From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id MAA16278 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Fri, 25 Jul 1997 12:57:41 -0400 (EDT)
Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Jul 25 12:56:26 1997
Date: Fri, 25 Jul 1997 10:50:28 -0600 (MDT)
Message-Id: <199707251650.KAA00753@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Harian Kompas Bohong?
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
INDONESIA-L
To: <apakabar@clark.net>
Subject: Re-Kompas Membohong?
Date: Fri, 25 Jul 1997
Re-Harian KOMPAS BOHONG?
Harian KOMPAS tgl 15-7-97 pada halaman 7 telah secara mencolok memuat
laporan tentang orang-orang terkaya di dunia dengan mengutip berita-berita
Reuters dan AFP yang bersumber dari Majalah Forbes terbitan Amerika edisi
Juli ini. Anehnya, koq nama Presiden SUHARTO yang jelas-jemelas bertengger
di peringkat ke-3 (daftar para Kepala negara/Raja/Diktator) dan yang juga
di peringkat ke-6 daftar orang-orang kaya sejagat) tiba-tiba hilang-lenyap
tiada berbekas.... Apakah KOMPAS tiada melakukan "check and recheck" dgn
sumber aslinya sebagai "pers yang bebas dan bertanggungjawab"? Ataukah
ada "setan-setan gundul" yang sudah merasuk ke sekretariat redaksi dan
menakut-nakuti akan mencabut SIUPP? ....namun sungguh, betapa malu bahwa
INDONESIA yang termasuk negeri penghutang yang paling besar di jagat-raya
ini malah melahirkan salah seorang sosok penguasa yang paling kaya-raya.
Wahai Oom Pasikom, ..."Di Mana Kau Kebenaran?" (karikatur 10 Okt. '90)
Seti Isni