From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id KAA21690 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Fri, 4 Apr 1997 10:23:57 -0500 (EST)
Subject: [INDONESIA-S] SM - Dikabarkan Menikah secara Diam-diam di Jombang
Forwarded message:
From owner-indonesia-s@indopubs.com Fri Apr 4 04:16:10 1997
Date: Fri, 4 Apr 1997 02:15:32 -0700 (MST)
Message-Id: <199704040915.CAA29071@indopubs.com>
To: apakabar@clark.net
From: indonesia-s@indopubs.com
Subject: [INDONESIA-S] SM - Dikabarkan Menikah secara Diam-diam di Jombang
Sender: owner-indonesia-s@indopubs.com
INDONESIA-S
SUARA MERDEKA Jumat, 4 April 1997
Dikabarkan Menikah secara Diam-diam di Jombang
Inilah Kabar Terbaru Emha Ainun Nadjib-Novia Kolopaking
BANTUL - Inilah kabar terbaru tentang hubungan budayawan Emha Ainun
Nadjib dengan artis Novia Kolopaking. Sejumlah media massa
memberitakan, Cak Nun telah melangsungkan pernikahan dengan Novia
secara diam-diam di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembeleng, Jombang,
Jawa Timur, Sabtu malam lalu.
Namun keluarga Emha membantah kabar pernikahan itu. "Tidak benar
itu, buktinya kami sekeluarga tidak ada yang tahu. Bahkan, Ibu juga
tidak tahu,'' kata Imam, salah seorang adik Emha, ketika
dikonfirmasi di kediaman Cak Nun, Desa Kasihan, Bantul, siang
kemarin.
Cak Nun saat itu sedang mempersiapkan Pengajian Tombo Ati bersama
kelompok Gamelan Kiai Kanjeng di Pondok Assalam, Sukoharjo. Dan
ketika ditemui di Solo, dia memilih tidak berkomentar. "Mengapa
saya tetap diam, nanti Anda tahu sendiri sebabnya.''
"Mudah-mudahan, bila sudah tahu penyebab sikap saya itu, wartawan
tidak menyesal sudah mengejar-ngejar saya karena masalah itu,''
tambahnya. Masalah yang dia hadapi itu dianggapnya sebagai hal yang
baik. Dia justru minta dukungan doa teman-temannya. "Kalau saya
berbuat kejelekan, saya minta dikritik. Kalau berbuat baik, tolong
didoakan.''
Dia sama sekali tak memberikan jawaban ketika ditanya mengapa dia
diam. Bahkan, dia cenderung membelokkan arah pembicaraan ke
persoalan politik dan musik. Ketika secara khusus ditanya soal
hubungannya dengan Novia, dia menyitir ucapan Abu Bakar As Shiddiq,
sahabat Nabi Muhammad. "Bila ditanya masalah istri, jawablah bahwa
itu urusanku. Tetapi bila ditanya soal mantan istrimu, jawablah
bahwa itu sudah bukan urusanmu lagi karena sudah bukan istri.''
Semalam, Cak Nun bersama Kiai Kanjeng, Trie Utami, dan kelompok
komedi Tempo Doloe Soerodadoe mengadakan Pengajian Tombo Ati di
Pondok Pesantren Assalam, Kartasura. Pengajian itu hanya dibatasi
untuk 4.000 pengunjung yang sebagian besar siswa Pesantren Assalam.
Umum hanya mendapat "jatah'' 1.000 orang.
Malah Heran
Imam menegaskan, jika berita perkawinan itu benar, mestinya ada
anggota keluarga yang tahu. "Terus terang, kami tidak tahu. Jadi,
kayaknya kabar itu kok tidak mungkin.'' Ketika dinyatakan bahwa
kabar itu cukup meyakinkan, dia mengatakan, "Terus terang, kami
terkejut. Tapi kami juga tidak heran, karena kakak saya memang
sering diisukan seperti itu, bahkan isu yang lebih menyakitkan juga
pernah.''
Meskipun demikian, dia membenarkan, Novia Kolopaking akhir-akhir
ini memang cukup akrab dengan Cak Nun. Tapi, selain Novia, banyak
pula artis dan wanita lain yang cukup akrab dengan budayawan muda
yang setiap bulan menggelar Pengajian Padang Bulan di Jombang itu.
Bahkan, ketika mempersiapkan pementasan Kiai Kanjeng di Istora
Senayan, Trie Utami bersama Novia Kolopaking memang sering
mondar-mandir ke Yogyakarta. Namun, dua artis kondang itu datang
tidak lebih hanya untuk mempersiapkan pementasan di Istora Senayan,
27 Maret. "Kalau mengenai hubungan mereka lebih jauh, pihak
keluarga juga tidak tahu.''
Menurut kabar tersebut, Cak Nun dan Novia menikah di kediaman Drs H
Nawawi, Kepala Desa Tampingmojo. Upacara akad nikah dipimpin
Djazuli, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang sekaligus bertindak
sebagai wali hakim atas Novia Kolopaking. Bahkan, Sabrang Damar
Nunut Panuluh (17), putra Cak Nun dari pernikahan pertamanya,
dikabarkan hadir pula.
Djazuli juga dikabarkan mengakui telah memimpin upacara pernikahan
itu. Sedangkan H Nawawi tidak bersedia memberikan jawaban yang
jelas. "Maafkan saya. Pertanyaan sampean, tidak ada yang saya
jawab. Saya takut berbohong, tapi saya juga tidak berani mengatakan
apa yang terjadi,'' katanya sebagaimana dikutip Wawasan, kemarin.
(bs,sgt-23b)