From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id KAA06648 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Sat, 15 Feb 1997 10:56:16 -0500 (EST)
Subject: IN: WSPD - Heboh Daftar Caleg, Kunci Di Tangan Gubs
Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Fri Feb 14 23:17:58 1997
X-Authentication-Warning: igc7.igc.org: Processed from queue /var/spool/mqueue-maj
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Date: Fri, 14 Feb 1997 20:17:48 -0800 (PST)
From: indonesia-p@igc.apc.org
Message-Id: <199702150417.UAA02650@switzerland.it.earthlink.net>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN: WSPD - Heboh Daftar Caleg, Kunci Di Tangan Gubs
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Light Version 1.5.2
X-Sender: jsudiro@mail.earthlink.net
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
INDONESIA-P
SABTU, 15 FEBRUARI 1997
Heboh Daftar Caleg, Kunci Di Tangan Gubsu
MEDAN (Waspada): Kunci pengesahan Daftar Calon Sementara (DCS) maupun Daftar
Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Tk. I Sumatera Utara sebenarnya berada di
tangan Gubernur Sumatera Utara selaku Ketua Panitia Pemilihan Daerah (PPD)
I, demikian pendapat para pakar politik yang dihimpun tim wartawan Waspada
yang terdiri dari Akmal Az, Ahmad Yunan Sipahutar, Edi Syahputra dan Hardi
Effendi di Medan Jumat (14/2).
Hal ini sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku serta beberapa
peraturan pemerintah, ujar para pakar yang tidak ingin disebutkan namanya
itu ketika diminta pendapatnya soal heboh Caleg Golkar Sumatera Utara akhir
-akhir ini. Mereka heran kenapa DPP Golkar sampai bisa mencampuri urusan PPD
I Sumatera Utara yang telah mengumumkan DCS anggota DPRD Tk. I Sumatera Utara
tahun 1997.
Sesuai dengan mekanisme yang berlaku, ujar para pakar tersebut, DCS anggota
DPRD Sumatera Utara diajukan oleh Organisasi Peserta Pemilu (OPP)
bersangkutan seperti DPW PPP Sumatera Utara, DPD I Golkar Sumatera Utara dan
DPD I PDI Sumatera Utara. Baru kemudian PPD I melakukan penilaian terhadap
DCS yang diajukan untuk disahkan sesuai dengan perundang-undangan dan
ketentuan yang berlaku.
Kalau terjadi hal-hal lain, itu bukan lagi masalah perundang-undangan dan
ketentuan yang berlaku, tetapi sudah soal kekuasaan, tegas sumber.
Masalah DPP Golkar tidak puas terhadap DCS yang diajukan DPD Golkar
Sumatera Utara untuk DPRD Sumatera Utara merupakan masalah intern Golkar
sendiri, tidak ada kaitan dengan PPD I, ungkap para pakar tersebut.
Karena itu pula peran Gubsu selaku Ketua PPD I Sumatera Utara sangat penting
dalam masalah Caleg. Bahkan dapat dikatakan kunci bagi aman-tidaknya nama-
nama DCS anggota DPRD Sumatera Utara dari DPD Golkar Sumatera Utara, papar
mereka.
Ada Aturannya
Gubsu Raja Inal Siregar selaku Ketua PPD I Sumatera Utara ketika ditemui
Waspada di Kantor Gubsu Jumat sore mengatakan, dalam masalah DCS ini ada
ketentuannya.
"Itu urusan mereka. Ada peraturan dan ketentuannya," ujar Raja Inal Siregar
ketika ditanya pendapatnya tentang penjelasan Ketua DPP Golkar HA Gafur
yang mengatakan bahwa Tim 5 dan DPP Golkar akan menggodok kembali DCS anggota
DPRD Sumatera Utara dari DPD Golkar Sumatera Utara.
Secara diplomatis, Gubsu menyebut semua proses yang dilakukan harus sesuai
dengan aturan main yang ada.
Orang pertama Sumatera Utara itu juga menyatakan apa yang saat ini terjadi
di tubuh DPD Golkar Sumut khususnya menyangkut penetapan Daftar Calon
Sementara (DCS) anggota DPRD, hanya merupakan riak-riak kecil yang tidak
sampai mempengaruhi proses dalam menghadapi Pemilu.
"Tidak ada pengaruhnya, karena yang bergejolak itu hanya satu dua orang saja
dari sekian banyak kader Golkar," kata Gubsu Raja Inal menanggapi adanya
spekulasi tentang kemungkinan akan berubahnya DCS Golkar untuk anggota DPRD
Sumut. Prakiraan ini muncul setelah rapat pleno pengurus Golkar Sumut, Kamis,
dan adanya gugatan terhadap DCS yang diumumkan PPD I Sumut yang disebut-sebut
tak sesuai dengan SK DPP Golkar.
Untuk itu, selaku Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar di daerah ini Raja Inal
minta para kader Orsospol berlambang pohon beringin ini supaya tetap tenang
dan tidak terpengaruh riak-riak kecil akibat semacam beda pendapat di
kalangan segelintir kader pasca penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) calon
anggota DPRD Sumatera Utara.
Raja Inal yang sebelumnya menerima unsur DPP Golkar dr. Abdul Gafur dan H.
Sofjan Lubis di Gubernuran Medan, mengharapkan semua pihak, terutama para
kader dan fungsionaris Golkar Sumut dapat bersikap objektif dan rasional
menyikapi masalah ini, dan dapat bertindak arif dan bijaksana.
Ditanya apakah ada kekhawatiran akan terjadi kegoncangan di tubuh Golkar
Sumut yang kemungkinan dapat menurunkan penurunan suara pada Pemilu 1997,
Raja Inal menilai indikasi kearah itu belum tampak dan dia optimis riak-riak
ini tidak mempengaruhi Golkar Sumut.
Raja Inal tidak merinci lebih jauh apakah DCS Golkar untuk DPRD Sumut akan
diubah atau tidak, begitu juga tentang hasil pembicaraannya dengan unsur
DPP Golkar. Dia hanya mengimbau para kader tenang.(m12/m20/m23/m45)