Forwarded message:
From owner-indonesia-p@indopubs.com Fri Jan 9 22:00:26 1998
Date: Fri, 9 Jan 1998 19:54:21 -0700 (MST)
Message-Id: <199801100254.TAA21608@indopubs.com>
To: apakabar@clark.net
From: indonesia-p@indopubs.com
Subject: [INDONESIA-P] SERAMBI - Berita Utama 10 Jan 98
Sender: owner-indonesia-p@indopubs.com
Serambi Indonesia
_________________________________________________________________
Sabtu, 10 Januari 1998
Berita Utama
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
TAFAKKUR
_________________________________________________________________
Pembinaan Remaja
Pengurus Remaja Masjid seluruh Indonesia semakin menampakkan
eksistensi mereka di bulan Ramadhan. Betapa tidak? Mereka bagaikan
pahlawan yang tampil di barisan depan untuk menyelamatkan iman remaja
Muslim yang sedang dihantam oleh gelombang maksiat kiriman televisi.
"Untung ada remaja masjid, anak saya selamat," ujar seorang ayah di
Banda Aceh.
Memang ya, banyak remaja yang sebelum digembleng bertabiat nakal,
bandel dan berpakain tidak karuan karena mereka meniru tingkah polah
para bintang film yang jahil murakab di televisi. Para bintang film
atau penyanyi dangdut memang sudah menjadi idola mereka, padahal
penampilan para artis di televisi sangat tidak sesuai dengan akhlak
islami. Mereka selayaknya dilarang tampil di televisi, sebab akhlak
mereka sudah pada titik didih yang paling membahayakan. Agama melarang
pergaulan bebas, para bintang film justru mempopulerkan, agama
melarang membuka aurat para artis justru bertelanjang.
Tingkah jahiliyah mereka ditiru oleh anak-anak muslim seluruh
Indonesia, tak kecuali di desa-desa. Kita sesali pemilik televisi yang
tega menghancurkan akhlak generasi bangsa. Bila generasi bangsa rusak,
maka rusaklah sebuah bangsa. Syauqi Beiyk mengatakan; Sesungguhnya
sesuatu bangsa sangat tergantung kepada akhlak pemudanya, bila
pemudanya rusak, maka rusaklah bangsa itu. Inilah yang tidak disadari
oleh pemilik televisi, sebab mereka sudah memuja materi yang
berlebihan.
Untung ada remaja masjid? memang tidak berlebihan, setelah para remaja
digodok oleh remaja masjid, akhlak mereka berubah menjadi lebih baik,
tawadhu, menghormati orang tua, guru dan sesamanya. Mereka juga
menjauhkan diri dengan sifat-sifat tercela yang diperagakan oleh
setan-setan di televisi. Semua itu disebabkan kemampuan para pengasuh
dan nara sumber menyuntik "ruh spiritual" yang tepat ke dalam sanubari
mereka.
Sebelumnya bukan berarti mereka tidak mengenal Islam, iman dan ihsan,
tetapi perkenalan mereka hanya sebatas membaca, mendengar lewat
televisi atau orang-orang yang tidak bisa diteladani akhlaknya. Ilmu
Islam sangat membutuhkan guru-guru yang jujur, kharismatik, tidak
munafik dan tulus mengajarkan Islam dengan manhaj Ilahi.
Karena itu pula, pengkaderan iman dan Islam tidak tepat bila
dilaksanakan oleh sembarang orang. Paket itu harus dilaksanakan oleh
orang-orang profesional seperti Remaja Masjid, HMI, Pemuda
Muhammadiyah, Anshor, Santri senior dan lain-lain yang komitmen dengan
ajaran Islam. Pesertanya boleh siapa saja. Bila bukan ahlinya, peserta
bisa jadi seperti tradisi yang tak bermakna.
Rupiah Menguat 2.155 Poin
Serambi-Banda Aceh
Rupiah di pasar uang spot antar-bank Jakarta, Jumat, ditutup pada
posisi yang cukup menggembirakan, yaitu Rp 7.545/Rp 7.925 per dolar AS
atau menguat 2.155 poin dibanding penutupan Kamis (8/1) pada Rp 9.700/
Rp 9.900 per dolar AS.
Meski dalam perdagangan rupiah dibuka melemah, yakni pada posisi Rp
10.500/Rp 11.500 per dolar, namun memasuki sesi pagi secara perlahan
rupiah menguat dan berlanjut hingga penutupan. "Penjualan dolar oleh
pelaku pasar mendorong penguatan rupiah," kata seorang dealer seperti
dikutip AFEC Research.
Menurutnya, rupiah relatif menguat setelah bank-bank pemerintah dan
pelaku pasar Singapura melakukan penjualan dolar AS. Aksi tersebut
berhasil menahan laju kenaikan mata uang AS itu yang sempat ditawarkan
di level tertinggi 11.500 per dolar.
Sementara itu, likuiditas rupiah pada penutupan relatif stabil dengan
tingkat suku bunga overnite antar-bank sebesar 14,5-15 persen.
Pergerakan dolar/rupiah sangat fluktuatif yakni berkisar 3.955 poin
dengan level tertinggi rupiah 7.545 per dolar dan level terendahnya
11.500 per dolar.
Di Banda Aceh, Bank Indonesia (BI), Jumat, menetapkan kurs jual Rp
8.343 per dolar atau turun 580 poin dari sehari sebelumnya Rp 8.923,
sedangkan kurs beli turun 570 poin dari Rp 8.727 menjadi Rp 8.157.
Menguatnya nilai rupiah tersebut ikut menurunkan harga emas 99 persen
di Banda Aceh sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000 per gram.
Menurut petugas pencatat valuta asing di BI Cabang Banda Aceh kepada
Serambi kemarin, penurunan kurs jual dolar di bank sentral itu belum
diikuti bank-bank devisa swasta yang beroperasi di Banda Aceh.
BCA misalnya, menurut faxsimile yang diterima kantor cabangnya dari
kantor pusat di Jakarta, kurs jual ditetapkan Rp 10.100 per dolar dan
kurs beli Rp 6.800 per dolar.
Selain BCA, Bank Danamon juga melakukan demikian. Kurs jualnya Rp
11.000, sedangkan kurs beli hanya Rp 7.950 per dolar. "Kami tidak
takut lagi, berapapun naiknya kurs jual silahkan. Kini yang diwaspadai
kantor pusat adalah kurs beli yang sudah tinggi, bisa mendorong
deposan dan penabung menukarkan dolarnya ke rupiah," kata seorang
petugas valas BCA Banda Aceh.
Indikasi itu, menurut pengamat, sudah mulai nampak di beberapa kota
besar seperti di Jakarta dan Medan. Karenanya, perbankan menetapkan
perbedaan kurs beli dan jual cukup tinggi.
Bank Exim menetapkan kurs beli Rp 8.000 dan jual Rp 9.000. "Meski kurs
beli ditetapkan tinggi, nasabah atau masyarakat yang menjual dolar ke
Bank Exim nyaris tak ada," ungkap petugas valas bank itu.
Emas turun
Penurunan kurs jual dolar AS ratusan poin, kemarin telah membawa angin
segar bagi pedagang emas di Banda Aceh. Transaksi mulai kembali ramai,
meski masyarakat yang mendatangi toko emas lebih banyak yang menjual
baik kuantitas pembelian maupun transaksinya.
Ketua APEPI Aceh, H Harun Keuchik Leumiek, harga emas Jumat (9/1)
rata-rata turun Rp 5.000 - Rp 10.000 per gram, dari Rp 75.000 menjadi
Rp 65.000 per kg atau Rp 215.000 per mayam. Penurunan harga logam
mulia itu lebih karena menguatnya rupiah.
Pedagang emas lainnya di jalan Perdagangan dan Peunayong, Banda Aceh
mengatakan, penurunan harga emas belum membangkitkan daya beli.
Karenanya, pedagang menetapkan harga belinya hanya sekitar Rp 60.000
per gram atau lebih rendah dari harga jual Rp 5.000 per gram.
Mereka mengakui perkembangan harga emas akhir-akhir ini sangat
mengejutkan. Peningkatan harganya cukup tinggi, sedangkan penurunannya
relatif rendah. Karenanya, banyak pedagang yang membatasi pembelian.
Sementara dari Jakarta dilaporkan bahwa, sejumlah toko emas di kawasan
Pasar Jatinegara tidak lagi menjual dan memajang dagangannya karena
harga yang tidak stabil. Menurut seorang pedagang emas, Wawa (26)
tokonya tidak akan menjual emasnya sampai harga stabil kembali. "Untuk
sementara kami tidak melayani masyarakat yang akan membeli emas, tapi
apabila masyarakat mau menjual, kami akan menerimanya," katanya. Sejak
Rabu (7/1) emas 24 karat di Jatinegara dijual dengan harga Rp 60.000
per gram sedangkan emas 22 dan 23 karat masing-masing dijual seharga
Rp 40.000 dan Rp 50.000 per gram. Disamping tidak melakukan penjualan
emas, sejumlah toko yang biasa ramai dikunjungi pembeli ini walaupun
buka tapi terlihat tidak memajang emas-emasnya di etalase.
Pasar Singapura
Sama dengan di dalam negeri, di Singapura posisi rupiah membaik
menjadi 7.900 terhadap dolar AS di tengah suasana perdagangan yang
menegangkan akibat krisis berat keuangan Indonesia.
Pedagang valas setempat mengatakan, likuiditas sangat menurun di Asia
Tenggara di tengah-tengah ketakutan Indonesia akan mengumumkan
permintaan menunda utangnya atau memberlakukan kebijakan baru guna
mendorong nilai rupiah.
Rupiah kehilangan nilainya hampir setengah terhadap dolar AS dalam
enam bulan terakhir ini.
Menurut pedagang, hampir tidak ada kegiatan berarti hari Jumat.
Semuanya hanya didorong oleh rangsangan sesaat saja.
Rupiah, di pasar antarbank tidak diperdagangkan lagi. Padahal Kamis,
spreadnya mencapai 100 rupiah. Jumat ini spreadnya antara 500 sampai
1.000, jadi hampir mustahil untuk memperdagangkannya.
Pasar uang di Singapura sempat pula terpengaruh oleh isu adanya
demonstrasi di Jakarta dan isu soal kesehatan Presiden Soeharto.
Namun, kedua isu itu telah dinyatakan sebagai tidak berdasar.
Ada pula berita mengenai intervensi Bank Sentral AS (FED) guna
mendukung rupiah dan pencairan pinjaman IFM tahap kedua yang senilai
tiga miliat dolar kepada Indonesia. Namun, kedua berita itu masih
belum dikonfirmasikan.
Semuanya hanya isu yang tidak benar. Yang pasti adalah adanya rush
terhadap komoditi dasar. Pelaku pasar Singapura telah mengambil posisi
untuk dolar secara ekstensif.
Penjualan dolar oleh bank pemerintah di Jakarta dan penjualan oleh
operator Singapura telah menaikkan rupiah 30 persen menjadi 7.900 dari
pembukaan yang 10.500/11.500.
Berita bahwa Wakil Menkeu AS Lawrence Summers akan berkunjung ke
Indonesia dan negara Asia lainnya juga membantu pasar terhadap rupiah
itu. "Summers, yang meminta Jakarta berupaya lebih keras untuk
meyakinkan pasar akan berkunjung guna melakukan konsultasi di negara
Asia itu," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Mike McCurry.
Ia mengatakan pula bahwa dalam pembicaraan telepon Presiden AS Bill
Clinton dengan Presiden Soeharto dan PM Singapura Goh Chok Tong,
Clinton menekankan pentingnya kedua negara itu bagi AS.
Ringgit
Sementara ringgit Malaysia mantap dengan 4,620/300 terhadap dolar dari
sebelumnya yang 4,780, setelah bank sentral setempat melakukan
intervensi dan adanya imbauan untuk tidak panik oleh pemimpin negeri
jiran itu.
Malaysia sudah menegaskan tidak akan meminta bantuan IMF karena negeri
itu memiliki cadangan devisa memadai.
Dolar Singapura juga naik sedikit di tengah adanya berita interbensi
oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan suku bung antarbank domestik
yang naik.
MAS melakukan intervensi dalam pasar yang sepi guna mempertahankan
dolar Singapura setelah sebelumnya turun sampai tingkat 1,8160
terhadap dolar AS.
Baht Thai bangkit setelah turun di pasar dalam negerinya dan pasar
luar negerinya saat pedagang tetap siaga sebelum pengumuman mengenai
kebijakan baru guna menekan spekulasi. Kebijakan baru itu diumumkan
Jumat.
Baht berada pada 53,60/80 terhadap dolar dibanding sebelumnya yang
53,70/54,00. Tingkat di pasar luar negeri 52,00/53.00 dibanding
54,10/60 sebelumnya.
Peso Filipina mantap dengan 44,595 sedangkan sebelumnya 44,92 di
tengah persepsi pasar bahwa bank sentral memberikan suntikan dolar
secara tidak langsung.
Polisi mengatakan, pihaknya akan menutup 130 money changer di kawasan
wisata utama Manila dan menuduh money changer itu memburu dolar yang
menurunkan nilai peso.
Dolar Taiwan berada pada tingkat 34,03/13 terhadap dolar AS dibanding
penutupan Kamis yang 34,325.
Dolar Hong Kong berada pada 7,7435/55 dibanding Kamis yang 7,7455. Won
Korsel pada 1.800/05 Jumat naik dari 1.815 sebagai dampak positif dari
berita bahwa para banker dunia telah menegaskan komitmen membantu
pembiayaan jangka panjang kepada Korsel sebagai antisipasi krisis di
Indonesia.
Dolar Australia pada 0,6404/09 dibanding pagi yang 0,6320/25, di
tengah isu intervensi bank sentral. Sedangkan dolar Selandia Baru
tercatat 0,5705/15 dari 0,5673/80 selama perdagangan Jumat.
BEJ
Di Bursa Efek Jakarta, tekanan jual rupiah yang mereda, kemarin
ternyata belum cukup untuk mengangkat minat beli investor, sehingga
perdagangan saham di akhir pekan itu kembali ditandai dengan koreksi
terhadap indeks harga saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi 342,970 atau
turun sekitar 1,2 persen (4,138 poin), sedangkan Indeks LQ45 --yang
terdiri atas 45 saham pilihan-- turun sekitar 1,3 persen (0,900 poin)
menjadi 70,682.
Menurut AFEC Research, pada sesi pertama IHSG sempat terpangkas lebih
dari delapan poin hingga titik terendah harian mencapai 337,591,
sedangkan titik terendah harian LQ45 69,229.
Untuk ukuran akhir pekan, secara umum transaksi berlangsung relatif
ramai dengan volume mencapai 686 juta lembar saham atau senilai Rp 839
milyar.
Menurut pengamat, kecenderungan jual masih cukup dominan hingga
munculnya aksi beli menjelang penutupan yang membuat turunnya indeks
tidak terlalu dalam. "Di akhir perdagangan memang terjadi 'rebound'
pada beberapa saham. Selain karena alasan teknikal, meredanya tekanan
jual di akhir perdagangan juga berkaitan dengan pulihnya kepercayaan
investor setelah muncul beberapa berita positif," kata seorang
pengamat dari PDFCI Sekurities.
Berita positif itu, katanya, antara lain adanya kontak telepon antara
Presiden Soeharto dengan Presiden AS Bill Clinton dan berita rencana
kedatangan utusan Dana Moneter Internasional (IMF). "Kontak telepon
tersebut menunjukkan perhatian AS terhadap krisis ekonomi yang dialami
Indonesia dan ini memberikan harapan untuk terjadinya suatu kondisi
ekonomi yang lebih baik," katanya.
Di lantai BEJ, saham PT Telekomunikasi Indonesia menjadi benteng utama
penahan jatuhnya indeks setelah harganya naik Rp275 menjadi Rp2.500
dengan volume 82,988 juta lembar. Kenaikan Telkom itu, kata para
pialang, berdasarkan pada alasan teknikal karena harga saham
perusahaan binaan Depparpostel itu beberapa waktu sebelumnya sempat
mengalami koreksi tajam.
Saham-saham lain yang menguat antara lain Astra (Rp 200), Indocement
(Rp 125), Gudang Garam (Rp 250), Medco (Rp 150), BII (Rp 50), dan BNI
(Rp 25). Sementara itu, saham Indosat anjlok Rp 2.375 menjadi Rp 8.125
dengan volume transaksi 3,378 juta lembar. Penurunan harga juga
dialami Daya Guna Samudera (Rp 800), Sampoerna (Rp250), dan Indofood
(Rp 500). (naz/her/ant/rtr)
Gubernur:
Renungkan Hikmah di Balik Krisis Moneter
Serambi-Lhokseumawe
Gubernur Aceh mengingatkan krisis moneter yang melanda Indonesia dan
negara-negara Asia Pasifik harus dilihat dari sisi hikmahnya, yakni
untuk introspeksi. Selama ini bangsa Indonesia sendiri justru kurang
menghargai atau kurang percaya pada mata uang rupiah dan itu terbukti
pada setiap transaksi terutama di kota-kota besar selalu dalam
hitungan dolar AS.
Peringatan itu disampaikan Gubernur Prof Dr Syamsuddin Mahmud ketika
memberi ceramah usai shalat tarawih di Masjid Baiturrahman
Lhokseumawe, tadi malam. Dikatakan, dalam peristiwa moneter seperti
sekarang ini jangan hanya melihat pada sisi negatif dan kerugiannya
saja, melainkan juga perlu merenungkan hikmah di balik krisis moneter
yang berkepanjangan itu yang sebetulnya telah menggejala sejak
beberapa tahun lalu.
Semua itu terjadi justru karena bangsa Indonesia kurang menghargai
terhadap mata uangnya sendiri. Kurangnya apresiasi terhadap rupiah itu
terlihat dalam hampir semua transaksi, baik berupa pembayaran tarif
hotel berbintang di kota-kota besar, hitungannya selalu dalam dolar
AS, bukan rupiah. "Inilah ironinya bangsa kita," kata Pak Syam.
Gubernur bahkan mengungkapkan yang lebih ironis lagi, semua pembayaran
dan jaminan asuransi termasuk perusahaan asuransi pribumi (asuransi
nasional) jaminannya, tarif premi dan lainnya dihitung dalam dolar AS.
Padahal, kata gubernur, harusnya dilakukan dalam hitungan rupiah.
Sebab, pembayarannya tetap dilakukan dalam rupiah.
Lebih jauh gubernur mengatakan, dalam kondisi seperti sekarang
sebaiknya semua kita harus dapat merelakan atau menahan diri dari
mengeluarkan dana yang besar untuk perbelanjaan sendiri. Melakukan
penghematan di segala bidang untuk memperkecil beban biaya akibat
harga-harga yang membubung. Demikian pula dengan masyarakat luas agar
bisa menahan diri sampai krisis moneter ini berakhir.
Syamsuddin Mahmud mengingatkan agar pesan-pesan Presiden Soeharto
ketika menyampaikan pidato pengantar RAPBN 1998/1999, Selasa malam
(6/1) lalu, dicamkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Presiden minta agar rakyat tabah menghadapi gejolak moneter tersebut
dan tetap percaya pada pemerintah yang terus berusaha mengatasinya.
Dalam kondisi seperti ini, Presiden, kata gubernur, minta agar
masyarakat tidak terpancing oleh isu-isu yang merugikan dan mengancam
keutuhan stabilitas, keutuhan ketahanan nasional dan mencegah
perpecahan. Presiden Soeharto mengingatkan agar semua rakyat bersatu
padu mengatasi berbagai masalah akibat krisis moneter yang melanda
Indonesia saat ini.(bas)
Suksesi Gubernur
Pak Syam Raih 65 "Point"
Serambi-Banda Aceh
Prof Dr Syamsuddin Mahmud (Gubernur Aceh sekarang) meraih 65 "point"
dan sekaligus menempatkan dirinya di tempat teratas dalam perolehan
dukungan sebagai kandidat Gubernur Aceh periode 1998-2003 yang
direkapitulasi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) DPRD Tk I Aceh
hingga posisi 8 Januari 1998.
"Hingga tanggal 8 Januari 1998, kami telah menerima surat dukungan
dari masyarakat sebanyak 103 pucuk. Dan, dari jumlah itu, Pak Syam-
-panggilan akrab Syamsuddin Mahmud--meraih 65 'point'," tutur Ketua
FPDI Nazaruddin Abdullah kepada Serambi, tadi malam.
Jumlah "point" 65 yang dimaksudkan FPDI tersebut adalah, dari 103
surat yang masuk itu, 65 di antaranya menyebut nama Syamsuddin Mahmud
sebagai orang yang pantas dipilih untuk menjadi Gubernur Aceh periode
1998-2003. "Jadi, angka ini masih bersifat sementara," tambah
Nazaruddin yang juga Ketua DPD PDI Aceh.
Setelah Pak Syam, menurut hasil rekapitulasi FPDI tersebut, urutan
kedua diraih Ir Iskandar Husin (Kakanwil Transmigrasi dan PPH
Kalimantan Barat) yakni meraih 45 "point". Sedangkan di tempat ketiga
diraih Ir Abdullah Puteh MSi (mantan Ketua DPP KNPI/anggota MPR RI).
Sementara Prof Dr Dayan Dawood MA (Rektor Unsyiah) menempati urutan
keempat dengan jumlah "point" yang diperolehnya 20. Urutan selanjutnya
(kelima) diduduki HT Djohan (Ketua DPRD Aceh/Ketua DPD Golkar Aceh)
dengan jumlah "ponit" 16. Sedangkan Ir Usman Hasan (Dubes RI untuk
Meksiko) mendapatkan "ponit" 14, nilai ini sama banyaknya dengan
jumlah "ponit" yang diperoleh Malik Ridwan Badai, SH (Sekwilda Aceh).
Sementara sejumlah nama kandidat lainnya masing-masing Prof Dr
Alibasyah MA (mantan Rektor Unsyiah), Dr Safwan Idris MA (Rektor IAIN
Ar-Raniry), dan Prof Dr M Hassan Su'ud, MSc (guru besar Fakultas
Pertanian Unsyiah), masing-masing memperoleh "ponit" 6 dan 5.
Sebelumnya Ketua FKP DPRD Tk I Aceh HT Darwin dan Sekretaris FPP Drs
Mustafa A Glanggang juga menyatakan telah menerima puluhan bahkan
ratusan surat dukungan yang dialamatkan masyarakat kepada fraksinya.
Namun, kedua pimpinan fraksi itu mengaku belum merinci secara khusus
terhadap surat-surat yang masuk itu.
Alasannya, tim teknis yang akan bekerja untuk suksesi gubernur belum
disahkan oleh Mendagri. Begitupun, mereka menyatakan tetap menampung
setiap aspirasi yang masuk ke dewan. Ketua DPRD Aceh HT Djohan
mengatakan, pihaknya akan mengadakan konsultasi tahap kedua dengan
Depdagri pada 13 Januari mendatang di Jakarta, yang di dalamnya juga
ikut para ketua fraksi.(bur)
Pasar di Banda Aceh Normal
Serambi-Banda Aceh
Situasi di beberapa pasar swalayan dan tradisional yang ada di kota
Banda Aceh hingga Jumat petang masih wajar dan belum terlihat adanya
lonjakan drastis pembelian barang-barang terutama kebutuhan pokok.
Sementara itu, pasar murah yang digelar Apegti Dolog terlihat diserbu
pembeli.
Pemantauan Serambi, Jumat, menunjukkan, jumlah pengunjung di pasar
tradisional seperti Pasar Aceh, Kampung Baru, dan Peunayong, serta
pasar swalayan seperti di Pante Pirak, Metro, dan Suzuya berjalan
normal. Kendati demikian, menurut pengakuan beberapa pedagang ada
peningkatan permintaan.
Masyarakat sudah mulai memborong gula pasir relatif lebih banyak. Jika
dulu paling-paling membeli 2 kg, tadi ada yang membeli sampai 20 kg.
Demikian juga dengan minyak goreng. "Saya beli ini untuk jaga-jaga,"
ujar Indra seorang karyawan sebuah bank yang ditemui Serambi ketika
sedang membeli dua jenis kebutuhan pokok itu di Pasar Swalayan Pante
Pirak.
Seorang pedagang beras di Kampung Baru Banda Aceh juga mengaku
penjualannya mengalami peningkatan. "Tadi pagi ada seorang pejabat
yang memborong sampai 10 karung sebesar 300 kg," ujar pedagang yang
bertubuh tambun tersebut.
Menurut pedagang, persediaan barang kebutuhan pokok masih relatif
mencukupi, namun harganya sudah membumbung. Gula pasir putih halus eks
impor Thailand Rp 2.000 - Rp 2.200 per kg atau per sak isi 50 kg Rp
105.000, dan gula Apegti halus Rp 1.800 per kg Rp 80.000 - Rp 90.000
per sak, sedangkan minyak goreng sawit mencapai Rp 3.000 per kg.
Sejumlah pedagang memperkirakan minyak goreng kelapa sawit (malinda)
bakal naik lagi mencapai Rp 3.000 - Rp 3.200 per kg, karena harga
grosirnya di Medan saja sudah mencapai Rp 2.650 - Rp 2.800 per kg.
Telur ayam ras, sementara ini stabil pada harga Rp 165 - Rp 175 per
butir di tingkat grosir.
Ramli, pedagang grosir telur mengatakan, meskipun harga telur masih
relatif stabil, ia memperkirakan pekan depan harganya bakal naik
sekitar Rp 200 per butir. Perkiraan ini didasari dari melonjaknya
harga pakan rata-rata Rp 200 per kg, banyaknya ayam petelur mati, dan
bakal meningkatnya pengiriman telur dari Sumut ke Jakarta pada minggu
ketiga Ramadhan.
Dalam beberapa hari terakhir harga beras juga meningkat, terutama
beras asal luar daerah. Beras Ramos misalnya, kemarin sudah mencapai
Rp 50 ribu per karung (30 kg) dan persediaan menipis, naik dari
sebelumnya Rp 47 ribu. Namun sejauh ini belum ada pedagang beras yang
dibanjir pembeli.
Sejumlah pedagang mengemukakan, mereka terpaksa menaikan harga karena
ketika membelinya dari para distributor juga telah mengalami kenaikan
akibat adanya gejolak moneter yang melanda Indonesia dewasa ini.
Menurut mereka, kenaikan harga beberapa komoditi juga disebabkan
semakin sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan seperti gula,
tepung terigu, dan minyak goreng sawit. Kalau ada pun dijatah oleh
penyalur gula Dolog, masing-masing pedagang hanya mendapat jatah satu
karung (50 kg) per hari seharga Rp 110 ribu per karung naik secara
sporadis dari bulan lalu Rp 76 ribu.
Mukhtar, pedagang di jalan Panglima Polem yang mengaku menghabiskan
sekitar 1-2 ton gula per hari, pernah memesannya ke Medan, namun
pasokannya tersendat-sendat. Senada dengan Mukhtar, seorang pedagang
bahan kebutuhan pokok di Kampung Baru mengatakan pihaknya sudah bosan
memesan gula dari penyalur gula Dolog di Banda Aceh. "Saya sudah
seminggu pesan tapi tak dapat-dapat, lihatlah toko saya kosong,"
sergahnya.
Pasar Dolog
Pasar murah Apegti-Dolog yang menjual gula Rp 1.600 per kg, minyak
goreng sawit Rp 2.500 per kg, dan beras Rp 1.000 per kg, sirop Cap
Kapal Layar Rp 2.400 per botol. Namun, pasar yang digelar di pojok
depan Mesjid Raya Baiturrahman, kemarin sempat kehabisan persediaan
minyak goreng dan gula, sehingga banyak pengunjung kecewa.
"Dalam waktu 15 menit kami menghabiskan gula sampai 1 ton. Kalau mau
beli, kembalilah pukul 14.00 siang seusai shalat Jumat," ujar seorang
petugas di stan OP itu kepada Serambi ketika mereka kehabisan gula
sekitar pukul 9.30 WIB.
"Pasar kaget" yang dibuka sejak 23 Desember lalu itu, diserbu banyak
pembeli dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Puluhan orang antri
menunggu giliran membeli di pasar murah yang dijadwalkan dibuka sampai
menjelang lebaran mendatang, itu hanya untuk mendapat jatah pembelian
2 kg gula dan minyak goreng.
Hingga pukul 16.00 sore kemarin, pengunjung pasar murah tersebut masih
ramai, sementara persediaan tambahan gula tampak hanya sekitar tiga
karung. "Kita harapkan Dolog membuka lebih banyak lagi pasar murah.
Maunya penyaluran gula jangan ditahan-tahan seperti ini, kami sangat
kecewa," ujar Mukhtar, warga Ajun yang sedang antri gula.
Masyarakat mengeluhkan melonjaknya harga bahan pokok dan barang
kebutuhan lainnya belakangan ini, terutama barang-barang yang banyak
dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kalau kenaikan harga barang
ini berlangsung terus, saya kuatir masyarakat hanya bisa makan nasi
dan garam, apalagi gaji tidak naik," kata Ny Aida Sofia, seorang ibu
rumah tangga yang tengah berbelanja di Pasar Peunayong.
Elianti, seorang ibu rumah tangga lainnya mengatakan, harga-harga
barang kemungkinan akan terus mengalami kenaikan, apalagi menjelang
lebaran kebutuhan akan barang-barang biasanya meningkat. Oleh karena
itu, pihak-pihak terkait diharapkan untuk melakukan langkah-langkah
yang lebih efektif untuk mengendalikan kenaikan harga tersebut, karena
kalau hanya sebatas imbauan, tidak akan digubris para pedagang.
Kepala Dolog Aceh, Ahmad Kusumaatmadja yang dikonfirmasi kemarin
menyatakan bahwa persediaan kebutuhan pokok untuk daerah ini mencukupi
untuk menghadapi lebaran nanti dan karena itu ia mengimbau masyarakat
tidak perlu membeli dalam jumlah yang berlebihan. Bukan soal beras
saja, pihaknya pun menyediakan gula pasir dan terigu dalam jumlah
mencukupi.
"Dalam keadaan ekonomi seperti sekarang, ia mengharapkan masyarakat
membeli bahan kebutuhan pokok secukupnya saja agar harga dapat
dikendalikan," imbaunya.
Kadolog Aceh itu mengatakan, pihaknya terus berupaya membantu
menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung terigu
dan minyak goreng. Langkah yang diambil untuk menekan lonjakan harga
kebutuhan pokok tadi di daerah termasuk di Banda Aceh, telah
diperintahkan Apegti untuk mendistribusikan gula pasir dan tepung
terigunya ke sub-sub dolog di daerah.
Dalam melaksanakan OP, katanya, Apegti dan pedagang tidak mengambil
untung besar. Misalnya gula pasir harganya di tingkat pengecer harus
Rp 1.600 per kg, tepung terigu Rp 1.000 per kg, dan minyak goreng Rp
2.500 per kg. Gula pasir harga eceran tertingginya Rp 1.600 per kg,
karena harga tebusnya satu karung isi 50 kg di Apegti ditetapkan
sekitar Rp 76.000 - Rp 78.000 per sak.
"Khusus Banda Aceh, kita akan menambah titik-titik penjualan. Kalau
selama ini hanya ada di depan mesjid raya, besok (hari ini, red) akan
ditambah dua sampai tiga lagi di pusat pasar yang paling banyak
pengunjungnya, misalnya Peunayong, dan Setui. Sementara untuk daerah
yang jauh dari pasar, akan dibantu dengan penjualan melalui mobil
keliling," ujarnya menjajikan.(naz/her/fi)
_________________________________________________________________
RAMADHAN MUBARAK
_________________________________________________________________
Adab Bersedekah di Bulan Ramadhan
Oleh Prof. Dr. Tgk. H Muhibbuddin Waly
Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan
harta di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir pada tiap-tiap bulir seratus biji Allah
melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha
luas kurnia-Nya lagi Maha Mengetahui (QS.al-Baqarah- :261).
Dalam ayat di atas Allah SWT memberi motivasi kepada orang yang
beramal (tangan yang di atas) untuk suka memberi zakat, infaq dan
sadaqah, membantu pembangunan masjid, anak yatim, fakir-miskin dan
lain-lain. Bila niatnya ikhlas fahalanya sangat besar dan dilipat-
gandakan oleh Allah SWT. Sebagaimana ayat di atas.
Para dermawan yang beriman akan bersedekah dengan niat yang sangat
ikhlas, setiap ada orang yang meminta-minta tak pernah ditolaknya
sehingga si miskin tidak sakit hati. Mereka telah membaca firman Allah
untuk tidak menyakiti hati orang yang tak punya: Dan yang
meminta-minta janganlah kamu hardik (QS. Ad-Dhuha:10).
Pada bulan Ramadhan ini kemurahan tangan umat Islam sangat diharapkan,
sebab masih banyak di antara saudara-saudara kita yang memang sangat
membutuhkan uluran tangan, masih banyak masjid-masjid dan dayah-dayah
yang sedang dibangun. Islam tidak menyukai yang kaya makin kaya dan
yang miskin semakin miskin. Hak-hak orang miskin wajib dikeluarkan
oleh orang kaya, berupa zakat, infaq dan sadaqah. Rumah ibadah dan
dayah harus lebih bagus dan lebih luas dari rumah pribadi.
Motivasi seseorang muslim untuk menolong saudara-saudaranya yang tak
punya harus didasarkan kepada firman Allah: "..... supaya harta itu
jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di kalangan kamu.
(QS.Al-Waqi'ah:7)
Menolong mereka yang lemah ekonominya itu sangat perlu supaya tidak
terjadi kesenjangan sosial dalam masyarakat. Orang yang kaya
(ghaniyyin) punya hak kepada orang miskin, (mustadh'afin) yakni
menginfaqkan sebagian rezekinya sebagai zakat, infaq dan sadaqah. Bila
kesenjangan terlalu dalam akan tumbuh kecemburuan sosial.
Sangat banyak ayat-ayat al-Quran dan hadits Nabi tentang perlu
membantu orang-orang yang lemah, bahkan al-Quran dengan tegas
mengatakan, orang yang kikir pada hartanya itu adalah pendusta agama:
Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang
menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang
miskin.(QS.Al-Maun: 1,2,3).
Adab
Agama Islam mengajarkan adab (etika) kepada para dermawan. Apabiila
kita membantu orang miskin, anak yatim atau orang-orang yang berhak
menerimanya, harus betul-betul ikhlas, jangan diungkit-ungkit kembali,
sebab bila diungkit-ungkit (bahasa Aceh:tasung) pemberian itu--orang
yang menerima pemberian-- akan tersinggung dan sakit hati. Larangan
ini berdasarkan firman Allah SWT: Orang-orang yang menafkahkan
hartanya pada jalan Allah, lalu tidak menyertai pemberiannya itu
dengan umpatan (atau menyebut jasa) yang dapat menyakitkan hati si
penerima, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka.... (QS.
Al-Baqarah:262).
Dalam ayat lain disebutkan:
Ucapan yang ramah dan pemberian maaf lebih baik dari pada sadaqah yang
diiringi sesuatu (sebutan mengungkit-ungkit kedermawanannya) yang
menyakitkan. Dan Allah Maha Kaya dan Maha Penyantun (QS.Al-
Baqarah:263).
Dalam hadits juga disebutkan, kalau bersedekah harus ikhlas, memberi
dengan tangan kanan, jangan diketahui oleh tangan kiri. Maksudnya,
setelah memberi jangan diungkit-ungkit supaya manusia lain mendengar
dn memujinya sebagai dermawan.
Sadaqah yang diberikan berdasarkan ria (pamer) tidak akan mendapat
pahala apa-apa, meski jumlah bantuan itu sangat banyak, sebaliknya
sedekah yang ikhlas meskipun sedikit pahalanya berlipat ganda. Bantuan
yang sok pamer itu tidak sesuai dengan ajaran Islam. Allah
mengibaratkan sedekah semacam itu:
Perumpamaan orang-orang yang bersadaqah karena ria bagaikan batu licin
yang berdebu, kemudian debu itu ditimpa hujan lebat, tidak ada yang
tersisa atas batu licin itu, kecuali hanyalah batu licin belaka.
Begitulah amal orang yang ria, pahalanya habis percuma.(QS.
Al-Baqarah:264)
Sebaliknya orang yang bersedekah dengan niat yang ikhlas, diumpamakan
Allah sebagai tanah yang subur di dataran tinggi yang disiram hujan
lebat, maka penghasilan yang diperolehnya akan berlipat ganda. Dan
sekiranya tidak ada hujan lebat, hujan gerimis saja sudah cukup untuk
menyuburkan benih di tanah yang bagus itu. Allah berfirman:
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari
keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun
yang terletak didataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka
kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak
menyiraminya, maka hujan gerimispun memadai. Dan Allah Maha Melihat
apa yang kamu perbuat.(QS.2:265)
Masjid Baiturrahim Ulee Lheue
Tarawih di Masjid, Tadarus di Meunasah
SAAT melangkahkan kaki memasuki Masjid Baiturrahim Ulee Lheue yang
pertama dirasakan adalah kedamaian. Hal itu sangat kontras dengan
keadaan di luar yang kelihatan seperti seonggok bangunan kuno kurang
terurus. Kesejukan yang dipancarkan oleh dinding-dinding bagian dalam
masjid membuat para jamaah betah dan khusyuk dalam mendekatkan diri
kepada Allah SWT.
Saat berada dalam ruangan yang tergolong luas itu, kita dibuat kagum
dengan sesuatu yang tidak dimiliki oleh masjid manapun di wilayah
Kotamadya Banda Aceh (bahkan mungkin di D.I. Aceh). Tepatnya, di atas
tempat imam berdiri terdapat gantungan mimbar, tempat khatib
memberikan khutbahnya. Penempatan mimbar yang tergolong "unik" itu
merupakan hasil pemikiran Alm. Ridwan Daud, salah satu tokoh yang
sangat berperan dalam membangun Masjid Baiturrahim saat direnovasi.
Kegunaan mimbar itu karena masjid tersebut memiliki dua lantai.
Mimbar kayu dicat warna kecoklatan, sangat menonjol dan kontras dengan
dindingnya yang berwarna abu-abu marmar di sisinya. Kemudian kita
dihadapkan dengan berbagai tulisan kaligrafi pada dinding bagian atas,
sehingga membuat Masjid Baiturrahim semakin sarat dengan nilai-nilai
seni sebab ia merupakan salah satu masjid yang tergolong tua di Banda
Aceh.
Masjid yang terletak di perempatan jalan kawasan Ulee Lheue, Banda
Aceh itu merupakan tempat bagi warga Kecamatan Meuraxa untuk tidak
hanya melaksanakan berbagai aktivitas ritual, namun juga kegiatan
kemasyarakatan lainnya. Kegiatan seperti rapat-rapat umum yang diikuti
oleh banyaknya warga dilaksanakan dalam masjid.
Seperti masjid di tempat-tempat lain dalam bulan suci Ramadhan seperti
sekarang ini, Masjid Baiturrahim juga melaksanakan shalat sunat
tarawih dan witir. Tidak seperti masjid-masjid lain usai menunaikan
shalat tawarih dan witir dilanjutkan dengan tadarus al- Quran. Bagi
penduduk Ulee Lheue setelah melaksanakan shalat secara berjamaah di
Masjid Baiturrahim, mereka kembali ke meunasah (yang tersedia di
setiap dusun) untuk bertadarus.
"Bukan di masjid tak diizinkan bertadarus, tapi memang sudah begitu
sejak lama. Masyarakat lebih senang bertadarus di meunasah-meunasah
mereka masing-masing," ujar salah seorang imam Masjid Baiturrahim, Tgk
Abdullah Yunus kepada Serambi usai shalat Zuhur, Senin lalu (5/1).
Sebagaimana layaknya masjid-masjid lain selama bulan Puasa, di
Baiturrahim juga diadakan ceramah Ramadhan yang waktunya setelah
shalat Isya (sebelum dimulainya shalat Tarawih). Para penceramahnya
didatangkan dari berbagai pelosok di Banda Aceh dan Aceh Besar yang
jadwalnya telah diatur. Sedangkan waktu Subuh, ceramahnya tidak rutin
setiap hari. "Kadang dua hari sekali. Atau tiga hari sekali," jelas
Tgk Abdullah yang didampingi sekretaris pengurus masjid Marwan Zainun.
Masjid yang memiliki nilai sejarah begitu tinggi ini --sehingga sering
dikunjungi turis manca negara-- seperti diakui kedua pengurus tadi
sangat kurang kegiatan. Begitu pula halnya selama bulan suci Ramadhan
ini. "Kegiatan kami hanya shalat Tarawih," ujar Tgk Abdullah yang
diiyakan oleh Marwan. Menurut keduanya, kurangnya aktivitas masjid di
ujung kiri pulau Sumatera itu karena para remaja setempat lebih banyak
yang pergi ke laut untuk mencari nafkah bagi keluarga.
"Secara formalitas Remaja Masjid memang ada. Tapi, mereka tak pernah
melakukan kegiatan. Bila ada permintaan remaja untuk pelatihan di
tingkat Kotamadya, kami selalu mengirim utusan. Setelah itu seperti
biasa lagi," jelas Tgk Abdullah yang pensiunan pegawai negeri sipil di
jajaran Kanwil Departemen Penerangan.
Kalau di luar bulan Ramadhan, perayaan berbagai hari-hari besar Islam
seperti 1 Muharram, Maulid Nabi Besar Muhammad saw, Isra' Mi'raj,
dilakukan oleh murid-murid TPA. Aktivitas pengajian di TPA boleh
dikatakan sangat maju. Ini terbukti dari banyaknya murid yang mencapai
200 santri dan diajarkan oleh 30 orang guru. Di samping gedung khusus
(bekas Madrasah Ibtidaiyah)) di sisi kanan masjid, ruang belajar untuk
santri dipergunakan salah satu sudut bagian masjid.
Sejarah
Masjid Baiturrahim merupakan sebuah tempat ibadah yang dibangun
sebelum Indonesia meraih kemerdekaan tepatnya tahun 1913. Melihat
bentuk bangunan dasar pertama, Baiturrahim sangat mirip dengan Masjid
Raya Baiturrahman, yang merupakan kebanggaan rakyat Aceh. Motif
ornamen, bentuk bangunan dan kubah, serta lengkungan yang terdapat di
Baiturrahim sama persis dengan Baiturrahman. Jadi, bisa dikatakan
bahwa Baiturrahim merupakan duplikat (miniatur) dari Baiturrahman yang
belum selesai.
Menurut cerita dari mulut ke mulut, seperti dituturkan oleh Tgk
Abdullah, Masjid Baiturrahim sangat berperan dalam perang melawan
penjajah. Para pejuang sebelum menuju medan laga, terlebih dahulu
berdoa di masjid tersebut sebab di tempat itu diyakini sebuah kuburan
ulama besar. "Tapi, cerita ini tidak pernah ada dalam buku. Ini saya
dengar dari cerita orang-orang tua dulu. Entah benar, saya juga kurang
tahu," jelas Tgk Abdullah.
Atas saran seseorang, panitia pembangunan masjid pada tahun 1980
mengirim surat kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk meminta
bantuan dana guna merenovasi Baiturrahim. Kemudian surat dibuat dalam
bahasa Arab yang indah oleh seorang ahli bahasa yang ada di tengah
masyarakat Ulee Lheue. "Mungkin karena bahasa dalam surat itu menarik
mereka, tanpa diduga pemerintah Arab Saudi meyumbang dana sebesar 30
ribu dolar AS (yang saat itu dirupiahkan mencapai 36 juta)," tutur Tgk
Abdullah.
Ketika Aceh dilanda gempa yang sangat dahsyat April 1983 silam,
sebagian besar dinding masjid tersebut mengalami keretakan. Sejak itu
para pengurus mulai memikirkan untuk merenovasi kembali, namun hal itu
tidak mendapat izin dari Gubernur Aceh yang ketika itu dijabat oleh
Prof Dr Ibrahim Hasan MBA. "Alasan Pak Gubernur saat itu karena
Baiturrahim merupakan salah satu bangunan bersejarah dan hanya boleh
dipugar oleh Badan Kepurbakalaan," kata Tgk Abdullah.
Namun, pengurus terus menghimpun dana masyarakat dengan menempatkan
celengan di setiap rumah penduduk. Setiap bulan celengan itu
dikumpulkan. Sedangkan dana dari para donator diprakarsai Alm Ridwan
Daud dan Kasrem Teuku Umar yang saat itu dipimpin oleh Letkol RAN
Tanundjiwa. "Karena Badan Kepurbakalaan tidak juga merenovasi bangunan
masjid, maka panitia mulai melakukan langkah- langkah perbaikan," kata
Marwan.
Akhir 1990, perenovasian mulai dikerjakan. Rancangan pertama dibuat
oleh Alm Ir Masri Sutan Bandaro. Namun, kemudian dirubah oleh salah
seorang pegawai Kanwil PU Aceh. Dengan tidak membongkar bagian depan
bangunan masjid lama, proses penambahan pembangunan yang menghabiskan
dana 360 juta tersebut tampak megah seperti sekarang ini selesai
dikerjakan akhir tahun 1991. (nurdin hasan)
_________________________________________________________________
APIT AWE
Tameungon Deungon Teungku Jeuet Tameung Du'a
Dalam hidup ini Polem, kita sudah tentu punya sahabat, kenalan, atawa
pon mitra kerja. Sudah tentu kesemuanya ini harus sama-sama cocok.
Semisal kata orang tuha-tuha legee jusan ngon peugawe.
Ho, sudah tentu Pang. Namun nyang lebih peunteng hubungan ini dijalin
dengan rasa saling tukan menukar propesi. Dan kalau satu pehak ada
kekurangan mangka dari lain pehak kita dapat memperoleh pelajaran.
Jadi memilih kawan atawapon mitra harus hati-hati. Kalau marika jahat
mangka kita akan mendapat pelajaran bagaimana melaku- kan kejahatan.
Begitu pula kebalikannya. Taemungon deungon ureueng kaya taturi
hareukat, tameungon deungon sibangsat karu donya.
Tepat Polem, kamu ada banyak tahu juga. Begitu juga Polem meunyoe
tameungon deungon sibanggi roh tameucandu, tameungon deungon teungku
jeuet tameung du'a.
Tepat Pang. Pang juga ada lebih pandai. Saya tambah Pang, tameungon
deungon sisuang, malang geutanyoe. Ha...ha...ha...
Nah Polem, tameungon deungon aneuk miet, tamanoe jipeuceukoe ie,
tapajoh bu jipeu habeh engkot. Ha...ha...ha...
Ha...ha...ha... Pang, meunyoe tameungon deungon ureueng tuha, meunyoe
tapajoh bu jipeuhabeh kua.
Ha...ha...ha...
Pang Sagoe