From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id KAA02151 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Thu, 17 Apr 1997 10:43:41 -0400 (EDT)
Subject: [INDONESIA-S] .SM - YFI Akan Menggelar Pameran Seni Rupa Kontemporer Islami
Forwarded message:
From owner-indonesia-s@indopubs.com Wed Apr 16 21:36:03 1997
Date: Wed, 16 Apr 1997 19:35:23 -0600 (MDT)
Message-Id: <199704170135.TAA17833@indopubs.com>
To: apakabar@clark.net
From: indonesia-s@indopubs.com
Subject: [INDONESIA-S] .SM - YFI Akan Menggelar Pameran Seni Rupa Kontemporer Islami
Sender: owner-indonesia-s@indopubs.com
INDONESIA-S
SUARA MERDEKA, Kamis, 17 April 1997
YFI Akan Menggelar Pameran Seni Rupa Kontemporer Islami
JAKARTA - Yayasan Festival Istiqlal (YFI), 20 April-20 Juni 1997
mendatang menggelar pameran seni rupa kontempoter islami di Museum
Istiqlal, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Peresmian pameran akan dilaksanakan 20 April 1997 atau bersamaan
dengan pembukaan dan peresmian Bayt Al-quran oleh Presiden
Soeharto. Menurut Arsono, Kepala Bagian Seni Rupa Kontemporer
Islami, pameran itu akan diikuti sekitar 200 peserta.
"Jumlah itu mungkin akan bertambah. Karena, seperti pengalaman
dalam pelaksanaan Festival Istiqlal lalu, menjelang hari pembukaan
banyak sekali peserta susulan,'' katanya, baru-baru ini.
Dia mengatakan, seni rupa kontempoter merupakan jenis seni rupa
yang kini telah menjadi fenomena internasional. Jenis seni rupa ini
mulanya tumbuh dan berkembang bersama gelombang perubahan yang
lebih luas.
Meskipun jenis seni rupa telah menjadi fenomena dunia, tambah dia,
bias budaya Barat tampak begitu kuat. Sehingga tidak mengherankan,
bila sepanjang perkembangannya, wacana intelektual sering
mempertentangkan dua kutub antara Barat dan Timur.
Dia megatakan, pada tahun 1970-an, wacana seni rupa kontemporer
memunculkan kecendrungan baru. Yakni, masuknya unsur-unsur
keislaman, seperti kaligrafi Islam dan gaya seni abstrak. Fenomena
itu makin meluas pada dekade 1980 dan 1990-an.
Meski demikian, kecenderungan keislaman itu hingga kini belum
dipahami maknanya dalam konteks perkembangan seni rupa kontemporer
Indonesia. Karena itu, sudah saatnya ragam kecenderungan tersebut
ditampilkan secara utuh dan komprehensif.
Penyajian secara utuh dan komprehensif dinamika keislaman dalam
seni rupa kontemporer Indonesia mencakup berbagai dimensi, yaitu
kesejarahan, estetis, sosial, dan dimensi kultural. Arsono
menegaskan, semua itu akan dihadirkan dalam pameran yang terbuka
untuk umum tersebut.
Lomba Penulisan
Panitia Pameran Seni Rupa Kontemporer Islami mengadakan lomba
penulisan mengenai pameran bagi kalangan wartawan Indonesia.
Pameran akan digelar di Museum Istiqlal, mulai 21 April dan
berakhir Juni 1997, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), terbuka
untuk umum.
Menurut panitia penyelenggara, lomba yang hanya bisa diikuti oleh
para wartawan Indonesia, yang tertarik akan perkembangan seni rupa
kontemporer Islami itu menyediakan hadiah utama berupa uang Rp 2,5
juta, hadiah kedua Rp 1,5 juta dan hadiah ketiga Rp 1 juta.
Persyaratan yang harus dipenuhi, tulisan bersifat inovatif,
lengkap, luas dan mendalam. Tulisan juga mengandung saran, usulan,
serta kritik yang membangun. Tulisan harus asli dan bukan jiplakan
tulisan orang lain. Keputusan dewan juri bersifat mutlak.
Naskah yang diikutkan lomba harus dimuat di salah satu media cetak
di Indonesia. Tulisan yang telah dipublikasikan harus diterima
panitia selambat-lambatnya 7 hari setelah pembukaan pameran. Dan
pengumuman pemenang diumumkan 7 hari setelah penutupan pameran.
Bagi para jurnalis yang berminat, dapat mengirim tulisan ke panitia
Pameran Seni Rupa Kontemporer Islami, di TMII atau ke Sekretaris
Yayasan Festival Istiqlal, Gedung Bank Pasific, Lantai 4, Jalan
Jenderal Sudirman No 8 Jakarta 10220. (yan-11a-29p)