Warta Berita - Radio Nederland, 22 (r)

From: apakabar@access.digex.net
Date: Wed Jul 22 1998 - 09:45:00 EDT


----- Forwarded message from RNW berita list manager -----

From owner-berita@RNW.NL Wed Jul 22 12:44:16 1998
>From owner-berita@RNW.NL Wed Jul 22 12:44:15 1998
Received: from ice.clark.net (mail.clark.net [168.143.0.10])
        by pony-2.mail.digex.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id MAA12343
        for <apakabar@access.digex.net>; Wed, 22 Jul 1998 12:44:15 -0400 (EDT)
Received: from pinta.listserv.rnw.nl (pinta.listserv.rnw.nl [145.58.200.252])
        by ice.clark.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id MAA09996
        for <apakabar@CLARK.NET>; Wed, 22 Jul 1998 12:45:21 -0400 (EDT)
Received: (from smap@localhost)
        by pinta.listserv.rnw.nl (8.8.5/8.8.5) id SAA24991;
        Wed, 22 Jul 1998 18:19:27 +0200 (METDST)
Received: from pinta.listserv.rnw.nl(145.58.200.252) by pinta.listserv.rnw.nl via smap (V2.0)
        id xmao24720; Wed, 22 Jul 98 18:19:01 +0200
Received: from LISTSERV.RNW.NL by LISTSERV.RNW.NL (LISTSERV-TCP/IP release
          1.8c) with spool id 0949 for BERITA@LISTSERV.RNW.NL; Wed, 22 Jul 1998
          18:18:57 +0200
Received: (from smap@localhost) by pinta.listserv.rnw.nl (8.8.5/8.8.5) id
          SAA24894 for <berita@listserv.rnw.nl>; Wed, 22 Jul 1998 18:08:55
          +0200 (METDST)
Received: from gomera.rnw.nl(145.58.200.253) by pinta.listserv.rnw.nl via smap
          (V2.0) id xma024892; Wed, 22 Jul 98 18:08:47 +0200
Received: from nina.rnw.nl ([145.58.206.65]) by gomera.rnw.nl with ESMTP id
          <155067>; Wed, 22 Jul 1998 18:10:20 +0100
Received: (from smap@localhost) by nina.rnw.nl (8.8.5/8.8.5) id SAA00440 for
          <berita@listserv.rnw.nl>; Wed, 22 Jul 1998 18:10:32 +0200 (METDST)
Received: from rnwux1.rnw.nl(145.58.202.71) by nina.rnw.nl via smap (V2.0) id
          xma000435; Wed, 22 Jul 98 18:10:22 +0200
Received: by rnwux1.rnw.nl (8.7.6/16.2) id MAA13971; Wed, 22 Jul 1998 12:10:07
          -0400 (EDT)
Message-ID: <199807221610.SAA00440@nina.rnw.nl>
Date: Wed, 22 Jul 1998 17:10:07 +0100
Reply-To: berita-request@RNW.NL
From: RNW berita list manager <owner-berita@LISTSERV.RNW.NL>
Subject: Warta Berita - Radio Nederland, 22 July 1998
To: BERITA@RNW.NL

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Wednesday 22 July 1998 16:10 UTC

** INDONESIA DAN PORTUGAL KEMBALI BERUNDING SOAL TIMOR TIMUR DI NEW YORK

** PBB LANJUTKAN KEGIATANNYA DI KABUL

** PERUNDINGAN ISRAEL PALESTINA GAGAL, KEDUA PIHAK TETAP OPTIMIS

** INGGRIS TIDAK SETUJU DENGAN USUL TERBARU AMERIKA SOAL LOCKERBIE

** TOPIK GEMA WARTA: KASUS CEKAL AKTIVIS HAK AZASI MANUSIA LIEM SOEI
LIONG MASIH BELUM TUNTAS

* INDONESIA DAN PORTUGAL KEMBALI BERUNDING SOAL TIMOR TIMUR DI NEW YORK
Pada awal bulan depan, Indonesia dan Portugal akan melangsungkan
perundingan untuk membahas status Timor Timur, kawasan bekas jajahan
Portugal yang di tahun 1976 dianeksasi Indonesia. Demikian diungkapkan
utusan khusus PBB untuk Timor Timur, Jamsheed Marker, seusai kunjungan
enam harinya di Indonesia dan Timor Timur. Marker menyatakan harapannya,
agar masalah Timor Timur yang terus dipersengketakan itu akan bisa
dipecahkan secara damai. Sekarang Portugal menanggapi positif usulan-
usulan Indonesia. Pemerintahan baru Presiden B.J. Habibie menawarkan
status otonomi kepada Timor Timur. Selanjutnya Indonesia akan
berangsur-angsur menarik tentaranya dari kawasan itu, dan pemimpin
perlawanan Timor Timur Xanana Gusmao akan dibebaskan, segera setelah
masyarakat internasional mengakui Timor Timur sebagai bagian wilayah
Indonesia. Perundingan para Menteri Luar Negeri Indonesia dan Portugal
akan berlangsung awal bulan Agustus di New York, di bawah pengawasan
sekretaris jenderal PBB - Kofi Annan.

* PBB LANJUTKAN KEGIATANNYA DI KABUL
PBB memutuskan meneruskan kegiatannya di Kabul, ibukota Afganistan.
Keputusan itu menyusul perginya berbagai organisasi bantuan
internasional meninggalkan Kabul. Organisasi-organisasi tersebut menolak
pindah ke kompleks universitas terpencil di Kabul, seperti yang dituntut
penguasa Taliban. Karenanya kantor-kantor mereka ditutup. Dalam dua
pekan terakhir jumlah pekerja bantuan menurun dari 200 orang menjadi
tinggal 45 orang. Dewan Keamanan PBB mengecam tuntutan penguasa Islam
radikal Taliban itu, tetapi bersamaan dengan itu mengkhawatirkan nasib
penduduk ibukota Afganistan tersebut. Menurut PBB, seperempat penduduk
Kabul hidup tergantung dari bantuan kemanusiaan.

* PERUNDINGAN ISRAEL PALESTINA GAGAL, KEDUA PIHAK TETAP OPTIMIS
Tiga hari perundingan antara Israel dan Palestina tidak membuahkan hasil
nyata. Hari Minggu silam, setelah dua bulan, dimulai lagi perundingan
tentang kemungkinan penarikan tentara Israel dari Tepi Barat Sungai
Yordan. Tetapi Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, dengan
menyakinkan mengatakan, harus bisa dicapai kesepakatan dengan Palestina.
Harus diakui, hasil-hasil pertama perundingan masih harus dicapai.
Menurut pemimpin PLO Yasser Arafat, masih belum ada tanda-tanda
perbaikan. Ia mengatakan sebaliknya, Israel tetap mengulang-ulang kata-
kata yang sama.

* INGGRIS TIDAK SETUJU DENGAN USUL TERBARU AMERIKA SOAL LOCKERBIE
Inggris menentang usul Amerika Serikat untuk mengadili dua warga Libya
yang dituduh melakukan peledakan bom dalam pesawat penumpang milik
maskapai penerbangan PanAm di atas kota Lockerbie, Skotlandia pada akhir
tahun 1988. London berkeras pada tuntutan bahwa orang-orang Libya itu
harus diadili di Skotlandia atau Amerika Serikat. Selasa kemarin,
Kementerian Luar Negeri Amerika menyatakan sedang mempelajari
kemungkinan untuk mengadili para terdakwa di Den Haag, dengan suatu
pengadilan Skotlandia dan di bawah hukum Skotlandia. Libya yang menolak
mengekstradisikan para terdakwa ke Inggris atau Amerika Serikat,
beberapa tahun lalu sudah mengajukan cara itu, guna menerobos jalan
buntu. Pada waktu itu Amerika menolaknya. Menurut Washington, setelah
sepuluh tahun, kini tiba waktunya untuk menyelesaikan perkara itu.

* PELANGGARAN HAK AZASI MANUSIA DI HAITI BELUM BERHENTI JUGA
Amnesty Internasional mengecam tajam keadaan hak azasi manusia di Haiti.
Dalam sebuah laporan terbarunya, organisasi hak azasi tersebut menyebut
sejak dipulihkannya demokrasi di Haiti empat tahun silam, jumlah
pelanggaran kasar hak azasi manusia memang berkurang, tetapi masih
terjadi penganiayaan dan pelaksanaan hukuman mati. Menurut Amnesty
International, polisi sipil yang baru juga bertanggung-jawab atas
pelanggaran tersebut. Lebih lanjut pengadilan yang adil terhadap para
terdakwa masih sangat kurang. Kepada masyarakat internasional,
organisasi hak azasi manusia internasional itu berseru supaya
mengulurkan bantuan kepada Haiti dalam mengubah sistim hukumnya.

* KANADA BERSIKAP LEBIH TEGAS TERHADAP PARA PENJAHAT PERANG
Kanada menyatakan akan menyediakan dana lebih besar guna melacak dan
mengadili para penjahat perang. Pemerintah mengambil langkah itu guna
membantah kecaman, bahwa Kanada merupakan lahan bebas bagi para pelaku
kejahatan perang dari seluruh dunia, baik para penjahat perang Nazi
Jerman Perang Dunia Kedua, maupun para penjahat perang sekarang,
misalnya dari Bosnia, Rwanda, Haiti dan negeri-negeri lain di Amerika
Latin. Pemerintah Kanada akan memperbesar dana sampai tiga kali lipat.
Kanada juga akan mengambil tindakan guna memudahkan penolakan para
penjahat perang masuk, atau menyederhanakan pengusiran mereka dari
Kanada.

* 120 ORANG TEWAS AKIBAT GELOMBANG UDARA PANAS AMERIKA SELATAN
Jumlah korban gelombang udara panas di Amerika Tenggara terus meningkat.
Sementara itu menurut otorita setempat, lebih dari 120 jiwa tewas
terutama para lanjut usia. Di antara korban tewas juga terdapat kaum
imigran gelap dari Meksiko yang menyeberang ke negara bagian Texas.
Mereka tidak mampu bertahan terhadap panas dan haus di kawasan bergurun
Amerika Selatan. Di antara mereka dipastikan 40 orang tewas. Dalam dua
pekan ini, suhu di Amerika bagian Selatan rata-rata mencapai 40 derajat
Celsius atau 102 derajat Fahrenheit. Para pakar cuaca memperkirakan,
gelombang udara panas itu masih akan berlangsung sementara waktu, bahkan
kemungkinan sampai bulan Agustus mendatang.

* FIDEL CASTRO BERANG TERHADAP MEDIA ASINGKetika membuka masa sidang
parlemen Kuba Selasa kemarin, Presiden Fidel Castro, dengan keras
mengecam para wartawan asing. Media asing selalu mendiskreditkan
sosialisme, mendemoralisasi revolusi dan melawannya dengan segala bentuk
kebohongan dan intrik, demikian Castro. Kecaman Castro tersebut mungkin
muncul karena sebuah tulisan di harian Amerika "Miami Herald", edisi
hari Minggu yang lalu. Dalam tulisan itu disebutkan, pemimpin Kuba itu
sedang dirawat karena mengidap penyakit otak. Menurut pemerintah Kuba,
Fidel Castro yang berusia 71 tahun itu berada dalam keadaan sehat-
walafiat.

* YUGOSLAVIA TETAP TOLAK PENGAMAT INTERNASIONAL DI KOSOVO
Yugoslavia tidak akan menyetujui usul Organisasi Kerjasama dan Keamanan
Eropa, OSCE, untuk menempatkan pengamat di provinsi Serbia Kosovo.
Pemerintah Beograd hanya akan setuju kalau Yugoslavia sendiri boleh
masuk menjadi anggota OSCE. Yugoslavia dikeluarkan dari OSCE pada tahun
1992. Tetapi menurut jurubicara OSCE, tidaklah mungkin bagi Yugoslavia
untuk kembali masuk menjadi anggota organissi itu. Utusan OSCE yang
selama sepekan berada di Yugoslavia, menyerukan gencatan senjata di
Kosovo dan dilakukannya campur tangan internasional. Dewan Keamanan PBB
memutuskan, untuk menambah pasukannya di kawasan perbatasan antara
Kosovo dan Macedonia dari sekitar 700 orang menjadi 1050 orang. Dewan
Keamanan juga memperpanjang mandat misi PBB di Macedonia dengan setengah
tahun, yang berarti sampai akhir Februari tahun depan.

* KOFI ANNAN LAKUKAN PERLAWATAN SELAMA TIGA HARI DI MEXIKO
Sekjen PBB Kofi Annan, tiba di Meksiko untuk kunjungan selama tiga hari.
Resminya, Annan yang sedang melakukan lawatan keliling Amerika Latin,
akan berunding dengan presiden Meksiko, Ernesto Zedillo, tetang agenda
PBB untuk abad mendatang. Namun para pengamat menduga, perundingan itu
juga akan menyangkut masalah konflik di negara bagian Selatan Meksiko,
Chiapas, di mana pemerintah Meksiko terlibat bentrokan dengan kaum
pemberontak Zapatista. Meksiko menolak tawaran Annan untuk menjadi
penengah dalam konflik, karena hal itu merupakan masalah dalam negeri
Meksiko.

* KASUS CEKAL AKTIVIS HAK AZASI MANUSIA LIEM SOEI LIONG MASIH BELUM
TUNTAS
INTRO: Setelah dicekal di bandara Soekarno Hatta, Ahad lalu, atas
perintah Menhankam/Pangab jenderal Wiranto, dan kemudian dideportasikan
ke Singapura, aktivis HAM Liem Soei Liong kini menunggu keputusan
pemerintah Indonesia. Sementara itu media Belanda memberitakan Presiden
B.J. Habibie sendirilah yang melarang Liem Soei Liong masuk Indonesia.
Bagaimana komentar Liem dan apa pendapatnya mengenai pemerintahan
Habibie?

LIEM SOEI LIONG [LSL]: Ya, saya saat ini masih dalam keadaan menunggu
karena waktu saya ditolak masuk Indonesia hari Minggu dan dideportasi,
pengaturannya adalah bahwa saya harus menulis surat permohonan kepada
Menhankam Pangab Jenderal Wiranto, sebab dia yang mencekal saya.
Resminya begitu. Surat itu sudah saya tulis dan sudah saya fax, lewat
kuasa hukum saya PBHI, dan juga dengan bantuan Komnas HAM. Saya saat ini
masih menunggu jawaban.

Sementara itu memang teman-teman PBHI bilang bahwa Komnas HAM itu juga
berhubungan lagi dengan Menteri Kehakiman Muladi dan Muladi mengatakan,
"Lho Liem Soei Liong ini kok banyak musuhnya, sampai Habibiepun ngomel."
Saya tidak pernah ada urusan apa-apa dengan Habibie, kenalpun tidak.
Tapi rupanya dia melihat saya di dalam suatu acara televisi, apakah itu
BBC World Service atau CNN, karena itu dua siaran yang bisa diterima,
juga di Indonesia. Dia bilang, ya kamu musuhnya banyak di tempat-tempat
yang berkuasa. Saya bilang, itu bukan yang saya maui. Yang saya maui itu
ya supaya situasi hak azasi manusia di Indonesia itu membaik, dan kalau
itu berarti juga harus mengkritik pemerintah, ya akan saya lakukan.

Radio Nederland [RN] Tapi hari ini kami membaca di pelbagai koran
Belanda bahwa Presiden Habibie sudah menyatakan anda tidak boleh masuk
Indonesia lagi.

LSL: Saya kira dalam hal ini Habibie tidak mempunyai wewenang,
barangkali ya. Wewenang itu resminya saya kira, kalau saya terima surat
itu, barangkali atau langsung dari Pangab, atau mungkin dari Menteri
Kehakiman. Saya kira prosedurnya begitu. Saya sudah agak lama dicekal.
Tapi kita semua tahu bahwa proses cekal di Indonesia itu kan sangat
tidak transparan. Jadi kita tidak tahu siapa yang pencekal. Kita juga
tidak tahu apakah itu untuk enam bulan, atau satu tahun atau untuk
selamanya. Dan segala macem. Jadi, situasi itu memang selalu
menghinggapi kita.

Saya sendiri tahu bahwa saya pernah dicekal tahun 1981. Saya tahu itu
karena urusan Timor. Kemudian itu mungkin ada urusan-urusan lain lagi.
Jadi bisa saja tiap kali saya dicekal lagi, karena saya aktif di
organisasi Tapol itu, organisasi hak azasi manusia di Inggris. Jadi
mungkin saja itu terjadi. Wirantopun barangkali cuma meneruskan apa yang
dilakukan oleh Pangab-Pangab sebelumnya 'kan, L.B. Moerdani, atau Edi
Sudradjat atau Feisal Tanjung. Itu bisa saja, saya kurang tahu. Saya
sendiri belum pernah melihat dossier saya. Dan fihak imigrasi, waktu
saya ditahan di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan kepada saya ya kita
cuma tahu yang terakhir ini. "Bapak Liem ini dicekal sejak Oktober 1997
dan berlaku sampai Oktober 1998. Itu selebihnya kita tidak tahu, kita
kan cuma pegawai kecil." Itu yang mereka katakan. "Dan kita tidak
berani, karena ini urusan Pangab."

Waktu saya bertemu sama Poncke Princen, waktu dia berkunjung ke Belanda,
Poncke Princen bilang, "Oh situasi sudah berubah. Positif. Kamu ke
Indonesia tidak ada masalah." Jadi, saya itu ada optimisme yang mungkin
terlalu berlebih-lebihan ya, karena mendengar Ponke Princen.

RN: Sekarang bagaimana pendapat anda mengenai pemerintahan Presiden BJ
Habibie, mengingat pengalaman ini?

LSL: Ya, sangat negatif. Karena menurut saya, sebetulnya ruang demokrasi
yang terjadi setelah Soeharto jatuh itu memang ada. Kita lihat kan,
kalau ada pertemuan-pertemuan sekarang secara terbuka itu intelpun tidak
lagi merongrong, atau malah sekali tidak hadir. Partai-partai politik
juga sudah dibolehkan. Ada serikat-serikat buruhpun juga sudah
dibolehkan. Jadi, dalam aspek-aspek tertentu banyak yang sudah ada
perbaikan. Tapi dalam aspek lain memang tidak ada. Buktinya ini. Kok
pencekalan itu masih tetap berlaku. Dan pencekalan itu saya mengerti
suatu institusi yang mungkin perlu untuk suatu negara. Negeri-negeri
Baratpun saya kira bisa mencekal orang. Tapi biasanya itu kategori atau
teroris atau kategori delik ekonomi. Saya kan bukan delik ekonomi. Saya
keberatan kalau disamakan dengan orang kayak Bob Hassan atau apa.

RN: Tetapi nampaknya anda dianggap membahayakan stabilitas negara?

LSL: Ya, memang waktu saya terakhir berurusan dengan penguasa tahun
1994, waktu saya ada di dalam Indonesia, itu saya diculik oleh BIA.
Setelah diculik lalu diserahkan ke polisi, dari polisi saya diserahkan
ke imigrasi, dan resmi lalu saya ditendang keluar. Itu ada suratnya. Dan
surat itu memang mengatakan persis yang juga anda katakan, ini
membahayakan keselamatan negara, kira-kira begitu.

Ya, saya keberatan istilah-istilah seperti itu. Ya itu masih jaman
Harto, ya. Karena justru kampanye saya, aktivitas saya sebagai pekerja
HAM, justru keterbukaan. Semua yang mereka ingin tahu mengenai saya,
BIA, militer atau polisi di Indonesia, mereka bisa ketahui, karena tidak
ada yang saya sembunyikan. Justru bagi saya mempengaruhi opini publik,
seperti memberi interview sekarang kepada anda merupakan tugas saya.
Jadi, saya bukan bahaya. Sebaliknya. Saya justru menolong keterbukaan
keterbukaan. Mereka yang mencegah ini menurut saya yang merupakan bahaya
bagi negara.

RN: Anda positif untuk bisa diijinkan masuk Indonesia?

LSL: Dalam waktu dekat mungkin tidak ya. Karena saya lihat situasi
sekarang agak suram bagi saya. Tapi saya akan coba lagi. Sebab akhir
cekal saya itu bulan Oktober tahun ini. Jadi sebelum itu akan saya coba
lagi secara resmi untuk didobrak, supaya memang kasus cekal ini, apalagi
kasus cekal terhadap diri saya ini, bisa diakhiri. Dan mereka harus
kasih alasan kenapa mereka masih menganggap saya membahayakan
keselamatan negara.

Demikian aktivis hak azasi manusia Liem Soei Liong dari Tapol di London
yang masih berharap bisa masuk tanah kelahirannya, Indonesia.

-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
ranesi@rnw.nl

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

----- End of forwarded message from RNW berita list manager -----