[INDONESIA-P] SERAMBI - Berita Utam

From: apakabar@clark.net
Date: Fri Jan 09 1998 - 18:01:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-p@indopubs.com Fri Jan 9 22:00:26 1998
Date: Fri, 9 Jan 1998 19:54:21 -0700 (MST)
Message-Id: <199801100254.TAA21608@indopubs.com>
To: apakabar@clark.net
From: indonesia-p@indopubs.com
Subject: [INDONESIA-P] SERAMBI - Berita Utama 10 Jan 98
Sender: owner-indonesia-p@indopubs.com

   
                             Serambi Indonesia
     _________________________________________________________________
   
                           Sabtu, 10 Januari 1998
                                      
                                Berita Utama
     _________________________________________________________________
   
                                      
     _________________________________________________________________
   
                                  TAFAKKUR
     _________________________________________________________________
   
                              Pembinaan Remaja
        Pengurus Remaja Masjid seluruh Indonesia semakin menampakkan
     eksistensi mereka di bulan Ramadhan. Betapa tidak? Mereka bagaikan
   pahlawan yang tampil di barisan depan untuk menyelamatkan iman remaja
    Muslim yang sedang dihantam oleh gelombang maksiat kiriman televisi.
    "Untung ada remaja masjid, anak saya selamat," ujar seorang ayah di
                                Banda Aceh.
     Memang ya, banyak remaja yang sebelum digembleng bertabiat nakal,
    bandel dan berpakain tidak karuan karena mereka meniru tingkah polah
    para bintang film yang jahil murakab di televisi. Para bintang film
      atau penyanyi dangdut memang sudah menjadi idola mereka, padahal
    penampilan para artis di televisi sangat tidak sesuai dengan akhlak
    islami. Mereka selayaknya dilarang tampil di televisi, sebab akhlak
   mereka sudah pada titik didih yang paling membahayakan. Agama melarang
       pergaulan bebas, para bintang film justru mempopulerkan, agama
           melarang membuka aurat para artis justru bertelanjang.
       Tingkah jahiliyah mereka ditiru oleh anak-anak muslim seluruh
   Indonesia, tak kecuali di desa-desa. Kita sesali pemilik televisi yang
   tega menghancurkan akhlak generasi bangsa. Bila generasi bangsa rusak,
     maka rusaklah sebuah bangsa. Syauqi Beiyk mengatakan; Sesungguhnya
       sesuatu bangsa sangat tergantung kepada akhlak pemudanya, bila
   pemudanya rusak, maka rusaklah bangsa itu. Inilah yang tidak disadari
        oleh pemilik televisi, sebab mereka sudah memuja materi yang
                                berlebihan.
   Untung ada remaja masjid? memang tidak berlebihan, setelah para remaja
   digodok oleh remaja masjid, akhlak mereka berubah menjadi lebih baik,
      tawadhu, menghormati orang tua, guru dan sesamanya. Mereka juga
      menjauhkan diri dengan sifat-sifat tercela yang diperagakan oleh
   setan-setan di televisi. Semua itu disebabkan kemampuan para pengasuh
   dan nara sumber menyuntik "ruh spiritual" yang tepat ke dalam sanubari
                                  mereka.
   Sebelumnya bukan berarti mereka tidak mengenal Islam, iman dan ihsan,
      tetapi perkenalan mereka hanya sebatas membaca, mendengar lewat
    televisi atau orang-orang yang tidak bisa diteladani akhlaknya. Ilmu
     Islam sangat membutuhkan guru-guru yang jujur, kharismatik, tidak
          munafik dan tulus mengajarkan Islam dengan manhaj Ilahi.
        Karena itu pula, pengkaderan iman dan Islam tidak tepat bila
    dilaksanakan oleh sembarang orang. Paket itu harus dilaksanakan oleh
         orang-orang profesional seperti Remaja Masjid, HMI, Pemuda
   Muhammadiyah, Anshor, Santri senior dan lain-lain yang komitmen dengan
   ajaran Islam. Pesertanya boleh siapa saja. Bila bukan ahlinya, peserta
                bisa jadi seperti tradisi yang tak bermakna.
                         Rupiah Menguat 2.155 Poin
                             Serambi-Banda Aceh
     Rupiah di pasar uang spot antar-bank Jakarta, Jumat, ditutup pada
   posisi yang cukup menggembirakan, yaitu Rp 7.545/Rp 7.925 per dolar AS
   atau menguat 2.155 poin dibanding penutupan Kamis (8/1) pada Rp 9.700/
                           Rp 9.900 per dolar AS.
    Meski dalam perdagangan rupiah dibuka melemah, yakni pada posisi Rp
    10.500/Rp 11.500 per dolar, namun memasuki sesi pagi secara perlahan
    rupiah menguat dan berlanjut hingga penutupan. "Penjualan dolar oleh
   pelaku pasar mendorong penguatan rupiah," kata seorang dealer seperti
                           dikutip AFEC Research.
    Menurutnya, rupiah relatif menguat setelah bank-bank pemerintah dan
     pelaku pasar Singapura melakukan penjualan dolar AS. Aksi tersebut
   berhasil menahan laju kenaikan mata uang AS itu yang sempat ditawarkan
                    di level tertinggi 11.500 per dolar.
   Sementara itu, likuiditas rupiah pada penutupan relatif stabil dengan
       tingkat suku bunga overnite antar-bank sebesar 14,5-15 persen.
    Pergerakan dolar/rupiah sangat fluktuatif yakni berkisar 3.955 poin
    dengan level tertinggi rupiah 7.545 per dolar dan level terendahnya
                             11.500 per dolar.
     Di Banda Aceh, Bank Indonesia (BI), Jumat, menetapkan kurs jual Rp
    8.343 per dolar atau turun 580 poin dari sehari sebelumnya Rp 8.923,
     sedangkan kurs beli turun 570 poin dari Rp 8.727 menjadi Rp 8.157.
   Menguatnya nilai rupiah tersebut ikut menurunkan harga emas 99 persen
            di Banda Aceh sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000 per gram.
    Menurut petugas pencatat valuta asing di BI Cabang Banda Aceh kepada
    Serambi kemarin, penurunan kurs jual dolar di bank sentral itu belum
       diikuti bank-bank devisa swasta yang beroperasi di Banda Aceh.
    BCA misalnya, menurut faxsimile yang diterima kantor cabangnya dari
   kantor pusat di Jakarta, kurs jual ditetapkan Rp 10.100 per dolar dan
                       kurs beli Rp 6.800 per dolar.
     Selain BCA, Bank Danamon juga melakukan demikian. Kurs jualnya Rp
     11.000, sedangkan kurs beli hanya Rp 7.950 per dolar. "Kami tidak
   takut lagi, berapapun naiknya kurs jual silahkan. Kini yang diwaspadai
      kantor pusat adalah kurs beli yang sudah tinggi, bisa mendorong
     deposan dan penabung menukarkan dolarnya ke rupiah," kata seorang
                       petugas valas BCA Banda Aceh.
    Indikasi itu, menurut pengamat, sudah mulai nampak di beberapa kota
    besar seperti di Jakarta dan Medan. Karenanya, perbankan menetapkan
                 perbedaan kurs beli dan jual cukup tinggi.
   Bank Exim menetapkan kurs beli Rp 8.000 dan jual Rp 9.000. "Meski kurs
   beli ditetapkan tinggi, nasabah atau masyarakat yang menjual dolar ke
         Bank Exim nyaris tak ada," ungkap petugas valas bank itu.
                                 Emas turun
   Penurunan kurs jual dolar AS ratusan poin, kemarin telah membawa angin
   segar bagi pedagang emas di Banda Aceh. Transaksi mulai kembali ramai,
    meski masyarakat yang mendatangi toko emas lebih banyak yang menjual
               baik kuantitas pembelian maupun transaksinya.
     Ketua APEPI Aceh, H Harun Keuchik Leumiek, harga emas Jumat (9/1)
   rata-rata turun Rp 5.000 - Rp 10.000 per gram, dari Rp 75.000 menjadi
     Rp 65.000 per kg atau Rp 215.000 per mayam. Penurunan harga logam
                 mulia itu lebih karena menguatnya rupiah.
    Pedagang emas lainnya di jalan Perdagangan dan Peunayong, Banda Aceh
      mengatakan, penurunan harga emas belum membangkitkan daya beli.
    Karenanya, pedagang menetapkan harga belinya hanya sekitar Rp 60.000
       per gram atau lebih rendah dari harga jual Rp 5.000 per gram.
       Mereka mengakui perkembangan harga emas akhir-akhir ini sangat
   mengejutkan. Peningkatan harganya cukup tinggi, sedangkan penurunannya
    relatif rendah. Karenanya, banyak pedagang yang membatasi pembelian.
   Sementara dari Jakarta dilaporkan bahwa, sejumlah toko emas di kawasan
    Pasar Jatinegara tidak lagi menjual dan memajang dagangannya karena
     harga yang tidak stabil. Menurut seorang pedagang emas, Wawa (26)
   tokonya tidak akan menjual emasnya sampai harga stabil kembali. "Untuk
   sementara kami tidak melayani masyarakat yang akan membeli emas, tapi
   apabila masyarakat mau menjual, kami akan menerimanya," katanya. Sejak
    Rabu (7/1) emas 24 karat di Jatinegara dijual dengan harga Rp 60.000
    per gram sedangkan emas 22 dan 23 karat masing-masing dijual seharga
   Rp 40.000 dan Rp 50.000 per gram. Disamping tidak melakukan penjualan
    emas, sejumlah toko yang biasa ramai dikunjungi pembeli ini walaupun
         buka tapi terlihat tidak memajang emas-emasnya di etalase.
                              Pasar Singapura
      Sama dengan di dalam negeri, di Singapura posisi rupiah membaik
     menjadi 7.900 terhadap dolar AS di tengah suasana perdagangan yang
            menegangkan akibat krisis berat keuangan Indonesia.
   Pedagang valas setempat mengatakan, likuiditas sangat menurun di Asia
       Tenggara di tengah-tengah ketakutan Indonesia akan mengumumkan
     permintaan menunda utangnya atau memberlakukan kebijakan baru guna
                          mendorong nilai rupiah.
     Rupiah kehilangan nilainya hampir setengah terhadap dolar AS dalam
                          enam bulan terakhir ini.
      Menurut pedagang, hampir tidak ada kegiatan berarti hari Jumat.
            Semuanya hanya didorong oleh rangsangan sesaat saja.
    Rupiah, di pasar antarbank tidak diperdagangkan lagi. Padahal Kamis,
    spreadnya mencapai 100 rupiah. Jumat ini spreadnya antara 500 sampai
           1.000, jadi hampir mustahil untuk memperdagangkannya.
      Pasar uang di Singapura sempat pula terpengaruh oleh isu adanya
      demonstrasi di Jakarta dan isu soal kesehatan Presiden Soeharto.
       Namun, kedua isu itu telah dinyatakan sebagai tidak berdasar.
       Ada pula berita mengenai intervensi Bank Sentral AS (FED) guna
    mendukung rupiah dan pencairan pinjaman IFM tahap kedua yang senilai
     tiga miliat dolar kepada Indonesia. Namun, kedua berita itu masih
                           belum dikonfirmasikan.
     Semuanya hanya isu yang tidak benar. Yang pasti adalah adanya rush
   terhadap komoditi dasar. Pelaku pasar Singapura telah mengambil posisi
                       untuk dolar secara ekstensif.
     Penjualan dolar oleh bank pemerintah di Jakarta dan penjualan oleh
   operator Singapura telah menaikkan rupiah 30 persen menjadi 7.900 dari
                       pembukaan yang 10.500/11.500.
      Berita bahwa Wakil Menkeu AS Lawrence Summers akan berkunjung ke
   Indonesia dan negara Asia lainnya juga membantu pasar terhadap rupiah
       itu. "Summers, yang meminta Jakarta berupaya lebih keras untuk
    meyakinkan pasar akan berkunjung guna melakukan konsultasi di negara
         Asia itu," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Mike McCurry.
    Ia mengatakan pula bahwa dalam pembicaraan telepon Presiden AS Bill
      Clinton dengan Presiden Soeharto dan PM Singapura Goh Chok Tong,
          Clinton menekankan pentingnya kedua negara itu bagi AS.
                                  Ringgit
   Sementara ringgit Malaysia mantap dengan 4,620/300 terhadap dolar dari
       sebelumnya yang 4,780, setelah bank sentral setempat melakukan
    intervensi dan adanya imbauan untuk tidak panik oleh pemimpin negeri
                                 jiran itu.
   Malaysia sudah menegaskan tidak akan meminta bantuan IMF karena negeri
                   itu memiliki cadangan devisa memadai.
    Dolar Singapura juga naik sedikit di tengah adanya berita interbensi
   oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan suku bung antarbank domestik
                                 yang naik.
     MAS melakukan intervensi dalam pasar yang sepi guna mempertahankan
       dolar Singapura setelah sebelumnya turun sampai tingkat 1,8160
                             terhadap dolar AS.
     Baht Thai bangkit setelah turun di pasar dalam negerinya dan pasar
    luar negerinya saat pedagang tetap siaga sebelum pengumuman mengenai
    kebijakan baru guna menekan spekulasi. Kebijakan baru itu diumumkan
                                   Jumat.
     Baht berada pada 53,60/80 terhadap dolar dibanding sebelumnya yang
      53,70/54,00. Tingkat di pasar luar negeri 52,00/53.00 dibanding
                            54,10/60 sebelumnya.
      Peso Filipina mantap dengan 44,595 sedangkan sebelumnya 44,92 di
     tengah persepsi pasar bahwa bank sentral memberikan suntikan dolar
                           secara tidak langsung.
   Polisi mengatakan, pihaknya akan menutup 130 money changer di kawasan
    wisata utama Manila dan menuduh money changer itu memburu dolar yang
                           menurunkan nilai peso.
   Dolar Taiwan berada pada tingkat 34,03/13 terhadap dolar AS dibanding
                        penutupan Kamis yang 34,325.
   Dolar Hong Kong berada pada 7,7435/55 dibanding Kamis yang 7,7455. Won
   Korsel pada 1.800/05 Jumat naik dari 1.815 sebagai dampak positif dari
     berita bahwa para banker dunia telah menegaskan komitmen membantu
    pembiayaan jangka panjang kepada Korsel sebagai antisipasi krisis di
                                 Indonesia.
      Dolar Australia pada 0,6404/09 dibanding pagi yang 0,6320/25, di
     tengah isu intervensi bank sentral. Sedangkan dolar Selandia Baru
        tercatat 0,5705/15 dari 0,5673/80 selama perdagangan Jumat.
                                    BEJ
      Di Bursa Efek Jakarta, tekanan jual rupiah yang mereda, kemarin
    ternyata belum cukup untuk mengangkat minat beli investor, sehingga
    perdagangan saham di akhir pekan itu kembali ditandai dengan koreksi
                        terhadap indeks harga saham.
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi 342,970 atau
    turun sekitar 1,2 persen (4,138 poin), sedangkan Indeks LQ45 --yang
   terdiri atas 45 saham pilihan-- turun sekitar 1,3 persen (0,900 poin)
                              menjadi 70,682.
   Menurut AFEC Research, pada sesi pertama IHSG sempat terpangkas lebih
      dari delapan poin hingga titik terendah harian mencapai 337,591,
                sedangkan titik terendah harian LQ45 69,229.
    Untuk ukuran akhir pekan, secara umum transaksi berlangsung relatif
   ramai dengan volume mencapai 686 juta lembar saham atau senilai Rp 839
                                  milyar.
      Menurut pengamat, kecenderungan jual masih cukup dominan hingga
    munculnya aksi beli menjelang penutupan yang membuat turunnya indeks
    tidak terlalu dalam. "Di akhir perdagangan memang terjadi 'rebound'
   pada beberapa saham. Selain karena alasan teknikal, meredanya tekanan
    jual di akhir perdagangan juga berkaitan dengan pulihnya kepercayaan
       investor setelah muncul beberapa berita positif," kata seorang
                      pengamat dari PDFCI Sekurities.
   Berita positif itu, katanya, antara lain adanya kontak telepon antara
    Presiden Soeharto dengan Presiden AS Bill Clinton dan berita rencana
    kedatangan utusan Dana Moneter Internasional (IMF). "Kontak telepon
   tersebut menunjukkan perhatian AS terhadap krisis ekonomi yang dialami
    Indonesia dan ini memberikan harapan untuk terjadinya suatu kondisi
                     ekonomi yang lebih baik," katanya.
   Di lantai BEJ, saham PT Telekomunikasi Indonesia menjadi benteng utama
    penahan jatuhnya indeks setelah harganya naik Rp275 menjadi Rp2.500
      dengan volume 82,988 juta lembar. Kenaikan Telkom itu, kata para
        pialang, berdasarkan pada alasan teknikal karena harga saham
    perusahaan binaan Depparpostel itu beberapa waktu sebelumnya sempat
                          mengalami koreksi tajam.
    Saham-saham lain yang menguat antara lain Astra (Rp 200), Indocement
   (Rp 125), Gudang Garam (Rp 250), Medco (Rp 150), BII (Rp 50), dan BNI
   (Rp 25). Sementara itu, saham Indosat anjlok Rp 2.375 menjadi Rp 8.125
      dengan volume transaksi 3,378 juta lembar. Penurunan harga juga
    dialami Daya Guna Samudera (Rp 800), Sampoerna (Rp250), dan Indofood
                        (Rp 500). (naz/her/ant/rtr)
                                 Gubernur:
                  Renungkan Hikmah di Balik Krisis Moneter
                            Serambi-Lhokseumawe
    Gubernur Aceh mengingatkan krisis moneter yang melanda Indonesia dan
    negara-negara Asia Pasifik harus dilihat dari sisi hikmahnya, yakni
    untuk introspeksi. Selama ini bangsa Indonesia sendiri justru kurang
   menghargai atau kurang percaya pada mata uang rupiah dan itu terbukti
       pada setiap transaksi terutama di kota-kota besar selalu dalam
                             hitungan dolar AS.
    Peringatan itu disampaikan Gubernur Prof Dr Syamsuddin Mahmud ketika
         memberi ceramah usai shalat tarawih di Masjid Baiturrahman
    Lhokseumawe, tadi malam. Dikatakan, dalam peristiwa moneter seperti
    sekarang ini jangan hanya melihat pada sisi negatif dan kerugiannya
   saja, melainkan juga perlu merenungkan hikmah di balik krisis moneter
       yang berkepanjangan itu yang sebetulnya telah menggejala sejak
                            beberapa tahun lalu.
     Semua itu terjadi justru karena bangsa Indonesia kurang menghargai
   terhadap mata uangnya sendiri. Kurangnya apresiasi terhadap rupiah itu
    terlihat dalam hampir semua transaksi, baik berupa pembayaran tarif
    hotel berbintang di kota-kota besar, hitungannya selalu dalam dolar
      AS, bukan rupiah. "Inilah ironinya bangsa kita," kata Pak Syam.
   Gubernur bahkan mengungkapkan yang lebih ironis lagi, semua pembayaran
    dan jaminan asuransi termasuk perusahaan asuransi pribumi (asuransi
   nasional) jaminannya, tarif premi dan lainnya dihitung dalam dolar AS.
     Padahal, kata gubernur, harusnya dilakukan dalam hitungan rupiah.
             Sebab, pembayarannya tetap dilakukan dalam rupiah.
       Lebih jauh gubernur mengatakan, dalam kondisi seperti sekarang
     sebaiknya semua kita harus dapat merelakan atau menahan diri dari
     mengeluarkan dana yang besar untuk perbelanjaan sendiri. Melakukan
     penghematan di segala bidang untuk memperkecil beban biaya akibat
   harga-harga yang membubung. Demikian pula dengan masyarakat luas agar
           bisa menahan diri sampai krisis moneter ini berakhir.
     Syamsuddin Mahmud mengingatkan agar pesan-pesan Presiden Soeharto
     ketika menyampaikan pidato pengantar RAPBN 1998/1999, Selasa malam
      (6/1) lalu, dicamkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
    Presiden minta agar rakyat tabah menghadapi gejolak moneter tersebut
    dan tetap percaya pada pemerintah yang terus berusaha mengatasinya.
       Dalam kondisi seperti ini, Presiden, kata gubernur, minta agar
   masyarakat tidak terpancing oleh isu-isu yang merugikan dan mengancam
       keutuhan stabilitas, keutuhan ketahanan nasional dan mencegah
    perpecahan. Presiden Soeharto mengingatkan agar semua rakyat bersatu
     padu mengatasi berbagai masalah akibat krisis moneter yang melanda
                          Indonesia saat ini.(bas)
                              Suksesi Gubernur
                          Pak Syam Raih 65 "Point"
                             Serambi-Banda Aceh
    Prof Dr Syamsuddin Mahmud (Gubernur Aceh sekarang) meraih 65 "point"
    dan sekaligus menempatkan dirinya di tempat teratas dalam perolehan
       dukungan sebagai kandidat Gubernur Aceh periode 1998-2003 yang
   direkapitulasi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) DPRD Tk I Aceh
                       hingga posisi 8 Januari 1998.
     "Hingga tanggal 8 Januari 1998, kami telah menerima surat dukungan
    dari masyarakat sebanyak 103 pucuk. Dan, dari jumlah itu, Pak Syam-
    -panggilan akrab Syamsuddin Mahmud--meraih 65 'point'," tutur Ketua
            FPDI Nazaruddin Abdullah kepada Serambi, tadi malam.
     Jumlah "point" 65 yang dimaksudkan FPDI tersebut adalah, dari 103
   surat yang masuk itu, 65 di antaranya menyebut nama Syamsuddin Mahmud
   sebagai orang yang pantas dipilih untuk menjadi Gubernur Aceh periode
       1998-2003. "Jadi, angka ini masih bersifat sementara," tambah
                  Nazaruddin yang juga Ketua DPD PDI Aceh.
     Setelah Pak Syam, menurut hasil rekapitulasi FPDI tersebut, urutan
       kedua diraih Ir Iskandar Husin (Kakanwil Transmigrasi dan PPH
   Kalimantan Barat) yakni meraih 45 "point". Sedangkan di tempat ketiga
    diraih Ir Abdullah Puteh MSi (mantan Ketua DPP KNPI/anggota MPR RI).
    Sementara Prof Dr Dayan Dawood MA (Rektor Unsyiah) menempati urutan
   keempat dengan jumlah "point" yang diperolehnya 20. Urutan selanjutnya
    (kelima) diduduki HT Djohan (Ketua DPRD Aceh/Ketua DPD Golkar Aceh)
     dengan jumlah "ponit" 16. Sedangkan Ir Usman Hasan (Dubes RI untuk
      Meksiko) mendapatkan "ponit" 14, nilai ini sama banyaknya dengan
   jumlah "ponit" yang diperoleh Malik Ridwan Badai, SH (Sekwilda Aceh).
       Sementara sejumlah nama kandidat lainnya masing-masing Prof Dr
   Alibasyah MA (mantan Rektor Unsyiah), Dr Safwan Idris MA (Rektor IAIN
      Ar-Raniry), dan Prof Dr M Hassan Su'ud, MSc (guru besar Fakultas
       Pertanian Unsyiah), masing-masing memperoleh "ponit" 6 dan 5.
    Sebelumnya Ketua FKP DPRD Tk I Aceh HT Darwin dan Sekretaris FPP Drs
     Mustafa A Glanggang juga menyatakan telah menerima puluhan bahkan
    ratusan surat dukungan yang dialamatkan masyarakat kepada fraksinya.
    Namun, kedua pimpinan fraksi itu mengaku belum merinci secara khusus
                    terhadap surat-surat yang masuk itu.
    Alasannya, tim teknis yang akan bekerja untuk suksesi gubernur belum
    disahkan oleh Mendagri. Begitupun, mereka menyatakan tetap menampung
       setiap aspirasi yang masuk ke dewan. Ketua DPRD Aceh HT Djohan
     mengatakan, pihaknya akan mengadakan konsultasi tahap kedua dengan
    Depdagri pada 13 Januari mendatang di Jakarta, yang di dalamnya juga
                        ikut para ketua fraksi.(bur)
                         Pasar di Banda Aceh Normal
                             Serambi-Banda Aceh
    Situasi di beberapa pasar swalayan dan tradisional yang ada di kota
    Banda Aceh hingga Jumat petang masih wajar dan belum terlihat adanya
     lonjakan drastis pembelian barang-barang terutama kebutuhan pokok.
   Sementara itu, pasar murah yang digelar Apegti Dolog terlihat diserbu
                                  pembeli.
     Pemantauan Serambi, Jumat, menunjukkan, jumlah pengunjung di pasar
     tradisional seperti Pasar Aceh, Kampung Baru, dan Peunayong, serta
     pasar swalayan seperti di Pante Pirak, Metro, dan Suzuya berjalan
     normal. Kendati demikian, menurut pengakuan beberapa pedagang ada
                          peningkatan permintaan.
   Masyarakat sudah mulai memborong gula pasir relatif lebih banyak. Jika
    dulu paling-paling membeli 2 kg, tadi ada yang membeli sampai 20 kg.
    Demikian juga dengan minyak goreng. "Saya beli ini untuk jaga-jaga,"
    ujar Indra seorang karyawan sebuah bank yang ditemui Serambi ketika
    sedang membeli dua jenis kebutuhan pokok itu di Pasar Swalayan Pante
                                   Pirak.
       Seorang pedagang beras di Kampung Baru Banda Aceh juga mengaku
     penjualannya mengalami peningkatan. "Tadi pagi ada seorang pejabat
    yang memborong sampai 10 karung sebesar 300 kg," ujar pedagang yang
                         bertubuh tambun tersebut.
     Menurut pedagang, persediaan barang kebutuhan pokok masih relatif
   mencukupi, namun harganya sudah membumbung. Gula pasir putih halus eks
    impor Thailand Rp 2.000 - Rp 2.200 per kg atau per sak isi 50 kg Rp
    105.000, dan gula Apegti halus Rp 1.800 per kg Rp 80.000 - Rp 90.000
      per sak, sedangkan minyak goreng sawit mencapai Rp 3.000 per kg.
    Sejumlah pedagang memperkirakan minyak goreng kelapa sawit (malinda)
     bakal naik lagi mencapai Rp 3.000 - Rp 3.200 per kg, karena harga
     grosirnya di Medan saja sudah mencapai Rp 2.650 - Rp 2.800 per kg.
    Telur ayam ras, sementara ini stabil pada harga Rp 165 - Rp 175 per
                          butir di tingkat grosir.
    Ramli, pedagang grosir telur mengatakan, meskipun harga telur masih
      relatif stabil, ia memperkirakan pekan depan harganya bakal naik
     sekitar Rp 200 per butir. Perkiraan ini didasari dari melonjaknya
   harga pakan rata-rata Rp 200 per kg, banyaknya ayam petelur mati, dan
   bakal meningkatnya pengiriman telur dari Sumut ke Jakarta pada minggu
                              ketiga Ramadhan.
     Dalam beberapa hari terakhir harga beras juga meningkat, terutama
    beras asal luar daerah. Beras Ramos misalnya, kemarin sudah mencapai
      Rp 50 ribu per karung (30 kg) dan persediaan menipis, naik dari
   sebelumnya Rp 47 ribu. Namun sejauh ini belum ada pedagang beras yang
                             dibanjir pembeli.
   Sejumlah pedagang mengemukakan, mereka terpaksa menaikan harga karena
   ketika membelinya dari para distributor juga telah mengalami kenaikan
      akibat adanya gejolak moneter yang melanda Indonesia dewasa ini.
      Menurut mereka, kenaikan harga beberapa komoditi juga disebabkan
     semakin sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan seperti gula,
     tepung terigu, dan minyak goreng sawit. Kalau ada pun dijatah oleh
   penyalur gula Dolog, masing-masing pedagang hanya mendapat jatah satu
     karung (50 kg) per hari seharga Rp 110 ribu per karung naik secara
                    sporadis dari bulan lalu Rp 76 ribu.
    Mukhtar, pedagang di jalan Panglima Polem yang mengaku menghabiskan
      sekitar 1-2 ton gula per hari, pernah memesannya ke Medan, namun
    pasokannya tersendat-sendat. Senada dengan Mukhtar, seorang pedagang
   bahan kebutuhan pokok di Kampung Baru mengatakan pihaknya sudah bosan
      memesan gula dari penyalur gula Dolog di Banda Aceh. "Saya sudah
      seminggu pesan tapi tak dapat-dapat, lihatlah toko saya kosong,"
                                 sergahnya.
                                Pasar Dolog
     Pasar murah Apegti-Dolog yang menjual gula Rp 1.600 per kg, minyak
     goreng sawit Rp 2.500 per kg, dan beras Rp 1.000 per kg, sirop Cap
     Kapal Layar Rp 2.400 per botol. Namun, pasar yang digelar di pojok
    depan Mesjid Raya Baiturrahman, kemarin sempat kehabisan persediaan
         minyak goreng dan gula, sehingga banyak pengunjung kecewa.
    "Dalam waktu 15 menit kami menghabiskan gula sampai 1 ton. Kalau mau
   beli, kembalilah pukul 14.00 siang seusai shalat Jumat," ujar seorang
     petugas di stan OP itu kepada Serambi ketika mereka kehabisan gula
                          sekitar pukul 9.30 WIB.
    "Pasar kaget" yang dibuka sejak 23 Desember lalu itu, diserbu banyak
     pembeli dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Puluhan orang antri
   menunggu giliran membeli di pasar murah yang dijadwalkan dibuka sampai
   menjelang lebaran mendatang, itu hanya untuk mendapat jatah pembelian
                        2 kg gula dan minyak goreng.
   Hingga pukul 16.00 sore kemarin, pengunjung pasar murah tersebut masih
    ramai, sementara persediaan tambahan gula tampak hanya sekitar tiga
    karung. "Kita harapkan Dolog membuka lebih banyak lagi pasar murah.
    Maunya penyaluran gula jangan ditahan-tahan seperti ini, kami sangat
         kecewa," ujar Mukhtar, warga Ajun yang sedang antri gula.
      Masyarakat mengeluhkan melonjaknya harga bahan pokok dan barang
    kebutuhan lainnya belakangan ini, terutama barang-barang yang banyak
    dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kalau kenaikan harga barang
    ini berlangsung terus, saya kuatir masyarakat hanya bisa makan nasi
    dan garam, apalagi gaji tidak naik," kata Ny Aida Sofia, seorang ibu
          rumah tangga yang tengah berbelanja di Pasar Peunayong.
     Elianti, seorang ibu rumah tangga lainnya mengatakan, harga-harga
    barang kemungkinan akan terus mengalami kenaikan, apalagi menjelang
    lebaran kebutuhan akan barang-barang biasanya meningkat. Oleh karena
    itu, pihak-pihak terkait diharapkan untuk melakukan langkah-langkah
   yang lebih efektif untuk mengendalikan kenaikan harga tersebut, karena
      kalau hanya sebatas imbauan, tidak akan digubris para pedagang.
      Kepala Dolog Aceh, Ahmad Kusumaatmadja yang dikonfirmasi kemarin
   menyatakan bahwa persediaan kebutuhan pokok untuk daerah ini mencukupi
   untuk menghadapi lebaran nanti dan karena itu ia mengimbau masyarakat
     tidak perlu membeli dalam jumlah yang berlebihan. Bukan soal beras
     saja, pihaknya pun menyediakan gula pasir dan terigu dalam jumlah
                                 mencukupi.
    "Dalam keadaan ekonomi seperti sekarang, ia mengharapkan masyarakat
       membeli bahan kebutuhan pokok secukupnya saja agar harga dapat
                          dikendalikan," imbaunya.
       Kadolog Aceh itu mengatakan, pihaknya terus berupaya membantu
    menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung terigu
    dan minyak goreng. Langkah yang diambil untuk menekan lonjakan harga
        kebutuhan pokok tadi di daerah termasuk di Banda Aceh, telah
     diperintahkan Apegti untuk mendistribusikan gula pasir dan tepung
                   terigunya ke sub-sub dolog di daerah.
    Dalam melaksanakan OP, katanya, Apegti dan pedagang tidak mengambil
    untung besar. Misalnya gula pasir harganya di tingkat pengecer harus
    Rp 1.600 per kg, tepung terigu Rp 1.000 per kg, dan minyak goreng Rp
    2.500 per kg. Gula pasir harga eceran tertingginya Rp 1.600 per kg,
      karena harga tebusnya satu karung isi 50 kg di Apegti ditetapkan
                   sekitar Rp 76.000 - Rp 78.000 per sak.
    "Khusus Banda Aceh, kita akan menambah titik-titik penjualan. Kalau
   selama ini hanya ada di depan mesjid raya, besok (hari ini, red) akan
      ditambah dua sampai tiga lagi di pusat pasar yang paling banyak
    pengunjungnya, misalnya Peunayong, dan Setui. Sementara untuk daerah
     yang jauh dari pasar, akan dibantu dengan penjualan melalui mobil
                 keliling," ujarnya menjajikan.(naz/her/fi)
     _________________________________________________________________
   
                              RAMADHAN MUBARAK
     _________________________________________________________________
   
                     Adab Bersedekah di Bulan Ramadhan
                   Oleh Prof. Dr. Tgk. H Muhibbuddin Waly
   Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan
        harta di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang
      menumbuhkan tujuh bulir pada tiap-tiap bulir seratus biji Allah
   melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha
        luas kurnia-Nya lagi Maha Mengetahui (QS.al-Baqarah- :261).
      Dalam ayat di atas Allah SWT memberi motivasi kepada orang yang
     beramal (tangan yang di atas) untuk suka memberi zakat, infaq dan
     sadaqah, membantu pembangunan masjid, anak yatim, fakir-miskin dan
     lain-lain. Bila niatnya ikhlas fahalanya sangat besar dan dilipat-
             gandakan oleh Allah SWT. Sebagaimana ayat di atas.
     Para dermawan yang beriman akan bersedekah dengan niat yang sangat
     ikhlas, setiap ada orang yang meminta-minta tak pernah ditolaknya
   sehingga si miskin tidak sakit hati. Mereka telah membaca firman Allah
         untuk tidak menyakiti hati orang yang tak punya: Dan yang
           meminta-minta janganlah kamu hardik (QS. Ad-Dhuha:10).
   Pada bulan Ramadhan ini kemurahan tangan umat Islam sangat diharapkan,
    sebab masih banyak di antara saudara-saudara kita yang memang sangat
   membutuhkan uluran tangan, masih banyak masjid-masjid dan dayah-dayah
    yang sedang dibangun. Islam tidak menyukai yang kaya makin kaya dan
     yang miskin semakin miskin. Hak-hak orang miskin wajib dikeluarkan
     oleh orang kaya, berupa zakat, infaq dan sadaqah. Rumah ibadah dan
         dayah harus lebih bagus dan lebih luas dari rumah pribadi.
    Motivasi seseorang muslim untuk menolong saudara-saudaranya yang tak
    punya harus didasarkan kepada firman Allah: "..... supaya harta itu
      jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di kalangan kamu.
                             (QS.Al-Waqi'ah:7)
    Menolong mereka yang lemah ekonominya itu sangat perlu supaya tidak
        terjadi kesenjangan sosial dalam masyarakat. Orang yang kaya
      (ghaniyyin) punya hak kepada orang miskin, (mustadh'afin) yakni
   menginfaqkan sebagian rezekinya sebagai zakat, infaq dan sadaqah. Bila
         kesenjangan terlalu dalam akan tumbuh kecemburuan sosial.
       Sangat banyak ayat-ayat al-Quran dan hadits Nabi tentang perlu
       membantu orang-orang yang lemah, bahkan al-Quran dengan tegas
   mengatakan, orang yang kikir pada hartanya itu adalah pendusta agama:
        Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang
     menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang
                        miskin.(QS.Al-Maun: 1,2,3).
                                    Adab
    Agama Islam mengajarkan adab (etika) kepada para dermawan. Apabiila
    kita membantu orang miskin, anak yatim atau orang-orang yang berhak
   menerimanya, harus betul-betul ikhlas, jangan diungkit-ungkit kembali,
    sebab bila diungkit-ungkit (bahasa Aceh:tasung) pemberian itu--orang
    yang menerima pemberian-- akan tersinggung dan sakit hati. Larangan
       ini berdasarkan firman Allah SWT: Orang-orang yang menafkahkan
      hartanya pada jalan Allah, lalu tidak menyertai pemberiannya itu
     dengan umpatan (atau menyebut jasa) yang dapat menyakitkan hati si
       penerima, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka.... (QS.
                              Al-Baqarah:262).
                        Dalam ayat lain disebutkan:
   Ucapan yang ramah dan pemberian maaf lebih baik dari pada sadaqah yang
     diiringi sesuatu (sebutan mengungkit-ungkit kedermawanannya) yang
        menyakitkan. Dan Allah Maha Kaya dan Maha Penyantun (QS.Al-
                               Baqarah:263).
    Dalam hadits juga disebutkan, kalau bersedekah harus ikhlas, memberi
     dengan tangan kanan, jangan diketahui oleh tangan kiri. Maksudnya,
    setelah memberi jangan diungkit-ungkit supaya manusia lain mendengar
                       dn memujinya sebagai dermawan.
     Sadaqah yang diberikan berdasarkan ria (pamer) tidak akan mendapat
     pahala apa-apa, meski jumlah bantuan itu sangat banyak, sebaliknya
   sedekah yang ikhlas meskipun sedikit pahalanya berlipat ganda. Bantuan
         yang sok pamer itu tidak sesuai dengan ajaran Islam. Allah
                     mengibaratkan sedekah semacam itu:
   Perumpamaan orang-orang yang bersadaqah karena ria bagaikan batu licin
    yang berdebu, kemudian debu itu ditimpa hujan lebat, tidak ada yang
      tersisa atas batu licin itu, kecuali hanyalah batu licin belaka.
        Begitulah amal orang yang ria, pahalanya habis percuma.(QS.
                              Al-Baqarah:264)
   Sebaliknya orang yang bersedekah dengan niat yang ikhlas, diumpamakan
    Allah sebagai tanah yang subur di dataran tinggi yang disiram hujan
     lebat, maka penghasilan yang diperolehnya akan berlipat ganda. Dan
   sekiranya tidak ada hujan lebat, hujan gerimis saja sudah cukup untuk
        menyuburkan benih di tanah yang bagus itu. Allah berfirman:
   Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari
   keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun
     yang terletak didataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka
   kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak
    menyiraminya, maka hujan gerimispun memadai. Dan Allah Maha Melihat
                      apa yang kamu perbuat.(QS.2:265)
                       Masjid Baiturrahim Ulee Lheue
                   Tarawih di Masjid, Tadarus di Meunasah
     SAAT melangkahkan kaki memasuki Masjid Baiturrahim Ulee Lheue yang
     pertama dirasakan adalah kedamaian. Hal itu sangat kontras dengan
    keadaan di luar yang kelihatan seperti seonggok bangunan kuno kurang
   terurus. Kesejukan yang dipancarkan oleh dinding-dinding bagian dalam
    masjid membuat para jamaah betah dan khusyuk dalam mendekatkan diri
                             kepada Allah SWT.
    Saat berada dalam ruangan yang tergolong luas itu, kita dibuat kagum
     dengan sesuatu yang tidak dimiliki oleh masjid manapun di wilayah
   Kotamadya Banda Aceh (bahkan mungkin di D.I. Aceh). Tepatnya, di atas
        tempat imam berdiri terdapat gantungan mimbar, tempat khatib
     memberikan khutbahnya. Penempatan mimbar yang tergolong "unik" itu
     merupakan hasil pemikiran Alm. Ridwan Daud, salah satu tokoh yang
    sangat berperan dalam membangun Masjid Baiturrahim saat direnovasi.
      Kegunaan mimbar itu karena masjid tersebut memiliki dua lantai.
   Mimbar kayu dicat warna kecoklatan, sangat menonjol dan kontras dengan
     dindingnya yang berwarna abu-abu marmar di sisinya. Kemudian kita
   dihadapkan dengan berbagai tulisan kaligrafi pada dinding bagian atas,
    sehingga membuat Masjid Baiturrahim semakin sarat dengan nilai-nilai
   seni sebab ia merupakan salah satu masjid yang tergolong tua di Banda
                                   Aceh.
     Masjid yang terletak di perempatan jalan kawasan Ulee Lheue, Banda
     Aceh itu merupakan tempat bagi warga Kecamatan Meuraxa untuk tidak
     hanya melaksanakan berbagai aktivitas ritual, namun juga kegiatan
   kemasyarakatan lainnya. Kegiatan seperti rapat-rapat umum yang diikuti
              oleh banyaknya warga dilaksanakan dalam masjid.
   Seperti masjid di tempat-tempat lain dalam bulan suci Ramadhan seperti
      sekarang ini, Masjid Baiturrahim juga melaksanakan shalat sunat
    tarawih dan witir. Tidak seperti masjid-masjid lain usai menunaikan
    shalat tawarih dan witir dilanjutkan dengan tadarus al- Quran. Bagi
    penduduk Ulee Lheue setelah melaksanakan shalat secara berjamaah di
      Masjid Baiturrahim, mereka kembali ke meunasah (yang tersedia di
                      setiap dusun) untuk bertadarus.
    "Bukan di masjid tak diizinkan bertadarus, tapi memang sudah begitu
    sejak lama. Masyarakat lebih senang bertadarus di meunasah-meunasah
   mereka masing-masing," ujar salah seorang imam Masjid Baiturrahim, Tgk
     Abdullah Yunus kepada Serambi usai shalat Zuhur, Senin lalu (5/1).
       Sebagaimana layaknya masjid-masjid lain selama bulan Puasa, di
      Baiturrahim juga diadakan ceramah Ramadhan yang waktunya setelah
    shalat Isya (sebelum dimulainya shalat Tarawih). Para penceramahnya
    didatangkan dari berbagai pelosok di Banda Aceh dan Aceh Besar yang
   jadwalnya telah diatur. Sedangkan waktu Subuh, ceramahnya tidak rutin
    setiap hari. "Kadang dua hari sekali. Atau tiga hari sekali," jelas
   Tgk Abdullah yang didampingi sekretaris pengurus masjid Marwan Zainun.
   Masjid yang memiliki nilai sejarah begitu tinggi ini --sehingga sering
     dikunjungi turis manca negara-- seperti diakui kedua pengurus tadi
   sangat kurang kegiatan. Begitu pula halnya selama bulan suci Ramadhan
     ini. "Kegiatan kami hanya shalat Tarawih," ujar Tgk Abdullah yang
   diiyakan oleh Marwan. Menurut keduanya, kurangnya aktivitas masjid di
   ujung kiri pulau Sumatera itu karena para remaja setempat lebih banyak
           yang pergi ke laut untuk mencari nafkah bagi keluarga.
    "Secara formalitas Remaja Masjid memang ada. Tapi, mereka tak pernah
     melakukan kegiatan. Bila ada permintaan remaja untuk pelatihan di
    tingkat Kotamadya, kami selalu mengirim utusan. Setelah itu seperti
   biasa lagi," jelas Tgk Abdullah yang pensiunan pegawai negeri sipil di
                   jajaran Kanwil Departemen Penerangan.
   Kalau di luar bulan Ramadhan, perayaan berbagai hari-hari besar Islam
     seperti 1 Muharram, Maulid Nabi Besar Muhammad saw, Isra' Mi'raj,
      dilakukan oleh murid-murid TPA. Aktivitas pengajian di TPA boleh
   dikatakan sangat maju. Ini terbukti dari banyaknya murid yang mencapai
   200 santri dan diajarkan oleh 30 orang guru. Di samping gedung khusus
   (bekas Madrasah Ibtidaiyah)) di sisi kanan masjid, ruang belajar untuk
            santri dipergunakan salah satu sudut bagian masjid.
                                  Sejarah
      Masjid Baiturrahim merupakan sebuah tempat ibadah yang dibangun
     sebelum Indonesia meraih kemerdekaan tepatnya tahun 1913. Melihat
   bentuk bangunan dasar pertama, Baiturrahim sangat mirip dengan Masjid
      Raya Baiturrahman, yang merupakan kebanggaan rakyat Aceh. Motif
   ornamen, bentuk bangunan dan kubah, serta lengkungan yang terdapat di
     Baiturrahim sama persis dengan Baiturrahman. Jadi, bisa dikatakan
   bahwa Baiturrahim merupakan duplikat (miniatur) dari Baiturrahman yang
                               belum selesai.
      Menurut cerita dari mulut ke mulut, seperti dituturkan oleh Tgk
     Abdullah, Masjid Baiturrahim sangat berperan dalam perang melawan
     penjajah. Para pejuang sebelum menuju medan laga, terlebih dahulu
   berdoa di masjid tersebut sebab di tempat itu diyakini sebuah kuburan
    ulama besar. "Tapi, cerita ini tidak pernah ada dalam buku. Ini saya
   dengar dari cerita orang-orang tua dulu. Entah benar, saya juga kurang
                         tahu," jelas Tgk Abdullah.
      Atas saran seseorang, panitia pembangunan masjid pada tahun 1980
     mengirim surat kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk meminta
   bantuan dana guna merenovasi Baiturrahim. Kemudian surat dibuat dalam
     bahasa Arab yang indah oleh seorang ahli bahasa yang ada di tengah
   masyarakat Ulee Lheue. "Mungkin karena bahasa dalam surat itu menarik
    mereka, tanpa diduga pemerintah Arab Saudi meyumbang dana sebesar 30
   ribu dolar AS (yang saat itu dirupiahkan mencapai 36 juta)," tutur Tgk
                                 Abdullah.
      Ketika Aceh dilanda gempa yang sangat dahsyat April 1983 silam,
   sebagian besar dinding masjid tersebut mengalami keretakan. Sejak itu
   para pengurus mulai memikirkan untuk merenovasi kembali, namun hal itu
    tidak mendapat izin dari Gubernur Aceh yang ketika itu dijabat oleh
      Prof Dr Ibrahim Hasan MBA. "Alasan Pak Gubernur saat itu karena
    Baiturrahim merupakan salah satu bangunan bersejarah dan hanya boleh
           dipugar oleh Badan Kepurbakalaan," kata Tgk Abdullah.
    Namun, pengurus terus menghimpun dana masyarakat dengan menempatkan
        celengan di setiap rumah penduduk. Setiap bulan celengan itu
    dikumpulkan. Sedangkan dana dari para donator diprakarsai Alm Ridwan
     Daud dan Kasrem Teuku Umar yang saat itu dipimpin oleh Letkol RAN
   Tanundjiwa. "Karena Badan Kepurbakalaan tidak juga merenovasi bangunan
   masjid, maka panitia mulai melakukan langkah- langkah perbaikan," kata
                                  Marwan.
    Akhir 1990, perenovasian mulai dikerjakan. Rancangan pertama dibuat
    oleh Alm Ir Masri Sutan Bandaro. Namun, kemudian dirubah oleh salah
    seorang pegawai Kanwil PU Aceh. Dengan tidak membongkar bagian depan
   bangunan masjid lama, proses penambahan pembangunan yang menghabiskan
      dana 360 juta tersebut tampak megah seperti sekarang ini selesai
                dikerjakan akhir tahun 1991. (nurdin hasan)
     _________________________________________________________________
   
                                  APIT AWE
                Tameungon Deungon Teungku Jeuet Tameung Du'a
   Dalam hidup ini Polem, kita sudah tentu punya sahabat, kenalan, atawa
     pon mitra kerja. Sudah tentu kesemuanya ini harus sama-sama cocok.
           Semisal kata orang tuha-tuha legee jusan ngon peugawe.
   Ho, sudah tentu Pang. Namun nyang lebih peunteng hubungan ini dijalin
     dengan rasa saling tukan menukar propesi. Dan kalau satu pehak ada
     kekurangan mangka dari lain pehak kita dapat memperoleh pelajaran.
   Jadi memilih kawan atawapon mitra harus hati-hati. Kalau marika jahat
    mangka kita akan mendapat pelajaran bagaimana melaku- kan kejahatan.
      Begitu pula kebalikannya. Taemungon deungon ureueng kaya taturi
             hareukat, tameungon deungon sibangsat karu donya.
     Tepat Polem, kamu ada banyak tahu juga. Begitu juga Polem meunyoe
    tameungon deungon sibanggi roh tameucandu, tameungon deungon teungku
                            jeuet tameung du'a.
    Tepat Pang. Pang juga ada lebih pandai. Saya tambah Pang, tameungon
             deungon sisuang, malang geutanyoe. Ha...ha...ha...
      Nah Polem, tameungon deungon aneuk miet, tamanoe jipeuceukoe ie,
               tapajoh bu jipeu habeh engkot. Ha...ha...ha...
   Ha...ha...ha... Pang, meunyoe tameungon deungon ureueng tuha, meunyoe
                         tapajoh bu jipeuhabeh kua.
                              Ha...ha...ha...
                                 Pang Sagoe