From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id LAA29243 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Thu, 3 Apr 1997 11:45:40 -0500 (EST)
Subject: [INDONESIA-P] KMP - Mahasiswa UGM yang Ajak Boikot Pemilu akan Diadili
Forwarded message:
From owner-indonesia-p@indopubs.com Wed Apr 2 23:19:32 1997
Date: Wed, 2 Apr 1997 21:19:26 -0700 (MST)
Message-Id: <199704030419.VAA10610@indopubs.com>
To: apakabar@clark.net
From: indonesia-p@indopubs.com
Subject: [INDONESIA-P] KMP - Mahasiswa UGM yang Ajak Boikot Pemilu akan Diadili
Sender: owner-indonesia-p@indopubs.com
INDONESIA-P
Kompas Online
Kamis, 3 April 1997
_________________________________________________________________
Mahasiswa UGM yang Ajak Boikot Pemilu akan Diadili
Yogyakarta, Kompas
Komandan Korem 072/Pamungkas (Yogyakarta), Kolonel (Inf) AR Gaffar
menyatakan, 24 mahasiswa yang ditangkap ketika demonstrasi di
lingkungan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, tengah
disidik Polda DI Yogyakarta. Dan yang terbukti terlibat, akan diajukan
ke pengadilan.
Demonstrasi hari Selasa lalu itu, sudah berindikasi ke arah menghasut
masyarakat untuk memboikot pemilu. Bahkan ada dugaan kuat demonstrasi
itu didalangi PRD (Partai Rakyat Demokratik).
Dalam tatap muka dengan wartawan Yogyakarta, Rabu (2/4) Gaffar
menyatakan, 24 mahasiswa yang ditangkap itu seluruhnya mahasiswa UGM,
tujuh di antaranya perempuan. Terdapat nama-nama yang terindikasi
sebagai tokoh penggerak, antara lain Vic, Kur, dan Tri.
"Tetapi tentu tidak semua dari 24 mahasiwa itu kita adili, yang
terbukti tidak melanggar kita lepas," tegas Gaffar.
Mahasiswa UGM yang berdemonstrasi itu menamakan diri sebagai Komite
Perjuangan Demokrasi Indonesia (KPDI), berjalan keliling di lingkungan
Kampus UGM, dengan membawa poster-poster.
Di samping itu mereka juga melakukan aksi mogok makan untuk demokrasi.
Pasukan anti huru-hara yang sengaja masuk lingkungan kampus langsung
menangkapi para mahasiswa, tanpa timbul insiden. (Kompas 2/4).
Ketika dilangsungkan pertemuan wartawan dengan Komandan Korem di
Markas Korem 072 Yogyakarta, di kampus UGM kembali terjadi demonstrasi
dan aksi mimbar bebas. Dalam mimbar bebas itu muncul tuntutan agar
rekan-rekannya yang ditangkap aparat keamanan dibebaskan.
Dalam aksi ini sempat terjadi insiden, setelah petugas yang sudah siap
di boulevard kampus UGM menghambur ke tengah demonstran dan mengejar
mereka. Ada delapan aktivis yang kemudian ditangkap dan diamankan.
Siaran pers dari Badan Penerbit Pers Mahasiswa UGM yang ditandatangani
oleh ketuanya, Akuat Supriyanto dan sekretarisnya, Khoirul Rosyadi,
menyebutkan bahwa penangkapan para mahasiswa berlangsung dalam suasana
kasar, dan sama sekali tidak memenuhi aturan hukum apalagi diawali
tindakan peringatan.
Akibat dari tindakan aparat tersebut, beberapa aktivis menderita
luka-luka memar dan goresan. "Pemukulan juga dilakukan oleh para
aparat, tindakan yang tidak mempedulikan otonomi kampus," tegas siaran
pers itu.
Terlalu
Gaffar menyatakan, penangkapan terhadap demonstrasi mahasiswa di UGM
terpaksa dilakukan, karena mereka sudah berbuat terlalu jauh.
"Lepaskan Muchtar Pakpahan, Lepaskan Budiman Sudjatmiko. Kalau hanya
demikian poster-poster mereka, kami tidak akan menangkap. Tetapi
ketika poster itu berbunyi Pemilu No, Boikot dan Golput Yes, Pemilu
Tidak Layak Diteruskan, itu namanya sudah menghasut. Itu sebabnya kami
tangkap," ujar Gaffar.
Gaffar menambahkan, mahasiswa yang ditangkap ini yang berindikasi kuat
sebagai menghasut pemilu, akan ditahan. "Ancaman hukuman bagi mereka
bisa lima tahun, itu sebabnya kami berhak menahan," ujar Gaffar.
(jj/top)