----- Forwarded message from apakabar@access.digex.net -----
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Nov 10 13:39:14 1998
>From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Nov 10 13:39:14 1998
Received: from indopubs.com (indopubs@indopubs.com [192.41.9.64])
by pony-1.mail.digex.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id NAA05486
for <apakabar@access.digex.net>; Tue, 10 Nov 1998 13:39:14 -0500 (EST)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id LAA18924; Tue, 10 Nov 1998 11:39:07 -0700 (MST)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Tue, 10 Nov 1998 11:39:07 -0700
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id LAA18911; Tue, 10 Nov 1998 11:39:06 -0700 (MST)
Date: Tue, 10 Nov 1998 11:39:06 -0700 (MST)
Message-Id: <199811101839.LAA18911@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@access.digex.net
Subject: [INDONESIA-L] DETIKCOM - Lucu-lucuan dari SI MPR
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
X-URL: http://www.detik.com/berita/199811/981110-2045.html
Selasa, 10 Nopember 1998
Lucu-lucuan Dari SI MPR
Peringati Hari Pahlawan
Pam Swakarsa SI MPR yang sering melakukan show of force dengan
bersenjatakan bambu runcing, ditanggapi positif oleh Marzuki
Darusman, Ketua FKP MPR. Menurut dia, Pam Swakarsa tidak perlu
ditakuti. Bagaimana dengan senjata bambu runcing mereka? "Ah, tidak
soal. Mereka kan ingin turut memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember
yang bertepatan dengan SI MPR?" tukas Ketua TGPF ini, Senin (10/11)
Demonstran Diusir Anjing
Pengunjuk rasa dari kelompok tidak dikenal yang menduduki Jl Gatot
Subroto yang menuju arah Semanggi, tepat di depan Gedung MPR, tidak
juga pergi dari tempat nongkrongnya meski aparat sudah berusaha
keras mengusirnya. Tiap kali diusir, mereka datang lagi. Pusing
dengan ulah mereka, serombongan polisi berbaret hitam datang dengan
membawa puluhan anjing herder mereka. Akibatnya, mereka kocar-kacir
menuju halaman rumah penduduk untuk menyelematkan diri. Rupanya
para pendemo justru takut pada anjing.
Wartawan Reuters Borong Tas Sarwono
Seusai bermain tenis di Hotel Mulia kawasan Senayan, Sarwono Kusuma
Atmadja diwawancarai oleh seorang wartawan Reuters. Setelah itu,
datang dua wartawan dari koran nasional yang siap untuk wawancara.
Buru-buru orang Reuters pamitan sambil mengemasi barang-barangnya.
Ia cangklong tasnya yang besar, tak lupa juga mengambil tas kopers
yang ada di dekatnya dan segera berlalu. Tiba-tiba Sarwono
berteriak kencang, "Hai, itu tas saya!" Apa lacur? Ternyata
wartawan Reuters itu menggondol juga tas kopers milik mantan
menteri yang vokal itu.
Din Syamsuddin Capek Bicara
Ternyata orang MPR ada juga yang capek bicara. Ini dialami oleh Dr
Din Syamsuddin, Ketua Litbang Golkar yang juga anggota MPR dari
FKP. Ia capek bicara hingga menolak wawancara dengan detikcom.
Masalahnya, kata dia, tiap wartawan yang ketemu dia, selalu minta
komentar Din soal pertemuan di Markas Kostrad, 14 Mei lalu. "Sudah
20 kali saya ngomong itu. Jadi saya menolak untuk bicara yang ke-21
kali," kata dia. Untuk istirahat, Din bahkan ngumpet di ruang rapat
FKP di Lantai VII Gedung MPR. "Di sini bisa mikirin hal-hal yang
romantis. Di ruang kerja saya justru malah bikin capek," tambah
dia.
----- End of forwarded message from apakabar@access.digex.net -----