[INDONESIA-L] Reformasi atau Revolu

From: apakabar@clark.net
Date: Thu Mar 05 1998 - 15:51:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Thu Mar 5 19:50:06 1998
Date: Thu, 5 Mar 1998 17:47:45 -0700 (MST)
Message-Id: <199803060047.RAA12883@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Reformasi atau Revolusi
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "Adri Istambul Lingga G" <brebayang@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Reformasi atau Revolusi
Date: Tue, 03 Mar 1998 02:46:27 PST

Assalamu alaikum Wr.Wb.

Sebenarnya abang sudah kirim email di bulan Desember 1997 kemarin, tadi
abang sudah send kembali. Lebaran sudah dekat. Bulan yang seharusnya
bulan kemenangan dengan tradisi peringatannya yang unik bagi umat Islam
di Indonesia menjadi berantakan akibat krisis moneter yang semakin tidak
menentu dan menggila. Tradisi pulang kampung, baju baru sampai ketupat
tampaknya "harus" dikesampingkan jauh-jauh oleh masyarakat bawah kaum
marhaen yang telah menjadi korban kerakusan dan keserakahan rezim orde
baru dengan antek-antek neokolonialisme dan imperialisme baru, yang
konon katanya lebih kejam daripada penjajahan Belanda.

Seperti yang pernah saya katakan (melalui tulisan saya di surat pembaca
di alm. Majalah Editor sekitar tahun 1992) bahwa sistem pemerintahan dan
perekonomian yang diterapkan oleh rezim orde baru telah salah kaprah.
Kekuasaan yang tidak terbatas dan terjadinya pengulangan sejarah di
Zaman Orde Lama, dimana Soeharto telah bertindak bak sebagai seorang
Raja yang berkedok Presiden, konsep DWI Fungsi ABRI yang menjurus kepada
totaliter di segala bidang mulai dari jabatan lurah sampai Presiden yang
seharusnya meerupakan hak sipil telah dirampas hanya karena trauma
kegagalan dari kudeta salah satu Partai Politik (PKI) terhadap
pemerintahan yang sah dan semakin tidak jelasnya peranaan dari pada ABRI
yang seharusnya sudah kembali ke barak (back to barrack) bukan back to
basic, Orde baru yang kemakan kepada janjinya untuk melaksanakan
Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen tidak lebih hanya
sebagai janji palsu yang penuh kemunafikan, bahkan menjurus kepada
indoktrinisasi dan menjadi alat pembenaran penguasa sehingga begitu
gampangnya mengkambing hitamkan rakyat yang tidak setuju ataupun
mengkritik pemerintah sebagai tidak Pancasilais bahkan begitu kejamnya
menuduh dan mendakwa rakyat sebagai antek PKI, terjadinya pengkebirian
hak-hak rakyat yang terwakili di lembaga legislatif, fungsi DPR dan MPR
tidak jelas dan semakin kacau, tidak lebih sebagai alat pemerintah dan
sebagai kedok. Pelaksanaan Pemilu yang punuh dengan kecurangan,
pembonsaian partai politik, merajalelanya kolusi dan korupsi yang
mengganas dan menggila yang dilakukan oleh keluarga Presiden dan
kelompok masyarakat cina perantauan yang didukung penuh oleh Penguasa,
hukum yang telah diperkosa dan diperalat semata untuk kepentingan
penguasa dan pengusaha,dll dimana akan terakumulasi menjadi sebab krisis
ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah. Penderitaan rakyat
terpendam ibarat api dalam sekam.

Sekarang sejarah berulang, siapa yang menabur kentut akan menuai bau.
Rakyat sekarang sudah pintar (walau sedikit yang memiliki keberanian
yang berani mengatakan tidak), Pemerintah dibawah kepemimpinan Soeharto
telah gagal. Rezim telah memasung rakyat selama 30 tahun.
Sudah saatnya bergerak, orang sadar bahwa Soeharto dengan antek-anteknya
telah menguasai modal dan senjata, tapi kalau mayoritas rakyat sudah
tidak makan moncong senjata bukan soal untuk dihadapi. Bangsa kita bukan
bangsa pemaaf, melainkan bangsa pendendam. Ingat sejarah pertarungan di
kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara zaman dahulu, sangat jarang
terjadi pergantian kepemimpinan yang berjalan mulus.

Dengan terjadinya krisis perekonomian Indonesia, jelas pukulan telak
bagi Soeharto. Semua borok telah terungkap dengan gamblang. IMF tentu
tidak bodoh, mereka mau membantu asal 50 butir peraturan dapat di terima
dan dilaksanakan pemerintah Soeharto. Sehingga boleh dikatakan Pidato
RAPBN yang mematok kurs Rp. 4000 dan surplus devisa diketawin sebagai
lelucon yang tidak lucu yang disambut dengan optimisme oleh semua
anggota DPR degan vokal groupnya menjadi bumerang pada saat IMF meminta
untuk direvisi total. Soeharto yang selama ini bersama-sama DPR telah
melakukan persekongkolan dan sangat terkenal dengan keras kepala dan
omongannya yang tidak rasional dan tidak bisa dipegang yang selalu
disambut ngge menjadi hubar habir dan malu besar ketika orang asing
dalam waktu 15 menit meminta harus dirubah maka Soeharto pun harus
merubah. Jelasnya IMF sudah merupakan partai politik yang ke empat, dan
kelihatan sudah Soeharto bukannya tunduk kepada Rakyat melaikan tunduk
kepada IMF. kalau sudah begitu mengapa kita masih percaya kepada
kepemerintahan Seoharto. Soeharto sudah gagal kita harus ganti dia dan
meminta pertanggung jawabannya melalui Sidang Umum Luar Biasa MPR. Perlu
dibentuk Dewan Penyelamat Negara yang bertugas untuk mempersiapkan
Pemilihan Umum yang baru. Reformasi di bidang politk dan perekonomian
sudah tidak bisa ditawar lagi.

Begitu tadi Soeharto mengumumkan bersedia untuk dipilih lagi langsung
Rupiah melemah lagi, di pasaran rupiah sudah dihargaiin 1 $ = Rp. 13.000
sampai dengan Rp. 15.000. Pasar sudah sentimen alias elergi terhadap
soeharto. Padahal dia sih sudah setengah geram menghapus IPTN, MOBNAS
TIMUR, BPPC dan monopoli BULOG.

Sepertinya menjelang sidang umum MPR ini semakin banyak gejolak di
bidang moneter dan politik. Sekarang ini sudah tidak ada kepastian.
Pejabat sudah mulai ngomong pagi sore dan cari kambing hitam. PHK
dimana-mana, amuk massa merajalela, harga-harga melonjak naik dan tidak
terkendali, masyarakat sudah mulai antri, pencalonan Amien Rais dan
Megawati merupakan terobosan baru dan bukan main-main, walaupun untuk
tampil di SU MPR kalaupun masih berlangsung sangat kecil peluang
kemungkinannya minimal Soeharto harus buka mata bahwa sebtulnya dia
telah ditantang secara terbuka. Sayangnya Gus Dur bersikaf plintat
plintut (kemarin masuk rumah sakit stroke di toilet saat lagi berak dan
sampai saat ini masih belum sadar)sehingga baru terbentuk aliansi antara
Megawati dan Amien Rais. Aliansi yang bukan main-main. Kita harus dukung
itu. Kisash serunya sebetulnya di tempo interaktif abang sering ikut
jejak pendapat dan kasi komentar. Tulisannya berani dan bernas.
Informasi di Surat Kabar pagi tadi bersamaan denga pernyataan Soeharto
mau dicalonkan lagi dan kriteria wapres harus yang bisa memahami IPTEK
(Habibie atau Ginanjar), 19 orang di LIPI menolak dan tidak mencalonkan
Soeharto lagi. kabarnya Pebruari ini ada gerakan rakyat ke MPR dan DPR
untuk meminta Soharto tidak dicalonkan dan dipilih lagi.

Lupakan sejenak galau dihati, bagaimana kabar sekolah Gita? dan
bagaimana tulisannya itu? kita berdoa semoga kenaikan dolar yang
menggila ini tidak menjadikan hati ciut dan jangan berkecil hati, dimana
Tuhan menutupkan pintu maka Dia akan membukakan jendela, sabar dan
perbanyak amal dan kalau bisa Gita cari peluang untuk bisa part time,
coba hubungi Maria Ginting (orang Karo) yg tinggal di Fresno kerja di
Rumah sakit St Agnes (st angela) temannya saudara Johan, temu kangen
silaturahmi sekaligus cari saudara dan peluang (ha,,ha). Dan kalau abang
dan kakaknya mau ngirim bagaimana caranya?

Kakaknya sekarang di Tigabinanga, dan abang menyusul tgl 25/1 1998 ini
ke Tigabinanga untuk berlebaran disana. Dan rencana kakaknya melahirkan
di Sidoarjo, diperkirakan akhir Bulan Maret ini. Mohon doa restu. Riah
kemarin kirim surat kartu LEBARAN dari Inggris.
Kartu lebaran yang abang kirimkan lewat rad.net.
Selamat berbuka puasa dan Selamat Lebaran; balas ya git, dan abang masih
banyak cerita yang lebih seru dan seram.
Yang pasti saya sebagai Rakyat Indonesia tidak mencalonkan Soeharto
lagi, kalau Megawati maju saya akan berada di perjuangannya. Merdeka.

Abang Adri Istambul Lingga Gayo SE