From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id OAA08779 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Sun, 16 Mar 1997 14:46:19 -0500 (EST)
Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sun Mar 16 14:46:06 1997
Date: Sun, 16 Mar 1997 11:49:29 -0700 (MST)
Message-Id: <199703161849.LAA03585@indopubs.com>
To: INDONESIA-L@indopubs.com
From: APAKABAR@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Soal Mujaddid dan Kenebaran Pendakwaan ...
Catatan/Remark: INDONESIA-L (Diskusi/Discussion - Gratis/Free)
Catatan/Remark: Berlangganan/Subscribe INDONESIA-P (Berita/News)
Ongkos/Cost INDONESIA-P: US$120 Satu Tahun/One Year
Alamat/Address Admin INDONESIA-L: MERDEKA@clark.net (Sub/Unsub)
Alamat/Address Pesan Pribadi & Posting INDONESIA-L: apakabar@clark.net
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
Precedence: bulk
INDONESIA-L
From: Nadri Saadudin <nadris@cpimsx.ptcpi.com>
To: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Subject: Soal Mujaddid dan kebenaran pendakwaan Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s............
Date: Tue, 11 Mar 1997 22:40:00 +0700
------------------------------------
SOAL MUJADDID DAN KEBENARAN PENDAKWAAN HZ. MIRZA GHULAM AHMAD A.S.
Oleh: Nadri Saaduddin.
Assalamu'alaikum wr, wb,
Mujaddid adalah salah satu diantara hal yang pernah ditanyakan kepada
saya secara JAPRI oleh beberapa orang pelanggan apakabar@ beberapa
waktu yang lalu. Adalah suatu kesempatan yang berbahagia sekali bagi
kami untuk bisa menjelaskan hal ini kepada anda semua , anggota Majlis
apakabar@t ini yang kesemuanya kami himpun berdasarkan informasi yang
kami peroleh sebelumnya.
Terlepas dari pada benar atau tidaknya keterangan kami ini, sebagai
mana permintaan pelanggan apakabar@ yang lain yang menutut kepada kami
untuk menyampaikan beberapa keterangan sekaligus pembuktian bahwa MIRZA
GHULAM AHMAD itu betul-betul figur yang dijanjikan Rasulullah SAW
kedatangannya, anda semua mempunyai hak untuk menerima, membantah atau
mendustakan atau akan menganggap tulisan kami ini hanya isapan jempol
belaka sehingga tidak perlu ditanggapi,bagi kami hal demikian tidaklah
begitu dipersoalkan . Kewajiban kami hanya menyampaikan apa yang ada
pada kami sebagai orang yang lebih dahulu mengetahui dan membaginya
kepada anda semua sebahagian pengetahuan yang Allah anugerahkan kepada
kami ini.
Berbicara mengenai MUJADDID, sesuai dengan arti katanya , yang menurut
syara' bisa diartikan sebagai orang-orang melahirkan kembali
SUNNAH-SUNNAH Rasulullah SAW ketika merajalelanya BID'AH dalam agama.
Untuk menjelaskan hal ini lebih lanjut kita harus melihat beberapa
hadits yang berisi nubuatan dari Nabi Muhammad SAW yang memberi tahukan
keadaan ummat Islam sepeninggal beliau. Beberapa hal yang dijelaskan
beliau Rasulullah SAW dalam beberapa Hadits adalah sbb:
1.Bahwa keadaan ummat Islam selama tiga abad pertama tetap baik, tetapi
kemudian akan tersiar kedustaan (Bukhari).
2.Bahwa ummat Islam akan terpecah belah menjadi 73 golongan dan dari
itu, hanya satu golongan saja yang akan masuk sorga (Tirmidzi dan Ahmad
).
3.Bahwa banyak dajjal akan keluar dan mengadakan hal hal yang
bukan-bukan dalam Islam (Muslim).
4.Bahwa ummat Islam akan mengikuti kelakuan orang-orang Jahudi dan
Nasrani, sehingga jika diantara mereka ada yang masuk lobang biawak
diantara ummat Islampun ada yang akan masuk kedalamnya (Bukhari dan
Muslim).
5.Bahwa Islam akan mengalami serangan-serangan hebat dari pada pengikut
agama-agama lain (Abu Daud, Al-Mishkaat hal 459)
Ringkasnya kabar-kabar ini menunjukkan bahwa ummat Islam sehabis tiga
abad pertama mengalami kemunduran total dikarenakan mereka menjauhkan
diri dari Islam hakiki sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW. Tetapi
Allah SWT tidak akan membiarkan ummat Islam itu dalam keadaan hina.
Untuk itulah sebagaimana diisyaratkan Hadits dibawah ini Allah
senantiasa mengirim kan dan membangkitkan Pembaharu yang dalam hal ini
dikenal dengan nama MUJADDID.
Berdasarkan Hadits yang diriwayatkan Abu Daud Rasulullah SAW bersabda:
" INNALLAHA YABATHSU LIHAADZIHIL UMMATI 'ALA RAASI KULLI MI-ATI SANATIN
MAN YUDADDIDU LAHAA DINAHAA. "
yang artinya adalah sbb:
" Sesungguhnya Allah akan membangkitkan pada permulaan setiap abad
seorang MUJADDID atau pembaharu yang akan memperbaharui bagi mereka
agama mereka. "
Mujaddid dibangkitkan oleh Allah dalam rangka merealisasi jaminan Allah
Ta'ala tentang keutuhan dan keterpeliharaan Al- Qur'an yang sebagaimana
yang dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al Hijr ayat 9 yang berbunyi: "
INNA NAHNU NAZZALNADZ -DZIKRA WA-INNA LAHU LAHAFIDZUUN " yang artinya
: " Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan DZIKRA ( Al-Qur'an ) dan
sesungguhnya kami pula yang benar-benar memeliharanya.
Al-Qur'an adalah KITAB SUCI yang terakhir dan yang paling sempurna
sebagaimana ISLAM juga agama terakhir yang juga merupakan agama
sempurna. Tidak ada Kitab Suci diatas permukaan dunia yang bisa
mengungguli Al-Qur'an sebagaimana juga Islam adalah merupakan agama yang
terunggul dan dimenangkan oleh Allah atas semua Agama.
Bahwa MUJADDID yang dijanjikan Nabi Muhammad SAW untuk menyelesaikan
kemelut ummat Islam itu adalah diangkat oleh Tuhan sendiri, ini jelas
dalam perkataan awal dari hadits itu yakni INNALLAHA YAB'ATSU
(Sesungguhnya Allah akan mengangkat ). Jadi MUJADDID bukan ditunjuk oleh
seorang manusia dan tidak pula diangkat para pengikut.
Mujaddid yang dijanjikan itu akan datang pada permulaan setiap abad
Hijri.
Dan dalam sejarah Islam ini telah terjadi. Nama Mujaddid -Mujaddid abad
abad sampai abad ketiga belas sudah disebutkan dalam sebuah buku yang
bernama HUJAJUL KIRAMAH karangan Nawab Shiddiq Hasan Khan (Bahasa
Parsi). Dalam buku itu pada halaman 135-139 tercantum nama-nama Mujaddid
dimulai abad ke 1 sampai 14 sbb:
1.UMAR BIN ABDUL AZIZ.
2.IMAM SYAFEI dan setengah orang mengatakan AHMAD BIN HAMBAL.
3.ABU SYARAH atau ABU HASAN ASY'ARI
4.ABU UBAIDULLAH
5.IMAM GHAZALI
6.ABDUL QADIR AL JAILANI
7.IBNU THAIMIYAH
8.IBNU HAJAR ASQALANI
9.IMAM SUYUTHI
10.IMAM MUHAMMAD THOHIR GUJARATI
11.ALFUSANI SARHINDI
12.SYEKH WALIYULLAH MUHADITS DELHI
13.SAYID AHMAD BARALEWI
14.IMAM MAHDI / ISA AL MASIH YANG DIJANJIKAN RASULULLAH SAW.
Kalaulah kita lihat MUJADDID setiap permulaan abad maka adalah ibarat
bulan HILAL yang terbit sejak permulaan abad pertama. Sampai dengan
permulaan abad ke 14 ini MUJADDID yang datang itu laksana bulan PURNAMA
. Mujaddid Azam yang dijanjikan kedatangannya oleh Rasulullah SAW
sebagai IMAM MAHDI dan ISA ALMASIH IBNU MARYAM yang disebut-sebut dalam
beberapa Hadits telah datang dipermulaan abad ke 14 yang sekali gus
dikenal sebagai akhir zaman ini . Untuk yang terdekat dengan zaman kita
ini tentulah MUJADDID yang dibangkitkan Allah adalah IMAM MAHDI atau ISA
ALMASIH YANG DIJANJIKAN itu. Siapakah dia? Insyaalah akan kita periksa
sesuai dengan kriteria yang umum diajukan orang sbb:
1.Kebenaran ajarannya yang tidak terbantah oleh akal sehat.
2.Akhlak yang sangat mulia sejak dari kecilnya.
3.Kesaktian atau mukjizat yang tidak tertandingi.
Kemudian ditambah lagi beberapa syarat lagi:
4.Menghidupkan agama dan menegakkan syari'at dan mengunggulkan Islam
atas semua agama.
5.Ajarannya berkembang terus.
6.Allah senantiasa bersamanya dan menganugerahkan kemenangan dalam
setiap perjuangannya.
7.Dia dan pengikutnya akan unggul diatas golongan lainnya yang
memusuhinya.
8.Dia dan pengikutnya merupakah JAMA'AH satu satunya dalam UMMAT ISLAM.
9.Dan sebagai mana kedatangan utusan-utusan Allah kepada manusia yang
ditentang oleh kelompok mayoritas demikian MUJADDID ini mendapat
perlawanan keras terutama dari UMMAT ISLAM sendiri.
Untuk awal abad keempat belas Hijriah ini satu-satunya yang mendakwakan
dirinya sebagai MUJADDID dan IMAM MAHDI serta MASIH MAU'UD ( Al-Masih
ibnu Maryam yang dijanjikan) adalah HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD a.s. yang
merupakan pendiri dari JEMA'AT AHMADIYAH yang saat ini merupakan
satu-satunya JEMA'AT ISLAM didunia ini.
Karena hanya dia satu-satunya orang yang mengumumkan dirinya sebagai
orang yang diutus Tuhan kepada ummat islam dizaman ini, maka kebenaran
pendakwaan beliau ini insya'allah akan kita periksa berdasarkan Qur'an
dan Sunnah Rasulullah SAW dan juga kriteria-kriteria yang kita sebutkan
diatas.
Berikut adalah uraian kami menyangkut pendakwaan dari Hazrat Mirza
Ghulam Ahmad yang mengaku satu-satunya MUJADDID yang dibangkitkan oleh
ALLAH diawal permulaan abad ke 14 Hijriah yaitu kira-kira lebih seratus
tahun yang lampau.
KEBENARAN HAZRAT MASIH MAU'UD IMAM MAHDI a.s.
Berbahagialah orang-orang yang memepercayai semua Utusan Allah swt,
sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Qur'an, Surat Al Baqarah ayat 285
yang artinya:
Semuanya beriman kepada Allah, MalaikatNya, KitabNya, dan
Rasul-RasulNya. (Mereka mengatakan) " Kami tidak membeda-bedakan antara
seorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-RasulNya.
Dari ayat ini kita bisa menyimpulkan bahwa keimanan kepada semua Nabi
dan Rasul yang diutus oleh Allah Ta'ala adalah mutlak dan tidak ada
pembedaan bagi kita terhadap mereka. Tidaklah sempurna keimananan kita
kalau kita hanya mengimani Nabi Muhammad SAw saja tetapi mengingkari
Nabi-Nabi yang lain yang juga diutus oleh Allah SWT.
Pada kurun zaman ini Allah SWT telah membangikitkan seorang Utusan dan
Rasul untuk kemajuan rohani ummat manusia diseluruh dunia ini yaitu
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagai Masih Mau'ud (Al Masih yang
dijanjikan Rasulullah SAW) dan Imam Mahdi. Banyak orang yamg sudah
beriman kepada beliau, tetapi sebahagian besar ummat manusia sampai saat
ini (kurun abad ke 15) masih belum dapat mempercayai kebenaran beliau
(sebagai Al Masih Mau'ud dan Imam Mahdi). Mungkin mereka masih ragu-ragu
untuk menerima kebenaran beliau. Oleh karena itu pada kesempatan ini
kami sebagai pengikut beliau akan berusaha memberikan keterangan dan
bukti-bukti tentang kebenaran beliau itu. Semoga semua orang-orang bisa
mengerti dan menentukan sikap terhadap beliau dan pengikut-pengikutnya.
1. Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Yunus ayat 16 yang atinya sbb:
" Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya.
Apakah kamu tidak memikirkannya? "
Menurut ayat ini orang yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi dan Rasul
haruslah orang suci dan tidak mempunyai keaiban sedikitpun. Masa kecil
dan dewasanya yang terpelihara bisa dijadikan sebagai ujian untuk
memeriksa pendakwaannya. Orang yang semasa kecilnya terkenal jujur dan
tidak pernah berbohong terhadap sesama manusia. Orang yang dipuji
masyarakat dan lingkungannya sebagai orang baik adalah mustahil setelah
dewasa melakukan kebohongan terhadap Allah Ta'ala dimana ia
mengaku-ngaku jadi Nabi akan tetapi Allah tidak mengutusnya. Adalah
tidak mungkin dia menipu manusia sekaligus melakukan kebohongan terhadap
Allah. Kalau kriteria ini kita terapkan pula pada Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad, dengan menelusuri masa kecilnya dan riwayat hidupnya akan jadi
jelaslah bagi kita bahwa beliau memenuhi kriteria yang diajukan
Al-Qur'an ini. Kehidupan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menurut lawan dan
kawan beliau adalah penuh dengan kesucian dan tidak pernah melakukan
sesuatu perbuatan aib dan berjalan menurut kehidupan dan Sunnah
Rasulullah SAW. Terlalu panjang disini untuk diuraikan riwayat hidup
beliau yang penuh kesucian dari kecil sampai beliau mendakwakan diri
jadi MUJADDID, yang kemudian IMAM MAHDI dan MASIH MAU'UD.
2. Allah SWT berfirman dalam Surat Al- Haqqah ayat 44-46 sbb:
" seandainya dia mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami niscaya
Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian pasti Kami potong urat
nadi jantungnya."
Menurut ayat ayat ini, jika seseorang mengaku mendapat wahyu dari Allah
SWT, padahal ia berudusta, maka Allah SWT yang akan membinasakannya
(usianya tidak akan panjang). Orang yang mendapat wahyu dan ilham
kemudian mendakwakan dirinya sebagai Nabi dan Rasul untuk mengujinya ia
harus hidup sekurang-kurangnya selama 23 tahun ( dihitung sejak ia
menrima wahyu). Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan tahun 1835, mengaku
menjadi MUJADDID dan menerima wahyu tahun 1832 dan kemudian wafat tahun
1908 dalam usia 73 tahun bisa dijadikan bukti bagi kebenaran beliau.
3. Dalam Surat Al Ankabut ayat 15 Allah SWT berfirman sbb:
Artinya: " Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan
Kami jadikan peristiwa itu itu pelajaran bagi semua ummat manusia. "
Dimasa hidupnya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad yaitu tahun 1902, India ketika
itu dilanda malapetaka dahsyat berupa wabah ta'un yang menelan korna
ratusan ribu manusia. Ketika itulah beliau yang mengaku menerima wahyu
dari Allah SWT mengumumkan wahyu itu yang artinya sbb:
" Akan aku selamatkan semua orang yang ada dirumahmu. "
Sebagaimana yang dijanjikan Allah Ta'ala semua orang yang bernaung
dirumah beliau dan semua orang yang beriman kepada beliau dengan tulus
ikhlas dan bergabung kepada JAMA'AH beliau yakni JEMA'AT AHMADIYAH
seorangpun tidak ada yang terserang wabah itu. Ini juga merupakan bukti
kebenaran beliau.
4. Allah SWt berfirman dalam Surat Al Mujaddalah ayat 22 sbb:
Artinya: Allah telah menetapkan: " Aku dan Rasul-RasulKu pasti akan
menang.
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mendapat wahyu yang artinya sbb:
" Aku akan sampaikan tablighmu kepelosok-pelosok dunia."
Kebenaran wahyu ini sekarang telah terbukti dengan nyata dan
menakjubkan. Seratus tahun lebih telah belalu semenjak beliau mendirikan
JEMA'AT AHMADIYAH (1889) semua orang sudah tahu baik kawan maupun lawan,
bahwa pengikut-pengikut beliau yang saat ini tersebar diseluruh pelosok
dunia bersatu padu dalam satu JAMA'AH dengan pimpinan seorang KHALIFAH
atau IMAM sebagai pelanjut MISI beliau, telah tersebar diseluruh
pelosok-pelosok dunia. Misi-Misi beliau telah berdiri disejumlah negara
didunia ini termasuk di Indonesia dengan 157 cabangnya yang tersebar
disetiap pelosok. Ini juga bisa dijadikan sebagai bukti bahwa ajaran
belaiu berkembang terus dan Allah bersama beliau dan mewujudkan
kemenangan bagi beliau dan pengikut-pengikutnya.
5. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Jin ayat 26-27 sbb:
(Yaitu Tuhan) Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib dan Dia tidak mengatakan
kepada seorangpun tentang yang ghaib itu kecuali kepada Rasul yang
diridhoiNya.
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mendapat wahyu dari Allah Ta'ala yang artinya
sbb:
" seorang Pemberi Ingat datang kedunia ini, dunia tidak menerimanya,
tetapi Tuhan akan melahirkan kebenaranNya dengan serangan yang kuat dan
hebat. "
Sebagaimana setiap Rasul yang diutus oleh Allah kepada suatu kaum yang
kedatangannya ditolak oleh sebahagian besar kaum itu. Ditantang
habis-habisan oleh kelompok mayoritas dari ummat Rasul itu sendiri
sehingga Rasul-Rasul itu dalam penderitaan yang sangat pada awalnya
tetapi karena Allah bersama mereka pada setiap perjuangan mereka selalu
memperoleh kemenangan. Wahyu ini juga menjelaskan bahwa Jema'at beliau
akan mengalami seperti Jema'at Rasul-Rasul terdahulu dan sebagaimana
dijelaskan oleh wahyu ini Jema'at beliau akan dimenangkan dengan
pertolongan Allah SWT dan musuh beliau akan dibinasakan dengan
perantaraan do'a-do'a beliau kepada Allah Yang Maha Perkasa.
Penentang dan musuh-musuh beliau yang besar dimasa hidup beliau yang
diantaranya adalah: Alexander Dowe seorang pemimpin Sekte Kristen di
Amerika Serikat yang mati dengan kehinaan pada tahun 1907. Abdullah
Atham juga seorang pendeta Kristen di India yang juga mati dengan
keaiban pada tahun 1896. Selanjutnya Lekhram pemimpin kaum Hindu yang
terbunuh pada tahun 1897 dengan kenistaan. Dan lain-lain semuanya binasa
dengan perantaraan do'a yang dikenal dengan MUBAHALAH untuk menguji
kebenaran beliau dan penentang-penentang beliau.
MUBAHALAH yang serupa juga pernah dilontarkan oleh KHALIFAH AHMADIYAH
terhadap semua penentang dan musuh-musuh Jema'at Ahmadiyah diseluruh
dunia pada tahun 1987 yang lalu dalam hal ini Rabithah Alam Islami yang
merupakan organisasi Islam sedunia, di Indonesia terhadap Majlis Ulama
Indonesia (MUI) yang terus-terusan mencaci maki Ahmadiyah dan
memfatwakan Ahmadiyah itu berada diluar Islam, sesat dan menyesatkan.
Tantangan ini tidak ditanggapi di Indonesia dan beberapa negara lain.
Juga diberapa negara Arab tantangan ini tidak digubnris oleh Ulama-Ulama
yang memfatwakan kekafiran kepada Ahmadiyah. Tetapi di Pakistan dimana
Jema'at Ahmadiyah dengan jumlah yang cukup banyak (sekitar 5 juta jiwa)
yang berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan akibat penganiayaan
pemerintah Pakistan dibawah pimpinan Zia ul Haq telah menyambut
tantangan MUBAHALAH ini. Dalam masa tiga bulan semenjak MUBAHALAH itu
diumumkan DUNIA menyaksikan bahwa ZIA HUL HAQ telah tewas
berkeping-keping dalam musibah kecelakaan Hercules yang sampai sekarang
tidak diketahui orang sebab musabab kecelakaan itu. Peristiwa ini
menjadikan keyakinan orang-orang Ahmadi diseluruh dunia menjadi semakin
kuat dan benarlah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad itu seorang Utusan Tuhan.
6. Dalam Surat Jum'ah ayat 3 Allah SWt berfirman sbb:
" dan juga kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan
dengan mereka. Dan Dialah yang Maha berkuasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir ayat ini terdapat dalam Kitab Hadits Bukhari jilid III hal 135
sbb:
Artinya: Hazrat Abu Hurairah r.a. menerangkan : " Kami sedang
duduk-duduk dekat Nabi Muhammad SAW ketika Surat Jum'at diturunkan
kepada beliau. Sahabat-sahabat bertanya sampai tiga kali. Diantara kami
terdapat seseorang yang bernama Salman al Farisi (yang berasal dari
Persia atau Iran). Kemudian Rasulullah SAW meletakkan tangannya keatas
pundak Salman al Farisi seraya bersabda: " Jika iman telah terbang
kebintang Surraya, beberapa orang laki-laki atau seorang laki-laki dari
antara orang ini (maksudnya asal Persia) akan mengambilnya kembali. "
Sesuai dengan ayat dan tafsirnya diatas yang tersebut dalam Hadits
Bukhari, maka Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah orangnya, karena nenek
moyang beliau berasal dari Persia dan tinggal di Qadian, India. Dan
beliau pulalah yang mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau'ud
yang " membawa kembali iman dari bintang Surraya itu."
7. Allah SWT berfirman dalam Surat As Shaff ayat 6 sbb:
Atinya: " Dan ingatlah ketika Isa putera Maryam berkata: " Wahai Bani
Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu , membenarkan
kitab (yang turun) sebelumku , yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira
dengan (akan datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku yang
bernama Ahmad.
Dalam ayat ini nama Ahmad itu diperuntukkan bagi Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad yang dalam hal ini beliau banyak mempunyai persamaan dengan Nabi
Isa a.s. dalam sifat-sifatnya. Sedangkan Nabi Muhammad SAW sama dengan
Nabi Musa dalam sifat-sifatnya. Nama Ahmad itu khusus untuk Hazrat Mirza
Ghulam Ahmad dari bapaknya, begitu pula nama Muhammad adalah nama
khusus Rasulullah SAW dari ibunya atau kakeknya Abdul Mutallib.
Nama Ahmad itu adalah nama jamal (keindahan) dan pada zamannya tidak ada
pertempuran fisik dengan penentang-penetangnya . Sedangkan nama Muhammad
itu adalah nama jalal (gagah perkasa) yang dalam zamannya terjadi
pertempuran (peperangan-peperangan) fisik dengan musuh-musuhnya.
Sebagaimana diketahui Nabi Muhammad juga mempunyai nama sifat yaitu
sebagimana disabdakan beliau: " Nama sifatku adalah Ahmad al Mutawakkil
( Jami Us Sagir). "
Tetapi nama Ahmad pada ayat ini bukanlah merujuk kepada Nabi Muhammad
SAW karena ayat berikutnya menjelaskan hal itu. Ayat berikut
mengatakan: Wa huwa jud'a ilal Islam. Huwa pada ayat itu tertuju kepada
ISMUHU AHMAD diayat 6 yang mendahuluinya. Huwa adalah orang ketiga
tunggal laki-laki yang bernama Ahmad yang pada ayat ke 6 dituduh
mengada-ngadakan dusta terhadap Allah yang ketika datang kepada kaumnya
membawa bukti yang nyata, kaumnya berkata : Haaza sihrun mubiin, Ini
adalah sihir yang nyata (ujung ayat 6).
Allah menjelaskan pada ayat 7 Surat yang sama dengan mengatakan bahwa
Ahmad itu bukanlah ahli sihir atau pendusta yang mengada-ngadakan dusta
terhadap Allah dan perbuatan itu adalah suatu kezaliman dan Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Sedangkan Ahmad itu
adalah Rasul Allah yang diberi petunjuk dan tidak mungkin
mengada-ngadakan dusta terhadap Allah ( mengaku Rasul pada hal Allah
tidak mengutusnya) karena itu adalah perbuatan orang zalim. WA HUWA
JUD'A ILAL ISLAM pada hal IA (AHMAD ) ITU DIPANGGIL KEPADA ISLAM.
Siapakah yang dimaksud AHMAD disini? Sebahagian besar mufassirin
mengartikan AHMAD disini adalah merujuk kepada NABI MUHAMMAD SAW karena
beliau juga bersifat Ahmad. Ahmad pada ayat ini semata-mata tertuju
kepada Muhammad SAW tidak ada alternatif yang selain dari beliau SAW.
Tetapi beberapa mufassirin lain membuka peluang untuk mengartikan AHMAD
pada ayat ini bukan untuk MUHAMMAD SAW.
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku MUJADDID yang kemudian mengaku
sebagai IMAM MAHDI dan MASIH MAU'UD menjawab tantangan musuh-musuh
beliau yang mengajukan keberatan terhadap pendakwaan beliau dengan
menanyakan dimana nama AHMAD itu dijumpai seandainya beliau memang
Imam Mahdi dan Masih Mau'ud yang dinubuatkan Rasulullah SAW. Beliau
mempersilakan orang mencari nama Ahmad itu dalam Al - Qur'an Surat Ash
Shaff ayat 6 itu. Orang-Orang dizaman beliau menjawab beliau dengan
mengatakan bahwa Ahmad pada ayat itu adalah untuk Muhammad SAW.
Bagaimana beliau menjelaskan hal ini dan memberitahukan bahwa Ahmad pada
ayat itu adalah untuk beliau?
Memperhatikan ayat 7 bahwa Ahmad itu adalah wa huwa jud'a ilal Islam.
Kalaulah Ahmad pada ayat 6 itu diperuntukkan bagi Nabi Muhammad SAW
tentu tidaklah tepat karena Nabi Muhammad SAW itu bukan dipanggil kepada
Islam tetapi justeru memanggil orang-orang kepada Islam. Siapakah Ahmad
dalam ayat ini yang dipanggil kepada Islam? Jawaban sudah pasti adalah
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad yang dipanggil oleh ummat Islam yang memusuhi
beliau agar kembali kepada Islam. Beliau yang mengaku Nabi dan Utusan
Tuhan diakhir zaman ini didustakan oleh sebahagian besar ummat Islam
yang kepada mereka beliau diutus dengan mengatakan beliau adalah
pendusta , sesat dan menyesatkan telah keluar dari Islam serta
menganjurkan beliau bertobat dan kembali kepada Islam. Ajakan dan
seruan kembali kepada Islam ini berlanjut terus sampai sekarang dikurun
abad ke 15 dimana orang-orang Islam dan Ulama-Ulamanya terus menerus
memanggil semua orang Ahmadi pengikut Hazrat Mirza Ghulam Ahmad ini agar
bertobat dan kembali kepada Islam yang sebenarnya. Alfia dan kawan-kawan
menyaksikan sendiri bagaimana Pak Rusjdi Djamal tak henti-hentinya
memanggil kami kembali kepada Islam kendatipun kami telah berulang kali
pula menyatakan diri kami sebagai orang Islam dan tidak perlu dihimbau
lagi untuk kembali kepada Islam.
Pembahasan mengenai ayat ini, yang menyangkut ISMUHU AHMAD demikian
panjangnya mungkin membuat Saudara Alfia jadi bosan tetapi hal ini perlu
dijelaskan karena menyangkut pembuktian kita terhadap pendakwaan Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad sebagai MUJADDID , IMAM MAHDI dan MASIH MAU'UD
sebagaimana yang dinubuatkan oleh Junjungan kita Nabi Besar Muhammad
SAW. Ada kemungkinan penafsiran Ahmad pada ayat ini membuat Pak Rusjdi
Djamal maupun kawan-kawan akan kembali mengulas tafsirnya menurut kaidah
tata bahasa Arab dan ayat-ayat Al- Qur'an. Untuk itu kami bersedia
membuka forum diskusi lagi dengan topik ISMUHU AHMAD. Tapi ajakan ini
tidak kami tujukan kepada Alfia karena seperti kata Alfia dipermulaan
notenya yang terakhir Alfia hanya sekedar menambah pengetahuannya
tentang MUJADDID dan tidak mempunyai waktu untuk berdiskusi mengenai
hal ini. Dan tulisan inipun terutama ditujukan buat Alfia saja.
8. Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 61 sbb:
Artinya: Maka barang siapa yang membantahmu tentang dia sesudah datang
ilmu (yang meyakinkan kamu) maka katakanlah (kepadanya): " Marilah
kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan
isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita
bermubahalah kepada Allah dan kita minta laknat Allah ditimpakan kepada
orang-orang yang dusta.
Sehubungan dengan ayat ini Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dalam kitabnya
ANJAME ATHAM halaman 65-67 tahun 1867 menulis :
" Orang-orang tidak mau mengerti akan dakwaanku, meskipun aku telah
menjelaskan berdasarkan dalil-dalil Qur'an Karim dan Hadits dan tidak
henti-hentinya mengkafirkan dan mendustakan daku, maka aku panggil
mereka semua untuk memanjatkan do'a mubahalah (perlombaan do'a). Tetapi
mereka tidak ada yang mau menerima tantanganku.
Untuk menguji kebenaran Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dalam pendakwaanya
sebagai MUJADDID , IMAM MAHDI dan MASIH MAU'UD beliau telah mengajukan
MUBAHALAH kepada orang -orang maupun Ulama-Ulama Islam ketika itu agar
Laknat Allah ditimpakan bagi Siapa yang berdusta diantara orang yang
bermubahalah yang dalam hal ini beliau dan penentang-penetang beliau.
Tetapi diantara Ulama-Ulama Islam yang senantiasa mencaci maki dan
memperolok-olokkan beliau tidak satupun yang menyambut tantangan
MUBAHALAH ini.
Seperti yang kami katakan diatas untuk zaman dikurun Abad ke 15 ini
tantangan MUBAHALAH serupa pernah dilontarkan oleh Khalifah ke IV
Jema'at Ahmadiyah Hazrat Mirza Tahir Ahmad ditahun 1987 kepada
penantang-penantang dan musuh-musuh Jema'at Ahmadiyah terutama
Ulama-Ulama Islam dari berbagai organisasi Islam sedunia. Sebagaimana
seratus tahun yang lampau tantangan ini umumnya tidak ditanggapi oleh
Ulama-Ulama Islam sekarang ini. Ini juga merupakan kebenaran pendakwaan
beliau.
9. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits Darul Quthni halaman 188 sbb:
Artinya: Sesungguhnya untuk Mahdi kita ada dua tanda yang belum pernah
terjadi sejak saat langit dan bumi diciptakan. Gerhana bulan akan
terjadi pada malam pertama hari-hari terjadi gerhana bulan dan gerhana
matahari terjadi pada hari kedua (pertengahan) dari hari-hari terjadinya
gerhana matahari yang kedua-duanya (gerhana bulan dan matahari) akan
terjadi dibulan Ramadhan.
Pada tahun 1890 Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mendakwakan dirinya sebagai
Imam Mahdi dan empat tahun kemudian yakni pada tahun 1894 terjadilah
gerhana bulan dan matahari dibelahan bumi Asia pada bulan Ramadhan untuk
menyatakan kebenaran pendakwaan beliau. Gerhana yang serupa terjadi pula
setahun kemudian yakni tahun 1895 untuk belahan bumi Amerika yang
terjadinya juga di bulan Ramadhan.
10. Rasulullah SAW bersabda dalam Kitab Hadits Abu Daud jilid II halaman
21 dan dalam Kitab Mishkat halaman 36:
Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. ,ia menerangkan bahwa Rasulullah SAW
bersabda : " Sesungguhnya Allah SWT akan mengirimkan untuk ummat ini
pada permulaan setiap seratus tahun seorang Mujaddid yang akan
memperbaiki agama. "
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mendakwakan dirinya sebagai Mujaddid pada
akhir abad yang ketiga belas atau permulaan abad keempat belas. Sejak
itu sampai sekarang awal abad kelima belas ini ( sudah 1417 H) tidak ada
seorangpun yang mendakwakan dirinya sebagai Mujaddid yang dijanjikan itu
selain beliau sendiri. Ini juga merupakan bukti kebenaran beliau.
11. Rasulullah SAW bersabda dalam Kitab Hadits Musnad Ahmad jilid II
halaman 411:
Artinya: " Sudah dekat saatnya orang yang hidup diantara kamu, akan
bertemu dengan Isa ibnu Maryam , yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang
Adil. "
Rasulullah SAW bersabda lagi dalam Kitab Hadits Ibnu Majah bab
Ayiddatuz-zaman:
Artinya: " Tidak ada Mahdi kecuali Isa "
Hadits ini menjelaskan bahwa Mahdi dan Isa yang dijanjikan itu bukanlah
terdiri dari dua orang tetapi satu orang dengan dua nama. Hazrat Mirza
Ghulam Ahmad lah yang mendakwakan diri sebagai Isa dan juga Mahdi.
12. Rasulullah SAW bersabda dalam Kitab Hadits Kanzul Ummal jilid III
halaman 200dan dalam Abu Daud sbb:
Artinya: " Orang yang tidak mengenal Imam Zaman, maka ia akan mati
sebagai matinya orang Jahiliyah, yakni keadaanya seperti sebelum Islam.
Imam Zaman pada zaman sekarang ini ialah satunya orang yang mendakwakan
dirinya sebagai Imam Zaman adalah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad . Orang yang
tidak berusaha mengenal Imam Zamannya maut mereka adalah sebagaimana
yang tertulisdalam Hadits tersebut.
13. Rasulullah SAW bersabda dalam Kitab Hadits Musnad Ahmad jilid VI
halaman 80 dan Ibnu Majah hal 315 bab KHURUJUL MAHDI menjelaskan sbb:
Artinya: Apabila kamu melihatnya (Mahdi), maka ambillah BAI'ATnya,
walaupun diantara kamu dan Mahdi terdapat ( dirintangi ) salju. Maka
berjalanlah diatas salju itu dengan lututmu (merangkak) karena beliau
itu adalah Khalifah dan Mahdi dari pada Allah SWT. "
Hadits ini mempertegas lagi bahwa BAI'AT kepada IMAM MAHDI a.s.
diharuskan kepada semua kaum Muslimin kendatipun mereka akan mendapat
kesusahan dan banyak kesulitan. Orang-orang yang tidak masuk dalam
bai'atnya mereka bukanlah MUSLIM HAKIKI, sedangkan menurut Hadits yang
lain mereka adalah Muslim yang hanya dibibir.
Akhirnya sampailah kami pada akhir uraian ini dan sebagai kesimpulan
kami dalam uraian ini adalah :
Adalah sudah menjadi rencana dan kehendak Allah SWT bahwa kemenangan
Islam dan kebangkitan Islam kedua kalinya melaui IMAM MAHDI beserta
pengikut-pengikutnya. Oleh karenanya hendaklah setiap orang Muslim
benar-benar mencintai Allah dan RasulNya berkewajiban memperkuat barisan
itu supaya agama Islam diberikan kemenangan diseluruh dunia. Amin !
Mudah-Mudahan uraian kami yang cukup panjang ini bisa menjadikan
tambahan pengetahuan bagi anda semua. Kendatipun tulisan bukanlah
dimaksudkan untuk tawaran diskusi maka kami dengan segala kerendahan
hati mengharapkan komentar , tanggapan, maupun keberatan-keberatan dan
sanggahan-sanggahan yang seyogyanya hendaklah dikemukakan kepada kami.
Lebih dan kurang kami mohon ma'af atas segala kata-kata yang kurang
berkenan dihati Saudara anda dan juga partisipan lain yang kebetulan
juga membaca uraian ini.
Wabillahitaufik wal hidayah
Wassalamu'alaikum wr, wb,
NADRI SAADUDIN
Email: nadris@cpimsx.ptcpi.com
PG&0 / PG&T /SUPPORT OPERATION - SBU
PT CALTEX PACIFIC INDONESIA DURI
Phone: Office: 0765-995466,994694
House : 0765-93072
Fax : 0765-994774
DURI, 28884
RIAU DARATAN, INDONESIA
==================================