Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sat Sep 6 15:03:14 1997
Date: Sat, 6 Sep 1997 12:59:57 -0600 (MDT)
Message-Id: <199709061859.MAA27808@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] SWA - Bisnis Majalah Bisnis Bakal Marak
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
SWA Online - Edisi 15: Agustus 1997
TREN 05, 15/1997
_________________________________________________________________
Bisnis Majalah Bisnis Bakal Marak
_________________________________________________________________
Sudah jenuh bertambah pula. Itulah gambaran bisnis majalah bisnis di
Tanah Air. Setidaknya, tiga majalah bisnis yang bakal meramaikan
pasar: Prospek, Tajuk dan Pilar. Dua nama yang disebut pertama,
sebenarnya muka lama yang bakal muncul kembali dengan pengelola dan
investor baru. Adapun Pilar, merupakan pendatang baru yang memperoleh
Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) pada 3 Juni 1997.
Meski masing-masing pengelola ketiga majalah tadi mengaku siap beredar
tahun ini, informasi seputar persiapan mereka tampaknya masih
samar-samar. Pilar, misalnya, semula diberitakan bakal didanai
pengusaha Tommy Winata dengan modal Rp 7 miliar. Toh, ketika
dikonfirmasi, Andi Mustmar, Pemimpin Redaksi Pilar, membantah
keterlibatan Tommy. "Nama Tommy maupun orang-orangnya memang tidak ada
di sini," katanya, sambil menunjukkan akta pendirian PT Griya Media
Komunindo, penerbit Pilar.
Dalam akta pendirian itu, nama Tomy memang tidak tercantum. Yang
tercatat sebagai pemegang saham antara lain Lily P. Sarsono (pemimpin
umum), Andi Mustmar (pemimpin perusahaan sekaligus pemred), Amsil
(dirut) dan GET Plus, lembaga yang dimotori sejumlah wartawan
eks-Tempo. Para wartawan inilah yang bakal menjadi koki pengolahan
berita-berita Pilar, yang memfokuskan ke bidang ekonomi (60%), budaya
(20%), dan masalah-masalah sosial (20%). Seperti diketahui, selama ini
GET Plus berhasil menangani Sinar Pagi Minggu dan suplemen Delik di
Media Indonesia.
Bagaimana Prospek? Majalah mingguan ekonomi yang semula dikelola bos
Ika Muda, Sutrisno Bachir, kini telah berpindah tangan ke Grup Jawa
Pos. Direncanakan, Prospek terbit akhir Agustus ini, dengan fokus
pemberitaan di bidang ekonomi dan bisnis (ekbis). Dari sisi tenaga
kerja, majalah yang bakal dipimpin Margiono (dari Merdeka) itu,
tampaknya tidak ada masalah. Hingga kini setidaknya terdapat 30
wartawan yang siap pakai. Tak disebutkan, berapa dana yang dikucurkan
investor baru untuk menerbitkan kembali majalah ini.
Seperti halnya Prospek, majalah Tajuk kini juga tengah bersiap-siap
bangkit kembali. Majalah yang selama ini dikelola Dewan Harian
Nasional (DHN) Angkatan 45, mengundang investor baru, Djoko Ramiadji.
Kabarnya, pemilik kelompok usaha Drassindo itu siap menyuntikkan dana
sampai Rp 10 miliar. Namun, sejauh mana persiapannya, belum ada
keterangan resmi. "Konsep kami sudah siap, tapi belum waktunya
dipublikasikan sekarang," ujar Tri Budianto Sukarno, Humas Drassindo.
Rencana kemunculan ketiga majalah tersebut, menurut pengamat media
massa Atmakusumah Astraatmadja, tentu saja bakal menjadikan persaingan
bisnis media massa semakin ketat. Apalagi, segmen pembaca yang bakal
mereka bidik relatif sama, yakni bidang ekbis. Artinya, di
tengah-tengah pasar yang sempit itu, ketiga media massa tadi, kata
Atma, mesti berjuang keras merebut pasar.
Para pengelola media massa sejenis yang lebih dulu hadir pun mengakui
bakal terjadinya kondisi seperti itu. "Persaingan tentu saja semakin
ketat, tapi dampaknya positif bagi masyarakat pembaca. Karena, mereka
mempunyai banyak pilihan," kata Amir Effendi Siregar, Pemimpin Umum PT
Obor Sarana Utama, penerbit Warta Ekonomi. Artinya, lanjut Amir,
akhirnya konsumenlah yang menentukan pasar.
A. Margana, Wakil Pemred Tabloid Kontan, bahkan optimistis, para
pendatang baru tadi tidak bakal menggeser pasaran Kontan. Pangsa pasar
Kontan, kata Margana, lebih spesifik, sehingga tidak terlalu
terpengaruh oleh kehadiran media-media massa tadi.(o)
Farid Mahmud/Darandono.