From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id OAA13329 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Mon, 28 Jul 1997 14:43:47 -0400 (EDT)
Subject: [INDONESIA-L] INFO PEMBEBASAN : Kronologi Peringatan "27 Juli Berdarah" (I)
Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Mon Jul 28 14:33:00 1997
Date: Mon, 28 Jul 1997 12:24:36 -0600 (MDT)
Message-Id: <199707281824.MAA08173@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] INFO PEMBEBASAN : Kronologi Peringatan "27 Juli Berdarah" (I)
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
================
INFO PEMBEBASAN
================
= PERINGATAN "27 JULI BERDARAH" : KRONOLOGI I =
I .Tahlilan di kediaman Megawati, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Sabtu Malam, 26 Juli 1997)
Pukul 22.00 :
Massa yang berkumpul di Kebagusan sebesar 10.000 kebanyakan berasal dari daerah-daerah. Setelah mengikuti acara tahlil akbar, mereka secara bersamaan dan berkali-kali meneriakkan yel-yel "Hidup Mega! Hidup Mega! Hidup Mega!"
Tidak ada ABRI yang resmi atau mengenakan seragam tentara. Tapi, mereka berpakaian seperti hadirin lainnya (preman) dan menyebar di kalangan massa di rumah Megawati, Kebagusan.
Sementara itu, di sekitar DPP-PDI Jl. Diponegoro, ABRI telah mempersiapkan antisipasi terhadap membludaknya massa rakyat di DPP. Panser-panser dan pasukan-pasukan bayangan sudah dipersiapkan di sekitar DPP.
Pukul 23.15 :
Acara yang sudah lama selesai dan tidak ada acara lanjutan menyebabkan separoh dari massa yang hadir di Kebagusan pulang ke pos atau rumahnya masing-masing untuk bersiap-siap hadir dalam acara aksi di Diponegoro, Minggu 27 Juli 1997. Malam itu tidak ada p
embicaraan-pembicaraan teknis keberangkatan ke Diponegoro .
Yang jelas, muncul dalam pembicaraan mereka adalah tidak akan ada rally dari Kebagusan menuju Diponegoro. Alasannya bukan karena takut atau segala macamnya, tapi lebih pada persoalan teknis, yaitu jaraknya cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki.
Pukul 01.10 :
Seorang wartawan Inti Jaya mengabarkan bahwa ada 5 orang anggota PRD tertangkap di Blok M. Sementara ini, belum dapat dipastikan kebenaran berita itu. Tapi memang di Blok M, memang banyak berkeliaran tentara-tentara dengan tampang sadis dan bersenjata len
gkap.
Pukul 06.15 :
Massa di Kebagusan hampir habis dan bersiap-siap menuju ke Jl.Diponegoro. Kemudian ada sekelompok orang (kemungkinannya adalah susupan dari intelejen) memaksa DPP dan massa PDI untuk secepatnya melaksanakan acara itu dan secepatnya juga selesai. Alasannya
adalah agar tidak mengganggu ketertiban umum dan tidak ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu. Dengan demikian tidak akan terjadi penumpahan massa di Jl.Diponegoro, sehingga jauh kemungkinan untuk berubah menjadi pemberontakan politik.
II . Aksi Rally Menuju DPP-PDI, Diponegoro (Minggu, 27 Juli 1997)
Pukul 07.00 :
Daerah Jl.Matraman sudah dijaga oleh ratusan tentara. Tampaknya, mereka bersiaga untuk mengurung daerah Diponegoro dari berbagai penjuru, sehingga jika terjadi riak-riak pemberontakan massa akan sangat mudah mereka kendalikan. Tentara mengantisipasi agar
massa-rakyat yang akan berkumpul di DPP dapat digagalkan.
Pukul 07.15 :
Sama seperti di Jl.Matraman, posisi tentara juga berada di Jl.Diponegoro dan Monumen Proklamasi dalam jumlah besar. Mereka belum membuat blokade-blokade. Tidak seperti malam sebelumnya, ternyata belum muncul panser-panser.
Di Jl. Diponegoro, perlahan-lahan dan bergelombang, ratusan orang mulai berdatangan dari berbagai penjuru. Pada jam yang sama, sekitar seratusan orang massa PDI sudah berkumpul di daerah UKI, Cawang. Nampaknya mereka berasal dari Jakarta Timur.
Pukulk 07.45 :
Di daerah Cawang-Otista mulai sepi , tidak ada seorangpun disana. Sementara itu di daerah Cawang UKI telah sebanyak 30 orang dari Tangerang turut bergabung.
Pukul.07.30 :
Kira-kira 60 orang dari DPC-PDI Jakarta Timur mulai bergerak melakukan rally yang dipimpin oleh orang PDI dari Jakarta Timur. Oleh militer rally ini dibelokkan ke arah Cililitan.
Pukul 08.15 :
Massa mulai berkumpul di beberapa tempat di Cawang. Di Superland ada sekitar 15-an orang bergerombol dari Tangerang dan beberapa tempat lain khususnya di depan gang-gang sepanjang jalan.
Pukul 08.25 :
Massa PDI yang melakukan aksi rally dari Jakarta Timur dan kemudian dibelokkan oleh aparat ke Cililitan diblokir di Cililitan-Dewi Sartika dan terjadi perlawanan karena 1 orang --dari organisasi "Mega Solidaritas"-- yang belum diketahui identitasnya ditan
gkap.
Pukul 08.30 :
Ratusan massa sudah berkumpul di Jl.Diponegoro, walaupun belum terkonsentrasi pada satu titik. Salah seorang di antaranya mencoba mengumpulkan kekuatan untuk selanjutnya memimpin perjuangan di daerah itu.
Pukul 08.40 :
Massa yang datang dari Tanjung Priok dan akan menuju Cawang dipukul oleh militer yang menghadang massa yang jumlahnya cukup besar. Namun sampai saat ini posisi dan keadaannya belum jelas. Bentrokan juga terjadi di daerah Salemba dan melibatkan massa dalam
jumlah ratusan. Rombongan dari Bogor bergabung dalam barisan di Jalan Salemba ini.
Bentrokan itu mengakibatkan 2 orang dari Komite Nasional Perjuangan Demokrasi (KNPD), yaitu Kris dan Kelik, ditangkap. Sampai berita ini ditulis, keadaan kedua orang tersebut belum diketahui secara pasti dibawa kemana dan oleh siapa.
Di daerah Cawang, penjagaan oleh militer semakin ketat. Di samping itu, mereka melakukan operasi KTP yang maksudnya adalah menjaring kekuatan massa rakyat yang akan menuju Jl. Diponegoro.
09.02 :
Massa yang tadi terlihat di Superland sudah dipukul oleh tentara . Tentara mengejar-ngejar massa yang berlarian dan masuk ke gang-gang untuk menyelamatkan diri dari penangkapan.
Kampung Melayu dijaga dan diblokir militer dengan ketat. Sementara, beberapa ruas jalan menuju ke sana ditutup dan massa dicegah keluar dari sana. Tujuan blokade ini adalah untuk memisahkan antara massa yang rally di Cawang dan yang rally dari Jatinegara
, agar tidak bergabung.
Pukul 09.10 :
Massa-rakyat yang ada di Cawang berkumpul dan melakukan konsolidasi di depan gereja Vincentius untuk melakukan rally.
Pukul.09.20 :
Di sekitar UKI terjadi perlawanan terhadap tentara. Masih kurang jelas massa dari mana yang melawan tentara.
Sementara itu, kumpulan massa PDI di Otista berusaha dibubarkan militer. Satu orang dari Tangerang ditangkap lagi.
Pukul 09.43 :
Massa yang berada di Bioskop Nusantara (Jatinegara) melakukan rally menuju ke Diponegoro dan tentara yang berusaha akan membubarkan mereka kebobolan.
Pukul 09.57 :
Beberapa kali terjadi perlawanan terbuka antara massa-rakyat dengan militer di Jalan Diponegoro. Aparat berusaha membubarkan kumpulan massa yang semakin membesar. Sementara massa berusaha bertahan bahkan berkeinginan menerobos masuk ke Gedung DPP PDI.
Pukul 10.05 :
Massa yang ada di Jalan Diponegoro tetap berusaha mencari celah peluang untuk masuk dan menerobos blokade militer.
Pukul.10.22 :
Ucok, seorang anggota PDI dari Jakarta Timur, yang mengenakan atribut (pakaian) PDI Mega, serta Agus, yang membawa bendera PDI ditangkap di Stasiun Cikini oleh Polisi Khusus KA (Polsuska).
Pukul10.45 :
Terjadi pengumpulan massa sekitar 500 orang di Pasar Rumput dan secara spontan mereka mulai bergerak untuk melakukan rally menuju Jl. Diponegoro. Mimbar bebas dan yel-yel "Hidup Mega" dan "Hidup Rakyat" berkumandang.
(Kronologi ini dibuat hari Minggu, 27 Juli 1997, pukul 12.00 WIB)
SERUAN SOLIDARITAS :
Kepada semua elemen pro-demokrasi di dalam dan luar negeri diharapkan memberi dukungan terhadap aksi ini. Dukungan bisa berupa pernyataan sikap maupun aksi massa/delegasi menuju parlemen atau kedutaan-kedutaan Indonesia di luar negeri bagi mereka yang ber
ada di luar negeri. Sementara, aksi dapat dilakukan di kampus, DPR, pos ABRI, kantor polisi, kantor-kantor PDI, dan tempat-tempat lain bagi yang ada di dalam negeri!**
=eof=
=======================================
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK ( P R D )
PEOPLE'S DEMOCRATIC PARTY OF INDONESIA
Europe Office
E-mail : prdeuro@xs4all.nl
=======================================