 1999 13:05:24 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Thu, 13 May 1999 13:05:18 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA13309; Thu, 13 May 1999 13:05:08 -0600 (MDT)
Date: Thu, 13 May 1999 13:05:08 -0600 (MDT)
Message-Id: <199905131905.NAA13309@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] MeunaSAH-->NIKOYA FM: "PROVOKATOR DI ACEH, BUNUH SAJA!"
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Wakil DPRD Aceh : PROVOKATOR DI ACEH, BUNUH SAJA !

BANDA ACEH (Nikoya-FM, 12/5). Wakil Ketua DPRD Tk-I Aceh, Yusril Hajerat
dari F-ABRI, Selasa (11/5) di depan 500-an Mahasiswa Aceh yang datang
berdemonstrasi di gedung dewan tersebut, mengatakan; "jika rakyat atau
mahasiswa menjumpai provokator dalam gerakan mahasiswa maupun rakyat Aceh,
silahkan bunuh saja".
Aksi demonstrasi mahasiswa Aceh pada pukul 11.15 wib yang dijaga ketat oleh
aparat keamanan disekeliling gedung dewan itu, terdiri dari sebahagian
bafer-bafer aksi mahasiswa Aceh diantaranya, Front Aksi Reformasi Mahasiswa
daerah istimewa Aceh (FARMIDIA), Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR),
Komite Aksi Reformasi Mahasiswa Aceh (KARMA), Solidaritas Mahasiswi Islam
Peduli Aceh (SMIPA) yang menuntut pertanggung jawaban pemerintah atas
insiden 'berdarah' Simpang KKA Krueng Geukuh, Lhokseumawe Aceh Utara (3/5)
oleh militer.

Mereka juga mengajukan tuntutan agar segera menarik Pasukan Penindak Rusuh
Massa (PPRM) yang dikirim oleh Pangab dua hari lalu dengan empat pesawat
Hercules, milik TNI AU melalui bandara Malikulsaleh Kota Gas Lhokseumawe.

Mahasiswa Aceh juga menolak tegas terhadap rencana pendirian kembali Kodam
Iskandar Muda di Aceh dan menuntut pemerintah agar secepatnya mengadili
pelaku-pelaku utama pembantaian rakyat Aceh semasa diberlakukan DOM (Daerah
Operasi Militer) maupun pasca DOM yang telah memusnahkan ribuan rakyat
Aceh. Selain itu 500-an mahasiswa Aceh tersebut, dalam orasi-orasi di
depan anggota dewan, juga mengutuk keras tindakan TNI (pasukan rudal) di
Aceh atas kejahatan HAM yang di lakukan pada insiden Simpang KKA
Lhokseumawe 3 Mei lalu yang telah menelan korban 43 warga sipil tewas
termasuk anak-anak dan wanita serta ratusan warga sipil lainnya luka-luka
tembakan dan menyesalkan tindakan aparat keamanan yang membiarkan para
provokator-provokator membuat kerusuhan di Aceh serta menembaki rakyat
sesuka hati mereka.

Dalam aksi moral itu, mahasiswa Aceh menghimbau seluruh komponen dan
masyarakat Aceh untuk mewaspadai isu-isu yang mengarah ke upaya
pengkondisian kembali Operasi Militer / DOM 3 di Aceh dengan
memperkuat/mengikat erat 'ukhuah islamiah' dan tidak terpancing dengan aksi
para provokator yang diduga sengaja dikirim dari luar Aceh, untuk memancing
kemarahan rakyat Aceh sehingga ada alasan untuk kembali memposisikan Aceh
menjadi Daerah Operasi Militer (DOM) atau dengan nama-nama yang lebih halus
lagi, serta tetap mewaspadai pihak-pihak yang berupaya membuat 'pembusukan'
terhadap Gerakan Moral Mahasiswa Aceh yang hingga hari ini masih yang paling
dipercaya oleh masyarakat Aceh.

Aksi mahasiswa yang menjadi perhatian warga Kotamadya Banda Aceh saat
melintasi jalan protokol depan gedung DPRD Tk-I Aceh itu akhirnya bubar
dengan tertib pada pukul 12.50 Wib setelah menyanyikan lagu perjuangan dan
lagu referendum, untuk selanjutnya dengan berjalan kaki dari gedung dewan
menuju ke mesjid kebanggaan rakyat Aceh, Mesjid Raya Baiturrahman, sembari
mengusung 'boneka mayat' korban kejahatan HAM Simpang KKA Lhokseumawe
dengan mengucapkan 'selawat rasul' di sepanjang jalan hingga tiba di mesjid
agung Aceh tersebut, disana para mahasiswa itu melaksanakan 'shalat gaib'
dan do'a bersama masyarakat Banda Aceh bagi 43 korban insiden berdarah
Simpang KKA Lhokseumawe, Aceh Utara. (tim).***

CATATAN:

Sebahagian sumber di kutip dari Koalisi NGO HAM - Aceh. News Devision
RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station

URL-1 : http://come.to/nikoyafm
URL-2 : http://www.un.or.id/unesco/localrad/Stations/nikoya.htm

----- End of forwarded message from SiaR News Service -----

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----