[INDONESIA-L] RUBRIK - WNI Keturuna (r)

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Dec 16 1997 - 15:56:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Dec 16 19:55:10 1997
Date: Tue, 16 Dec 1997 17:38:07 -0700 (MST)
Message-Id: <199712170038.RAA17717@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] RUBRIK - WNI Keturunan ...
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Tue, 16 Dec 1997 18:53:59 +0700
From: paulo <paulo@dnet.net.id>
To: apakabar@clark.net
Subject: wni keturunan...

Saya sangat tertarik dengan pembicaraan seputar wni keturunan cina dan
wni asli. Hanya sekedar pembicaraan saja:
1. Mengapa warga wni keturunan (yang disebut si CINA oleh wni asli)
dikatakan banyak yang berhasil karena kolusi dsb?

Perlu kita bersama teliti..pada mulanya ketika orang cina menginjakkan
kakinya di bumi Indonesia ini..apa yang mereka punyai? uang yang
banyak?..uang yang berlimpah?..jawabannya tentu TIDAK!!. lalu kenapa
selalu dipermasalahkan bahwa wni keturunan selalu picik dan menjijikan
sekali (terutama dengan nama 'nickname-nya' yang disebutkan sebagai si
CINA?, dan selalu dikaitkan dengan kolusi, curang dsb). Mengapa? mengapa
saudara-saudara yang berkomentar negatif tentang si CINA ini tidak dapat
berpikir?? Tentu saja pada waktu yah...nenek moyang kita yang mungkin
masih orang cina asli menginjakkan kakinya di bumi indonesia ini (tidak
tahu berapa keturunan yang lalu), tentu saja tidak mempunyai
apa-apa...boleh dibilang (layaknya seperti orang-orang kapal yang sering
menyeberangi suatu negara secara illegal)..lalu kenapa pada akhirnya
orang-orang ini dapat sukses dengan nama besar (atawa disebut sebagai
konglomerat papan atas??). Pernahkah saudara-saudara yang berpikir
negatif memikirkan hal ini..?? Belum tentu..!! Kenapa si CINA ini dapat
bekerja keras..menabung dan pada akhirnya menjadi orang besar dan kaya??
Tidak lain adalah sifat dari mereka yang memang rata-rate ulet. Kalau
saudara-saudara mengatakan mereka telah dibantu dan mendapatkan
fasilitas oleh Pemerintah..tentu saja tidak dapat dipungkiri...YA!!
memang saya yang berkomentar tidak ingin dicap munafik..tetapi apa
saudara-saudara juga tau berapa uang yang sudah dikeluarkan untuk dana
ini, itu dan sebagainya (belum lagi ditambah dengan pungutan-pungutan
yang tidak bisa terhitung banyaknya). lalu kenapa walaupun demikian si
CINA ini tetap memberikan sumbangan-sumbangan dana/pungutan tersebut??
Sekali lagi saya tidak mau munafik...yah jika mungkin saudara-saudara
sendiri sudah merasakan betapa susahnya hidup di Indonesia ini jika
tidak menggunakan uang..dalam hal pengurusan surat-surat pun (seperti
ktp, sim dsb) kita semua tau harus menggunakan uang. Menurut pandangan
saya dalam hal ini..pasti orang yang mempunyai uang (so called
konglomerat) juga akan berpikir..sudah mengikuti aturan main-pun
kadang-kadang masih harus dipersulit, maka dari itu..ini adalah inti
dari segala sesuatu yang berbau kolusi, sogok-menyogok dan suap-menyuap.
Jadi intinya adalah..dengan secara resmi tidak mungkin..dan dengan
pengurusan surat-surat administrasi pun sudah/sering dipersulit..jika
sudah mengikuti aturan mainpun kadana-kadang masih dipersulit..ya
sudahlah....harus bagaimana jadi??? Dari hal ini sering sesuatunya
kemudian berlanjut ke masalah ribut-ribut (riot) yang pada akhirnya
menjurus kepada pengrusakan barang-barang kepunyaan si CINA. Dalah hal
apapun di Indonesia ini kita sering melihat..untuk hal-hal yang tidak
ada hubungannya dengan si CINA..yah warga minoritas ini selalu menjadi
sasaran empuk buat segelintir orang yang berpikiran sempit..Sering kita
lihat dengan adanya ketidak puasan dari sejumlah masalah..pada akhirnya
mengakibatkan kerugian materi dan jiwa yang tidak sedikit..Bagaimana
dengan pembakaran pendeta dengan seluruh angota keluarganya waktu
terjadi kerusuhan waktu itu?? apakah hal ini sering
diungkit-ungkit...tentu TIDAK!!! Kenapa..karena sifat mereka yang selalu
merendahkan diri dan mengalah..karena biar bagaimanapun kita akan selalu
dianggap sebagai orang CINA dan bukan indonesia..walaupun kita pada
prinsipnya sudah tinggal dan bahkan lahir di indonesia. Dan yah mungkin
ini hanyalah cobaan terhadap kaum minoritas (yang selalu dipanggil si
CINA ini).

Cukup fair jika saudara-saudara yang berkomentar tentang fasilitas yang
diberikan oleh Pemerintah indonesia-lah yang telah memajukan bahkan
menjadikan si CINA keturunan ini menjadi besar. O.K lah..sekarang mari
kita teliti bersama..kenyataan yang ada: masih banyak juga si CINA ini
yang miskin..(saya yakin ini tidak pernah terlalu dipermasalahkan?
Mengapa?? Tentu saja, karena jika saya sebagai saudara-saudara yang
berkomentar negatif akan berpikiran yang sama. Kalau dilihat si CINA
yang sudah besar ini boleh dikatakan BESAR (eg. LSL, EKA dsb). tentu
saja dengan jumlah asset yang sedemikian besar....saya juga kemungkinan
akan berpikiran sama dengan saudara..tetapi tolonglah lihat juga si CINA
yang masih miskin..jumlahnya pun tidak sedikit bung. O.k sekarang mari
kita lihat lagi..bagaimana dengan keturuna cina yang lain di negara
lain?? Mereka pun sama berhasilnya dengan cina dimanapun..sebagai
contoh..kenapa waktu dahulu si cina sangat dibenci di negara australia??
Saya membaca dari sebuah buku (ketika saya masih kuliah di negara
kangguru itu)...seorang penulis menjelaskan:
        ' kebencian itu disebabkan oleh murahnya upah yang diterima oleh si
cina perantauan itu..Lalu apa masalahnya? Tentu saja orang asli
australia-pun (Aborigin) dan orang putih australia tidak bersedia
menerima upah yang sedemikian kecilnna dari sang majikan (terutama pada
buruh-buruh kasar), sedangkan si CINA dengan berani capek dsb menerima
upah yang boleh dikatakan sedikit itu dengan lapang dada..karena mereka
tau untuk bertahan hidup mereka harus bekerja..dan sebagai orang
perantauan (di australia)..mereka harus hidup..dan pada akhirnya
menerima pekerjaan itu...sampai-sampai mereka sangat dibenci (baik itu
oleh si aborigin ataupun orang putih australia sendiri). Contoh lain:
kita bisa lihat...bukan hanya dibidang perdagangan saja..tetapi dalam
hal perfilman pun seperti: michelle yeoh (pasangan dalam film James Bond
terbaru), juga John Woo (sutradara terkenal) dan masih banyak lagi...
dan lagi tolongdiingat bagaimana dengan Sofian Wanandi, Cristianto
Wibisono (yang sudah diakui rasa nasionalise-nya, juga kwik kian gie
(pakar ekonomi yang cukup disegani), lalau bagaimana dengan usaha liem
swie king dan rudi hartono dalam membela nama baik bangsa indonesia
(tolong jangan dilupakan, dan ini bukan masalah hutang budi, akan tetapi
hanya untuk membuka pikiran saudara-saudara yang berpikiran 'agak
sempit'. Juga seperti ulasan Oom Liem di TV...sebagai orang keturunan
yang selalu kontroversial di indonesia..masalah politik dan lainnya
tidak diperbolehkan dipegang oleh orang keturunan..lalu jika tidak
berdagang..maka harus bagaimana???!!!

Kalau ada ucapan yang kurang berkenan harap dimaklumi saja...tapi tolong
lah dengan keadaan ekonomi dan politik yang terus bergejolak..kita
selalu harus bersatu.

salam..
orang yang sangat kecewa dengan adanya perbedaan 'ras' di indonesia