Pius Lustrilanang Kembali ke Tanah

From: apakabar@access.digex.net
Date: Fri Jul 17 1998 - 15:29:00 EDT


----- Forwarded message from aradea@dds.nl -----

From aradea@k9.dds.nl Fri Jul 17 18:09:48 1998
>From aradea@k9.dds.nl Fri Jul 17 18:09:48 1998
Received: from ice.clark.net (ice.clark.net [168.143.0.12])
        by pony-1.mail.digex.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id SAA02865
        for <apakabar@access.digex.net>; Fri, 17 Jul 1998 18:09:39 -0400 (EDT)
Received: from k9.dds.nl (k9.dds.nl [194.109.21.19])
        by ice.clark.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id SAA21014
        for <apakabar@clark.net>; Fri, 17 Jul 1998 18:10:53 -0400 (EDT)
Received: from modem25.dial.dds.nl (modem25.dial.dds.nl [10.10.10.25])
        by k9.dds.nl (8.8.8/8.8.5) with SMTP id AAA03578;
        Sat, 18 Jul 1998 00:13:17 +0200 (MET DST)
Message-Id: <199807172213.AAA03578@k9.dds.nl>
From: aradea@dds.nl
To: adil@indo.net.id, jurnalis@idola.net.id, antara@worldonline.nl,
        apakabar@clark.net, kjasiaw@indo.net.id, jonhead@cbn.net.id,
        indonesia@bbc.co.uk, DRnet@idola.net.id, redaksi@forum.co.id,
        kompas@kompas.com, nurbaity@link.net.id, kdpnet@activist.com,
        kontan@ub.net.id
Date: Fri, 17 Jul 1998 23:12:14 +0001
Subject: Pius Lustrilanang Kembali ke Tanah Air
Priority: normal
X-dds-popauth: This message was sent by user aradea@dds.nl from modem25.dial.dds.nl
X-dds-popauth: This message was sent by user aradea@dds.nl from modem25.dial.dds.nl
X-dds-popauth: This message was sent by user aradea@dds.nl from modem25.dial.dds.nl
X-dds-popauth: This message was sent by user aradea@dds.nl from modem25.dial.dds.nl
X-dds-popauth: This message was sent by user aradea@dds.nl from modem25.dial.dds.nl
X-dds-popauth: This message was sent by user aradea@dds.nl from modem25.dial.dds.nl

 JARINGAN OPOSISI DEMOKRATIK INDONESIA DI EROPA (JODI-E)
 Lizzy Ansinghstraat 155, 1072 RE - Amsterdam Tlp/Fax. + 31.20.6821917.
E-mail : aradea@dds.nl

PRESS RELEASE

Pius Lustrilanang Kembali Ke Tanah Air

Setelah lebih dari dua bulan melakukan kampanye penculikan
dan penyiksaan atas aktivis pro demokrasi Indonesia ke berbagai negara,
Pius Lustrilanang (30) akan tiba di Bandara Cengkareng Jakarta, Minggu 19
Juli, pukul 13.55 WIB.

Sekjen ALDERA (Aliansi Demokratik Rakyat) dan aktivis
SIAGA (Solidaritas Indonesia untuk Amien Rais dan Megawati) ini, 26
April lalu tiba di Amsterdam. Dan pada pagi itu pula, Pius lulusan
Universitas Parahyangan Bandung ini, langsung melakukan konperensi pers,
dan kampanye anti penculikan dan penyiksaan atas aktivis prodem
Indonesia. Kehadirannya sangat menarik perhatian pers dan masyarakat
sipil setempat.

Dengan membawa misi serupa, ia kemudian diundang ke
beberapa negara Eropah yakni Jerman, Belgia, dan Swedia. Dan pada bulan
Mei, Pius berbicara di depan Konggres Amerika di Washington. Selain
Washington, dan New York, di negara Paman Sam ini pun, ia banyak diminta
bicara di berbagai kota. 'Speaking tour' Pius lebih lanjut diteruskan
berbagai kota di Jepang.

Menanggapi hasil pengusutan dari TPF ABRI yang menyebut terlibatnya 7
anggota Kopassus; Pius menyatakan bahwa pengakuan semacam itu tidaklah
cukup. "Harus ada penyelesaian tuntas, salah satunya mengembalikan korban
yang hilang, kalau masih hidup. Kalau sudah meninggal ini pun musti
jelas," tegas Pius.

Penyelesaian yang tuntas ini pun, tambahnya Pius semestinya juga dilakukan
di berbagai kasus hak azazi manusia di Indonesia, termasuk di dalamnya
kasus penjarahan, pelecehan seksual dan pemerkosaan perempuan yang sudah
puluhan tahun terjadi. "Pelecehan, penganiayaan, dan pemerkosaan terhadap
perempuan keturunan Tionghoa, juga yang terjadi di Aceh, dan Timtim,"
ungkapnya.

Pernyataan tersebut disepakati Rafendi Djamin dari JODI-E
(Jaringan Oposisi Demokratik Indonesia di Eropa) yang selama ini
menjadi koordinator perjalanan keliling Pius di Eropa, USA, dan Jepang.
"Kasus penculikan dan penyiksaan atas para aktivis demokrasi Indonesia
ini, jelas menuntut pertanggungjawaban politik. Dan tak bisa berhenti
dengan apologi kesalahan prosedur atau apresiasi di tingkat pelaksanaan,"
tegas Rafendi. (lp-Jodie)

----- End of forwarded message from aradea@dds.nl -----