From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id JAA29723 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Mon, 31 Mar 1997 09:12:11 -0500 (EST)
Forwarded message:
From owner-borneo-l@indopubs.com Mon Mar 31 09:03:58 1997
Date: Mon, 31 Mar 1997 07:03:17 -0700 (MST)
Message-Id: <199703311403.HAA02757@indopubs.com>
To: apakabar@clark.net
From: borneo-l@indopubs.com
Subject: [BORNEO-L] BP - Mengeluh
Jalan Kurun - Sei Hanyo Rusak
Sender: owner-borneo-l@indopubs.com
BORNEO-L
Banjarmasin Pos
31 March 1997
Warga Pedalaman Kahayan Mengeluh
Jalan Kurun - Sei Hanyo Rusak
PALANGKA RAYA - Masyarakat di pedalaman daerah aliran sungai [DAS]
Kahayan, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah mengeluhkan kondisi
jalan
yang menghubungkan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun dengan Sei Hanyo,
Kecamatan Kapuas Hulu.
Wartawan BPost usai menyusuri Jalan Tembus Kuala Kurun-Sei Hanyo,
sepanjang 35 kilometer dari Palangka Raya, Sabtu, melaporkan, pada
beberapa bagian badan jalan yang menghubungkan dua kecamatan di
pedalaman Kapuas itu rusak parah.
Padahal, ruas jalan yang merupakan penggalan dari poros tengah trans
Kalimantan itu telah dikerjakan beberapa kali dengan menghabiskan
dana
miliaran rupiah.
Sebagaimana dalam papan proyek yang tertancap di muara Jalan
Kurun-Sei
Hanyo tertulis CV Meratus Kalimantan Sakti Ltd [MKSL] Pusat Buntok
sebagai pelaksana peningkatan jalan tersebut dengan masa kontrak 18
September 1996 hingga 14 Pebruari 1997.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, peningkatan jalan
oleh CV MKSL dengan dana Rp 1,3 miliar bersumber dari APBD Tingkat I.
Pondasi badan jalan yang seharusnya menggunakan batu belah ternyata
diganti dengan batu apung ukuran kecil. Sedang pada beberapa bagian
badan jalan yang hanya terbuat dari tumpukan kayu log, kondisinya
tampak semakin parah karena kayu-kayu penahan badan jalan sebagian
besar mulai ambruk.
Saya tidak mengerti kenapa ruas jalan tersebut keadaanya
begitu-begitu
saja dan bahkan bisa disebut tambah parah. Padahal miliaran rupiah
uang negara telah dihabiskan untuk meningkatkan ruas jalan ini dalam
beberapa tahun terakhir, kata Kepala Desa Tanggirang, Kecamatan
Kapuas
Hulu, Yuel Mangkin.
Bahkan, sambung Yuel, kehadiran CV Meratus Kalimantan Sakti Ltd
sebagai pelaksana proyek peningkatan jalan Kuala Kurun-Sei Hanyo
membuat masalah dengan warga setempat. Ini Karena pihak perusahaan
telah mencaplok lahan dan tanah adat desa untuk kepentingan
pengambilan batu belah keperluan jalan.
Untuk menengahi masalah antara warga desa Tangirang dengan CV MKSL
itu
telah diambil jalan tengah di mana warga mengajukan tuntutan ganti
rugi senilai Rp 2,3 juta, tetapi disetujui pihak kontraktor dengan
penggantian sebesar Rp 1,5 juta.
Tapi yang menjadi pertanyaan warga desa, kenapa hingga berakhirnya
masa kontrak pengerjaan ruas jalan Kurun-Sei Hanyo tidak juga
diselesaikan masalah ganti rugi dengan warga Desa kami, kata Yuel
Mangkin. sut