Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sun May 3 19:12:32 1998
Date: Sun, 3 May 1998 17:11:35 -0600 (MDT)
Message-Id: <199805032311.RAA15756@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Laporan Sementara Demo di ITN, Unmuh dan Unibraw
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
Date: Sun, 3 May 1998 11:11:27 +0700 (JAVT)
To: apakabar@clark.net
From: Harijono <PSLUB@malang.wasantara.net.id>
LAPORAN SEMENTARA
DEMONSTRASI DI ITN, UNMUH DAN UNIBRAW
SABTU 2 MEI 1998
Catatan dari Team Evakuasi dan Kronologis Mahasiswa Malang
Hari ini Sabtu, 2 Mei 1998 bersamaan dengan hari pendidikan nasional
merupakan hari sedih bagi mahasiswa malang. Mahasiswa yang sedang
berdemonstrasi dan menuntut reformasi telah diberi tindakan yang sangat
represif oleh aparat. Mereka dipukuli dengan tongkat kayu, ditembaki peluru,
dilempari batu dan disemprot gas air mata. Demonstrasi yang berawal dari
Unmuh II di dekat ITN dan Unibraw diikuti pula oleh mahasiswa ITN dan
Mahasiswa-mahasiswa di Unibraw. Dan tindakan yang sangat represif adalah di
kampus ITN sedangkan di Unibraw terjadi perang batu. Korban yang jatuh di
pihak mahasiswa cukup banyak akibat luka pukul, lemparan batu maupun
tertembak peluru. Massa berasal dari PT seluruh Malang dengan jumlah sekitar
9000-10.000 orang. Polisi sendiri saat itu berasal dari beberapa satuan di
Lumajang, Probolinggo dan daerah di Jawa Timur dengan bersenjatakan Tameng,
Pentungan Rotan, Senjata laras panjang, dan Water Cannon berisi cairan
berwarna dan air biasa membabi buta menyerang massa aksi.
Berikut kronologis dan laporan sementara korban demonstrasi di daerah ITN,
UNMUH II, UNMER dan UNIBRAW.
Jam 11: 52 siang, Berawal dari keributan kecil diluar batas kampus
_perempatan veteran saat itu tampak seorang pemuda sedang bersitegang dengan
dua orang aparat dan kemudian petugas tadi langsung memukul serta mendorong
pemuda itu1). Dan pemuda itu melawan, kemudian disusul dengan serangan
kepada massa yang berkumpul di depan jalan batas kampus perempatan ITN _oleh
massa yang berada di lingkungan kampus ITN. Massa kaget dan bercerai-berai,
aparat mengejar dan memukul massa sangat brutal. Mahasiswa yang tidak
berhasil masuk pagar kampus dipukuli habis-habisan.
12.08 Pemukulan masih terjadi dan sangat brutal oleh aparat .
12.19 Panser penyemprot air maju ke depan jalan lingkungan ITN.
12.25 Polisi menguasai perempatan ITN.
12.28 UNMUH II juga diserang oleh pihak keamanan.
12.30 Saling melempar batu di kampus ITN.
12.32 Aksi duduk di depan gerbang UNIBRAW, massa yang panas berusaha
didinginkan oleh beberapa mahasiswa yang berada di barisan terdepan dengan
meminta massa untuk duduk.
12.40 Dua regu keamanan cadangan yang ada di depan UNIBRAW bergerak ke arah
ITN. Ada semacam keheranan karena dalam bebrapa aksi terdahulu, aparat
biasanya akan menjadi garda pembatas antara jalan dan gerbang kampus, tapi
hari ini tidak begitu. Hanya massa di ITN yang dijaga secara spartan. Massa
di Unmuh II pun tidak dijaga secara ketat malah sepertinya polisi hanya
menjaga pinggir jalan (informasi ini didapat dari rekan-rekan yang
sebelumnya berada di luar kampus-kampus aksi mendengar bahwa tidak ada
perintah untuk menjadi garda) .
12.42 Massa yang tidak bisa bergabung dengan massa di ITN dan tadi diusir
secara kasar oleh para aparat, sekarang berkumpul di gerbang Unibraw _ massa
tersebut mengalir dari ITN , UNIBRAW dan UNMUH serta beberapa mahasiswa dari
PTS lainnya di Malang).
12.44 Panser air dan mobil pemadam kebakaran bergerak ke arah ITN.
12.45 Aparat mengusir massa (penonton) di sekitar UNIBRAW, jalan Veteran dan
pom bensin secara kasar. Aparat mengusir massa dengan mengatai massa dengan
kata-kata tidak sepantasnya, sambil mengejar dan memukul..
12.47 beberapa massa yang lari menghindari bentrokkan masuk kedalam UNIBRAW
12. 50 Massa di dalam kampus Unibraw menjadi panas dipicu oleh lemparan batu
dari aparat, sehingga kemudian terjadi lempar-lemparan batu antara Polisi
dengan massa yang berkumpul di kampus Unibraw.
Di Kampus UNIBRAW
12.58 Polisi mengejar sampai batas pagar kampus dengan sembari melemparkan
batu balasan.
13.07 Terjadi saling ejek antara massa dengan Polisi.
13.10 Polisi mundur, gerbang ditutup oleh massa dengan dibantu satpam.
13.14 Massa setelah cerai-berai di dalam kampus, kembali berkumpul di depan
gerbang, beberapa mahasiswa politeknik yang kuliah ikut bergabung juga. Dan
masyarakat lingkungan Ketawang _daerah di sekitar kampus Brawijaya adalah
kelurahan Ketawang Gede.
Massa yang sudah bergabung kembali membuka gerbang _sebelumnya dari pihak
aparat ada yang menantang mahasiswa untuk membuka gerbang, mereka dengan
angkuhnya menunjukkan kepalannya ke arah massa di Unibraw.
13.20 Mahasiswa lari ke dalam kampus, beberapa juga melompat gerbang kanan.
13.24 Sambil mundur mahasiswa saling olok dengan aparat, dan -kembali-
aparat sepertinya memang mengajak mahasiswa untuk bentrok. Salah satu aparat
yang memakai baju preman, mengacung-acungkan telunjuknya ke arah massa di
Unibraw, dan hal serupa dilakukan juga oleh beberapa aparat.
13.26 Keadaan kembali normal namun massa mahasiswa masih berada di depan
gerbang Unibraw _keluar dari gerbang kurang lebih 4 meter dari gerbang.
Ada polisi yang memancing mahasiswa agar menyerang _mereka sepertinya sudah
dikondisikan seperti ini karena tampak dalam beberapa aksi yang lalu tingkah
aparat masih bersikap menghormati hak mahasiswa untuk berpendapat tanpa ada
provokasi untuk mengajak ke arah bentrokkan secara fisik.
13.30 Masih berlangsung aksi di ITN dan massa yang berkumpul di Unibraw
sudah mulai agak terkendali -dilanjutkan orasi spontan untuk mengendalikan
massa semburat tersebut.
Korlap menjanjikan bahwa jika polisi mundur dan bubar, maka mahasiswa akan
bubar.
Korlap maju melakukan negosiasi dan aparat tetap minta sebaliknya, bahwa
mahasiswa dulu yang bubar, baru aparat.
13.35 Terjadi tembakan air dari panser tentara aparat ke arah rekan-rekan
ITN, semprotan kurang lebih enam kali kemudian dua kali semprotan air
berwarna (serupa dengan apa yang disemprotkan aparat pada kasus aksi
rekan-rekan Surabaya, yaitu cairan berwarna kuning, campuran dari Sulfur,
Belerang, dan air) dan dilanjutkan dengan semprotan gas air mata.
13.45 massa di ITN kembali diserang dengan air _kurang lebih 5 kali
semprotan air dan juga satu kali penembakan - oleh panser aparat. Mahasiswa
yang berada di dalam pagar-pagar kampus ITN dilempari batu oleh polisi.
Rekan-rekan yang berusaha mengendalikan massa ternyata tidak sanggup, karena
secara riil, peristiwa di ITN memang tampak dan beberapa massa yang berasal
dari kampus Unmuh II dan ITN sudah _naik_.
Garda depan yang dibentuk teman-teman akhirnya lepas. Korlap yang naik
keatas gerbang
13.50 Di ITN kembali aparat menyerang mahasiswa _peristiwa ini diawali
karena aparat secara sengaja kembali mengolok-olok mahasiswa dengan secara
vulgar- dan kali ini panser menyemburkan gas air mata kepada mahasiswa
sambil aparat terus merangsek .
14.00 Pemukulan masih terjadi pada mahasiswa yang akan keluar kampus Unibraw.
14.03 Aparat terus menjorok masuk kedalam wilayah jalan sepanjang kampus ITN
dan sambil melempari mahasiswa yang ada didalam kampus.
14.08 Emosi Massa Unibraw naik karena melihat aparat begitu jelas
menghujami ITN dengan lemparan batu. Kemudian massa di Unibraw yang tadinya
hanya mengumpat, kemudian digempur aparat, dan lalu mahasiswa melakukan
lemparan kearah aparat _sampai di depan gerbang. Ada salah satu mahasiswa
dengan membuka bajunya berusaha maju di tengah hujan batu, tapi usahanya
tidak berhasil malah dia terkena lemparan aparat bagian belakang kepala.
14.12 Satu regu tambahan Aparat digerakkan ke kampus ITN.
14.16 Mahasiswa yang akan ke kampus Unmuh dikejar aparat disamping jalan
sambil dipukuli.
14.20 Panser air mengundurkan diri, polisi masih terus melempari massa di
kampus Unibraw sambil kembali maju ke dalam jalan kampus ITN.
14.35 Olok-olokkan kembali terjadi antara aparat dengan massa di Unibraw
disebabkan adanya pancingan tantangan dari aparat. Hal tersebut disusul
dengan lemparan batu, untuk seterusnya terjadi perang batu antara massa
mahasiswa yang ada di depan gerbang Unibraw dengan aparat yang berjaga di
seberang jalan Veteran.
14.47 Lemparan mereda, dan rekan-rekan kembali ditenangkan.
Rekan-rekan berhasil mengambil satu pagar berduri aparat dan dimasukkan ke
dalam kampus Unibraw.
14.55 Dari arah depan ada lemparan batu dari aparat dan perang batu dimulai
lagi.
15.10 PR III Unibraw datang mencoba menenangkan massa.
15.15 PR III bernegosiasi dengan komandannya Mayor Edy Purnomo.dengan
dibarengi salah satu rekan _dari Unibraw- sebagai wakil dari massa di Unibraw
Isi negosiasi bahwa aparat akam mundur apabila ada jaminan bahwa massa tidak
akan bergabung dengan ITN.
15.35 Massa agak relatif tenang.
Massa di Unibraw mengembalikan pagar berduri ke tengah jalan veteran.
15.39 Massa coba ditarik mundur ke dalam kampus Unibraw.
15.45 Tiga orang negosiator dari massa Unibraw yang hendak bernegosiasi
dengan massa ITN dihujat saat hendak masuk ke dalam Massa ITN.
15.50 Kemudian di ITN terlihat peristiwa hujan batu dan aparat yang siaga di
Jalan Veteran secara tiba-tiba melakukan tindakan represif dengan memukuli
mahasiswa dan melempari mahasiswa yang ada dalam kampus ITN. Massa di
Unibraw membalas, terjadi Hujan batu.
Salah satu mahasiswi yang saat itu berada di jalan, ada yang dipukuli dan
dia hanya bisa berlindung dibalik jaketnya.
15.55 Mahasiswa ITN yang berkumpul ditembaki dengan berondongan peluru oleh
Aparat. Hal itu juga disertai dengan melakukan pengejaran kembali terhadap
massa yang berada di depan Unibraw. Sehingga massa kembali semburat kedalam
Kampus. Gerbang Unibraw kembali ditutup. Pagar kawat aparat dibawa masuk ke
dalam. Massa tenang kembali.
16.07 Massa ITN berjalan dan mulai bubar.
Tim negosiator dari massa Unibraw menenangkan massa dengan mengatakan bahwa
massa ITN telah bubar, tapi massa di Unibraw masih belum percaya.
16.30 Masih terjadi negosiasi di depan SMPS depan kampus Unibraw, tetapi
aparat dua regu siap menghadang. Keadaan relatif tenang tapi masih diselingi
saling lempar batu. Gerbang ditutup sebagian.
16.50 Massa di depan Kampus Unibraw yang mulai tenang kembali marah setelah
melihat ada seseorang yang ditangkap dan di giring aparat (identitas masih
belum diketahui). Akibatnya massa mahasiswa yang marah kembali melempari
aparat dengan batu _untuk ini di dapat informasi bahwa ini dari oknum massa
yang membawa clurit dan penangkapannya terjadi di Jalan Veteran .
16.56 Massa kembali mundur ke dalam kampus Unibraw.
17.00 Utusan ITN (Chotob) meminta barisan massa di Unibraw untuk bubar untuk
menyimpan energi.
17.55 Massa demonstran bubar.
Di UNMUH II
09.00 Aksi dimulai dengan tertib.
10.00 Massa mulai bertambah banyak menjadi 1500 orang, dan mulai emosi
ketika melihat aparat represif dengan membuat pagar betis.
11.00 Wakil mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan aparat supaya diijinkan
keluar kampus dengan keamanan ditanggung oleh korlap aksi tersebut. Tetapi
pihak aparat tidak setuju
11.30 Aksi selesai dan bubar.
Setelah keluar dari kampus menuju perempatan Veteran, dan ada sebagian massa
digebuk oleh aparat sehingg memancing keributan.
Tercatat (tanpa nama korban) enam orang mahasiswa, satu mahasiswi dan
seorang pedagang kaki lima menjadi korban kekerasan aparat.
Massa kemudian menyebar menuju ITN dan Unibraw, bergabung, dan sebagian
masih tetap menonton aksi dari sekitar kampus Unmuh II.
Di Institut Teknik Nasional
10.00 Saat itu konsentrasi masa yang bukan massa aksi berdiri menonton di
sekitar perempatan Veteran
11.00 Dalmas disiapkan ditengah-tengah perempatan ITN. Terjadi pemukulan
terhadap beberapa mahasiswa dari ITN dan UMM di perempatan ITN menjadi
pemicu bentrokan. Massa yang duduk diperempatan ITN terprovokasi oleh
kejadian tersebut sehingga terjadi perang batu antara massa dengan pihak
aparat. Massa buyaar dan membentuk barisan sepanjang ujung barat Jl.
Sigura-gura hingga depan pintu gerbang ITN bagian timur. Secara spontan,
massa membuat garis dermarkasi dan membuat barikade kayu. Seorang mahasiswa
dan sekaligus pengurus SMPT ITN _Didik Herianto jurusan teknik Industri-
berusaha meredam massa. Kemudian menemui aparat keamanan untuk
mengklarifikasi bahwa di ITN tidak ada aksi. Aparat nyatanya tidak
menggubris klarifikasi dan tim nego diminta kembali ke massa untuk
menggiring massa ke kampus. Massa tetap bertahan dan meneriakkan yel dengan
diselingi lagu.
13.45 Satuan Dalmas dan Brimob yang menghadap Jl. Sigura-gura bergerak maju
menuju massa untuk dibubarkan. Massa bergerak mundur sambil melemparkan batu
ke arah aparat. Dari Walter Cannon ditembakkan air berwarna _sebelumnya
ditembakkan air biasa- dan kemudian terjadi hujan batu.
Massa laari ke lapangan parkir timur ITN dan sebagian masuk ke kampus di
depan gedung Pusat ITN.
14.10 Gas air mata diledakkan aparat, massa lari menghindari hawa nyeri yang
ditimbulkan gas. Aparat mundur.
14.12 Massa kembali maju masuk ke jalan tepat di atas jembatan bagian timur ITN.
14.35 Kalporesta Malang Letkol Pol. Harri Sudewo berbicara di depan massa
_kondisi duduk- agar massa bubar. Massa menolak dan balik meminta agar
temannya yang dipukuli dan ditangkap dikembalikan. Aparat menjawab bahwa
tidak ada mahasiswa yang ditangkap, dan jika memang ada yang ditangkap, maka
secepatnya akan dikembalikan.
14.47 Aparat kembali bicara di depan massa, massa vakum dan gas air mata
hawanya masih terasa.
15.18 Massa mundur ke kampus
15.54 Terjadi penembakan dengan peluru asli _bukan peluru karet- dan
beberapa mahasiswa ada yang terluka. Tercatat kurang lebih 16 selongsongan
peluru dan 3 peluru mentah diamankan rekan-rekan ITN.
16.03 Aparat keamanan kembali mundur ke perempatan ITN. Lalu massa kumpul di
depan gedung ITN dan dikendalikan, kemudian bubar dengan menyanyikan lagu
Indonesia Raya.
16.05 Salah satu mahasiswa yang berjalan dari ITN diperempatan Sumbersari
tiba-tiba dipukul punggungnya oleh aparat kepolisian. Secara spontan
masyarakat dan massa ITN dan Unibraw menghujat lewat kata-kata. Tetapi
Kapolresta Malang Letkol Hari Sudewo malah memerintahkan anak buahnya untuk
membubarkan massa dan masyarakat yang menonton dengan paksa. Lalu aparat
kemudian secara brutal melempar batu dan menganiaya kurang lebih 30
masyarakat dan mahasiswa.
16.40 masyarakat dan mahasiswa sekitar ITN mengamankan diri di dalam kampus
II UMM, tetapi aparat masih saja melempari dengan batu.
16.45 Insiden tersebut baru bisa diatasi setelah ada negosiasi antara aparat
dengan pihak rektorat UMM.
18.30 Pihak rektorat UMM melihat aparat kepolisian POLRESTA Malang bernyanyi
riang di halaman POLRESTA seperti melampiaskan kegembiraan setelah bentrok
dengan masyarakat dan mahasiswa.
Dari Informasi yang ada, didapat keterangan bahwa PT yang rencananya
mengadakan aksi hanyalah Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah
Kampus Ekonomi. Jauh hari sebelumnya, ada isu yang mengatakan bahwa akan ada
aksi nasional yang diadakan secara serempak oleh rekan-rekan mahasiswa di PT
masing-masing se-Indonesia. Dan yang jelas dari segala tingkah laku aparat
selama aksi 2 Mei 1998, sepertinya isu ini memang telah dikondisikan (oleh?)
Catatan terakhir Korban-korban pada demonstrasi tersebut :
1. Ansyori yang pertama di gebuk aparat, anak RT dinoyo belakang Bioskop
Dinoyo theater, identitas lain masih belum jelas.
2. Amir Mahasiswa STIA yang sedang makan di Warung dekat ITN kena pukul pula
di punggung belakang, kemudian Ia lari.
3. Babby ekonomi Unibraw 1995, terkena lemparan batu yang arahnya dari
petugas samping kiri gerbang, anehnya pada peristiwa lempar ini massa
melempar batu hanya kearah depan gerbang, tapi nyatanya massa kemudian
dihujani juga lemparan dari samping kiri gerbang, dan beberapa rekan yang
coba berlindung di belakang gerbang juga dilempari oleh aparat secara brutal
4. 13.40 dari luar, salah satu polisi terluka dibopong oleh dua rekannya
dengan mengendarai mobil kijang merah dengan nomor polisi N 1279 AF.
5. Kaca pos satpam pecah 14. 38 dan Suharto, salah satu satpam yang coba
menenangkan massa terkena lemparan yang asalnya dari aparat. Saat ini
dirawat di Rumah Sakit Islam Malang.
6. Khoirul Anam, Pertanian Unibraw angkatan 95 terkena lemparan batu dari
sebelah kiri jalan dan asal batu dari aparat. Kepalanya luka.
7. Nur Ichsan , Mahasiswa Unmuh Ekonomi kena lemparan batu aparat, luka di
dahi.
8. Sukarno, Mahasiswa Unmuh Kepala bocor bagian kiri akibat dipukul oleh
aparat. Saat ini dirawat di UGD Saiful Anwar.
9. Abdul Kahar, Mahasiswa Poltek kena lempar batu oleh aparat kena kepala
bagian kiri.
10. Ikhwan Safi_i Komandan regu Satpam Unibraw terkena lemparan batu oleh
aparat.
11. Tiga anak kecil putra bapak Tigor pemilik warung di daerah ITN terkena
gas air mata dan sampai saat ini masih sakit matanya, mengalami sesak nafas.
12. Teguh Artiatito, dipukul saat berada di Musholla _tempat ibadah- dan
diancam akan dibawa ke panser waktu sholat Ashar pada pukul 15.30 sebelum
terjadinya tembakan. Oknum polisi lompat pagar dan mendobrak pintu musholla
tanpa lepas sepatu lebih kurang 15 polisi.
13. Ibu kost Asnawi di todong oleh polisi dengan senjata laras panjang
dengan mengatakan _Ibu menyimpan bajingan disini_
14. Beberapa mahasiswa yang tertangkap oleh aparat dan mendapat aniaya di
Jalan Sutami dan di depan Kantor Depdikbud Kodya Malang. Kemudian dilepaskan
kembali setelah PR III UMM, PD I FE-UMM, dan Rektor Unmer mengambil ke
Polrestra sekitar pukul 20.00 WIB.
15. Iwan Kodak, mahasiswa hukum Unibraw, slide filmnya diambil secara paksa
oleh aparat
16. 16.20 Aparat melakukan kekerasan secara membabi buta sampai masuk ke
kost-kostsan perempuan dan gang-gangn kecil di kampung. Ani Aristin
mahasiswa FE Manajemenn UMM angkatan 95 terkena lemparan batu oleh petugas
dan langsung pingsan dijalanan. Ketika penduduk berusaha mengevakuasi
korban, aparat masih sempat memukul Ani dan mengenai punggungnya. Kejadian
serupa dialami juga oleh Fahril, mahasiswa UMM.
17. 16.25 Jono, Pemuda kampung Jl. Ambarawa yang duduk melihat insiden juga
ikut terpukul dan dikejar aparat. Saat dia lari dan masuk di gang buntu
dekat Toko Tunas Jaya, teriakkan Tono meminta ampun tidak digubris, malah
oleh aparat disuruh keluar dan dipukuli dengan pentungan karet.
18. Seorang pasukan kuning penarik gerobak sampah yang berjalan di dekat
Toko Tunas Jaya sempat juga terkena lemparan aparat dan mengalami luka
hingga berdarah di bagian kepala.
19. 11.30 Sukarno, teknik mesin UMM 93510335 mengalami bocor di kepala
akibat di pukul aparat dan lokasinya di sekitar toko buku Famili Sumbersari.
20. Hilda Maharani IESP 97 FE UMM, dianiaya aparat hingga bibirnya pecah,
tangan dan kakinya memar. Saat itu dia lari mengamankan diri di ke dalam
ruko fotokopi AGFA tetapi aparat tetap mengejar dan memerintahkan secara
paksa untuk membuka pintu sambil berteriak __hey arek wedok melok-melok
demo, tak ambung pisan kon.._ (Hey anak perempuan ikut-ikutan demo, saya
cium sekalian kamu). Lalu ada juga aparat yang berteriak __ Cewek-cewek
ikutan demo, semuanya ayam kampus, bajingan-bajingan, PKI-PKI culik saja_.
Banyak ibu-ibu rumah tangga yang lari ketakutan dan menyelamatkan diri.
Daftar Korban yang tercatat pada Insiden 2 Mei 1998
Nama. PT Keterangan
1. Ardi ITN Luka Pukul
2. Hari ITN Luka Pukul
3. Wahyu Widodo ITN
4. Atos ITN Luka Pukul
5. Topan ITN Luka Pukul
6. Ari ITN Luka lemparan
7. Deni ITN Luka tembak
8. Agus ITN Luka Pecahan Kaca
9. Antok ITN Luka Pukul
10. Ali Mustain ITN Luka Pukul
11. Panji UNMER Luka Pukul
12. Wahyu ITN Luka pecahan kaca
13. Yeni ITN Luka pecahan kaca
14. Andri K. ITN Luka Pukul
15. Ricky P. WisnuWardhana Luka tembak di tulang punggung
16. Eri ITN Luka pecahan kaca
17. Hari ITN Luka pecahan kaca
18. Teguh UNIGA Luka lempar
19. Afif Hatiadi UMM Luka Pukul
20. Murai Rika ITN Luka Pukul
21. Isa ITN Luka Pukul
22. Yosep ITN Luka Pukul
23. Riko ITN Luka lempar
24. Gaguk ITN Luka Pukul
25. Firdaus ITN Luka Pukul
26. Deni Rusdi ITN Luka Pukul
27. Arik ITN Luka lempar
28. Agus UMM Bocor di kepala
29. Bejo ITN Luka Pukul
30. JJ Hali ITN Luka Pukul
31. Nanang ITN Luka Pukul di kepala
32. Jimmi ITN Luka Pukul
33. Dodi ITN Luka Pukul
34. Danang ITN Luka Pukul
35. Samsul ITN Luka Pukul
36. Muhaimin IKIP Luka lempar di mata dan terkena gas air mata
37. Yudi ITN Luka Pukul
38. Anang ITN Luka Pukul
39. Dwi ITN Luka Pukul
40. Mualimin STAIN Luka Lempar
41. Zainul ITN Luka Lempar
42. Taufikurahman ITN Luka kena pukul oleh 6 aparat waktu menjadi jaminan
43. Mualimin STAIN Kepala bocor
44. Teddy FISIP UMM Dianiaya petugas, badannya memar-memar.
45. Deni ITN21 tahun, Luka bocor pada bagian kepala belakang
46. Sutrisno UMM Luka bocor di kepala bagian depan (dahi)
47. Aan Unibraw Luka Bocor dikepala bagian belakang
48. Rudi Unisma Luka pukul bagian kepala
49. Rudi Harianto Unibraw Kena gas air mata
50. MasbukhinFIA Unibraw Luka lempar dari aparat
51. Suryansyah Hukum Unibraw Kaki bonyok kena lemparan batu dari aparat
Dan Data Korban yang telah dievakuasi ke Rumah Sakit;
Rumah Sakit Islam
13.00 Luka satu orang kepala bocor
16.00 Dua orang luka, satu satpam Unibraw dan Fahrul UMM dengan luka bocor
Rumah Sakit Umum Daerah _Syaiful Anwar_/UGD
13.50 Iwan Siswanto, POLRESTA Malang luka kena lempar
14.15 Sudarno, ABRI dari Surabaya Kena Lempar dan Jumari, ABRI dari Tumpang
kena lempar
14.33 Devi Soni, ITN Jl. Narotama Barat K 159 kena luka lempar
Untuk kerugian material belum ada data yang valid.
Data ini belum termasuk mahasiswa yang terluka di Unmer, Unibraw (kurang
lebih 25 mahasiswa), mahasiswa serta masyarakat yang pingsan terkena gas
airmata dan mahasiswa yang terluka secara emosional yang kebanyakan mereka
tidak mau memberikan identitas sebenarnya karena takut.(s_ks)
Malang. 01.05 WIB
3 Mei 1998