[INDONESIA-L] Pasukan Benny Siap Be

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Feb 04 1998 - 07:22:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Feb 3 23:38:41 1998
Date: Tue, 3 Feb 1998 21:28:58 -0700 (MST)
Message-Id: <199802040428.VAA07810@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Pasukan Benny Siap Bergerak
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Subject: Pasukan Benny Siap Bergerak
   Date: Mon, 2 Feb 1998 23:10:33 +0100 (MET)
   From: "B. Manikmaya" <cips@dds.nl>
     To: apakabar@clark.net

Setelah aksi spekulasi rupiah untuk meruntuhkan sistem perekonomian
Indonesia ternyata gagal karena negosiasi brilian Suharto dengan AS,
Jepang serta negara-negara ASEAN, maka Benny Moerdani mulai menjalankan
skenario B dengan menggunakan kekuatan-kekuatan militernya.

Aksi-aksi militer yang dilakukan Benny Moerdani yang disinyalir sebagai
purnawirawan ABRI yang menjadi dalang segala bencana di Indonesia ini
didukung oleh lima anasir yaitu gereja (PGI dan KWI), konglomerat
(Kelompok Jimbaran - Sofyan Wanandi), perwira menengah dan tinggi ABRI
yang masih loyal pada Benny, kelompok prodemokrasi (PRD dan CSIS) serta
bantuan-bantuan dana dan militer dari luar negeri terutama dari Australia.

Secara garis besar, gerakan kelompok Benny bisa dibagi menjadi empat
kategori besar, yaitu:

1. Kegiatan perusuhan di sentra-sentra pemukiman di pulau Jawa. Hal ini
dilakukan dengan mengkoordinir preman-preman serta perusuh profesional
yang didukung oleh militer binaan Benny. Perusuh-perusuh itu bergerak
dengan cepat dari satu kota ke tempat lain dan didukung oleh suplai bahan
perusuh seperti bom molotov yang sudah disediakan di gereja-gereja
sekitar lokasi kerusuhan.

Di bulan Januari kemarin, mereka bergerak di enam tempat. Dimulai tanggal
5 Januari dengan awal kerusuhan di Bandung, kemudian bergerak dan
menyebar secara cepat di Pasuruan, Jember dan Banyuwangi pada tanggal 13
Januari. Kemudian bergerak lagi tanggal 23 Januari di Probolinggo serta
di Kragan tanggal 26 Januari 1998. ABRI resmi di bawah Feisal Tanjung pun
sudah dikomando untuk melakukan tembak di tempat. Perintah tersebut
terbukti efektif karena gerakan di Bandung segera bisa ditumpas sebelum
menjalar ke Jakarta. Maka mereka pun menjadi berhati-hati dengan membuat
kerusuhan sporadis di seputar Surabaya, sekarang mereka sudah bergerak di
Kragan. Kita tinggal menunggu gerakan ABRI Feisal Tanjung apakah mereka
bisa memukul mundur, kalau tidak, mereka akan segera bergerak di
Surabaya. Untuk menyamarkan perusuhan tersebut, maka target kerusuhan
adalah toko-toko Cina serta gereja-gereja kecil yang sudah kosong/tidak
ada ummatnya.

2. Para konglomerat yang menguasai sembilan bahan pokok (sembako)
melakukan aksi penghentian produksi selama sebulan terakhir sehingga
bahan-bahan sembako menghilang dari pasaran. Eka Tjipta Wijaya yang
menguasai 100% produksi minyak goreng, bahkan menghentikan produksi
sehingga minyak goreng Bimoli lenyap dari pasaran. Begitu juga Liem Sioe
Liong yang menguasai pasaran terigu serta mi instan. Bahkan Bulog pun tak
berdaya menghadapi aksi penghentian produksi mereka, gertakan Feisal
Tanjung pada para konglomerat tersebut pun tak mempan.

3. Pasukan militer profesional sudah mulai dilatih dan ditempatkan
dilokasi-lokasi strategis terutama di Indonesia Timur dengan persenjataan
yang disuplai penuh oleh Israel dan Australia. Bahkan rakyat-rakyat
setempat sudah mulai dilatih kemiliteran untuk menjadi tentara cadangan.
Insiden terakhir yang menimpa pesawat DC-9 Filipina yang mengangkut 100
penumpang pun disinyalir hilang karena ditembak setelah melewati markas
pasukan tersebut di perairan Sulawesi Utara. Rupanya Filipina juga sudah
tahu sama tahu akan gerakan tersebut sehingga menginformasikan lokasi
pesawat palsu di sekitar kepulauan Filipina.

4. Sedangkan media massa luar negeri yang didukung konspirasi Yahudi
serta gerakan prodemokrasi di luar negeri seperti PRD Eropa dan Melbourne
rajin membuat isyu-isyu di media massa asing akan hancurnya pemerintahan
Suharto dalam waktu dekat, serta permintaan bantuan dan dukungan akan
gerakan mereka. Aksi tersebut akan sangat efektif karena akan mempengaruh
investor asing di Indonesia.