[INDONESIA-L] DETIK - Tiga Dubes ..

From: apakabar@Radix.Net
Date: Wed Feb 17 1999 - 16:33:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Feb 17 20:32:18 1999
Date: Wed, 17 Feb 1999 18:31:35 -0700 (MST)
Message-Id: <199902180131.SAA22101@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] DETIK - Tiga Dubes ...
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

X-URL: http://www.detik.com/berita/199902/990217-1827.html

   Rabu, 17 Februari 1999 [Peta Situs..]
   
     Quraish Shihab, Tarmizi Thaher dan Baharuddin Lopa Jadi Dubes
     
     detikcom, Jakarta - Beberapa tokoh, diantaranya dua mantan Menteri
     Agama pada masa Orde Baru, dilantik menjadi duta besar (dubes).
     Mereka dilantik presiden Habibie di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu
     siang (17/2/1999).
     
     Dua mantan menteri agama kabinet Pembangunan VI dan VII, Tharmizi
     Thaher dan Prof Dr Quraish Shihab, masing-masing dilantik menjadi
     dubes di Norwegia dan Mesir. Selain Quraish dan Tarmizi, mantan
     sekjen Komnas HAM, Baharuddin Lopa juga dilantik menjadi dubes.
     Lopa ditunjuk menjadi dubes di Arab Saudi. Seluruh dubes yang
     dilantik hari ini berjumlah 15 orang.
     
     Quraish merasa bergembira dengan penunujukkannya sebagai dubes di
     Mesir. "Bisa dikatakan tugas saya di Mesir adalah pulang kampung,"
     tutur Quraish. Setamat SMA pada tahun 1958, Quraish selama sebelas
     tahun menjadi mahasiswa di Universitas Al-Azhar. Tahun 1980 Quraish
     kembali lagi ke Mesir untuk menggambil gelar doktornya.
     
     Tarmizi kepada wartawan mengatakan, walaupun di ditugaskan di
     Norwegia, dia akan tetap berdakwah. "Di Oslo itu ada 10 tempat
     pengajian, saya akan berdakwah di situ," tutur Tarmizi. Tarmizi
     juga mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar pada bangsa-bangsa
     skandinavia. Negara-negara di Skandinavia pembangunannya maju namun
     tidak meninggalkan pemerataan. "Selain itu jaminan sosialnya sangat
     maju dan tidak ada monopoli," tutur Tarmizi.
     
     Penunjukkan Lopa sebagai dubes di Arab Saudi tidak lepas dari sepak
     terjangnya ketika menjabat sebagai sekjen Komnas HAM. Habibie dalam
     sambutannya meminta Lopa mengatasi masalah -masalah TKW dan TKI.
     Selama ini perlindungan dan hak-hak pekerja Indonesia di Arab Saudi
     kurang diperhatikan. Dengan ditempatkannya Lopa di pos Arab Saudi
     diharapkan bisa memperbaiki kondisi tersebut.
     
     Berikut daftar lengkap 15 duta besar yang dilantik menjadi duta
     besar:
    1. Koko Wijanarko, duta besar untuk Polandia dan Belarus,
       berkedudukan di Warsawa.
    2. Drs. Dadang Sukandar, MA, duta besar untuk Perancis dan Andorra,
       berkedudukan di Paris.
    3. Laksamana Muda TNI (Purn) dr. H. Tarmizi Thaher, duta besar untuk
       Norwegia, berkedudukan di Oslo.
    4. Malikun Suamin, duta besar untuk Slovakia, berkedudukan di
       Bratislava.
    5. Nana Sutresna Sastradidjaja, MA, duta besar untuk Inggris dan
       Irlandia, berkedudukan di London.
    6. Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, duta besar untuk Mesir,
       berkedudukan di Kairo.
    7. Drs. Roni Hidayat Gastina, duta besar untuk Uzbekistan, Tajikistan
       dan Kyrgystan, berkedudukan di Tashkent.
    8. Sutadi Djajakusuma, SH, duta besar untuk Brasil, Peru dan Bolivia,
       berkedudukan di Brasilia.
    9. Drs. Ghaffar Fadyl, duta besar untuk Venezuela dan Equador,
       berkedudukan di Caracas.
   10. Dra. Saodah Batin Akuan, MA, duta besar untuk Hongaria dan Bosnia
       Herzegovina, berkedudukan di Budapest.
   11. Soenarto Soedarno, duta besar untuk Ceko, berkedudukan di Praha.
   12. Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, duta besar untuk Arab Saudi,
       berkedudukan di Riyadh.
   13. Achmad Surjadi, SE, duta besar untuk Argentina, berkedudukan di
       Buenos Aires.
   14. Abdul Hanan Hadi Adnan, Ph.D. , duta besar untuk Sudan,
       berkedudukan di Khartoum.
   15. Barnabas Suebu, SH, duta besar untuk Meksiko dan Panama,
       berkedudukan di Mexico City.