SiaR---TIM RELAWAN KECAM PENYEBARAN

From: apakabar@access.digex.net
Date: Wed Aug 26 1998 - 07:08:00 EDT


----- Forwarded message from SiaR News Service -----

From siarlist-owner-apakabar=clark.net@minihub.org Wed Aug 26 04:06:24 1998
>From siarlist-owner-apakabar=clark.net@minihub.org Wed Aug 26 04:06:24 1998
Received: from postal.clark.net (postal.clark.net [168.143.0.17])
        by pony-1.mail.digex.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id EAA10870
        for <apakabar@access.digex.net>; Wed, 26 Aug 1998 04:06:24 -0400 (EDT)
Received: from loas.clark.net (loas.clark.net [168.143.0.13])
        by postal.clark.net (8.9.1/8.9.1) with ESMTP id EAA27163
        for <apakabar@access.digex.net>; Wed, 26 Aug 1998 04:07:36 -0400 (EDT)
Received: from minihub.org (minihub.ozemail.com.au [203.108.36.40])
        by loas.clark.net (8.8.8/8.8.8) with SMTP id EAA03198
        for <apakabar@clark.net>; Wed, 26 Aug 1998 04:07:24 -0400 (EDT)
Received: (qmail 11142 invoked by alias); 26 Aug 1998 07:17:32 -0000
Delivered-To: siarlist@minihub.org
Message-ID: <19980826071732.11141.qmail@minihub.org>
Date: Tue, 25 Aug 1998 19:20:22 -0700
To: siarlist@minihub.org
From: SiaR News Service <siar@minihub.org>
Subject: SiaR---TIM RELAWAN KECAM PENYEBARAN FOTO-FOTO PERKOSAAN
Sender: owner-siarlist@minihub.org
Precedence: bulk

TIM RELAWAN KECAM PENYEBARAN FOTO-FOTO PERKOSAAN

        JAKARTA, (SiaR, 25/8/98) Sekretaris Tim Relawan Untuk Kemanusiaan,
Romo Sandyawan prihatin dan mengecam upaya penyebaran foto-foto perkosaan
yang dilakukan oleh pihak tertentu. Sebab, foto-foto yang tidak jelas
kebenarannya itu bisa dipakai untuk menyudutkan Tim Relawan dan tim advokasi
masyarakat lainnya yang sedang mencari kebenaran dalam kasus kerusuhan Mei lalu.

        "Saya sedih, masih saja ada usaha-usaha untuk mendiskreditkan
data-data hasil kerja Tim Relawan," papar Sandyawan akhir pekan lalu.

        Menurut Sandyawan, upaya-upaya pendiskreditan itu juga dilakukan
mereka dengan membuat homepage atas nama Tim Relawan dan memajang foto-foto
perkosaan yang tidak jelas kebenarannya itu. "Minimal ada dua home page yang
mengatas- namakan tim relawan. Perlu dicatat, kami tidak memakai foto untuk
bukti," katanya.

        Foto-foto yang sengaja disebarluaskan lewat internet tersebut berupa
foto-foto yang diduga berasal dari penyiksaan di Timor Timur dan juga
foto-foto yang konon pernah ada di home page tertentu sebelum terjadinya
kerusuhan Mei.
        "Tapi kami belum konfirmasi mengenai hal ini," kata sebuah sumber.

        Belakangan diakui banyak usaha-usaha yang mencoba mengaburkan
fakta-fakta yang ditemukan oleh Tim Relawan. Usaha-usaha itu misalnya dengan
terbongkarnya penyusupan seorang intel polisi berpangkat Letnan Satu Yeni ke
dalam Tim Relawan dan menyiarkan kabar bohong temuannya ke media massa.
Juga upaya-upaya dari pihak tertentu dengan mengintimidasi para saksi dan
korban.

        Kepolisian sendiri selama ini getol melakukan manuver-manuver untuk
menyudutkan kerja masyarakat mengenai kasus kerusuhan dan perkosaan. Kapolri
Jenderal Roesmanhadi beberapa waktu lalu sempat menekan LSM dengan
mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan. Juga, Polda Metro Jaya awal pekan
ini mengeluarkan pernyataan yang berlawanan dengan Tim Relawan mengenai
terorganisirnya penggerak kerusuhan.

        Belakangan muncul kecurigaan terhadap ulah aparat keamanan terutama
polisi dalam pengungkapan kasus kerusuhan dan perkosaan ini, terutama dengan
penarikan tiba-tiba Kolonel Gories Mere dari Tim Gabungan Pencari Fakta dan
digantikan dengan petugas yang lain. "Diduga keras, Gories Mere ikut
mengendalikan operasi intimidasi akhir-akhir ini," kata sumber SiaR tanpa
menyebutkan fakta-fakta keterlibatan Gories.

        Selain itu, di sejumlah negara saat ini muncul gerakan-gerakan dari
para Overseas Chinese (Cina Perantauan) yang sangat atraktif dan agitatif.
Gerakan-gerakan ini dinilai oleh sejumlah kalangan termasuk Tim Relawan
merupakan tindakan yang terlalu berlebihan dan cenderung counter productive
bagi advokasi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia sendiri. "Gerakan
mereka yang cenderung atraktif dan brutal justru bisa memperuncing konflik
yang ada di Indonesia dan bisa mengaburkan upaya-upaya damai yang sedang
dilakukan," kata sebuah sumber.***

----- End of forwarded message from SiaR News Service -----