[INDONESIA-L] XPOS - Cerita Pilu Ko

From: apakabar@access.digex.net
Date: Tue Nov 10 1998 - 13:51:00 EST


----- Forwarded message from apakabar@access.digex.net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Nov 10 17:51:15 1998
>From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Nov 10 17:51:15 1998
Received: from indopubs.com (indopubs@indopubs.com [192.41.9.64])
        by pony-2.mail.digex.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id RAA11903
        for <apakabar@access.digex.net>; Tue, 10 Nov 1998 17:51:14 -0500 (EST)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id PAA23091; Tue, 10 Nov 1998 15:51:05 -0700 (MST)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Tue, 10 Nov 1998 15:51:05 -0700
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id PAA23079; Tue, 10 Nov 1998 15:51:03 -0700 (MST)
Date: Tue, 10 Nov 1998 15:51:03 -0700 (MST)
Message-Id: <199811102251.PAA23079@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@access.digex.net
Subject: [INDONESIA-L] XPOS - Cerita Pilu Korban Perkosaan
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Tue, 10 Nov 1998 23:12:16 -0700
To: siarlist@minihub.org
From: SiaR News Service <siar@minihub.org>
Subject: SiaR---XPOS: CERITA PILU KORBAN PERKOSAAN

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@hotmail.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 45/I/7 - 13 Nopember 98
------------------------------

CERITA PILU KORBAN PERKOSAAN

(PERISTIWA): Ditemukan sejumlah fakta adanya perkosaan pada kerusuhan Mei.
Sebagian besar korban perkosaan mengalami depresi.

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF ) telah mengumumkan temuannya. Ditemukan
sejumlah fakta adanya perkosaan pada saat kerusuhan Mei lalu. Berikut ini
adalah kesaksian yang pernah dipublikasikan oleh beberapa media massa serta
penuturan sejumlah saksi kepada sumber Xpos.

Sebut saja namanya Nn, wanita cantik itu ditemukan oleh dua ibu hanya
terbalut pakaian dalam kegelapan malam tanggal 15 Mei dini hari di Jakarta
Utara. Dalam kondisi badannya babak belur kebiru-biruan dan matanya bengap
layaknya orang mengalami penyiksaan berat itu ia sedang digerayangi beberapa
kuli bangunan. Kondisi jiwanya sangat labil dan tidak banyak bicara. Hampir
selama satu bulan alat kelaminnya mengalami pendarahan terus menerus. Sampai
saat ini ia hanya mempercayai dua orang terdekatnya. Dan ketika diajak
bicara hanya mengatakan bahwa vaginanya sakit dan disergap oleh beberapa
orang. Ia kadang mengatakan penyergapnya adalah orang jahat, kadang ia
bilang polisi. Tapi yang jelas, ia takut pada laki-laki. Suatu ketika,
ketika diperiksa untuk divisum, tiba-tiba ia memberontak dan menolak divisum
lantaran ia melihat seorang dokter brewokan sedang lewat didekatnya.

Cerita pedih yang lain adalah yang dialami Ny Ii (50) dan En (28). Ibu dan
anak asal Surabaya ini pada kerusuhan tanggal 14 Mei diperkosa. Ii diperkosa
6 orang dan anaknya oleh 4 orang. Ia diketemukan dalam kondisi telanjang di
belakang lemari rumahnya yang telah dijarah habis. En masih depresi,
apalagi melihat kerumunan orang.

Dan nasib tragis juga menimpa gadis kecil Ike (15), Jakarta Utara. Pada
tanggal 13 Mei ditemukan ibunya di rumahnya setelah pulang dari berdagang di
tempat lain. Anak SMP yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja ini
ditemukan dalam kondisi pingsan dengan pakaiannya yang sudah tidak karuan
lagi. Ketika ditanya setelah siuman, ia hanya menangis. Setelah peristiwa
tersebut diketahui ia tidak mendapat menstruasi lagi. Tiga bulan kemudian
diketahui ia telah hamil dan minta untuk diaborsi karena kehamilannya dalam
kondisi tidak baik. Ia tampak depresi dengan peristiwa yang menimpanya.

Sementara itu, seorang dokter bercerita bahwa ia telah menangani tiga orang
korban perkosaan. Dan tiga-tiganya hamil. Dua minta digugurkan dan yang
satunya keguguran. Salah satunya seorang anak yang masih berumur 14 tahun.
Menurut dokter ini, semua pasiennya dalam kondisi depresi. Bahkan korban
yang 14 tahun menjadi agak gila.

Yang empat belas tahun menurut cerita diperkosa di rumahnya, yang berumur 32
tahun diperkosa di rumah calon suaminya dan yang umur 28 tahun diperkosa di
tengah jalan. Sekarang, yang satu dikirim oleh dokter itu ke luar Jakarta,
yang satu ke luar negeri dan yang satu masih tetap di Jakarta.

Yang 28 tahun ini diperkosa ketika ia mau pulang tiba-tiba mobilnya
diberhentikan oleh dua orang yang diidentifikasi berpakaian rapi, berkulit
gelap dan mulutnya berbau alkohol. Ia ditarik keluar mobil dan dijatuhkan
serta ditelanjangi, sopirnya sendiri tidak bisa berbuat banyak karena
diancam. Si perempuan ini akhirnya pingsan. Orang-orang di sekelilingnya
teriak-teriak dan tepuk tangan girang.

Sedangkan wanita yang berumur 32 tahun itu mungkin lagi sial saja. Dia waktu
itu sedang datang ke rumah calon suaminya. Malangnya, rumah calon suaminya
justru yang dijarah dan ia diperkosa di tempat itu dihadapan calon suaminya.
Dan yang paling tragis adalah gadis kecil 14 tahun tersebut yang diperkosa
dihadapan adiknya yang masih 8 tahun. Ibunya kembali sekitar pukul 11 malam
dan menemukan anaknya sedang berada dipojokkan dengan darah dimana-mana.
Karena keluarga tidak mempunyai apa-apa, akhirnya mereka pun hanya
membersihkan darah yang berceceran dan untuk menghentikannya diberi obat
Cina sekedarnya. Ia akhirnya menjadi agak gila dan hanya bisa bicara sedikit.

Cerita yang lain juga dialami pasangan Ad dan Im. Peristiwa terjadi tanggal
14 Mei ketika suami istri ini menuju ke airport bersama sopirnya. Di tengah
jalan mereka dihentikan oleh massa. Istrinya diseret keluar mobil dan
diperkosa di sebuah kubangan. Sopir dan suaminya sendiri tidak bisa berbuat
banyak karena dipukuli.

Sementara itu seorang saksi bercerita bahwa pada tanggal 16 Mei saksi
melihat sebuah mobil Taft di stop massa. Penumpangnya diminta turun. Salah
satu penumpangnya seorang gadis langsung disergap dan digerayangi. Gadis itu
berteriak-teriak, kemaluannya disodok pakai kayu.

Dua hari kemudian saksi bertemu di sebuah RS. Gadis kecil itu terus menutupi
mukanya dengan kain. Saksi memberikan pertolongan penginapan karena ternyata
mereka kebingungan mau menginap dimana. Beberapa hari kemudian mereka
berangkat ke Australia. Pada bulan Juli, ketika saksi menyusul ke Perth.
Ternyata korban masih tetap menutup mukanya dengan kain. Gadis itu lebih
suka berada di dalam kamar dan mengunci pintu. Konselor yang menanganinya
merasa kewalahan dan menyerah lantaran korban tidak menunjukkan sikap
kooperatifnya. Ibunya tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan sudah
tidak lagi mengurusi dirinya. Karena tidak ada perubahan dalam diri si Gadis
selama berbulan-bulan berobat, akhirnya saksi marah dan memberinya racun
tikus, Baygon dan tali. Tapi ternyata barang-barang itu tidak digunakan dan
bahkan dia mulai bicara walaupun mulutnya masih terkatub. Dia katakan ingin
potong rambut, dan berganti nama.

Namun ketika diajak jalan-jalan dan beli hot dog, ia malah muntah-muntah
karena di tengahnya terdapat sosis. Akhirnya ia cerita bahwa ia diperkosa di
rumahnya oleh 4 orang. Satu pegang kaki kirinya, satu pegang kaki kanannya.
Satu orang menindih dan memperkosanya dan yang satunya mengangkangi
kepalanya. Sesudah dua bulan berlalu pun, tangan, kaki dan mukanya masih
penuh luka. Beberapa bagian terlihat membiru. Sekarang ia masih berada di
Australia, bersama orang tua angkatnya. (*)

------------------------------
Berlanganan XPOS secara teratur
Kirimkan nama dan alamat Anda
ke: ekspos@hotmail.com

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist

----- End of forwarded message from apakabar@access.digex.net -----